Dari seorang pangeran yang diagungkan, Jiang Yui kini beralih profesi menjadi "makcomblang sakti" keliling dunia.
Mulai dari pendekar pedang wanita yang dingin dari sekte es, pangeran dari faksi musuh, hingga siluman rubah yang galau—semuanya harus ia satukan dalam ikatan cinta.
Ditemani oleh layar sistem magis yang mengejek setiap kegagalannya, mampukah Jiang Yui merajut kisah cinta orang lain demi menyelamatkan takdir cintanya sendiri, atau ia justru terjebak selamanya sebagai perjaka tua terkuat di dunia kultivasi?
Jangan lupa like,komen dan subscribe ya kakak, biar author ya semangat ,,dukungan kalian sangat berharga... makasih 🫶🫶🫶🫶
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
Suasana di Pusat Administrasi Kosmik Dimensi Ketiga kini jauh dari kesan menyeramkan atau kaku. Ruangan futuristik yang dulunya steril dan dipenuhi grafik perhitungan kesepian universal itu telah disulap total menjadi arena perayaan megah antardimensi.
Lampu-lampu hologram kosmik memancarkan warna-warni hangat, berpadu sempurna dengan kelopak bunga persik spiritual yang terus berjatuhan dari langit-langit kubah dimensi.
Di tengah ruangan, para dewa bintang, entitas astral berwajah cahaya, dan para pendekar tangguh dari Aliansi Persilatan Kota Qing tampak berbaur tanpa batasan.
Meja-meja panjang yang dipenuhi hidangan surgawi dan anggur buah spiritual terbentang rapi.
Suasana canggung antara makhluk dimensi tinggi dan manusia fana telah melebur sepenuhnya, digantikan oleh tawa canda dan obrolan santai seputar kisah percintaan yang berhasil dipersatukan.
Di meja utama, si Administrator kosmik kecil yang tadinya stres berat kini tampak pasrah mengenakan lencana kehormatan bertuliskan Wakil Ketua Divisi Pencatatan Tanggal Kencan.
Meskipun awalnya sempat menangis histeris karena algoritma jutaan tahunnya dihancurkan, ia kini harus mengakui bahwa tingkat kebahagiaan rata-rata di seluruh galaksi melonjak drastis sejak Jiang Yui mengambil alih kendali sistem.
"Hei, Administrator kecil! Jangan cemberut begitu. Coba nikmati secangkir arak buah persik ini, dijamin stresmu langsung hilang," ujar Liu Tian sambil tertawa terbahak-bahak, merangkul pundak si makhluk kecil yang tingginya bahkan tidak sampai separuh badannya.
Si Administrator mendengus pelan sambil memutar bola matanya. "Awas saja ya kalau sampai indeks stabilitas tata surya kita kacau gara-gara para dewa galaksi ini pada bucin. Aku yang bakal kena semprot oleh Dewan Tertinggi Kosmik!"
Di sisi lain ruangan, Bai Ling dan Tang Wan sedang berbincang akur dengan beberapa dewi galaksi yang dulunya dikenal paling dingin dan angkuh seantero rasi bintang.
Topik pembicaraan mereka tentu saja tidak jauh-jauh dari tips meluluhkan hati pasangan yang keras kepala—sebuah topik universal yang ternyata berlaku di dimensi manapun.
Sementara itu, di anjungan observatorium tertinggi yang menghadap langsung ke panorama jutaan galaksi berputar, Jiang Yui berdiri seorang diri.
Ia mengenakan jubah kebesarannya yang berkibar lembut ditiup angin kosmik.
Di hadapannya, hamparan alam semesta terbentang luas tanpa batas, berkilauan indah bagaikan lautan permata.
Tetua Lu, yang ikut terbawa melintasi portal dimensi bersama rombongan utama, melangkah mendekat dengan membawa secangkir teh hangat.
Orang tua itu tersenyum hangat, menyerahkan cangkir tersebut kepada sang pangeran.
"Luar biasa, Yang Mulia..." ucap Tetua Lu takjub, menggelengkan kepalanya pelan sambil memandang ke luar jendela.
"Siapa yang menyangka bahwa pemuda yang dulu dikutuk sebagai perjaka tua di sebuah sudut kecil Kota Qing, kini berdiri di puncak kosmik, mengatur takdir cinta ribuan galaksi."
Jiang Yui menerima cangkir teh itu, menyesapnya perlahan sambil menikmati kehangatan cairan herbal yang mengalir di tenggorokannya. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis penuh arti.
"Hidup ini memang penuh dengan kejutan, Tetua Lu," jawab Jiang Yui santai.
"Dulu aku mengira kutukan itu adalah hukuman paling sial yang dijatuhkan oleh langit. Tapi sekarang, aku sadar... terkadang, hal terburuk dalam hidup sengaja diberikan oleh semesta agar kita bisa menemukan jalan takdir yang jauh lebih besar dari apa yang kita bayangkan."
Tetua Lu mengangguk setuju, meresapi setiap kata yang diucapkan oleh pemimpin mereka.
Dari kejauhan, sorak-sorai dan gelak tawa para pendekar serta makhluk kosmik kembali bergema meriah, merayakan kehidupan, harmoni, dan cinta yang kini mengakar kuat di seluruh penjuru alam semesta.
Tidak ada lagi perang faksi, tidak ada lagi dendam purba, dan yang paling penting: tidak ada lagi ancaman kutukan kesepian abadi.
Jiang Yui menatap sekali lagi ke arah hamparan bintang yang berkilauan terang di hadapannya. Ia mengangkat cangkirnya tinggi-tinggi ke arah langit malam kosmik, memberikan siulan kecil sebagai bentuk penghormatan pada perjalanan panjang yang telah ia lalui.
Bagi sang mantan perjaka tua, ini bukanlah akhir dari sebuah cerita, melainkan awal abadi dari era paling legendaris di seluruh dimensi semesta—di mana takdir, cinta, dan kekuatan sejati berpadu menjadi satu di bawah telapak tangan sang penguasa sejati.
Pesta perayaan di Pusat Administrasi Kosmik Dimensi Ketiga baru saja mereda menjelang fajar kosmik menyingsing. Ribuan lentera bintang mulai meredup, digantikan oleh pendar cahaya keemasan fajar yang memantul indah di atas lantai marmer putih lobi utama.
Para dewa galaksi, makhluk astral, dan para pendekar dari Aliansi Persilatan Kota Qing tampak tertidur pulas di kursi-kursi lipat setelah semalaman merayakan era baru keharmonisan semesta.
Di anjungan observatorium tertinggi, Jiang Yui masih berdiri tegak menghadap hamparan galaksi yang terbentang tanpa batas.
Secangkir teh hangat di tangannya kini telah mendingin, namun pikirannya melayang jauh menembus batas-batas dimensi yang baru saja ia taklukkan.
Langkah kaki ringan terdengar mendekat dari belakang.
Bai Ling berjalan menghampiri, jubah putihnya berkibar lembut tertiup angin kosmik. Ia berdiri tepat di samping Jiang Yui, ikut menatap keindahan lautan bintang di kejauhan.
"Kau belum tidur, Jiang Yui?" tanya Bai Ling pelan, suaranya terdengar menenangkan di tengah keheningan pagi galaksi.
"Semua orang sudah tertidur pulas setelah pesta semalam, bahkan Liu Tian dan Ratu Racun sampai ketiduran di meja hidangan."
Jiang Yui menoleh sekilas, lalu tersenyum tipis.
"Aku hanya sedang menikmati ketenangan ini, Bai Ling. Rasanya baru kemarin aku memikirkan cara bertahan hidup dari kutukan perjaka tua di paviliun kecil Kota Qing. Sekarang... lihatlah di mana kita berada."
Bai Ling ikut tersenyum. Untuk ukuran seorang pendekar pedang es yang dulunya dikenal sedingin salju, senyuman itu memiliki kehangatan yang mampu meluluhkan sekte manapun.
"Kau telah mengubah takdir bukan hanya untuk dirimu sendiri, tapi untuk seluruh makhluk di alam semesta. Tidak ada lagi kutukan, tidak ada lagi kesepian paksa. Dunia persilatan—bahkan kosmos—berhutang budi padamu."
Jiang Yui menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tidak melakukannya untuk disembah atau diandalkan sebagai pahlawan.
Aku hanya ingin hidup damai, menikmati secangkir teh di pagi hari tanpa harus dikejar-kejar sistem atau ancaman kutukan."
sistem kultivasi perjaka/NosePick/ 🤧