Sage Iskandar atau lebih sering dipanggil Ge, merupakan murid badung di sekolah. Sejak kecil dia memang dirawat oleh pasangan rentenir. Orang sering menganggapnya preman, karena memang kebanyakan orang terdekatnya adalah preman.
Sampai suatu hari, seorang pria asing mendatangi Ge dan mengatakan sesuatu yang selama ini dirahasiakan darinya. Apakah itu?
"Kamu tuh ya, Ge! Nggak capek kamu tiap hari kerjaannya keluar masuk ruang BK terus, hah?!" omel guru BK.
"Nggak capek lah, Bu. Kan guru BKnya cantik," sahut Ge gamblang. Dia langsung kena jewer.
"Ge! Kamu ya yang ambil duit Mamak? Dasar anak kurang ajar!" timpal ibunya Ge sambil berlari keluar.
"Makasih, Mak! Love yuhh!" Ge langsung pergi dengan motornya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 2 - Membersihkan Toilet
Dengan pedenya Ge melambaikan tangan pada siswi baru itu. Namun siswi baru tersebut langsung membuang muka saat mendapat sapaan Ge. Dia jelas mengabaikan Ge.
"Hahaha! Ketakutan dia sama lu, Ge! Udah... Mending kita makan ke kantin. Cacing si Bimo udah main keroncong dari tadi," ujar Taufik.
"Enak aja lu, Fik! Yang cacingan itu lu kali!" bantah bimo sewot.
"Ya udah. Ayo kita ke kantin!" Ge berjalan lebih dulu di depan. Sedangkan Bimo dan Taufik mengekori dari belakang.
Di setiap kemunculan Ge, semua orang selalu memberi jalan untuknya. Entah kenapa orang-orang bersikap begitu. Padahal mereka tidak pernah dimarahi oleh Ge. Sepertinya reputasi Ge sebagai putra dari pasangan rentenir membuatnya otomatis mendapat label preman. Terlebih kelakuan Ge juga tidak ada bedanya dengan seorang preman.
Kini Ge dan dua temannya duduk. Mereka memesan makanan dan minuman untuk mengisi perut.
Bersamaan dengan itu, terlihat ada adik kelas yang sedang disuruh-suruh oleh geng Bintang. Berbeda dengan Ge dan teman-temannya, geng Bintang ini juga ditakuti. Namun dalam artian berbeda, anggota-anggotanya dari keluarga kaya raya dan berkuasa. Geng Bintang sendiri terdiri dari empat lelaki dan tiga perempuan.
Geng Bintang bisa dibilang merupakan geng yang meraih takhta tertinggi di SMA Garuda Jaya. Dibanding geng Ge, jelas geng Bintang lebih tinggi derajatnya. Jadi tidak heran orang-orangnya tak punya sopan santun dan sombong.
"Cepat, Co! Ambilin bakso gue dulu! Kok lu malah ngambilin punya Kevin duluan sih," ujar Tantri, salah satu primadona di geng Bintang.
"Eh, Co! Lu bisa nggak sih ambilin semua makanan kami sekalian. Kami udah lapar tahu nggak! Lelet banget coba!" omel Kevin.
"Maaf, Kak... Aku akan ambilin sebisaku..." lirih Fariz, adik kelas berkacamata yang sering jadi bahan bully bulanan geng Bintang.
Fariz tampak bergegas mengambil makanan milik Kevin dan yang lain. Di sisi lain, Ge dan dua temannya memperhatikan semua itu.
Sebenarnya Ge sudah jengah melihat penindasan begitu. Ge bahkan sudah beberapa kali mencoba bertindak, namun Bimo dan Taufik selalu mencegahnya. Sebab dua temannya itu tahu bagaimana berkuasanya keluarga Kevin. Sudah ada beberapa siswa yang diblack list olehnya hanya karena berani melawan Kevin.
"Gue heran sama semua orang. Masa diam aja lihat hal kayak begitu?" imbuh Ge.
"Lu tahu sendiri resikonya kalau lu berani jadi musuh geng Bintang. Udah lah, Ge... Selama nggak berlebihan, mending lu nggak usah ikut campur," saran Bimo.
"Iya, gue setuju sama Bimo." Taufik sependapat dengan Bimo.
Ge hanya bisa mendengus kasar. Dia menuruti saran Bimo dan Taufik. Mengingat dirinya juga tahu apa akibatnya jika berurusan dengan geng Bintang.
...***...
Bel pulang sekolah berbunyi. Seluruh murid saling berdahuluan ingin pulang. Namun tidak bagi Ge yang kala itu punya tugas untuk membersihkan toilet.
Dengan langkah berat, Ge pergi ke toilet. Dia mengambil alat perlengkapan kebersihan dan mulai membersihkan toilet.
Walau Ge anak badung, tapi dia tak pernah meninggalkan tanggung jawabnya. Apalagi kalau sudah berbuat salah.
Dengan telaten Ge bersihkan toilet. Semakin larut siang, keadaan sekolah makin sepi. Kini Ge baru selesai membersihkan toilet lelaki. Selanjutnya dia pergi ke toilet perempuan.
Sebelum masuk, Ge tidak lupa memanggil terlebih dahulu. Memastikan tidak ada orang di dalam toilet.
"Halo? Ada orang di dalam?" ujar Ge.
Karena tak ada jawaban, Ge pun memutuskan melangkah masuk. Dia yakin tak ada siapa-siapa di dalam.
"Sialan! Ngapain lu masuk ke toilet cewek?!" suara seorang gadis langsung menyambut. Ge juga bisa mencium aroma asap rokok di sana.
Gadis itu tak lain adalah Tantri. Ia tampak bergegas membuang rokoknya ke lantai.