NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 22

"Terimakasih Dokter Xerena, sudah membantu saya tadi," ucap Rinda saat Xerena tengah visit pada malam hari menjelang waktu tidur.

Jika tidak ada Xerena, Rinda mungkin akan semakin kesal dan ternyata itu cukup menguras tenaganya.

Apa yang dikatakan Jexen memang benar adanya, bahwa tubuhnya masih belum sehat kembali. Jika apa yang dipikirkannya terlalu banyak maka pusing pun akan dirasakan.

Rinda juga baru bisa mengucapkan terimakasih hari ini karena tadi siang ia belum sempat mengucapkannya. Pasalnya Xerena ada panggilan darurat untuk menangani pasien.

"Tidak masalah, sudah jadi tugasku, Rinda. Bagaimana sudah merasa enakkan? Atau mungkin ada bagian yang sakit?"

Xerena memeriksa infus dan tubuh Rinda, mulai dari pemeriksaan denyut jantung dan juga luka.

"Tidak Dokter, semuanya baik-baik saja. Terimakasih," jawab Rinda sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya cepat.

Sejauh ini dia tak merasakan apa yang ditanyakan oleh Xerena. Hanya saja kepalanya yang masih sedikit berdenyut. Rinda yakin bahwa besok semua sudah baik-baik saja. Tidak, Rinda berharap besok sungguh akan baik-baik saja karena ia harus bertemu pimpinan SJ Grup. Rinda tak ingin melakukan kesalahan apapun demi investasi yang diinginkannya.

"Kalau begitu sekarang istirahatlah, kalau ada apa-apa panggil perawat ya," ujar Xerena. Sekali lagi ia mengusap lengan Rinda sambil melayangkan sebuah senyuman.

Rinda menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terimakasih lagi. Sebenarnya ia merasa sedikit heran dengan kebaikan Xerena. Rinda tahu kalau seorang dokter memang haruslah berperilaku ramah kepada pasiennya. Namun ia merasa Xerena nampak berbeda.

"Sudahlah jangan berpikir macam-macam. Pada dasarnya Dokter Xerena memang dokter yang baik," gumam RInda sambil menggelengkan kepalanya cepat.

Ia membuang nafasnya kasar. Sebelum benar-benar tidur, lebih dulu Rinda mengambil ponselnya untuk membaca beberapa berita. Wanita itu baru melihat bahwa berita tentang pernikahan suami dan kakaknya yang kontras dengan kembalinya dirinya.

Muncul banyak spekulasi, dan juga banyak juduL-judul yang click bait.

PENGKHIANATAN APA PEREBUTAN KEKUASAAN?

KECELAKAAN PEWARIS TBBA, APA MUNGKIN DISENGAJA?

PEWARIS TBBA KEMBALI DARI KEMATIAN

Masih banyak judul lainnya yang menggiring opini ke arah penyebab kecelakaan Rinda. Dan Rinda hanya bisa diam saat membacanya. Namun tangannya mengepal dengan sangat erat.

"Semuanya akan aku perlihatkan ke seluruh dunia. Topeng-topeng itu pasti ku buka," ucapnya lirih.

Ponsel dimatikan, dan Rinda mulai memejamkan matanya.

Sementara itu, Xerena yang meninggalkan ruangan Rinda, tak sepenuhnya pergi. Ketika sampai di luar ruangan langkahnya berhenti. Ia melayangkan tatapan ke arah Jexen. Mulut Xerena juga langsung terbuka untuk berbicara kepada adiknya yang ia tahu sudah sejak tadi berada di sana.

"Huuuft, Mereka benar-benar keterlaluan. Bahkan sampai malam pun, mereka tak muncul. Bagaimana bisa keluarga seperti itu. Tidak ada khawatir-khawatirnya terhadap anggota keluarga mereka yang bahkan belum lama kembali dari kecelakaan besar. Otak mereka sebenarnya ditaruh dimana?"

Xerena berdecak kesal. Dia sudah tahu perihal Rinda dari Jexen. Namun tetap saja rasanya tak masuk akal. Setidaknya sang ibu tiri datang kemari untuk melihat kondisi Rinda. Tapi sama sekali tidak ada kunjungan dari keluarga Rinda.

"Buruk kan?" ujar Jexen. "Bahkan keluarga kita yang katanya kejam, punya gangster, berteman dengan mafia, tak ada yang begitu teganya dengan keluarga," imbuhnya.

"Ya, kau benar. Kita bisa bilang betapa gilanya keluarga kita. Tapi, tak ada yang sampai berani menyentuh keluarga sendiri. Kita selalu melindungi dan menyayangi keluarga," sahut Xerena cepat. Jarinya memijit ujung hidung yang terasa kaku.

"Dan Rinda baru tahu sifat semua keluarganya sekarang. Jika tidak ada kejadian kecelakaan ini, mungkin selamanya Rinda akan terus dibohongi dan dibodohi."

Jexen membuang nafasnya kasar. Dia ingat betul bagaimana effort nya Rinda terhadap keluarganya. Rinda selalu mengadakan pesta ulang tahun untuk ibu dan kakaknya. Dia selalu memberikan hadiah-hadiah saat menang tender kepada mereka.

Fasilitas untuk Nania dan Teani pun selalu lengkap. Mobil, credit card, dan posisi bagus Teani di perusahaan meski Rinda tahu Teani kurang mampu dalam menjalankannya.

Rinda selalu menutupi kesalahan Teani dan membereskan masalah-masalah yang kakaknya itu timbulkan di perusahaan. Tidak, konon katanya juga sat masih menempuh pendidikan, Teani kerap membuat masalah dan Rinda lah yang menyelesaikan.

Menjadi Rinda pasti sangat sakit sekali. Xerena tak bisa membayangkan jika itu adalah dirinya.

"Maka dari itu, hal yang paling benar adalah menjauhkan Rinda dari orang-orang toxic seperti itu. Setidaknya mereka sekarang sudah keluar dari rumah. Dimana Rinda tak harus melihat mereka saat kembali nanti."

Ternyata Jexen yang membereskan semuanya. Dia hanya mendengar dari Xerena soal Rinda yang mengusir Teani dan Gani, dan Jexen langsung mengambil bagiannya untuk mewujudkan keinginan Rinda tersebut.

"Masuklah, sepertinya dia sudah tidur," ucap Xerena. Dia menepuk bahu sang adik.

"Terimakasih Mbak."

Jexen membuka pintu kamar rawat Rinda dengan perlahan. Dan benar saja wanita itu sudah tidur.

Jexen berjalan mendekat menuju ke ranjang, dia mengamati wajah Rinda dengan seksama.

"Aku bersumpah tidak akan membuatmu sakit dan kesepian, Rinda. Dan aku bersumpah akan membalas perbuatan orang-orang itu terhadap mu."

Tangan Jexen mengepal dengan erat. Dia tentu tidak hanya bicara asal. Pengumpulan bukti tentang kecelakaan itu sedang dilakukan. Jika benar ada yang janggal, maka Jexen tak akan tinggal diam.

Mungkin Rinda hanya akan menyerahkan mereka ke polisi, tapi tidak dengan Jexen. Dia akan membuat perhitungan yang layak atas perbuatan itu.

Tangan Jexen mengulur, membelai pipi Rinda. Dia berhenti pada luka yang ada di sana. Rahangnya lalu mengeras. Lehernya menjadi kencang dan kaku.

"Akan ku balas untuk setiap luka yang kamu terima," ucap Jexen lagi.

Haaah

Pemuda itu mengusap wajahnya kasar. Setiap melihat Rinda, emosinya bergejolak, dadanya terasa terbakar dan amarahnya meluap tak terkendali.

Jexen berusaha menahannya dengan sangat keras. Dia harus bisa mengontrol semua itu, karena tak ingin Rinda tahu sisi lain dirinya.

Haaah

Jexen menuju ke sofa, merebahkan tubuhnya di sana sambil terus melihat ke arah Rinda. Ia tak ngin melepaskan pandangannya barang sebentar pun.

Hampir kehilangan wanita itu, Jexen tak bisa membayangkan bagaimana jika Rinda benar-benar meninggal dunia.

Drtzzz

Ponsel Jexen berdering, nama anak buah nya berada di layar ponsel membuatnya segera menjawab.

"Bos."

"Katakan."

"Mobil punya Nona Rinda sudah kami temukan. Kami membawanya untuk diperiksa lebih lanjut."

"Lanjutkan."

TBC

1
GiZaNyA
denger tuh Jexen.. jangan kebablasan lhooo sama Rinda... bisa dijadiin penyetan kamu sama keluarga kamu kalo macem2🤣🤣🤣
GiZaNyA
heh Gani... situ kenapa Rinda kecelakaan ngga dicari dulu main langsung nikah aja... ya sekarang makanlah penyesalan kamu dan bersiap untuk diceraikan oleh Rinda...
dewi rofiqoh
Harus bersabar jexen! Dan harus bisa menahan diri 🤭🤭
GiZaNyA
akhirnya Rinda ngurus berkas cerai nya.... gaya banget si Teani mau balik ke TBBA... bae2 kena sleding Jexen kalo kerjanya main2...
Arin
Tapi lumayan lah hari ini bisa peluk Rinda sambil curi kecupan di kepala nya..... iya kan Jex. Mumpung Rinda gak sadar🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh sok pamer tp bukan harta km dasar mokondo
GiZaNyA
pepet teeusss Rinda nya Jex... 🤣🤣
Arin
Ternyata yang ditakutkan Gani adalah kehilangan penopang hidupnya🤣🤣🤣. Gak ada yang biayain lagi untuk berfoya-foya dan bergaya seperti orang kaya. Sokor
Mundri Astuti
makanya buruan pisah rinda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
di kristen mana bisa suami atau istri lebih dari satu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: berarti mualaf cmn buat bisa nikah aja?
total 6 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bisa jd kecelakaan itu emng disengaja tinggal siapa pelakunya blm jelas
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pede bgt km masih ditempatkan posisi direktur kerjaan ajh g becus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
orang numpang tapi mau menguasai huh,ada itu g ada hak ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih di gampar biar tau km tuh g PNY apa apa atas harta rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ada hak apa yang bangun itu rumah PNY ibunya Rinda,hak apa yg km mau akui km tuh cm numpang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
alasan aja padahal mah mau dekat sama Rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahahah kaget kan km
dewi rofiqoh
Sepertinya rinda harus mengkaji ulang jabatan yang diberikannya pada temani! 🤔🤔Jika perlu tendang aja si tes dari TBBA
Sri Supriatin
Kalau kalimatnya bisa dimengerti hanya typo buat sy g masalah thor 👍👍👍
Ilfa Yarni
yg tegas ya rinda parasit hrs disingkirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!