Revania Agatha, Ibu muda berusia 32 tahun yang sudah memiliki seorang putra. Terjebak dalam dilema antara bertahan atau pergi disaat rumah tangganya tak lagi membuatnya merasa diinginkan oleh suaminya sendiri.
Nathan Alexander, pria dewasa dan mapan yang masih betah melajang dan disibukkan dengan karir yang dibangunnya. Namun tanpa di duga dirinya justru tertarik pada wanita yang sudah bersuami.
Gimana ya kisahnya, yuk ikutin ceritanya. ☺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vennyrosmalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Selama proses perceraian, Vania di dampingi oleh Liliana. Vania beruntung meski harus sendirian di Negara ini tapi ada Liliana yang sudah dianggapnya seperti saudara sendiri.
"Bagaimana mediasinya?" tanya Vania yang baru saja tiba di rumah Liliana.
Vania sengaja mampir karena Resa juga berada dirumah Liliana saat Vania harus pergi ke pengadilan.
"Minggu depan sidang putusannya. Aku ingin semua ini segera selesai." ungkap Vania.
Liliana memberikan pelukan hangat untuk Vania agar merasakan kehangatan dan dukungannya.
"Bundaaaa." panggil Resa.
Liliana melepaskan pelukannya pada Vania. Resa segera duduk di pangkuan Vania dengan manja.
"Lesaaa, ayo kita kacih makan Lolo lagi." ajak Sely dengan sekantung wortel di tangannya.
"Tidak mau, kasihan Roro. Dia sudah kekenyangan Sely." tolak Resa.
Sely mengerucutkan bibirnya dan ikut duduk di pangkuan Liliana.
"Mom, Lesa bikin aku kecel telus." adu Sely pada Liliana dengan wajah menggemaskan.
Vania juga Liliana hanya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya yang selalu ribut tapi akan saling mencari jika tidak bertemu.
.
.
ALX Company.
Irene kembali mendatangi kantor Kakaknya untuk memberikan kabar mengenai proses perceraian Suaminya.
"Ada apa lagi Kamu kesini Irene?"
Kali ini Nathan tidak terlalu ketus pada Irene. Tapi Dia tetal acuh dan tidak mengalihkan perhatiannya dari berkas yang sedang di tanda tanganinya.
"Kakak harus menepati janji Kakak yang akan menerima Satria jika Dia bercerai dengan istrinya." ucap Irene.
Nathan menghentikan tangannya yang bekerja, kemudian matanya menatap pada adiknya yang duduk sembari bersedekap dada.
"So."
"Suamiku sudah menjalani proses perceraian dengan istrinya Ka."
Mendengar kabar ini justru membuat Nathan langsung memikirkan keadaan Vania. Benarkah apa yang Irene katakan saat ini jika Vania akan di ceraikan oleh Satria.
Terakhir mereka bertemu memang Vania terlihat banyak fikiran. Namun Vania tidak bercerita apapun padanya. Ternyata secepat ini Satria menceraikan Vania.
"Kakak, Kak Nathan." tegur Irene dengan sedikir berteriak.
"Berisik Irene."
"Lagian Kakak malah ngelamun. Jadi gimana Kak, Kakak bakal nerima Satria jadi ipar Kakak kan?" tanya Irene lagi memastikan.
Nathan beranjak untuk menghampiri adiknya. Duduk di samping Irene dan menggenggam tangan adiknya.
"Apa Satria tidak akan melakukan hal sama padamu seperti yang dilakukannya pada istri pertamanya?" tanya Nathan serius.
Irene memahami kekhawatiran Kakaknya. Akhirnya Irene menjelaskan bagaimana keputusan ini terjadi saat pertemuan antara dirinya, Satria juga Vania sendiri.
Dari cerita itulah Nathan tahu jika hari itu ternyata Vania habis bertemu dengan adiknya juga Satria. Dan mereke memutuskan untuk berpisah dengan baik-baik tanpa drama apapun.
"Mba Vania tetap akan memberikan akses untukku juga Mas Satria bertemu dengan Resa Kak." jelas Irene.
Nathan semakin memikirkan bagaimana keadaan Vania saat ini. Nathan juga merasa kagum dengan kedewasaan Vania dalam menghadapi masalah ini.
"Kakak tenang saja, Daddy dan Mas Satria sudah membuat perjanjian tertulis jika Mas Satria sendiri sampai mengkhianati Aku." tutur Irene lagi.
Irene berfikir jika Nathan terdiam karena mengkhawatirkan dirinya. Padahal Irene salah, sebab Nathan kini justru khawatir pada Vania dan ingin menemuinya saat ini juga.
"Irene, Kakak harus pergi karena ada klien penting yang harus di temui."
Tanpa menunggu jawaban Irene, Nathan segera mengambil kunci mobil dan ponselnya di meja kerjanya. Nathan keluar dari ruangan dengan tergesa.
"Bos."
Bram yang baru saja akan menghampiri Nathan kebingungan sebab Nathan pergi begitu saja.
"Nona, Bos Nathan mau kemana?" tanya Bram pada Irene yang masih ada di ruangan Nathan.
"Kakak bilang mau pergi temui klien penting, masa Kamu tidak tahu Bram?"
Bram mengingat-ingat jadwal Nathan. Tapi dia yakin hari ini Mereka tidak ada jadwal pertemuan dengan klien manapun.
.
.
Nathan segera turun dari mobil setelah sampai di depan rumah Vania. Nathan memencet bel di depan pagar berulang kali.
"Dimana Kamu?" Nathan terus memencet bel tapi sepertinya Vania tidak ada dirumah.
Nathan merasa bodoh saat teringat ponselnya di mobil. Seharusnya Dia menghubungi Vania terlebih dulu.
Saat Nathan akan membuka pintu mobil, sebuah taksi berhenti di belakang mobilnya. Nathan melihat Vania yang baru saja turun dari taksi itu dengan Resa.
"Uncle Nathan." seru Resa.
Nathan menatap Vania sebelum dirinya melangkah dengan cepat menuju Vania.
Grep.
Vania terkejut bukan main saat Nathan tiba-tiba memeluknya dengan erat. Bahkan Resa yang ada di gandengannya pun merasa kaget saat Bundanya di peluk oleh Uncle Nathan.
"Kamu dari mana saja?" tanya Nathan yanh masih memeluk Vania.
"Nathan, tolong lepas dulu." pinta Vania berusaha melepas pelukan Nathan.
Sadar sudah berlebihan, Nathan melepas pelukannya pada Vania. Bahkan Nathan sampai terlihat canggung di hadapan Vania.
"Uncle Nathan kenapa?" tanya Resa.
Nathan segera berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya pada Resa.
"Resa, maafkan Uncle ya. Uncle hanya khawatir Pada Resa juga Bunda Resa." jelas Nathan.
Resa kemudian memeluk Nathan dan tanpa ragu Nathan juga memeluk Resa erat.
"Resa sama Bunda tidak apa-apa Uncle." jawab Resa.
Nathan tertawa pelan dan beranjak sambil memangku tubuh Resa.
"Benar, Resa kan jagoan ya. Jadi Uncle yakin Resa juga akan menjaga Bunda. Right?"
Resa mengangguk dan tersenyum pada Nathan. Vania yang melihat interaksi itu kembali terharu. Entah apa yang membuat Nathan khawatir padanya juga Resa, namun kehadiran Nathan sedikit mengobati luka di hati Vania.
.
.
......................
Tinggalin jejak ya teman-teman.. Dukung cerita baru author ini.
Terima kasih 😇🙏