Karina Amalia putri menjadi anak angkat keluarga Wijaya sejak usianya 10 tahun.Tepatnya setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Rangga wijaya anak tertua tuan Wijaya yang terpaut 15 tahun darinya begitu menyayangi Karina layaknya adiknya sendiri.
Berbanding terbalik dengan Reno Wijaya, adiknya yang usianya 10 tahun diatas Karina, dia begitu tidak menyukai gadis itu. Bahkan terlihat sangat membencinya.
Karin sangat berharap Reno bisa menerima dan menyayanginya seperti Rangga. Segala usaha ia coba namun tidak pernah berhasil.
Apakah Karin akan terus berjuang mendapatkan cinta Kakak angkatnya, atau kah ia akan menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penculikan
Karin terbangun ketika matahari mulai terang, Keano masih terlelap disampingnya. Ya Tuhan bukannya semalam Reno akan pulang? bagaimana ia bisa ketiduran? Karin bangun pelan-pelan. begitu matanya terbuka sempurna ia merasa ada yang aneh. Karin baru sadar kalau ia tidak berada dikamarnya.
Matanya menyapu sekeling kamar. Ya Tuhaan.. bukankah ini kamar Reno? Semalam ia masih di Bandung, bagaimana bisa begitu ia bangun sudah ada di Jakarta? ini pasti ulah Reno . Ini namanya penculikan. Karin meradang.
Karin mendapati Reno sedang duduk di ruang keluarga.wanita itu langsung menyerang Reno dengan membabi buta.
"sialan.. dasar brengsek.. bagaimana bisa kamu bawa aku kesini " umpat Karin. tangan dan kakinya bekerja menendang dan mencakar dengan brutal. Reno yang dalam posisi tidak siap berusaha menutupi wajah dengan lengannya agar tak menjadi sasaran cakaran kuku Karin yang panjang. sama sekali tak ada perlawanan. Reno membiarkan Karin meluapkan semua emosinya.
Tuan dan nyonya Wijaya yang kebetulan datang ke rumah Reno langsung melerai. Tuan Wijaya menahan Karin untuk tidak menyerang Reno. Sementara nyonya Wijaya mengobati tangan dan wajah Reno yang penuh dengan luka cakaran.
Orang tua Reno sengaja datang setelah mendapat laporan dari mbak Ela kalau semalam Reno membawa Karin pulang. Sudah pasti mereka senang mendapat kabar kepulangan putrinya itu.Makanya setelah mengantar Keysha ke sekolah, mereka langsung pergi menuju rumah putranya.
Awalnya mereka pikir akan melihat Reno dan Karin akur, namun kenyataan tak sesuai yang terjadi. Mereka malah melihat KDRT yang dilakukan Karin.
Tuan Wijaya berusaha meredakan emosi Karin. "ceritakan sama papih apa yang terjadi " lirih tuan Wijaya. Karin yang mulai bisa mengendalikan emosinya, menangis dipelukan tuan Wijaya.
"Dia menculik aku pih.. hikhik" Karin terisak
Tuan dan nyonya Wijaya saling pandang, tak mengerti. lalu mereka menatap Reno tajam.
"apa yang kamu lakukan? " tanya tuan Wijaya mengintimidasi. Reno menunduk
"aku sudah baik-baik mengajak nya pulang pih ,tapi... " Reno menjeda ucapannya " tapi.. dia menolak "
"lalu.. " tuan Wijaya tampak tidak sabar mendengar kelanjutan pengakuan putranya
"Aku membawanya ketika mereka sedang tidur " lanjut Reno
"Astagaa.. Reno.. " Tuan Wijaya memijit kepalanya mendengar kelakuan nekad putranya itu. Pantas saja Karin sangat murka.
Sebetulnya dalam hati tuan dan nyonya Wijaya bangga pada putranya itu yang telah berhasil membawa Karin pulang walaupun dengan cara yang licik.
Tuan dan nyonya Wijaya memeluk Karin "apa kamu tidak merindukan kami ? " tanya nyonya Wijaya.
Seketika tangis Karin pecah dipelukan kedua orang yang sangat dia rindukan. "jangan pergi lagi " lirih nyonya Wijaya. "mamih tak mau kehilangan kamu lagi "
𝙛𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙤𝙣
Selama dua hari di Bandung Reno berpikir keras bagaimana caranya supaya Karin mau ikut pulang dengannya ke Jakarta. Karena terus menolak, Tiba-tiba satu ide melesat dikepalanya.
Tanpa sepengetahuan Karin, Reno telah mencampurkan obat tidur kedalam makanan yang Karin makan.
Setelah Karin tertidur lelap ,Reno membopong tubuh Karin dan Keano bergantian masuk kedalam mobilnya. Malam itu juga Reno membawa pulang keduanya ke rumahnya dalam keadaan tertidur.
𝙛𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙤𝙛𝙛
"mommy.. huaaa.. mommy.. " Tangisan anak kecil mengagetkan tuan dan nyonya Wijaya yang sedang memeluk putrinya .
"anak siapa pih " tanya nyonya Wijaya. tuan Wijaya menggeleng. "tidak tau "
Menyadari putranya sudah bangun, Karin cepat-cepat ke kamar Reno dan menggendong Keano. Rupanya Keano pun menyadari kalau ia tidak sedang berada dikamarnya.
Karin berusaha menenangkan Keano. Tuan dan nyonya Wijaya terpana melihat kehadiran anak laki-laki dalam gendongan Karin. Ternyata tidak hanya satu, tapi dua oleh-oleh yang dibawa putra kedua nya itu dari Bandung.
Tuan dan nyonya Wijaya tak melepaskan pandangannya dari bocah kecil dalam gendongan Karin. Keano menyembunyikan wajahnya didada Karin. ia merasa tidak nyaman ketika dua orang asing tak lepas memandangnya.
Mata nyonya Wijaya basah. Ia seperti melihat perwujudan Reno ketika masih kecil. Sepertinya kehadiran anak kecil inilah yang telah membuat Reno pusing dan muntah-muntah bahkan hingga masuk rumah sakit beberapa tahun yang lalu.
coba lihat karin dibuat tidak enak, tidak tenang, merasa bersalah, menyesal, gampang minta maaf, pada lelaki lain seakan begitu menjaga perasaan pria lain tapi lihat pada suami dia seakan tidak peduli suami suami merasa sakit hati dia seakan tidak peduli mau suami menderita dia tidak peduli, terlihat dia sama sekali tidak peduli perasaan suami dan tidak ada sama sekali usaha menjaga perasaan suaminya, baru kalian bilang dia wanita dan istri baik2 bagai berlian, miris sekali
karya novel yang lebih mementingkan perasaan pria lain dari pada sang suami sah adalah novel wanita egois