NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:38.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Setelah beberapa saat, rontaan Jasmine perlahan melemah. Tenaganya habis terkuras oleh emosi yang meledak-ledak. Kini, ruangan itu hanya dipenuhi suara isak tangis yang sesenggukan, kecil dan menyayat hati.

Aksa melonggarkan pelukannya, namun tidak melepaskan Jasmine. Ia memegang kedua bahu Jasmine dengan sangat lembut, lalu perlahan menunduk. Ia mendekatkan wajahnya, menempelkan keningnya pada kening Jasmine.

Aksa memejamkan matanya, merasakan air mata Jasmine yang membasahi pipinya sendiri.

"Jangan minta pergi lagi, Jasmine," bisik Aksa dengan suara serak yang penuh kerapuhan.

"Aku tidak bisa... aku benar-benar tidak bisa jauh darimu."

Aksa menghela napas berat, seolah beban yang selama ini ia pikul akhirnya tumpah.

"Kamu pikir selama ini aku bahagia? Tidak. Selama kita berpisah, aku tersiksa. Setiap sudut rumah ini, setiap malam yang kulewati, semuanya terasa hampa karena tidak ada kamu," lanjut Aksa lagi.

Ia menarik napas dalam, mencoba menenangkan debar jantungnya yang tidak beraturan.

"Aku tahu cara yang kugunakan salah. Aku tahu aku kasar. Tapi pikiran bahwa kamu akan dimiliki orang lain membuatku gila. Jangan paksa aku untuk melepasmu lagi, karena aku tidak tahu bagaimana caranya hidup tanpa bayanganmu di sisiku."

Jasmine hanya terdiam dengan mata terpejam, merasakan ketulusan sekaligus ego yang masih sangat besar dari pria yang pernah menjadi dunianya itu.

Tangannya perlahan naik menyentuh pipi Jasmine yang basah, menghapus air mata itu dengan ibu jarinya yang gemetar.

"Maafkan aku, Jasmine," bisik Aksa.

"Aku minta maaf karena sudah bersikap kasar. Aku minta maaf karena sudah membuatmu merasa terpenjara."

Jasmine masih sesenggukan, namun ia tidak lagi memberontak. Aksa menarik napas dalam, seolah mengumpulkan sisa-sia keberaniannya untuk mengakui kesalahannya.

"Aku sangat menyesal... aku tidak bermaksud membuatmu sehancur ini. Aku hanya terlalu takut kehilanganmu lagi."

Aksa menjauhkan wajahnya sedikit agar bisa menatap mata Jasmine yang sembab. Tatapannya kini penuh dengan kesungguhan, bukan lagi obsesi yang mengerikan.

"Aku berjanji, mulai sekarang aku akan menjagamu dengan cara yang benar. Apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu, termasuk diriku sendiri. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya."

Hening sejenak. Aksa menggenggam tangan Jasmine dan membawanya ke depan dadanya, membiarkan Jasmine merasakan detak jantungnya yang berdebu kencang.

"Jasmine... ayo kita mulai lagi dari awal," ucap Aksa dengan suara penuh permohonan.

"Rujuklah denganku. Mari kita perbaiki pernikahan kita yang sempat hancur. Aku akan melakukan apa saja agar kamu bisa bahagia lagi bersamaku. Tolong, jadilah istriku kembali."

Jasmine terpaku. Permintaan rujuk yang keluar dari mulut Aksa terasa begitu berat, menggantung di udara.

Jasmine mendongak, menatap mata Aksa dengan sisa-sisa air mata yang masih mengalir. Bibirnya bergetar saat mencoba mengeluarkan suara yang selama ini tertahan di tenggorokannya.

"Aku takut, Aksa..." bisik Jasmine lirih.

Aksa semakin erat menggenggam tangan Jasmine, berusaha memberikan kehangatan. "Takut kenapa? Aku ada di sini. Aku akan selalu bersamamu, Jasmine. Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu."

"Aku takut hatiku sakit lagi. Kamu tidak tahu rasanya menjadi aku dulu. Aku sangat mencintaimu, bahkan terlalu mencintaimu sampai aku merasa gila karena takut kehilanganmu setiap detiknya."

Jasmine menarik napas panjang yang terasa berat. "Dulu, rasa cinta itu justru menjadi bumerang bagiku. Dan sampai sekarang pun..." Jasmine terdiam sejenak, menatap Aksa dengan tatapan yang penuh luka sekaligus kerinduan.

"Jika ditanya apa aku masih cinta... jawabannya masih sama. Aku masih sangat mencintaimu, Aksa. Dan itulah yang paling membuatku takut. Aku takut jika aku kembali, rasa cinta ini hanya akan menghancurkanku untuk kedua kalinya."

Mendengar pengakuan itu, Aksa tertegun. Ia tidak menyangka bahwa di balik sikap dingin Jasmine, wanita itu masih menyimpan perasaan yang begitu besar untuknya. Rasa bersalah kini semakin menghimpit dada Aksa, menyadari betapa ia telah menyia-nyiakan hati yang begitu tulus.

Aksa tertegun mendengar kejujuran Jasmine. Ia menarik napas panjang, lalu membawa tangan Jasmine ke bibirnya dan mencium punggung tangan itu dengan lembut. Kali ini, tidak ada paksaan, hanya ada ketulusan.

"Maafkan aku... Aku benar-benar minta maaf karena sudah membuat cinta yang begitu tulus jadi terasa menakutkan bagimu," ucap Aksa dengan suara rendah.

Aksa menatap lekat mata Jasmine, berusaha meyakinkan wanita itu bahwa kali ini segalanya akan berbeda.

"Aku tidak akan memaksamu untuk menjawab sekarang. Aku tidak akan memaksamu melakukan apa pun yang belum siap kamu lakukan," lanjutnya lagi.

"Aku akan menunggu. Aku akan menunggu sampai hatimu siap dan kamu bisa percaya lagi padaku."

Aksa tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jarang ia perlihatkan. "Tapi jangan lama-lama ya, Jasmine. Aku tidak yakin bisa menahan sabar selamanya kalau harus jauh darimu seperti ini."

Aksa perlahan bangkit dari posisinya yang berlutut. Ia mengusap puncak kepala Jasmine dengan penuh kasih sayang, seolah ingin menyalurkan ketenangan bagi wanita yang tampak sangat rapuh itu.

"Sekarang, lebih baik kamu istirahat. Kamu pasti capek sekali, kan? Habis menangis dan menghadapi egoku seharian ini," ucap Aksa lembut.

Ia membantu Jasmine membetulkan bantal dan menyelimutinya hingga sebatas dada. "Tidurlah. Aku akan ada di kamar sebelah. Kalau butuh sesuatu, panggil saja aku."

Sebelum keluar, Aksa memungut buket mawar yang tadi terjatuh dan meletakkannya dengan rapi di atas meja nakas agar Jasmine bisa melihatnya saat bangun nanti. Ia mematikan lampu utama dan menyisakan lampu tidur yang temaram, lalu menutup pintu kamar Jasmine dengan sangat pelan.

1
sunaryati jarum
Clarissa lebih baik sekutu dengan Aksa.Terus terang dan minta perlindungan padanya
olyv
nah benar g usah buang² tenaga buat meladani wanita gila itu tunggu aja kehancuran mu clarissa
olyv
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kelakuan mu aksa
olyv
eh apaan ni aq ngakak 🤣🤣
olyv
Wkwkwkwk aksa g ada sopan² nya pd tuan rumah 🤣
olyv
hayoloh aksa nurut aja mau dapat restu g sih 🤣
olyv
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ aksa cebakur
olyv
Wkwkwk tanya² dulu aksa, bakal susah nih dapat restu kakak ipar 😁
Lilik Juhariah
kasihan juga Clarisa di tempat didikan yg salah, knp aku Melo banget ada anak yg nasibnya sprt clarisa
olyv
👍👍
olyv
nah itu lebih baik 😑👍
Oma Gavin
up rutin kak ceritanya bagus sayang kalau loncat" up nya
Redmi Nam
GK sabar liat Sonia ketangkep
Uning Sodik
duuuujh...
olyv
hhmm sabar y jasmine
olyv
astagah 🤣
Redmi Nam
thor up nya lama banget...
sekali up 1 aja
Lilik Juhariah
semangat kak
Lilik Juhariah
hemmm si emak tiri minta di pindah ke dunia lain kayknya
olyv
aska kalang kabut 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!