Di Alam Fana yang kejam, bakat adalah segalanya. Lin Ye, seorang pemuda dengan meridian cacat, ditakdirkan menjadi pelayan seumur hidupnya. Namun, nasibnya berubah ketika darahnya tak sengaja membangkitkan sebuah relik berkarat: Kuali Penelan Bintang.
Kuali kuno ini bukan sekadar alat pelebur pil, melainkan artefak primordial yang mampu melahap esensi langit dan bumi, bahkan menelan energi bintang-bintang. Dalam perjalanan kultivasi yang lambat, penuh perhitungan, dan berdarah, Lin Ye perlahan mengubah fisik fananya, menembus kemustahilan, dan melangkah ke jalan keabadian.
Ini bukan kisah pahlawan instan, melainkan seorang pemuda biasa yang merangkak dari debu, menentang takdir surga, dan pada akhirnya, melahap seluruh kosmos untuk melindungi apa yang ia hargai. Langit kesembilan pun akan gemetar di bawah kualinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Starlope, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memasuki Sekte Dalam
Pagi pertama di Sekte Dalam Gunung Qingyun memberikan nuansa yang jauh berbeda dibandingkan pelataran luar. Jika pelataran luar hanyalah kaki gunung yang tertutup salju dan debu duniawi, maka Sekte Dalam yang terletak di puncak-puncak gunung melayang ini adalah cerminan kahyangan.
Kabut pagi di sini bukanlah uap air biasa, melainkan kabut Qi Spiritual murni yang sekental susu. Hembusan anginnya membawa aroma wangi dari ribuan ladang ramuan spiritual yang ditanam di sepanjang lereng, dan kicauan burung di udara berasal dari Bangau Spiritual yang sayapnya memancarkan pendar cahaya keemasan.
Di pelataran sebuah paviliun mewah yang baru saja dianugerahkan kepada Su Yue di Puncak Teratai Salju, Lin Ye sedang menyapu daun-daun emas yang berjatuhan dari Pohon Raksasa Musim Gugur. Pakaiannya masihlah jubah abu-abu pelayan, namun ia kini mengenakan lencana perak kecil di dadanya—tanda bahwa ia adalah pelayan pribadi seorang Murid Inti.
Sambil menyapu, Lin Ye menarik napas panjang. Udara yang dipenuhi Qi murni ini masuk ke dalam paru-parunya.
BZZZTT...
Di dalam Dantian-nya, Kuali Penelan Bintang berputar dengan malas. Kuali itu menyedot Qi spiritual murni tersebut, menggilingnya dalam sekejap, dan membuangnya kembali.
"Sampah," batin Lin Ye dengan tenang.
Bagi kultivator Pembentukan Fondasi biasa, menghirup udara di Puncak Teratai Salju ini akan mempercepat kultivasi mereka dua kali lipat. Namun bagi Fondasi Tubuh Primordial milik Lin Ye, Qi spiritual alam ini terlalu "ringan". Ibarat memberi minum seekor gajah purba dengan setetes embun. Tubuhnya membutuhkan energi yang buas: racun mematikan, elemen murni yang mengamuk, darah binatang kuno, atau inti bintang. Qi normal tidak lagi memiliki efek apa pun padanya.
Sekte Dalam ini memiliki delapan belas puncak, pikir Lin Ye, matanya menyapu deretan gunung melayang di kejauhan. Puncak Paviliun Alkimia Utama pasti menyimpan pil-pil beracun tingkat tinggi yang gagal. Dan Puncak Penjinak Binatang pasti memiliki inti iblis dari monster yang lebih kuat dari Hutan Darah Besi. Aku hanya butuh alasan untuk bisa bergerak bebas menyusup ke sana.
Suara langkah kaki yang ringan dan anggun memecah lamunannya.
Pintu utama paviliun terbuka. Su Yue melangkah keluar. Penampilannya kini telah berubah drastis. Ia tidak lagi mengenakan gaun putih polos murid luar. Kini, ia mengenakan jubah sutra berwarna ungu muda bersulam benang perak dengan motif pedang dan awan—seragam resmi Murid Inti Sekte Pedang Awan Mengalir. Rambutnya dihiasi tusuk konde giok es tingkat menengah yang memancarkan hawa dingin menenangkan.
Ia tampak sangat agung, dingin, dan mempesona, layaknya dewi es yang berkuasa penuh atas wilayahnya.
Namun, begitu pintu ditutup dan tidak ada mata lain yang melihat, dewi es itu segera mempercepat langkahnya. Ia menghampiri Lin Ye yang sedang memegang sapu lidi, lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam, nyaris membungkuk sembilan puluh derajat.
"Junior memberi salam pagi kepada Senior. Apakah... apakah tempat kediaman malam tadi cukup nyaman untuk tubuh fana yang sedang Senior perankan?" bisik Su Yue dengan suara yang dipenuhi rasa hormat dan kehati-hatian.
Lin Ye terus menyapu lantai perlahan, mengumpulkan daun-daun emas itu menjadi tumpukan kecil, sama sekali tidak menatap Su Yue.
"Terlalu banyak hiasan berlebihan. Energi di puncak ini terlalu rapuh, seperti sarang burung pipit," jawab Lin Ye dengan nada serak yang datar, khas suara pelayannya namun diselipi wibawa yang membuat udara di sekitar mereka bergetar pelan.
Su Yue menelan ludah. Baginya, Puncak Teratai Salju ini adalah tanah suci kultivasi yang sangat kaya akan energi Yin murni, surga yang diimpikan jutaan kultivator luar. Namun di mata Senior ini, tempat ini hanya disamakan dengan sarang burung pipit.
"Junior memohon maaf atas tempat sekte yang tidak memadai ini," ucap Su Yue segera. Ia lalu mengeluarkan sebuah Cincin Penyimpanan berwarna perak dari balik lengan bajunya dan mengulurkannya dengan kedua tangan. "Pagi ini, Tetua Pengelola Sekte Dalam mengirimkan jatah bulanan pertama Junior sebagai Murid Inti. Terdapat seribu Batu Spiritual tingkat menengah, tiga botol Pil Pembentukan Fondasi kelas atas, dan sebuah gulungan pedang tingkat bumi. Junior tidak berani menyentuhnya dan bermaksud menyerahkan semuanya sebagai persembahan untuk Senior."
Lin Ye menghentikan sapunya. Ia menoleh sedikit, menatap cincin perak itu.
Kualinya sama sekali tidak bereaksi. Pil Pembentukan Fondasi yang bisa memicu pertumpahan darah di sekte luar, bagi kualinya hanyalah sebutir permen manis yang tidak berguna. Gulungan pedang tingkat bumi juga tidak berguna bagi Lin Ye yang tidak memiliki Dantian Qi untuk memutar teknik magis.
"Simpan saja sampah-sampah itu untukmu," tolak Lin Ye dingin. "Makan pilnya, dan segera tembus Alam Pembentukan Fondasi. Kau adalah bidakku yang paling terang di atas papan catur sekte ini. Jika kau terus berada di Tingkat Keenam Pengumpulan Qi, kau hanya akan mempermalukanku saat aku membutuhkanmu untuk membukakan pintu."
Mendengar kata-kata itu, hati Su Yue bergetar hebat. Di satu sisi, ia merasa tertekan karena dituntut untuk segera menjadi kuat. Namun di sisi lain, ada kehangatan aneh yang menyelimuti hatinya. Senior Tertinggi ini terang-terangan menyebutnya "bidak", tapi anehnya, ia memberikan semua sumber daya berharga itu secara cuma-cuma hanya agar bidak ini berkembang. Tidak ada guru di dunia fana yang semurah hati ini.
"Junior tidak akan mengecewakan harapan Senior! Dengan Biji Teratai Darah yang Senior berikan tempo hari dan pil ini, Junior yakin bisa menembus Pembentukan Fondasi dalam waktu kurang dari satu bulan!" sumpah Su Yue dengan mata berbinar penuh tekad.
Lin Ye hanya mengangguk pelan. "Sekarang, jelaskan padaku tata letak wilayah sekte dalam ini."
"Baik, Senior," Su Yue mulai menjelaskan dengan rinci. "Sekte Dalam dipimpin oleh Pemimpin Sekte dan empat Tetua Agung yang semuanya berada di Alam Inti Emas. Di bawah mereka, ada delapan belas Tetua Puncak yang berada di Alam Pembentukan Fondasi Puncak atau Setengah Langkah Inti Emas. Terdapat tiga area utama yang mengendalikan urat nadi sekte: Paviliun Alkimia Surga di Puncak Naga Api, Penjara Iblis di Puncak Hukuman Guntur, dan Gudang Senjata di Puncak Pedang Besi."
Mata Lin Ye memicing saat mendengar Penjara Iblis di Puncak Hukuman Guntur. Penjara pasti menyimpan banyak makhluk buas, penganut aliran sesat, dan kultivator iblis yang menunggu dieksekusi. Itu adalah meja perjamuan makan berjalan bagi Kuali Penelan Bintangnya!
Tepat ketika Lin Ye hendak menanyakan lebih lanjut tentang Puncak Hukuman Guntur, sebuah ledakan energi yang cukup kasar menghantam formasi pelindung di gerbang utama Paviliun Su Yue.
BAM!