NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala

Tahta Darah Sembilan Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Awan Gelap, yang kuat dihormati bagai dewa, dan yang lemah diinjak bagai semut. Shen Yuan, seorang pemuda dengan pembuluh nadi bawaan yang cacat, hidup dalam kehinaan di sudut kota terpencil. Namun, takdirnya berubah ketika kepingan darah dari masa purbakala menyatu dengan jantungnya, memberikannya warisan "Jalan Iblis Penelan Surga".

Dari seorang buangan, ia melangkah di atas lautan darah dan gunung tulang. Ia akan menantang keangkuhan para putra langit, menghancurkan sekte-sekte berusia ribuan tahun, dan menguak tabir kebohongan para dewa yang bertahta di Sembilan Cakrawala. Ini adalah kisah tentang fana yang menggugat takdir, selangkah demi selangkah menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah di Jurang Ratapan

Hujan menderu bagai tangisan langit yang runtuh, mengguyur pelataran batu hitam di kediaman Keluarga Shen. Di tengah Kota Debu Merah yang dingin, kilat menyambar, membelah awan kelabu dan menyorot sebuah pemandangan yang menyedihkan di sudut pelataran tersebut.

Brak!

Sebuah tubuh kurus terhempas keras ke atas genangan air yang bercampur lumpur. Darah segar menyembur dari mulut pemuda itu, menodai genangan air menjadi merah pekat. Ia terbatuk hebat, memegangi dadanya yang terasa seolah tulang rusuknya baru saja dihantam oleh godam baja.

"Berdiri, sampah! Apakah hanya ini kekuatan dari putra mantan jenius nomor satu Kota Debu Merah?"

Suara angkuh nan tajam membelah suara hujan. Seorang pemuda berpakaian sutra biru melangkah maju. Hawa murni berdesir tipis di sekitar kepalan tangannya, mengeringkan rintik hujan sebelum sempat menyentuh kulitnya. Dia adalah Shen Tian, sepupu dari pemuda yang tersungkur itu, dan seorang bibit unggul yang telah mencapai Ranah Penempaan Raga Lapisan Ketiga di usianya yang baru enam belas tahun.

Di belakang Shen Tian, dua orang pelayan keluarga berdiri sambil memegang payung kertas minyak, menatap pemuda yang jatuh itu dengan tatapan penuh cemooh.

Pemuda yang tersungkur di atas lumpur itu adalah Shen Yuan.

Rambut panjangnya yang basah menempel di wajahnya yang pucat. Ia menggertakkan giginya hingga gusi-gusinya berdarah, berusaha menopang tubuhnya dengan kedua tangan yang gemetar. Sepuluh tahun yang lalu, ayahnya, Shen Jian, adalah pilar kebanggaan Keluarga Shen. Namun, setelah ayahnya menghilang secara misterius di Lautan Kabut Kematian, status Shen Yuan merosot dari seorang Tuan Muda yang dihormati menjadi tidak lebih dari seekor anjing buangan.

Terlebih lagi, ketika ia diperiksa pada usia sepuluh tahun, tetua keluarga menemukan bahwa sembilan pembuluh nadi utama di tubuhnya cacat bawaan. Pembuluh nadinya tersumbat dan layu, membuatnya mustahil untuk menyerap hawa murni dari alam langit dan bumi. Selama lima tahun penuh, ia terjebak di Ranah Penempaan Raga Lapisan Pertama—sebuah ranah yang bahkan bisa dicapai oleh pelayan dapur yang berlatih ala kadarnya.

"Serahkan Pil Tulang Besi jatah bulan ini, Shen Yuan," desis Shen Tian, melangkah maju dan menginjak punggung tangan Shen Yuan dengan sepatu bot kulit binatang buasnya.

Krek!

Suara tulang berderit terdengar mengerikan, namun Shen Yuan tidak menjerit. Ia hanya mengangkat wajahnya perlahan, menatap Shen Tian dengan sepasang mata yang hitam pekat bak malam tanpa bintang. Tatapan itu dingin, tajam, dan penuh dengan kebanggaan yang tidak bisa dipatahkan, bagaikan serigala terluka yang menolak untuk menundukkan kepalanya.

"Pil itu... ditinggalkan oleh ibuku sebelum ia tiada. Itu... bukan milikmu," suara Shen Yuan serak, bercampur dengan darah di tenggorokannya.

"Ibumu sudah menjadi tulang belulang, dan ayahmu entah mati membusuk di sudut dunia mana! Keluarga Shen tidak memelihara orang cacat!" Shen Tian tertawa keras. Dengan satu lambaian tangannya, kekuatan Ranah Penempaan Raga Lapisan Ketiga meletus.

Bugh!

Satu tendangan keras bersarang di perut Shen Yuan, melempar tubuh kurus itu sejauh beberapa tombak hingga menabrak pilar batu. Sebuah kotak kayu kecil terlempar dari balik pakaian Shen Yuan yang robek. Kotak itu terbuka, menampakkan sebuah pil berwarna abu-abu yang memancarkan aroma obat yang menyengat halus.

Shen Tian segera menangkap pil tersebut dengan wajah berbinar. "Bagus. Pil Tulang Besi ini cukup membantuku untuk menembus Lapisan Keempat bulan depan. Sedangkan untukmu..."

Shen Tian berjalan mendekati Shen Yuan yang kini nyaris kehilangan kesadarannya. Melihat sepasang mata Shen Yuan yang masih menatapnya dengan kebencian dan keengganan untuk menyerah, sebuah niat membunuh tiba-tiba melintas di hati Shen Tian. Tatapan mata orang cacat ini entah mengapa selalu membuat bulu kuduknya berdiri.

"Jika kau dibiarkan hidup, kau hanya akan menodai nama baik Keluarga Shen. Karena kau sangat merindukan orang tuamu, biarkan aku, kakak sepupumu ini, berbaik hati mengirimmu menyusul mereka," bisik Shen Tian dengan kejam.

Ia memberi isyarat kepada kedua pelayannya. "Seret sampah ini. Bawa dia ke belakang gunung."

Mendengar kata 'belakang gunung', wajah kedua pelayan itu sedikit pucat. Di belakang gunung Keluarga Shen terdapat sebuah tempat terlarang yang disebut Jurang Ratapan. Jurang itu tertutup kabut beracun abadi, gelap tak berdasar, dan penuh dengan raungan binatang buas yang mengerikan di malam hari. Siapapun yang jatuh ke dalamnya, bahkan seorang ahli di Ranah Pembentukan Inti Emas sekalipun, dipastikan akan hancur lebur tanpa sisa tulang.

Namun, tidak berani membantah perintah Shen Tian, kedua pelayan itu segera menyeret kaki Shen Yuan, menyeretnya melewati genangan lumpur dan darah menuju bukit belakang keluarga.

Shen Yuan tidak memiliki tenaga lagi untuk meronta. Pembuluh nadinya terasa seperti ditusuk ribuan jarum, dan kesadarannya mulai memudar. Namun, di dalam hatinya, api kebencian berkobar begitu hebat hingga rasanya mampu membakar Sembilan Cakrawala.

‘Apakah ini takdirku? Mati seperti semut yang diinjak di pinggir jalan? Ayah... Ibu... aku tidak rela! Langit sungguh buta! Jika ada kehidupan selanjutnya, aku bersumpah akan membantai setiap orang yang menghinaku, aku akan merobek langit yang tidak adil ini dengan tanganku sendiri!’

Gemuruh petir kembali memecah langit saat mereka tiba di bibir Jurang Ratapan. Angin kencang berhembus dari dasar jurang, membawa aroma busuk bangkai dan hawa dingin yang menusuk tulang.

"Selamat tinggal, Tuan Muda Jenius," ejek Shen Tian sambil tersenyum sinis. Dengan satu tendangan ringan, tubuh lemah Shen Yuan terdorong dari tebing batu.

Shen Yuan merasakan sensasi hampa saat tubuhnya terlempar ke bawah. Angin menderu kencang di telinganya, menyayat kulitnya bak ribuan bilah pisau tipis. Kegelapan jurang menelannya bulat-bulat, sementara siluet Shen Tian di atas sana semakin mengecil sebelum akhirnya hilang tertutup kabut beracun.

Tubuhnya menghantam dahan-dahan pohon purba yang tumbuh menonjol di dinding jurang, mematahkan beberapa tulang rusuknya dan lengan kirinya. Setiap benturan membawa penderitaan yang tak terlukiskan, mempercepat langkahnya menuju gerbang kematian.

Brak!

Akhirnya, benturan terakhir terjadi. Shen Yuan terhempas ke dasar jurang yang ternyata berupa rawa lumpur yang dipenuhi oleh tumpukan tulang belulang manusia dan binatang buas. Bau busuk menyengat merayap masuk ke hidungnya. Ia tergeletak tak berdaya di antara tengkorak-tengkorak putih yang berserakan.

Napasnya sangat tipis, ibarat seutas benang laba-laba yang akan putus oleh hembusan angin pelan. Matanya perlahan meredup. Darah terus mengalir dari berbagai luka di sekujur tubuhnya, meresap ke dalam tanah rawa yang menghitam.

Namun, tepat di saat detak jantungnya perlahan melambat dan hampir berhenti, sesuatu yang aneh terjadi di kedalaman rawa tersebut.

Darah Shen Yuan yang menggenang di atas tulang belulang tiba-tiba bergerak dengan sendirinya, seolah ditarik oleh suatu kekuatan tak kasat mata. Darah itu mengalir menuju sebuah celah batu di bawah tengkorak binatang buas raksasa, menyentuh sebuah benda sebesar kepalan tangan bayi.

Benda itu adalah sebuah kepingan batu berwarna merah darah yang diselimuti oleh debu purbakala. Permukaannya dipenuhi oleh ukiran aksara kuno yang sangat rumit, memancarkan aura kuno dan sunyi yang seolah berasal dari zaman ketika langit dan bumi baru saja dipisahkan.

Saat darah Shen Yuan menyentuh benda itu, kepingan batu tersebut tiba-tiba bergetar hebat.

Weng!

Sebuah dengungan pelan namun menggetarkan jiwa menyebar di dasar Jurang Ratapan. Binatang-binatang buas beracun yang bersembunyi di dalam kegelapan tiba-tiba meniarap di tanah, bergetar ketakutan merasakan sebuah tekanan mutlak dari sang penguasa tertinggi yang baru saja terbangun dari tidur lelapnya.

Cahaya merah darah yang menyilaukan meledak dari kepingan batu itu, menembus kabut beracun dan menerangi dasar jurang. Kepingan itu melayang perlahan, melesat ke arah Shen Yuan yang sedang meregang nyawa, dan melayang tepat di atas dadanya.

Dalam keadaan setengah sadar, Shen Yuan tiba-tiba mendengar sebuah suara kuno bergema di dalam lautan kesadarannya. Suara itu begitu serak, seolah berasal dari seberang sungai waktu yang membentang jutaan tahun lamanya, membawa serta kesombongan mutlak yang memandang rendah seluruh dewa dan iblis.

"Anak manusia dengan pembuluh nadi layu... apakah engkau membenci keangkuhan langit? Apakah engkau ingin menelan matahari, meminum darah para dewa, dan menginjak-injak reinkarnasi di bawah telapak kakimu?"

Hati Shen Yuan yang tadinya akan berhenti berdetak, tiba-tiba bergetar keras. Dengan sisa-sisa kesadaran terakhirnya, dan dengan kebencian yang menumpuk di relung jiwanya, ia menjerit di dalam benaknya.

"Aku benci! Aku ingin kekuatan! Jika menjadi dewa berarti ditindas, maka biarkan aku menjadi iblis yang menelan surga!"

"Hahahaha! Bagus! Kebencianmu memenuhi syarat Gulungan Tahta Darah. Mulai hari ini, raga fanamu akan dihancurkan, dan Iblis Penelan Surga akan lahir kembali!"

Seketika itu juga, Kepingan Darah Purbakala itu berubah menjadi seberkas cahaya merah cair, menembus kulit dada Shen Yuan dan langsung menghujam masuk ke dalam jantungnya!

BOOM!

Ledakan rasa sakit yang jutaan kali lipat lebih mengerikan dari sekadar tulang yang patah meledak di seluruh tubuh Shen Yuan. Ia mengaum sekeras-kerasnya. Cahaya darah merayap dari jantungnya ke seluruh tubuh, menyebar mengikuti jalur pembuluh nadinya yang cacat bawaan.

Di bawah kekuatan kepingan darah itu, pembuluh nadi bawaan Shen Yuan yang layu dihancurkan secara paksa hingga menjadi ketiadaan! Rasa sakit dari pembuluh nadi yang dihancurkan membuat Shen Yuan terus muntah darah kotor berwarna hitam pekat.

Namun, setelah kehancuran, datanglah penciptaan kembali. Hawa murni berwarna merah pekat, yang mengandung kekuatan purbakala yang luar biasa brutal, mengukir ulang jalur nadi baru di dalam dagingnya. Nadi-nadi baru ini tidak berwarna transparan seperti manusia biasa, melainkan berwarna merah kehitaman, kokoh seperti rantai dewa iblis.

Ini adalah Nadi Iblis Penelan Surga!

Rasa sakit perlahan memudar, digantikan oleh ledakan kekuatan yang belum pernah dirasakan Shen Yuan seumur hidupnya. Tulang-tulangnya yang patah akibat jatuh dari jurang menyambung kembali dengan kecepatan yang kasat mata, mengeluarkan suara gemeretak yang nyaring. Luka-lukanya menutup sempurna, meninggalkan kulit yang kini tampak sekeras batu karang.

Ledakan hawa murni di dalam tubuhnya mendorong kekuatannya menembus batas.

Ranah Penempaan Raga Lapisan Pertama... puncak!

Krek! Batas tak kasat mata itu pun pecah!

Ranah Penempaan Raga Lapisan Kedua!

Napas Shen Yuan menderu. Ia membuka matanya perlahan. Kegelapan mutlak dari dasar jurang tidak lagi menjadi penghalang bagi pandangannya. Sepasang matanya kini memancarkan kilau merah darah yang menyala di tengah malam. Ia mengepalkan tangannya, merasakan hawa murni berdesir kuat di dalam nadinya.

Ia telah lahir kembali.

1
Bucek John
kiankun kepala keluarga Lin disio siokan, gak ditoleh, padahal harta sdh jelas byk sekali n harta klan lin gak diambil, sia sia harta menang prang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!