NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan

Seharian full, Alisha hanya berdiam diri di kamarnya, dia sama sekali tidak keluar kamar karena kakinya yang sakit.

"Huft, bosan sekali," gumam Alisha.

Mata Alisha menatap jarum jam, yang sudah menunjukkan tengah malam. Ia menggulingkan tubuhnya ke samping untuk kembali tertidur.

Namun, sayangnya Alisha tidak bisa tidur kembali karena dia baru saja bangun.

"Hah, hidupku yang sekarang sangat membosankan! Aku merindukan hidupku yang dulu, penuh tantangan dan rintangan."

Baru saja Alisha berkeluh kesah tentang kehidupan yang membosankan, tiba-tiba saja alarm tanda bahaya di mansion itu berbunyi.

"Ehh, ada apaan nih?"

Ia segera bangkit dari ranjangnya dan mengintip dari jendela balkon, ternyata di bawah sana sudah ada beberapa orang yang sedang menembaki pengawal di rumah ini.

"Sialan, ada penyusup!" gumam Alisha.

Alisha merapikan gaun piyama tidurnya, dan mengambil pistol yang Giovan berikan. Lalu keluar dari kamarnya.

Bukan hanya Alisha saja yang keluar dari kamarnya. Tapi, Bramantya dan Emeline juga ikut keluar.

Seluruh keluarga Vizcaya berkumpul di ruang tamu kecuali, Alisha yang entah ke mana gadis itu.

"Fiona, kau jaga di depan kamar Alisha. Biar kami yang mengurus mereka!" ujar Christian.

Fiona menganggukkan kepalanya, dia lebih memilih menjaga Alisha daripada menghadapi musuh keluarga Vizcaya yang tidak ada habisnya.

"Baiklah, aku pergi dulu!" ucap Fiona yang langsung kabur.

Zeron, Lingga, dan Darox berjalan memasuki mansion Vizcaya sambil tersenyum miring pada keluarga di sana.

"Beraninya kau menginjakkan kaki di sini!" teriak Bramantya.

"Hahaha, tentu saja kami berani, Bramantya. Kami bukan seperti Anda yang pengecut!"

"Hahaha."

"Heleh! Tanpa kalian bertiga sadari, kalian juga pengecut! Beraninya datang ke mari di saat Giovan dan Daddy-ku tidak ada!" sentak Christian.

"Kami datang, bukan untuk mencari keributan. Tapi, kami datang untuk mencari Alisha."

"Untuk apa kau mencari menantuku?!" tanya Emeline.

"Untuk... Serang mereka!"

"Hiyaaa..."

Tiga ratusan anak buah Zeron mulai menyerang keluarga Vizcaya yang berjumlah lima orang dan dibantu beberapa pengawal di sana.

"Cepat, cari gadis itu!" titah Darox pada anak buahnya.

"Baik, Tuan. Ayo kita cari mereka!"

SREKK.

Salah satu anak buah Zeron berhasil menggoreskan pedang ke tangan kiri Emeline.

"AAHK!" pekik Emeline ketika tangannya mengeluarkan banyak darah.

Bramantya berbalik menatap istrinya yang terluka. "Emeline!"

Sedangkan anak buah Zeron yang melihat Bramantya terkecoh langsung melayangkan pukulannya hingga pria itu terjatuh.

BUGH.

Christian yang melihat abang dan kakak iparnya mulai tak berdaya, berusaha sekuat mungkin untuk bertahan.

"HIYAA..."

Nyatanya pertahanan Christian runtuh, wanita itu tak kuasa melawan ratusan anak buah Zeron.

"Ikat seluruh keluarga itu, dan biarkan beberapa pengawalnya hidup!" ucap Lingga.

Bramantya, Emeline, Farrel, Christian, dan Bram kelimanya diikat secara bersamaan dengan luka-luka di tubuh mereka masing-masing.

"Di mana gadis itu?!" tanya Zeron.

"Siapa?!" tanya balik Christian.

"Alisha! Kenapa anak buahku tidak menemukannya!"

"Kenapa kamu mencari menantuku, Zeron?! Apa yang sudah menantu ku lakukan padamu?!"

Zeron tersenyum miring mendengar pertanyaan Emeline, dia mendekati wanita yang berstatus menjadi ibu Giovan itu.

"Menantumu tidak melakukan apa pun, dia juga tidak salah! Tapi, suaminya Giovan, dia sudah membunuh istri dan calon anakku!" teriak Zeron.

"Lalu kenapa kau mencari menantuku!?"

"Karena aku ingin membunuhnya! Cepat katakan di mana, Alisha?!"

"Alisha, keluar kau!" teriak Zeron.

"Hei, gadis culun keluar kau! Aku tahu kau sedang bersembunyi!" ujar Lingga.

"Alisha, Alisha, keluarlah kau! Sebelum mansion ini kami ledakkan!" teriak Darox.

---

"Ada apa ini? Kenapa kalian berteriak memanggilku?" tanya Alisha yang berada di atas tangga.

Semua mata teralihkan pada sosok wanita cantik yang sedang berdiri di atas tangga dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.

Mata Emeline melebar, ia bingung kenapa menantunya itu justru keluar, kenapa tidak kabur dan bersembunyi saja.

"Hei, kamu siapa?! Di mana, Alisha?" tanya Zeron.

Alis Alisha mengerut. "Akulah Alisha, ada apa kalian mencariku?" tanyanya.

"Hah?" Zeron, Lingga, dan Darox agaknya tak percaya. Ketiga pria itu saling tatap tak mengerti.

Bukankah Alisha dirumorkan sebagai gadis dekil yang culun. Lalu kenapa gadis itu terlihat cantik dan sangat menggoda?

"Hei, paman-paman sekalian, ada apa kalian mencariku?!" tanya Alisha lagi.

"Kau betulan Alisha?" tanya Lingga tak percaya.

"Tentu saja, kau pikir aku ini siapa memangnya?"

"Kau begitu, cepat tangkap gadis itu!" titah Zeron.

Anak buah Zeron semuanya bersiap menaiki tangga untuk menangkap Alisha. Namun, Alisha segera melompat dari atas tangga ke bawah.

Hap!

"Bah, Alisha, hati-hati!" teriak Emeline.

Alisha menatap ke arah mertua dan beberapa keluarganya. "Kurang ajar!" desis Alisha.

"Serang mereka!!" teriak Alisha.

Tiba-tiba saja setiap sudut ruangan di sana dipenuhi oleh pengawal Vizcaya, yang sengaja Alisha sembunyikan.

"HIYAAA..."

Alisha merancang strategi untuk menyembunyikan sebagian pengawalnya, sementara membiarkan beberapa lainnya disingkirkan oleh anak buah Zeron.

Dia berencana membuat anak buah Zeron kewalahan terlebih dahulu dengan menguras seluruh tenaga mereka, sebelum kembali melawan pengawal Vizcaya.

Bug. Bug. Bug.

Satu per satu anak buah Zeron berhasil dikalahkan dan perkiraan Alisha ternyata benar, jika anak buah Zeron akan sangat mudah dikalahkan karena tenaga mereka sudah terkuras habis.

---

"Tuan, Nyonya."

Tiga pelayan di sana segera membukakan tali yang mengikat Bramantya dan yang lain.

"Kalian, bagaimana bisa kalian selamat??"

"Ini semua karena Nona Alisha, Nyonya. Anda sangat beruntung, mempunyai menantu seperti Nona Alisha."

"Hm?"

Emeline menatap ke arah Alisha, yang saat ini sedang melawan Zeron, Lingga, dan Darox.

---

"Ayo maju, sini maju! Tiga lawan satu, ckckck. Mudah!"

"Belagu sekali, kau!" geram Zeron yang langsung melayangkan pukulannya pada Alisha.

Bugh.

Alisha dengan cepat menghindar dan membuat pukulan Zeron jadi mengenai Lingga.

"Shitt, kenapa kau jadi pukul aku?!" tanya Lingga dengan kesal.

"Sorry, lagian kau kenapa di belakangku?!"

Alisha yang melihat kedua pria itu justru mengobrol langsung menendang bokong Zeron, dan membuat pria itu tersungkur ke hadapan Lingga.

BRUK.

"AAHHK!"

"Ciih, hanya segitu kemampuannya?" tanya Alisha.

Darox tak tahan, pria itu segera mengarahkan pedangnya kepada Alisha, namun dengan cepat Alisha menghindar.

"Sialan!"

SRAKK, SRAAKK.

Alisha terus menghindar saat Darox tak henti-hentinya mengarahkan pedang padanya hingga...

SREEKK.

"AAH!"

"ALISHA!!"

Alisha menundukkan kepalanya, dia melihat dadanya tergores karena pedang Darox.

"Hahaha, rasakan itu!"

"Ciih." Alisha hanya berdecak dan menatap tajam Darox.

"Puas? Sekarang giliran aku!"

Bugh.

Alisha sengaja menendang tangan Darox dan membuat pedang yang berada di tangan pria itu terlempar.

Prangg...

Dia segera menunduk untuk mengambil pedang tersebut dan mendongak menatap Darox.

"Sekarang giliranku!"

"HIYAAA..."

SREKK.

Alisha menggerakkan pedang itu ke arah leher Darox dan dengan sekali tebasan, leher beserta kepala Darox terputus.

Pluk.

Crott.

Darah Darox hambur ke mana-mana, hingga mengenai wajah Alisha.

Alisha mengusap pelan darah yang berada di wajahnya dan tersenyum menyeringai.

---

Di balik kaca rahasia, tempat persembunyian Fiona dan cucu Vizcaya, mereka melihat secara langsung bagaimana bengisnya Alisha ketika membunuh lawannya.

"I-itu beneran Kak Alisha?"

"Y-ya."

"D-dia terlihat menakutkan!"

---

Alisha memutarkan tubuhnya menatap Zeron dan Lingga. "Sekarang giliran kalian berdua!"

"A-apa, aku.."

Jlebb.

Belum juga Lingga meneruskan ucapannya, Alisha terlebih dulu menusuk dadanya dan membuat pria itu memuntahkan darah.

"A-aku, m-minta maaf.."

SREKK.

Alisha kembali menarik pedang dan membuat tubuh Lingga ambruk ke lantai.

"Zeron, tadi kau bilang ingin membunuhku, kan? Sekarang bagaimana kalau aku yang membunuhmu, agar kau bertemu dengan istri dan anakmu itu!"

"A-Alisha, aku tadi hanya.."

Zeron langsung kabur, tapi Alisha tak akan membiarkan pria itu lolos, jadi dia mengejarnya.

"Jangan kabur kau, Zeron!" teriak Alisha.

"Sialan, kalau aku tahu Alisha sebengis ini, aku enggak akan mau mengikuti saran Darox!" gumam Zeron.

Alisha yang cukup kewalahan segera mengeluarkan pistolnya dan melepaskan tiga tembakan.

Dor. Dor. Dor.

Tembakan Alisha berhasil menghentikan Zeron, dan pria itu tertembak tepat di kepala, kaki, dan juga dada kirinya.

BRUKK.

Alisha berlari mendekati Zeron yang sudah tak berdaya dan menyeret mayat pria itu, untuk dibawa kembali memasuki mansion-nya.

---

"Tolong bereskan keributan ini, aku ngantuk!"

---

Bersambung

1
Anne Soraya
lanjut
Lucky Ferdinand Sihombing
mana nih up nya😄
Lucky Ferdinand Sihombing
apa itu Alisha 🤭🤭
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut dong
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut
jeeny sihombing
double dong thor🤭
jeeny sihombing
lanjut
Nelson Sihombing
lanjut dong
Anne Soraya
lanjut 👍
SANG
Semangat terus ya dek👍💪
SANG
Like iklan plus komen
Alia Chans: thanks 😍😣
total 1 replies
SANG
Ceritanya seru dek👍💪
SANG
Novel baru semangat baru ya dek👍💪
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ
Kak, tadi aku sempat ngira “PRANGG!” itu dialog karakter, baru sadar ternyata suara gelas pecah 😭 Mungkin bisa tanpa tanda petik biar lebih jelas kalau itu SFX.
Alia Chans: wk" thanks dh mampir
total 1 replies
Wawan
Salam kenal buat Alisa💪✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife
waa female fatal nih go go alisha
Alia Chans
Halo guys
ini Novel baru aku👈✍️
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ: Haloo~
Aku mampir ☝🏻✨
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!