NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 — Sosok dari Masa Lalu

Setelah berada dalam pelukan Su Yang cukup lama, Lan Liqing akhirnya merasa lebih tenang.

Ia menceritakan semua yang terjadi selama Su Yang pergi. Mulai dari percakapannya dengan Patriak hingga tekanan yang memaksanya memilih seorang pasangan dari kalangan tetua.

Lan Liqing juga mengungkap masa lalunya.

Ia dibesarkan di Sekte Bunga Mendalam setelah kehilangan keluarganya. Patriak sebelumnya telah merawatnya seperti anak sendiri. Karena itulah, sekte ini bukan sekadar tempat berkultivasi baginya.

Tempat ini adalah rumah.

Setelah mendengar semuanya, kemarahan Su Yang justru mereda.

Masalahnya tidak serumit yang ia bayangkan.

“Su Yang…”

Lan Liqing menggenggam pakaiannya.

“Bagaimana kalau kita meninggalkan sekte?”

Su Yang sedikit terkejut.

“Kau ingin pergi?”

Lan Liqing mengangguk.

“Selama aku tetap berada di sini, Patriak akan terus menekanku sampai aku memilih pasangan yang dia inginkan. Dengan kultivasiku dan bakatmu, kita pasti bisa masuk ke sekte lain.”

Su Yang tertawa kecil.

“Aku sendiri tidak terlalu terikat dengan Sekte Bunga Mendalam. Kalau ingin pergi, aku bisa pergi kapan saja.”

Mata Lan Liqing langsung berbinar.

“Kalau begitu—”

“Tapi bagaimana denganmu?”

Kalimat itu menghentikannya.

Su Yang menatap matanya.

“Jika kau benar-benar ingin pergi karena keinginanmu sendiri, aku akan ikut. Namun, bukan itu yang sebenarnya kauinginkan.”

Lan Liqing terdiam.

“Kau tidak ingin meninggalkan rumahmu,” lanjut Su Yang. “Kau hanya merasa tidak punya pilihan.”

Mata Lan Liqing mulai basah.

Su Yang mengusap rambutnya.

“Jangan lupa bahwa sekarang ada aku.”

“Tapi Patriak berada di Alam Roh Bumi…”

“Lalu?”

Su Yang mendengus.

“Dia hanya seorang kultivator Alam Roh Bumi. Aku punya lebih dari satu cara untuk menghadapinya.”

Lan Liqing menatapnya.

Kultivasi Su Yang jelas masih jauh di bawah Patriak. Namun anehnya, keyakinan dalam suara pria itu membuat beban di hatinya perlahan menghilang.

Seolah tidak ada masalah yang benar-benar mustahil selama Su Yang berada di sisinya.

Setelah suasana hatinya membaik, Lan Liqing menatap Su Yang dengan tatapan berbeda.

“Ketika kau pergi tanpa memberitahuku…” katanya pelan, “aku merasa kesepian.”

Wajahnya mulai memerah.

“Kau selalu terlihat tahu segalanya. Jadi… apa kau tahu cara menghilangkan perasaan itu?”

Su Yang tersenyum.

Ia tidak menjawab dengan kata-kata.

Sebaliknya, ia mendekat dan mencium Lan Liqing.

Wanita itu tidak menghindar. Kedua tangannya justru memeluk Su Yang, membalas kedekatan tersebut dengan kerinduan yang telah ia tahan selama berhari-hari.

Perlahan, mereka bergerak menuju tempat tidur.

“Aku merindukanmu,” bisik Lan Liqing.

“Aku tahu.”

Su Yang membelai rambutnya.

Malam itu, keduanya kembali melakukan Kultivasi Ganda. Kehangatan yang telah lama dirindukan Lan Liqing akhirnya mengusir kegelisahan yang memenuhi hatinya selama beberapa hari terakhir.

Beberapa jam kemudian, Su Yang baru meninggalkan kamar.

Para murid Aula Pengobatan langsung mengerumuninya.

“Su Yang!”

“Bagaimana keadaan Guru?”

“Kenapa lama sekali?”

Su Yang tetap tenang.

“Masalahnya sudah selesai. Biarkan dia beristirahat.”

“Benarkah?”

“Benar.”

Para murid akhirnya mengembuskan napas lega.

Mereka memang penasaran mengapa sebuah percakapan membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi tidak ada yang berani bertanya terlalu jauh.

Setelah meninggalkan Aula Pengobatan, Su Yang kembali ke kediamannya.

Malam telah tiba.

Alih-alih masuk, ia melompat ke atap dan duduk memandang bulan sabit.

“Indah…”

Cahaya bulan membangkitkan kenangan yang sudah lama tersimpan.

Dalam kehidupan sebelumnya, ada seseorang yang selalu terlintas di pikirannya setiap kali memandang bulan.

Yuehai.

Sang Dewi Bulan.

Su Yang menatap langit dengan senyum pahit.

“Rasanya seperti kau masih berada di dekatku…”

Namun sekarang ia sendirian.

Angin malam tiba-tiba berembus.

Senyum Su Yang menghilang.

Ia berdiri.

Ada sesuatu yang tidak benar.

Tatapannya menyapu langit, pepohonan, hingga bangunan di sekelilingnya.

Tidak ada siapa pun.

Namun ia yakin.

Seseorang sedang mengawasinya.

“Aku memang tidak bisa melihatmu,” katanya keras, “tetapi aku bisa merasakan tatapanmu.”

Tidak ada jawaban.

“Aku tahu kau mendengarku.”

Tetap sunyi.

Su Yang mengaktifkan Mata Surgawi.

Indranya meningkat berkali-kali lipat, tetapi ia masih gagal menemukan keberadaan orang tersebut.

Hal itu membuatnya semakin waspada.

Bahkan seorang kultivator Alam Roh Surgawi seharusnya sulit bersembunyi sempurna dari indranya.

“Menarik…”

Su Yang menatap langit.

“Bahkan kultivator Alam Roh Penguasa belum tentu bisa menyembunyikan keberadaannya sebaik ini.”

Di balik awan, wanita berambut perak yang sejak tadi mengawasinya membeku.

Dia mengenal Alam Roh Penguasa?

Su Yang melanjutkan.

“Atau jangan-jangan…”

Matanya menyipit.

“Alam Roh Ilahi?”

Wanita itu benar-benar terkejut.

Pengetahuan mengenai tingkatan tersebut hampir tidak dikenal di dunia ini.

Bagaimana seorang kultivator Alam Roh Mendalam bisa mengetahuinya?

Rasa penasarannya akhirnya menang.

“Pertama Bunga Yin Ekstrem, sekarang ini…”

Suara wanita terdengar dari langit.

“Kau benar-benar orang yang menarik.”

Mata Su Yang berubah tajam.

“Wanita?”

Anehnya, suara itu terasa samar-samar familier.

Cahaya bulan mendadak semakin terang.

Dari balik awan, sesosok wanita perlahan turun.

Rambut panjangnya berwarna perak.

Matanya juga perak seperti cahaya bulan.

Jubah putihnya berkibar ketika ia melayang di udara tanpa pedang atau alat apa pun.

Saat melihat wajahnya, jantung Su Yang berdegup keras.

“Yuehai…?”

Untuk sesaat, ia benar-benar mengira Dewi Bulan berdiri di hadapannya.

Namun tidak.

Wajahnya berbeda.

Lebih muda.

Su Yang terus memperhatikannya.

Sebuah ingatan lama tiba-tiba muncul.

Seorang gadis kecil berambut perak yang dahulu sering mengikutinya ke mana-mana.

Mata Su Yang melebar.

“Qiuyue?”

Wanita di udara langsung berhenti.

“Apa katamu?”

Tatapannya berubah tajam.

Tekanan mengerikan turun dari langit.

Tubuh Su Yang seketika terasa dihantam gunung.

Darah keluar dari sudut bibirnya.

“Siapa kau?!” bentak wanita itu. “Apakah Istana Bulan Suci mengirimmu?!”

Tekanan semakin berat.

Namun Su Yang justru tersenyum.

Sekarang ia yakin.

“Sudah sebesar ini, tetapi masih mudah marah.”

Tubuh wanita itu bergetar.

Su Yang menghapus darah dari bibirnya.

“Sudah lupa kepadaku, Qiuyue kecil?”

“Diam!”

“Aku bahkan pernah mengganti popokmu.”

Wajah Qiuyue membeku.

“Dan kalau itu belum cukup…”

Su Yang menyebut sebuah tanda lahir berbentuk bulan sabit yang tersembunyi di tubuhnya.

Tekanan yang memenuhi udara lenyap seketika.

Qiuyue turun ke atap dengan tubuh gemetar.

Hanya dua orang yang mengetahui tanda tersebut.

Ibunya.

Dan seseorang yang dahulu merawatnya seperti anak sendiri.

“Ka-kau…”

Air mata mulai memenuhi mata peraknya.

“Benarkah kau… Senior Su?”

Su Yang membuka kedua tangan.

“Sudah dua ribu tahun, tetapi ternyata kau masih cengeng.”

Qiuyue menerjang ke pelukannya.

“Senior Su!”

Tangisnya pecah.

“Kau hidup… kau benar-benar hidup…”

Su Yang membelai rambut peraknya.

Namun satu kalimat tadi membuat pikirannya terguncang.

Dua ribu tahun?

Setelah Qiuyue tenang, ia menjelaskan bahwa Su Yang telah dinyatakan meninggal dua ribu tahun lalu.

“Aku menghadiri pemakamanmu,” katanya. “Aku melihat jasadmu sendiri.”

Su Yang membeku.

Baginya, hanya sekitar sebulan berlalu sejak ia meninggalkan Tebing Hukuman Abadi.

Namun bagi dunia lamanya…

Dua ribu tahun telah berlalu.

Su Yang kemudian menceritakan bagaimana seorang lelaki tua misterius membantunya keluar dari Tebing Hukuman Abadi sebelum dirinya tiba-tiba terbangun di dunia ini.

Qiuyue hanya bisa terpaku.

“Sekarang giliranmu,” kata Su Yang. “Kenapa kau berada di sini? Kenapa Istana Bulan Suci mengejarmu?”

Ia berhenti sejenak.

“Dan bagaimana keadaan ibumu?”

Wajah Qiuyue langsung kehilangan warna.

Su Yang merasakan firasat buruk.

“Qiuyue?”

Wanita itu menundukkan kepala.

“Ibu…”

Suaranya bergetar.

“Dia sudah tidak ada di dunia ini.”

Su Yang membeku.

“Apa…?”

Rasa sakit tiba-tiba menghantam dadanya.

Darah menyembur dari mulutnya.

“Senior Su!”

Qiuyue bergerak menangkap tubuh Su Yang sebelum ia jatuh dari atap.

Namun Su Yang seolah tidak mendengar apa pun.

Di dalam pikirannya hanya tersisa satu nama.

Yuehai.

Wanita yang selama ini ia yakini masih menunggunya…

ternyata telah tiada.

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!