"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Pukul 07.00 pagi seorang gadis cantik dan imut baru saja membuka kedua matanya. Dia adalah Aurellia Louisa Xavier. Gadis berusia 16 tahun yang merupakan anak perempuan dan cucu perempuan satu-satunya keluarga Xavier.
"Selamat pagi nona muda. Ayo bangun, tuan dan nyonya sudah menunggu di meja makan" ucap Nesa.
Nesa adalah maid yang bertugas menjaga Aurel. Nesa juga yang selalu menyiapkan semua kebutuhan Aurel. Kedua orang tua Aurel memang menyiapkan beberapa maid khusus untuk membantu mengurus putri kesayangannya.
Selain Nesa ada juga bi Darmi yang juga ikut mengurus Aurel. Mereka berdua adalah ibu dan anak. bi Darmi sudah sangat lama bekerja bersama keluarga Aurel.
Karena itu Aurel sudah menganggap Nesa dan bi Darmi sebagai keluarganya.
"Eugh....".
"Tapi aku masih mengantuk kak" ucap Aurel.
"Tapi non, ini sudah waktunya non sarapan. Kalau terlambat sarapan nanti nona bisa sakit" ucap Nesa.
"Yah kak Nesa, sebentar lagi ya. Plis" pinta Aurel yang kembali menarik selimutnya.
Saat Nesa sedang membujuk Aurel, tiba-tiba bi Darmi masuk.
"Bagaimana Nesa, apa non Aurel udah bangun?" tanya bi Darmi.
"Belum Bu. Nona Aurel masih mengantuk katanya" jawab Nesa.
"Aduh non, ayo bangun. Ini udah waktunya sarapan" ucap Bi Darmi mencoba membujuk Aurel.
"Sebentar lagi ya Bu. 5 menit lagi" ucap Aurel.
Aurel memang memanggil bi Darmi dengan sebutan Ibu. Kedua orang tua Aurel pun tidak mempermasalahkan hal itu.
"Ayo non, bibi sudah menyiapkan makanan kesukaan non Aurel loh" bujuk bi Darmi.
"Huft.... yaudah deh aku bangun" ucap Aurel.
"Nah gitu dong. Ayo non, saya akan bantu non Aurel mencuci muka" ucap Nesa.
"Eh gak usah kak. Aku bisa sendiri. Sekarang aku kan udah dewasa kak. Usiaku sekarang udah 17 tahun, kak Nesa lupa ya" ucap Aurel.
"Saya tahu non, tapi tetap saja nyonya kan meminta saya untuk terus membantu non Aurel" ucap Nesa.
"Ih gak usah kak. Lagian mommy gak tahu juga kan. Aku cuma mau belajar mengurus diri sendiri kak" ucap Aurel.
"Tapi non....".
"Yaudah, kalau kak Nesa gak mau menurut aku gak mau makan" ancam Aurel.
"Eh jangan non. Aduh Bu, gimana ini?" tanya Nesa pada bi Darmi.
"Ibu juga gak tahu".
"Emm.... yaudah gini aja, biarkan non Aurel melakukannya sendiri. Sekarang yang harus kita lakukan adalah memastikan tidak terjadi apapun pada non Aurel" ucap bi Darmi.
"Yaudah, aku ikut kata ibu aja" ucap Nesa.
"Non Nesa mau sendiri?". " Tapi hati-hati ya non" ucap bi Darmi.
"Iya, ibu tenang aja. Kalau gitu aku cuci muka dulu ya" ucap Aurel sambil tersenyum.
"Iya non, bibi dan Nesa tunggu di luar kamar mandi ya. Kalau non butuh apapun tinggal panggil aja" ucap bi Darmi.
"Oke Bu siap" ucap Aurel.
Sedangkan di meja makan, terdapat sepasang suami istri yang sedang menunggu kedatangan anak-anaknya. Mereka adalah Dion Xavier dan Alisa Xavier.
"Sayang, princess belum bangun?" tanya Dion.
"Belum mas, kalau gitu aku coba lihat ke kamarnya dulu ya" ucap Alisa.
"Yaudah, aku tunggu sini ya" ucap Dion.
"Iya mas" ucap Alisa.
Tidak lama, anak-anak Dion dan Alisa mulai berdatangan ke meja makan. Mereka adalah putra-putra keluarga Xavier.
"Selamat pagi dad" sapa keempat putranya.
"Pagi" jawab Daddy Dion.
Dion dan Alisa memang memiliki 5 orang anak. 4 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.
Yang pertama adalah Daren Xavier. Pria berusia 28 tahun berwajah tampan dan dingin. Daren merupakan wakil direktur di perusahaan milik keluarganya.
Yang kedua adalah Dean Xavier. Pria berusia 26 tahun, memiliki wajah tampan . Berbeda dari Daren, Dean merupakan pengacara terkenal. Dirinya sudah mendirikan kantor pengacara yang berada di bawah naungan Xavier group.
Yang ketiga adalah Daniel Xavier. Pria berusia 24 tahun yang merupakan dokter muda yang sangat hebat. Saat ini Daniel merupakan pimpinan di rumah sakit milik keluarga Xavier. Daniel juga memiliki wajah yang tampan sama seperti kedua kakaknya.
Yang keempat adalah Diego Xavier. pemuda berusia 18 tahun yang kini masih berstatus sebagai pelajar kelas 12 di internasional high school milik Xavier group.
Tidak kalah dari kakak-kakaknya, Diego juga memiliki wajah yang sangat tampan.
Dan yang terakhir adalah Aurellia Louisa Xavier. Anak terakhir dan putri satu-satunya di keluarga Xavier. Berbeda dari ke empat kakaknya, Aurel memiliki wajah yang sangat cantik dan juga imut.
"Loh mommy mana dad?" tanya Diego.
"Lagi ke kamar princess" jawab Daddy Dion.
"Loh princess belum bangun dad. Kalau gitu aku mau ke kamar princess dulu" ucap Daren yang langsung berlari menuju kamar sang adik.
"Aku juga" ucap Dean.
"Aku juga lah" ucap Daniel.
"Aku ikut" ucap Diego.
"Eh kalian tunggu. Astaga kebiasaan deh main tinggal aja" ucap Daddy Dion.
Sampai di kamar Aurel, ternyata sudah ada sang mommy yang sedang berdiri di depan kamar mandi bersama dengan dua maid yang bertanggung jawab menjaga Aurel.
"Loh mom, ada apa ini?" tanya Daren.
"Iya mom, kenapa kalian berdiri disini. Dimana princess?" tanya Daniel.
"Princess ada didalam" jawab mommy Alisa.
"Kok bisa?".
"Terus kenapa kalian berdua gak ada yang menemani princess di kamar mandi. Gimana kalau terjadi sesuatu pada princess di dalam" ucap Dean.
"Maaf tuan muda, tadi nona Aurel yang meminta kita untuk tidak mengikutinya. Dia ingin masuk sendirian" ucap bi Darmi.
"Tapi tetap aja, seharusnya kalian tidak menuruti ucapan princess. Gimana kalau terjadi sesuatu pada princess" ucap Diego.
"Udah udah, kalian jangan menyalahkan bi Darmi" ucap mommy Alisa.
"Tapi mom, bi Darmi udah lalai dalam menjalankan tugasnya" protes Diego.
"Udah Diego, kita tunggu saja ya disini. Semoga princess baik-baik aja" ucap mommy Aletta.
Tidak lama, pintu kamar mandi terbuka. Aurel yang melihat semua orang berdiri didepan kamar mandi miliknya langsung terkejut.
"Loh kalian?"." Kenapa kalian ada disini?" tanya Aurel.
"Princess kamu gak papa?".
"Kamu gak terluka kan?" tanya Daren dengan wajah khawatir.
"Iya princess, kenapa kamu ke kamar mandi sendirian. Gimana kalau kamu sampai terpeleset" ucap Dean.
"Aku baik-baik aja kak, lihat gak terjadi apapun sama aku kan. Kalian jangan menyalahkan bi Darmi ataupun kak Nesa ya. Ini semua aku yang mau agar mereka tidak mengikutiku ke kamar mandi".
"Lagipula sekarang aku udah dewasa kak. Aku udah bukan anak kecil lagi, masa iya aku masih harus di bantu untuk membersihkan diri. Aku malu dong" ucap Aurel.
Mendengar ucapan Aurel, keempat kakak Aurel dan sang mommy langsung saling tatap.
"Benar juga si, usia princess udah 16 tahun, itu artinya princess udah dewasa" batin Daren.
"Gak terasa, princess udah dewasa" batin Dean.
"Padahal rasanya baru kemarin aku melahirkan princess. Tanpa terasa sekarang princess udah beranjak dewasa" batin mommy Alisa.
"Ya ampun, kesayangan mommy udah dewasa ya. Tapi menurut mommy kamu masih putri kecil mommy sayang" ucap Alisa sambil mengelus wajah Aurel dengan lembut.
"Ih mommy, aku bukan anak kecil lagi tahu" protes Aurel.
"Yaudah iya iya, putri mommy udah dewasa. Baiklah, sekarang sebaiknya kita turun ya. Daddy udah menunggu kita di meja makan".
"Kamu juga kan gak boleh terlambat sarapan kan" ucap mommy Alisa.
"Iya mom. Yaudah ayo kita turun" ucap Aurel.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄