NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan

Seharian full, Alisha hanya berdiam diri di kamarnya, dia sama sekali tidak keluar kamar karena kakinya yang sakit.

"Huft, bosan sekali," gumam Alisha.

Mata Alisha menatap jarum jam, yang sudah menunjukkan tengah malam. Ia menggulingkan tubuhnya ke samping untuk kembali tertidur.

Namun, sayangnya Alisha tidak bisa tidur kembali karena dia baru saja bangun.

"Hah, hidupku yang sekarang sangat membosankan! Aku merindukan hidupku yang dulu, penuh tantangan dan rintangan."

Baru saja Alisha berkeluh kesah tentang kehidupan yang membosankan, tiba-tiba saja alarm tanda bahaya di mansion itu berbunyi.

"Ehh, ada apaan nih?"

Ia segera bangkit dari ranjangnya dan mengintip dari jendela balkon, ternyata di bawah sana sudah ada beberapa orang yang sedang menembaki pengawal di rumah ini.

"Sialan, ada penyusup!" gumam Alisha.

Alisha merapikan gaun piyama tidurnya, dan mengambil pistol yang Giovan berikan. Lalu keluar dari kamarnya.

Bukan hanya Alisha saja yang keluar dari kamarnya. Tapi, Bramantya dan Emeline juga ikut keluar.

Seluruh keluarga Vizcaya berkumpul di ruang tamu kecuali, Alisha yang entah ke mana gadis itu.

"Fiona, kau jaga di depan kamar Alisha. Biar kami yang mengurus mereka!" ujar Christian.

Fiona menganggukkan kepalanya, dia lebih memilih menjaga Alisha daripada menghadapi musuh keluarga Vizcaya yang tidak ada habisnya.

"Baiklah, aku pergi dulu!" ucap Fiona yang langsung kabur.

Zeron, Lingga, dan Darox berjalan memasuki mansion Vizcaya sambil tersenyum miring pada keluarga di sana.

"Beraninya kau menginjakkan kaki di sini!" teriak Bramantya.

"Hahaha, tentu saja kami berani, Bramantya. Kami bukan seperti Anda yang pengecut!"

"Hahaha."

"Heleh! Tanpa kalian bertiga sadari, kalian juga pengecut! Beraninya datang ke mari di saat Giovan dan Daddy-ku tidak ada!" sentak Christian.

"Kami datang, bukan untuk mencari keributan. Tapi, kami datang untuk mencari Alisha."

"Untuk apa kau mencari menantuku?!" tanya Emeline.

"Untuk... Serang mereka!"

"Hiyaaa..."

Tiga ratusan anak buah Zeron mulai menyerang keluarga Vizcaya yang berjumlah lima orang dan dibantu beberapa pengawal di sana.

"Cepat, cari gadis itu!" titah Darox pada anak buahnya.

"Baik, Tuan. Ayo kita cari mereka!"

SREKK.

Salah satu anak buah Zeron berhasil menggoreskan pedang ke tangan kiri Emeline.

"AAHK!" pekik Emeline ketika tangannya mengeluarkan banyak darah.

Bramantya berbalik menatap istrinya yang terluka. "Emeline!"

Sedangkan anak buah Zeron yang melihat Bramantya terkecoh langsung melayangkan pukulannya hingga pria itu terjatuh.

BUGH.

Christian yang melihat abang dan kakak iparnya mulai tak berdaya, berusaha sekuat mungkin untuk bertahan.

"HIYAA..."

Nyatanya pertahanan Christian runtuh, wanita itu tak kuasa melawan ratusan anak buah Zeron.

"Ikat seluruh keluarga itu, dan biarkan beberapa pengawalnya hidup!" ucap Lingga.

Bramantya, Emeline, Farrel, Christian, dan Bram kelimanya diikat secara bersamaan dengan luka-luka di tubuh mereka masing-masing.

"Di mana gadis itu?!" tanya Zeron.

"Siapa?!" tanya balik Christian.

"Alisha! Kenapa anak buahku tidak menemukannya!"

"Kenapa kamu mencari menantuku, Zeron?! Apa yang sudah menantu ku lakukan padamu?!"

Zeron tersenyum miring mendengar pertanyaan Emeline, dia mendekati wanita yang berstatus menjadi ibu Giovan itu.

"Menantumu tidak melakukan apa pun, dia juga tidak salah! Tapi, suaminya Giovan, dia sudah membunuh istri dan calon anakku!" teriak Zeron.

"Lalu kenapa kau mencari menantuku!?"

"Karena aku ingin membunuhnya! Cepat katakan di mana, Alisha?!"

"Alisha, keluar kau!" teriak Zeron.

"Hei, gadis culun keluar kau! Aku tahu kau sedang bersembunyi!" ujar Lingga.

"Alisha, Alisha, keluarlah kau! Sebelum mansion ini kami ledakkan!" teriak Darox.

---

"Ada apa ini? Kenapa kalian berteriak memanggilku?" tanya Alisha yang berada di atas tangga.

Semua mata teralihkan pada sosok wanita cantik yang sedang berdiri di atas tangga dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.

Mata Emeline melebar, ia bingung kenapa menantunya itu justru keluar, kenapa tidak kabur dan bersembunyi saja.

"Hei, kamu siapa?! Di mana, Alisha?" tanya Zeron.

Alis Alisha mengerut. "Akulah Alisha, ada apa kalian mencariku?" tanyanya.

"Hah?" Zeron, Lingga, dan Darox agaknya tak percaya. Ketiga pria itu saling tatap tak mengerti.

Bukankah Alisha dirumorkan sebagai gadis dekil yang culun. Lalu kenapa gadis itu terlihat cantik dan sangat menggoda?

"Hei, paman-paman sekalian, ada apa kalian mencariku?!" tanya Alisha lagi.

"Kau betulan Alisha?" tanya Lingga tak percaya.

"Tentu saja, kau pikir aku ini siapa memangnya?"

"Kau begitu, cepat tangkap gadis itu!" titah Zeron.

Anak buah Zeron semuanya bersiap menaiki tangga untuk menangkap Alisha. Namun, Alisha segera melompat dari atas tangga ke bawah.

Hap!

"Bah, Alisha, hati-hati!" teriak Emeline.

Alisha menatap ke arah mertua dan beberapa keluarganya. "Kurang ajar!" desis Alisha.

"Serang mereka!!" teriak Alisha.

Tiba-tiba saja setiap sudut ruangan di sana dipenuhi oleh pengawal Vizcaya, yang sengaja Alisha sembunyikan.

"HIYAAA..."

Alisha merancang strategi untuk menyembunyikan sebagian pengawalnya, sementara membiarkan beberapa lainnya disingkirkan oleh anak buah Zeron.

Dia berencana membuat anak buah Zeron kewalahan terlebih dahulu dengan menguras seluruh tenaga mereka, sebelum kembali melawan pengawal Vizcaya.

Bug. Bug. Bug.

Satu per satu anak buah Zeron berhasil dikalahkan dan perkiraan Alisha ternyata benar, jika anak buah Zeron akan sangat mudah dikalahkan karena tenaga mereka sudah terkuras habis.

---

"Tuan, Nyonya."

Tiga pelayan di sana segera membukakan tali yang mengikat Bramantya dan yang lain.

"Kalian, bagaimana bisa kalian selamat??"

"Ini semua karena Nona Alisha, Nyonya. Anda sangat beruntung, mempunyai menantu seperti Nona Alisha."

"Hm?"

Emeline menatap ke arah Alisha, yang saat ini sedang melawan Zeron, Lingga, dan Darox.

---

"Ayo maju, sini maju! Tiga lawan satu, ckckck. Mudah!"

"Belagu sekali, kau!" geram Zeron yang langsung melayangkan pukulannya pada Alisha.

Bugh.

Alisha dengan cepat menghindar dan membuat pukulan Zeron jadi mengenai Lingga.

"Shitt, kenapa kau jadi pukul aku?!" tanya Lingga dengan kesal.

"Sorry, lagian kau kenapa di belakangku?!"

Alisha yang melihat kedua pria itu justru mengobrol langsung menendang bokong Zeron, dan membuat pria itu tersungkur ke hadapan Lingga.

BRUK.

"AAHHK!"

"Ciih, hanya segitu kemampuannya?" tanya Alisha.

Darox tak tahan, pria itu segera mengarahkan pedangnya kepada Alisha, namun dengan cepat Alisha menghindar.

"Sialan!"

SRAKK, SRAAKK.

Alisha terus menghindar saat Darox tak henti-hentinya mengarahkan pedang padanya hingga...

SREEKK.

"AAH!"

"ALISHA!!"

Alisha menundukkan kepalanya, dia melihat dadanya tergores karena pedang Darox.

"Hahaha, rasakan itu!"

"Ciih." Alisha hanya berdecak dan menatap tajam Darox.

"Puas? Sekarang giliran aku!"

Bugh.

Alisha sengaja menendang tangan Darox dan membuat pedang yang berada di tangan pria itu terlempar.

Prangg...

Dia segera menunduk untuk mengambil pedang tersebut dan mendongak menatap Darox.

"Sekarang giliranku!"

"HIYAAA..."

SREKK.

Alisha menggerakkan pedang itu ke arah leher Darox dan dengan sekali tebasan, leher beserta kepala Darox terputus.

Pluk.

Crott.

Darah Darox hambur ke mana-mana, hingga mengenai wajah Alisha.

Alisha mengusap pelan darah yang berada di wajahnya dan tersenyum menyeringai.

---

Di balik kaca rahasia, tempat persembunyian Fiona dan cucu Vizcaya, mereka melihat secara langsung bagaimana bengisnya Alisha ketika membunuh lawannya.

"I-itu beneran Kak Alisha?"

"Y-ya."

"D-dia terlihat menakutkan!"

---

Alisha memutarkan tubuhnya menatap Zeron dan Lingga. "Sekarang giliran kalian berdua!"

"A-apa, aku.."

Jlebb.

Belum juga Lingga meneruskan ucapannya, Alisha terlebih dulu menusuk dadanya dan membuat pria itu memuntahkan darah.

"A-aku, m-minta maaf.."

SREKK.

Alisha kembali menarik pedang dan membuat tubuh Lingga ambruk ke lantai.

"Zeron, tadi kau bilang ingin membunuhku, kan? Sekarang bagaimana kalau aku yang membunuhmu, agar kau bertemu dengan istri dan anakmu itu!"

"A-Alisha, aku tadi hanya.."

Zeron langsung kabur, tapi Alisha tak akan membiarkan pria itu lolos, jadi dia mengejarnya.

"Jangan kabur kau, Zeron!" teriak Alisha.

"Sialan, kalau aku tahu Alisha sebengis ini, aku enggak akan mau mengikuti saran Darox!" gumam Zeron.

Alisha yang cukup kewalahan segera mengeluarkan pistolnya dan melepaskan tiga tembakan.

Dor. Dor. Dor.

Tembakan Alisha berhasil menghentikan Zeron, dan pria itu tertembak tepat di kepala, kaki, dan juga dada kirinya.

BRUKK.

Alisha berlari mendekati Zeron yang sudah tak berdaya dan menyeret mayat pria itu, untuk dibawa kembali memasuki mansion-nya.

---

"Tolong bereskan keributan ini, aku ngantuk!"

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!