NovelToon NovelToon
Air Mata Di Atas Mahkota

Air Mata Di Atas Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Frenzy hrp

Saat hamil tujuh bulan, Kayla baru sadar bahwa pernikahannya hanyalah kebohongan.
Suaminya berselingkuh.

Mertuanya membencinya.
Dan rumah mewah yang dulu ia sebut rumah perlahan berubah menjadi neraka.
Padahal tanpa Kayla, Adrian Wijaya bukan siapa-siapa.

Dikhianati saat mengandung, dibuang ketika paling rapuh, Kayla memilih bangkit. Perlahan, wanita yang dulu diremehkan itu berubah menjadi sosok yang tak lagi bisa disentuh.

Kini saat semua pria mulai berlutut memperebutkan hatinya...
mantan suaminya justru kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frenzy hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

uluran tangan

Pagi itu, Kayla memaksa dirinya untuk turun dari ranjang. Rasa nyeri di perut bawahnya masih ada, terasa seperti ditarik setiap kali dia menggeser kaki. Namun, dia menolak untuk terus berbaring dan membiarkan otot-otot tubuhnya manja. Demi Arsen yang tertidur pulas di boks bayinya, Kayla harus segera pulih.

Dengan satu tangan memegangi tiang infus sebagai penyangga dan tangan lainnya menekan pelan perutnya yang terbalut korset pasca-sesar, Kayla melangkah pelan keluar kamar.

"Pelan-pelan saja, Bu Kayla. Jangan terlalu dipaksakan," ujar suster yang berjalan di sampingnya dengan waspada, siap siaga menjaga jika keseimbangan Kayla goyang.

"Gak apa-apa, Sus. Saya cuma mau melatih otot kaki supaya gak kaku," sahut Kayla dengan senyum tipis. Napasnya agak terengah, tetapi sorot matanya memperlihatkan keteguhan yang luar biasa.

Baru sekitar sepuluh meter berjalan menyusuri koridor VIP yang sepi dan bersih itu, kaki Kayla tiba-tiba terasa lemas. Keseimbangannya goyah, dan tubuhnya agak limbung ke kanan. Suster di sampingnya sempat memekik panik.

Namun, sebelum tubuh Kayla sempat terjatuh, sebuah lengan yang kokoh dan bertenaga dengan sigap menangkap sikunya. Aroma mint yang segar dan sangat familier seketika merasuk ke indra penciuman Kayla.

Kayla mendongak, menahan napas sejenak. Wajah tampan dr. Raditya berada sangat dekat, dengan sepasang mata teduh yang kini menatapnya penuh keprihatinan sekaligus teguran lembut.

"Sudah saya duga. Pasien yang satu ini memang paling keras kepala," ujar Raditya, suaranya rendah dan terdengar seperti helaan napas pasrah.

Dia membantu Kayla menegakkan tubuhnya kembali, tetapi tangannya tidak langsung melepas siku wanita itu, memastikan Kayla benar-benar sudah seimbang.

Wajah Kayla agak merona karena malu, dia buru-buru membenarkan posisinya. "Maaf, Dok. Saya cuma mau cepat sehat."

"Cepat sehat itu butuh proses, Kayla. Bukan dengan cara menantang jahitan operasi," balas Raditya. Dia kemudian menoleh ke arah perawat. "Suster, tolong ambilkan kursi roda ke kamar Bu Kayla. Biar saya yang menemaninya kembali ke dalam."

Setelah suster itu pergi, Raditya mensejajarkan langkahnya dengan Kayla, berjalan sangat lambat mengikuti ritme langkah kaki wanita itu yang masih ringkih.

"Kudengar dari perawat, kamu menghabiskan sarapanmu tanpa sisa pagi ini. Kemajuan yang bagus," kata Raditya memecah keheningan koridor, mencoba mengalihkan perhatian Kayla agar tidak terlalu fokus pada rasa nyeri di perutnya.

"Saya harus punya banyak tenaga, Dok. Ada anak yang harus saya besari, dan ada pekerjaan yang harus saya selesaikan," jawab Kayla melirik sekilas ke arah dokter muda di sampingnya.

Mengingat Raditya berasal dari keluarga Arka—salah satu dinasti keluarga terkaya yang memiliki jaringan rumah sakit dan bisnis di mana-mana—Kayla tahu pria di sampingnya ini pasti tahu banyak tentang seluk-beluk pergaulan kelas atas Jakarta. Ini adalah kesempatan bagus untuk memancing informasi tanpa terkesan mencurigakan.

"Dok, boleh saya tanya sesuatu? Anggap saja ini selingan biar saya gak fokus sama rasa sakit ini," ucap Kayla sambil tersenyum kecil.

Raditya terkekeh pelan, memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku jubah putihnya. "Silakan. Mau tanya soal medis atau apa?"

"Bukan medis. Kemarin pas saya iseng buka media sosial di HP, saya lihat ada agensi model yang lagi hits banget, namanya V-Vanguard Management. Dokter tahu? Penasaran aja, sekeren apa sih agensi itu sampai sering diomongkan orang-orang kaya?" tanya Kayla dengan nada santai, seperti seorang wanita yang sedang membicarakan gosip artis biasa.

Mendengar nama itu, langkah kaki Raditya sempat melambat sesaat. Semburat kejutan melintas di matanya, sebelum akhirnya dia tersenyum penuh arti.

"Ah, V-Vanguard. Tentu saja saya tahu. Di kalangan pengusaha kelas atas, nama itu cukup populer," ujar Raditya, nadanya berubah sedikit merendah, seolah sedang membagikan rahasia kecil. "Tapi kalau kamu tanya keren atau enggak... yah, dari luar memang kelihatan mewah. Isinya model-model papan atas dan selebgram mahal."

"Dari luar? Memangnya aslinya gimana, Dok?" pancing Kayla lagi, memasang wajah penasaran yang natural.

Raditya menoleh, menatap Kayla sekilas lalu mengembuskan napas pendek.

"Ini rahasia umum di dunia bisnis, Kayla. Agensi seperti itu sering kali cuma jadi panggung sandiwara. Banyak pengusaha nakal yang memanfaatkan perputaran uang di industri hiburan mereka untuk 'mencuci' dana-dana yang gak jelas asalnya. Istilah kerennya, tempat numpang lewat uang panas supaya kelihatan legal sebagai biaya kontrak model atau sponsor acara."

Tepat sasaran, batinnya bersorak. Penjelasan Raditya mengonfirmasi 100% dugaannya semalam mengenai aliran dana fiktif PT Mahkota Karya.

"Oh, jadi cuma kedok, ya? Seram juga dunia orang kaya," tanggap Kayla, berpura-pura bergidik ngeri.

"Sangat suram. Makanya, lebih baik kamu fokus saja pada pemulihanmu dan Arsen. Jangan terlalu banyak membaca berita yang bikin pusing," ujar Raditya hangat tepat saat mereka sampai di depan pintu kamar. Kursi roda yang diminta pun sudah tiba.

Raditya membantu Kayla untuk duduk di tepi ranjangnya kembali dengan sangat sabar. Sebelum pamit untuk melanjutkan visit ke pasien lain, dokter muda itu sempat berjalan ke boks bayi, mengusap pipi gembil Arsen yang sedang tertidur dengan ujung jarinya.

"Anak pintar, jangan nakal ya. Jaga ibumu, dia wanita yang sangat kuat," bisik Raditya lembut, membuat sudut hati Kayla mendadak terasa hangat. Perlakuan tulus Raditya sangat kontras dengan Adrian yang selalu memandang rendah dan memperlakukannya seperti sampah.

Setelah Raditya dan perawat keluar dari kamar, suasana kembali sunyi. Kayla langsung mengambil ponsel retaknya di atas nakas. Senyum di wajahnya menghilang, digantikan oleh ekspresi dingin penuh tekad.

Dia membuka aplikasi berita bisnis. Di halaman utama, sebuah judul artikel besar langsung menarik perhatiannya:

"Pertemuan Eksklusif Besok Malam: PT Mahkota Karya Siap Amankan Investasi Triliunan dari Xavier Group."

Mata Kayla berkilat tajam. Besok malam. Itu artinya, dia tidak punya waktu tiga hari seperti yang diberikan oleh Pratama & Co. Dia harus menyelesaikan laporan forensik ini malam ini juga.

Laporan yang dia susun bukan lagi sekadar tugas rekrutmen biasa, melainkan sebuah peluru kendali.

Jika dia menyerahkan bukti pencucian uang lewat V-Vanguard ini sebelum kontrak investasi itu ditandatangani, maka runtuhnya PT Mahkota Karya akan ikut menyeret agensi model tersebut—tempat di mana Valerie dan dana gelap Wijaya Corp saling terikat.

Kayla menarik napas dalam-dalam, menatap Arsen sejenak untuk mengumpulkan seluruh kekuatannya, lalu mulai mengetikkan baris demi baris laporan daruratnya dengan kecepatan penuh. Pertempuran yang sesungguhnya sudah dimulai.

1
Mundri Astuti
bukannya Kayla dpt bonus ma dp byran tenaganya yak, knapa ga ambil kosan yg bersihan minimal, kan anakmu masih merah kayla
marwah: abis biaya rumah sakit kak Kayla disana 2 minggu devan bayar nya cuman seminggu
total 1 replies
Hari Saktiawan
cerita yang bagus lanjut
Mundri Astuti
next thor
Mundri Astuti
masih kurang thor 😄
Mundri Astuti
tegang juga euy
Mundri Astuti
kereennn kamu Kayla
Mundri Astuti
jangan lupa gugat cerai si bunglon Kayla, tapi sebelumnya kamu harus kuat dulu secara finansial biar bisa melindungi arsen
Yusria Mumba
ya nangung cerita ny pendek, nda seru ahh
marwah: terimakasih kakak cantik udah mampir dan dukung ceritaku mohon sabar ya author lagi bingung bikin jalan Kayla kedepannya, kan dia gak punya apa-apa sekarang kalo langsung ngemis ke devan jadinya gak seru😇😇
total 1 replies
Yusria Mumba
laki2 kurang ajar,
Yusria Mumba
nayla kenapa mesti berhan,pergi aja
rumah poke
mau nyimak dl
𝚔𝚞𝚌𝚒𝚗𝚐 ამოყჹ
🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!