NovelToon NovelToon
Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Orang Disabilitas
Popularitas:37.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Kamu akan Ayah jodohkan dengan Bian menggantikan Salsa. Daripada kamu di rumah cuma coret-coret kertas nggak jelas, mending ngurusin anaknya tukang kebun itu." ucap Ayah dari seorang gadis yang tengah melukis di sebuah art paper.

"Baik," jawab gadis bernama Aluna Savira Velove itu tanpa perlawanan.

Aluna harus menikah dengan kekasih dari anak tiri Ayah kandungnya. Status calon suami Salsa yang hanya bekerja di kebun buah dan sayuran terbesar di desa itu, membuat perempuan itu menolak saat diajak menikah. Apalagi laki-laki itu juga seorang duda dengan dua anak yang sangat nakal.

Bisa kah Aluna menaklukkan dua anak dari sang duda? Mampu kah dia menjalani pernikahan tanpa cinta dengan sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reyhan 2

"Tumben kamu tidak membolos seperti tiga temanmu itu, Reyhan? Biasanya setiap ada pelajaran matematika, kamu akan membolos." ucap Pak Dayat, selaku guru matematika yang terkejut melihat keberadaan Reyhan.

"Lagi nggak seperti biasanya, Pak." ucap Reyhan menanggapinya dengan santai sindiran itu.

Reyhan sudah menyiapkan mentalnya jika nanti pasti akan disindir oleh Pak Dayat. Memang dia dan ketiga temannya jarang sekali untuk masuk kelas saat jam pelajaran matematika. Mereka hanya akan masuk ketika ada ulangan saja. Pak Dayat sudah berulangkali menegur dan mengancam mereka dengan nilai jelek. Namun sama sekali tidak mempan bagi mereka. Apalagi ketika ulangan, nilai mereka juga pas-pasan.

Reyhan menatap kursi ketiga temannya yang kosong. Dia sampai terkekeh geli sendiri menyadari tingkahnya yang bisa kembali masuk area sekolah karena mengingat wejangan dari Aluna. Padahal Aluna tak tahu juga jika dia sering bolos sekolah. Orang rumah yang tahu dia membolos ini hanya Elova. Namun Reyhan menjadikan cerita itu sebagai pengantar tidur untuk adiknya. Dia juga hanya menceritakan tentang temannya yang bolos sekolah, bukan dirinya.

"Peringatkan teman-temanmu itu untuk masuk kelas Bapak. Sebentar lagi kalian Ujian Nasional. Matematika itu salah satu pelajaran yang akan diujikan, serius belajarnya. Setidaknya kalau nggak punya harta atau privilege dari orangtua, masih ada otak yang bisa dibanggakan." ucap Pak Dayat dengan ucapan pedasnya membuat Reyhan mengepalkan kedua tangannya di bawah meja.

"Ya," jawab Reyhan dengan singkat karena kesal dengan ucapan Pak Dayat. Walaupun dia tidak pintar dalam bidang matematika, tapi setidaknya ada kecerdasan yang bisa banggakan. Dia suka ikut debat bahasa Inggris. Bahkan beberapa kali menyumbangkan piala ke sekolah.

"Buat lainnya juga, belajar yang benar. Setelah ini, kalian harus masih lanjut sekolah sampai minimal SMA. Jadi jangan pada menyepelekan sekolah," seru Pak Dayat lagi sambil melihat ke arah sekitarnya.

"Baik, Pak." ucap semua siswa yang ada di kelas itu.

Reyhan menatap malas Pak Dayat yang menjelaskan materi matematika ini. Menurutnya, Pak Dayat ini ketika menjelaskan selalu berputar-putar. Walaupun dia tidak mengerti, tapi sepertinya ada cara yang lebih mudah dari penjelasannya. Reyhan pun merebahkan kepalanya di atas mejanya. Pusing rasanya mendengar penjelasan dari Pak Dayat. Siswa lain pun begitu, mereka sama pusingnya dengan Reyhan.

Brakkk...

"Reyhan, ngapain kamu tidur? Ini pelajaran dan disuruh belajar bukan lomba tidur," seru Pak Dayat sambil menggebrak meja milik Reyhan. Bahkan Reyhan sampai berjingkat kaget dan menjauh dari mejanya. Semua siswa pun juga langsung melihat ke arah Reyhan dan Pak Dayat. Reyhan sama sekali tak menyadari Pak Dayat yang berjalan menuju mejanya.

"Bisa ditegur dengan cara halus tidak ya, Pak? Gendang telinga saya bisa pecah kalau kaya gini," seru Reyhan tak terima sambil mengusap telinganya yang berdengung.

"Halah... Kamu aja menyepelekan pelajaran guru sendiri kok saat ditegur pakai cara halus. Ingat ya, Reyhan. Guru BK sudah sering menegur dengan baik-baik, tapi apa buktinya? Semua zonk, kamu dan teman-temanmu itu emang dasarnya bandel." ucap Pak Dayat dengan tatapan sinisnya.

"Mending nggak usah sekolah sekalian. Mending bantu Bapakmu di kebun, jadi petani lalu jualan. Daripada sekolah, tapi nggak ada hasilnya." lanjutnya.

Nggak usah bawa-bawa Papa saya,

Lagaknya... Panggil Papa, kaya orang kaya saja.

Mendengar hinaan itu, Reyhan pun segera keluar dari kelas sambil membawa tasnya. Dia memasukkan semua buku dan alat tulisnya secara asal. Dia pergi tanpa berpamitan dengan Pak Dayat. Beberapa siswa di dalam kelas, ketakutan mendengar teriakan dan hinaan dari Pak Dayat. Mereka lebih memilih diam. Apalagi beberapa dari mereka adalah murid dengan beasiswa. Pak Dayat yang melihat Reyhan keluar dari kelas pun mendengus sebal.

"Lihat itu teman kalian. Jangan sampai meniru ucapan dan tingkahnya. Sama sekali itu bocah satu tidak ada sopan santunnya. Udah kere, bandel lagi." seru Pak Dayat mengingatkan semua siswa yang masih ada di dalam kelas. Bahkan ada beberapa murid sampai menahan tangisnya karena ketakutan.

"Kita lanjutkan pelajaran. Kerjakan halaman 45 di buku kalian. Setelahnya kumpulkan di meja saya," lanjutnya.

Baik, Pak.

***

Prang...

Duhh...

Tante Aluna...

Belhenti. Jangan gelak, nanti kena pecahan piling.

Sedangkan di rumah, tiba-tiba saja Aluna menyenggol pajangan piring keramik yang ada di ruang keluarga saat akan berjalan mendekati Elova. Bocah cilik itu sangat terkejut melihat piring pajangan itu terjatuh. Bibi Tari yang mendengar suara gaduh di ruang keluarga pun segera berlari mencari tahu. Bibi Tari terkejut melihat Aluna berdiri kaku dengan kaki yang dikelilingi oleh pecahan piring keramik.

Astaga...

"Apa yang terjadi, Aluna?" seru Bibi Tari dengan raut wajah terkejutnya.

"Bibi Tali, cepat belsihkan itu pecahan piringnya. Nanti kaki Tante bisa beldalah," seru Elova memberikan perintah. Sedangkan Aluna masih shock dan takut untuk melangkah. Badannya juga bergetar hebat.

"Mbak Ambar, Mbak Sita, Mbak Lani... Tolong," seru Bibi Tari meminta pertolongan pada semua ART yang tadi sedang makan siang.

"Apa-apaan ini? Siapa yang menjatuhkan piring panjangan yang harganya mahal ini?" teriak Mbak Lani sambil berkacak pinggang.

Bugh...

Bukannya segera membantu, Mbak Lani malah langsung memarahi orang yang diduga adalah pelakunya. Mbak Lani menatap Aluna dengan tatapan sinisnya. Semalam dia datang kembali ke rumah Bian setelah cuti. Dia terkejut pagi ini saat mengetahui jika Bian sudah mempunyai istri baru. Apalagi istrinya buta, itu yang dia dapat informasinya dari Bibi Sita. Walaupun begitu, katanya istri dari Bian itu sangat baik. Bibi Sita sampai memukul lengan Mbak Lani karena memarahi Aluna. Padahal sekarang yang paling penting adalah keselamatan Aluna dan Elova.

"Apa sih, Bi? Emang benar kok, nyusahin. Udah tahu buta, ngapain raba-raba begitu? Jadi pecah kan? Itu pajangan piring mahal lho. Hadiah dari Bu Mila setelah pulang dari luar negeri lho kalau tidak salah," seru Mbak Lani tak terima ditegur oleh Bibi Sita.

"Ambar, amankan Nak Lova dulu. Cek apakah dia ada yang luka," Tampaknya Elova juga ketakutan karena melihat Aluna tidak merespons omongannya. Mbak Ambar pun langsung menggendong Elova tapi bocah cilik itu tidak mau dibawa pergi.

"Ayo cepat bersihkan, Lani." suruhnya pada Mbak Lani.

"Ogah... Bukan salahku kok. Suruh bersihkan pelakunya saja. Aku mau lanjut makan," ucap Mbak Lani dengan acuhnya.

"Mbak Lani jahat kaya Nenek lampil," seru Elova tak terima dengan air mata yang mengalir pada kedua pipinya.

Bodo amat, bocah nyusahin. Enggak Ibu tirinya, anak pungutnya. Semua nyusahin,

Siapa nanak pungut?

Mbak Lani, kamu boleh menghinaku buta tapi jangan ngatain Lova.

Eh...

1
Ita Xiaomi
Sptnya Pak Arman udah tiba nih.
Sani Srimulyani
wah udah nyampe sini aja tuh pengacara .....
Novita Sari
semoga pengacara aluna yg datang...
Sani Srimulyani
bagus pa pengacara, usut tuntas kehidupan Aluna. biar kelurga toxic itu menderita.
Novita Sari
siap siap maya salsa kena tendang..
br tau sekaya apa aluna.mungkin bisa lebih kaya dari bian..
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
ayo pak arman segera bertemu Aluna/Determined//Determined//Determined//Scream/
E F
lanjuttttt💪🙏😍
Sani Srimulyani
pinter banget sih lova......
Dewiendahsetiowati
Lobak jadi pahlawan buat Luna
Novita Sari
lopa mau jadi altis... semangat lopa 💪💪💪
Novita Sari
semangat lopa terus bela ibu luna..
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
yeayyyy, good job lobakkkk/Determined//Determined//Determined/
bagus bagus, biar mereka malu tuh🤣
apalagi captionnya menyebutkan makanan basi, pasti mereka bakalan dihujat itu🤣🤣
Sani Srimulyani
bagus tuh idenya, bakal dapet cuan dong lova.....
Novita Sari
lopae😄😄😄😄...gak takut sama siapa aja..
Nisa Via
Lobak nich fokus ke vilal nya wkwkwkwkkw
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
bagus lobak, ay viralkan mereka /Determined//Determined/
Nisa Via
Ayam Dadal tuh yg gimana Lobak 🤔🤔😂😂
Sani Srimulyani
bagus lova kamu emang juara buat orang matikutu.....🤭
Novita Sari
update lagi thor pengen tau aksi heroik lopa..
E F
😄😄💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!