NovelToon NovelToon
Cinta Ribuan Duri

Cinta Ribuan Duri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / CEO
Popularitas:463
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“Alasan untuk mencintaimu hanyalah soal sosial.”

Kalimat itu menghantam hatiku seperti ribuan duri. Aku terdiam, seakan waktu menarikku kembali ke masa lalu.Andai saja saat itu aku tidak menuruti egonya.
Andai saja aku lebih berani mengikuti kata hatiku… untuk menolak perjodohan itu. Mungkin sekarang, hatiku tidak akan dipenuhi luka.

— Cinta Ribuan Duri —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 – Rasa Bersalah yang Menghantui

Malam semakin larut. Lampu-lampu kota masih menyala terang, tetapi di dalam rumah besar milik Areksa suasana terasa berat.

Areksa berdiri di ruang kerjanya dengan ponsel di tangan. Sejak satu jam terakhir ia tidak berhenti menelepon berbagai orang yang ia kenal.

Beberapa di antaranya adalah kenalan lama di kepolisian. Beberapa lainnya orang-orang yang memiliki jaringan luas di kota.Namun hasilnya tetap sama.

Nihil.

“Kalau ada anak kecil sendirian di jalan, pasti ada laporan masuk,” ujar suara seorang pria di ujung telepon.

Areksa menahan napas.

“Namanya Resa. Usianya satu tahun.”

“Kami akan coba cek lagi, tapi sampai sekarang belum ada laporan seperti itu.”

Areksa menutup telepon itu perlahan.

Tangannya mengepal. Ia menatap meja kerjanya dengan wajah yang semakin tegang. Resa menghilang. Dan itu terjadi saat ia berada di sana. Saat ia seharusnya menjaga anak itu.

Areksa mengusap wajahnya dengan kasar. Bayangan kecil Resa yang menangis di dalam mobil kembali terlintas di pikirannya.

“Aku mau mama…”

Dan ia malah menyentaknya. Areksa memejamkan mata. Rasa bersalah mulai menekan dadanya dengan kuat.

Tiba-tiba pintu ruang kerja terbuka. Seorang wanita paruh baya masuk dengan langkah cepat. Wanita itu adalah Mama Areksa.

Wajahnya terlihat sangat khawatir.

“Reksa!”

Areksa langsung menoleh.

“Ma.”

Mama Areksa langsung mendekatinya. “Apa sudah ada kabar tentang Resa?”

Areksa menggeleng pelan.

“Belum.”

Wajah wanita itu langsung berubah.

“Apa maksudmu belum?”

Areksa menatap lantai sebentar sebelum menjawab. “Belum ada yang melihatnya.”

Mama Areksa langsung memegang meja dengan tangan gemetar.

“Kamu bilang tadi dia hilang di pom bensin.”

“Iya.”

“Dan sampai sekarang belum ditemukan?”

Areksa menggeleng lagi.

Suasana di ruangan itu langsung terasa sangat berat. Mama Areksa menatap putranya dengan mata yang penuh emosi. “Kamu ini bagaimana sih!” Suara wanita itu meninggi.Areksa tetap diam.

“Kamu membawa anak kecil keluar malam-malam lalu membiarkannya hilang begitu saja?” Kesal sang mama, " Ada CCTV kan di pom bensin? " Tanya mama Reksa

Areksa mengepalkan tangannya.“Aku tidak sengaja.” ia menghela kan napasnya " Rusak ma, CCTV nya susah di carinya. " Lanjutnya

Mama Areksa menatapnya tajam.

“Tidak sengaja?”

“Dia satu tahun, Reksa!”suaranya nyaris patah

Nada suaranya semakin tinggi. “Anak sekecil itu bisa terjadi apa saja di luar sana!”

Areksa menutup matanya sebentar.

“Aku tahu.”

Namun Mama Areksa tidak berhenti.

“Kamu terlalu ceroboh!”

“Sejak kapan kamu menjadi orang yang tidak bertanggung jawab seperti ini?”

Areksa tidak menjawab. Kata-kata itu terasa seperti pukulan. Mama Areksa berjalan mondar-mandir dengan gelisah.

“Dia satu-satunya yang kita punya dari kakakmu!”

Kalimat itu membuat Areksa menegang. Mama Areksa menatapnya lagi dengan mata berkaca-kaca. “Kalau terjadi sesuatu pada Resa… bagaimana kita menjelaskan pada kakakmu?”

Areksa menunduk. Bayangan wajah kakaknya langsung muncul di pikirannya. Kakaknya yang meninggal setelah melahirkan Resa. Kakaknya yang mempercayakan anak itu kepadanya.

“Jaga dia…”

Itu adalah kata terakhir yang ia dengar dari kakaknya. Dan sekarang…

Resa hilang.

Areksa mengusap rambutnya dengan frustasi.

“Aku sedang mencarinya.”

Mama Areksa menghela napas panjang.

“Kamu harus menemukannya.”

Suara wanita itu mulai melemah.

“Resa tidak punya siapa-siapa selain kita.”

Areksa mengangguk pelan.

“Aku tahu.”

Ia mengambil ponselnya lagi. “Semua orang yang aku kenal sudah aku hubungi.”

Mama Areksa menatapnya dengan wajah cemas.

“Polisi?”

“Sudah.”

“Rumah sakit?”

“Sudah juga.”

Mama Areksa menutup mulutnya dengan tangan. Air matanya mulai jatuh.

“Ya Tuhan… anak kecil itu sekarang di mana…”

Areksa menatap ibunya. Ia jarang melihat wanita itu menangis seperti ini.

“Ma.” Namun Mama Areksa menggeleng.

“Kamu tidak tahu betapa aku takut sekarang.”

Ia duduk di kursi dengan lemah. “Resa itu seperti anakku sendiri.”

Areksa berdiri diam beberapa detik. Kemudian ia berkata pelan,Aku akan menemukannya.”

Mama Areksa menatapnya.

“Kamu harus.”

Areksa mengangguk. Ia kembali membuka ponselnya. Kali ini ia menelepon bodyguard yang tadi bersamanya di pom bensin.

“Apa ada kabar?” tanya Areksa langsung.

“Belum, Pak. Kami sudah menyisir area sekitar.”

“Cari lagi.”

“Iya, Pak.”

Telepon itu ditutup. Areksa menatap layar ponselnya beberapa detik.

Kemudian ia berkata pelan, “Kalau Resa tidak keluar dari area pom bensin…”

Mama Areksa menatapnya.

“Maksudmu?”

Areksa menghela napas.

“Berarti ada seseorang yang menemukannya.”

Mama Areksa langsung berdiri.

“Kamu pikir ada orang yang membawanya?”

Areksa tidak menjawab langsung.

Namun kemungkinan itu sangat besar.

Seorang anak kecil tidak mungkin berjalan terlalu jauh sendirian.

Mama Areksa terlihat sedikit lega.

“Kalau begitu Semoga dia bersama orang baik.”

Areksa berharap begitu. Namun tetap saja hatinya tidak tenang. Resa masih sangat kecil.Ia belum bisa bicara dengan jelas.Ia tidak tahu rumahnya di mana.

Areksa memandang keluar jendela ruang kerjanya.Lampu-lampu kota terlihat berkilau di kejauhan. Namun malam itu terasa sangat gelap baginya.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama…Areksa merasa benar-benar takut.

Takut kehilangan satu-satunya orang yang masih tersisa dari keluarganya.Dan rasa bersalah itu terus menghantui pikirannya.

Karena ia tahu satu hal.Jika saja ia tidak menyentak Resa di mobil tadi… anak kecil itu mungkin tidak akan pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!