Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 3 CSKB
"Sipp non"jawab mang cecep membukakan pintu belakang dan vely masuk kedalam.
Sampai di mansion daneswara yang megah dengan cat minimalis berwarna putih lebih tepatnya rumah velycia,
velycia baru turun dari mobil dan langsung berjalan masuk ke rumah yang pintunya sudah terbuka lebar seolah menyambut kedatangannya pulang.
"Ma.... adek pulang" ucap velycia sambil berteriak.
"Ampun dek, tidak bisakah kamu tuh kalau masuk jangan teriak teriak kayak dihutan saja. "Ucap
"Yeee mama, tidak sekalian aja di kebun binatang"
"Nah ini nih, dibilangin ada aja jawabannya, tinggal bilang iya gitu, kayak susah amat" kesal winda kepada putri bungsunya.
Winda dan alan merupakan orang tua velycia mereka memilik dua orang anak yaitu raffi swanda daneswara anak sulung mereka dan velycia amora daneswara putri bungsu winda dan alan,
putra sulung mereka jarang dirumah kerena raffi memilih mengambil studi di luar negeri.
"Iya iya mama ku, sayang vely tidak buat lagi, tapi gak janji" ucap vely yang memeluk ibunda tersayangnya.
"Mulai... Sudahlah mama capek, sana ganti baju kamu bau, terus makan setelah itu istirahat nanti sore kita pergi diner sama rekan kerja papa"
"dih, adek tidak bau ma"velycia mencium tubuhnya sendiri
"Dengaren juga ni adek diajak bisanya tidak pernah tuh" ucap vely sambil berpikir mengingat kapan dia terakhir kali diajak diner bersama rekan bisnis papanya.
"Iya karna yang kita temui nanti bukan hanya sekedar rekan bisnis aja, tapi juga sahabat papa mungkin kamu kenal orangnya"ucap winda.
" emmm.... Oh... Om Jonathan ya mah, yang dulu sering kemari itu kalau tidak salah tinggal di kota A kan? "tebak vely yang mulai mengingat sahabat papanya itu
"Nah benar mereka datang sekeluarga mengajak kita diner di restoran mereka mau bertemu dengan kamu, udah kangen katanya jadi nanti kamu siap siap ya dandan yang cantik okey" ucap winda kepada putrinya.
"Iya mama" cup vely mencium pipi winda dan berlari masuk ke kamar.
"Vely.... Hati-hati nanti jatuh" teriak winda melihat tingkah anaknya.
"Udah telat mah adek udah sampai kamar pun"teriak vely langsung mendobrak pintunya dengan kasar
Brakk
" iss... Anak itu entah kapan bisa berubah"ucap winda sambil menggeleng gelengkan kepalanya lalu melanjutkan aktivitasnya.
Tak terasa siang menjelang sore pun tiba kini keluarga alan sedang siap siap untuk pergi ke restoran yang mereka pesan.
"Ma mana adek masih lama? " tanya alan kepada istrinya.
"Bentar pah mama liat dulu" winda beranjak dari duduknya menuju ke kamar velycia.
Tok..tok..
"adek, masih lama gak"ucap Winda sambil menggedor pintu kamar putri nya namun tidak ada sahut dengan kesal winda membuka pintu kamar velycia. betapa terkejutnya winda saat melihat anaknya masih tertidur dengan berpelukan giling kesayangannya.
" Yaampun vely bangun ih tadi disuruh siap siap kok malah tidur bangun" teriak winda kesal pada anaknya.
"Emm apasih ma masih siang juga katanya nanti sore adek masih ngatuk"ucap vely sambil menggeliat tubuhnya.
" udah sore ini mau sore bagaimana lagi, bangun ih tidak baik untuk anak gadis "ucap winda.
"Hah..Ih mamah kok gak bangunin sih "ucap vely.
" udah capek mamah ketuk pintu kamu sampai mau patah jari mamah tapi tidak ada jawaban"
"Ih udah lah mama, adek mau mandi dulu" ucap vely sambil ngibrit lari ke kamar mandi.
"Kebiasaan buruan siap siap nanti kemaleman"teriak winda, langsung turun kebawa menemui suaminya.
Lama alan dan winda menunggu velycia akhirnya dikejutkan dengan penampilan velycia yang anggun dan cantik sedang menuruni anak tangga satu persatu.
" wah putri papa sangat cantik hari ini"ucap alan bangga.
"Iya dong anak siapa dulu" ucap winda
"Sudah sudah kita sudah telat" ucap alan, berjalan masak mobil. Lama perjalanan yang hampir memakan waktu satu jam akhirnya mereka sampai di restoran
ternama kota itu
keluarga alan memasuki restoran itu dan masuk ke ruangan VVIP dan terdapat Jonathan bersama istrinya menunggu mereka.
"Apa kabar sahabat ku? " ucap Jonathan sambil berpelukkan sama alan
"Baik sahabat bagaimana kabar mu dan sekeluarga? " ucap alan
"Kami baik" lanjut Jonathan.
Velycia yang melihat kedekatan itupun terharu dan tidak sadar mengucapkan kata yang membuat mereka tercengang dibuatnya.
"Ouh so sweet jadi pengen" ucapnya tanpa sadar bersuara agak keras
"Eh, maaf vely tidak sengaja"vely malu malu
" ha ha ha ha"semua orang tertawa meliat tingkahnya sedangkan vely sendiri bersembunyi dibalik tubuh winda karena menahan malu yang luar biasa.
"Bisa aja vely sini, jangan malu malu sayang" ucap sania
"Eh iya tante" sambil bergeser dan menyalami tangan sania dan juga Jonathan sacara bergantian.
"Ayo duduk dulu" ucap sania yang diangguki oleh semua orang.
"Oh ya san kemana putramu?" tanya winda kepada sania yang tidak terlihat kevin disana.
"Dia agak terlambat win katanya mau kebengkel dulu baru kesini, mungkin sekarang dia sudah di jalan."ucap sania yang diangguki Winda.
Kedua keluarga itu berbincang hangat seraya menunggu kevin datang, kedua keluarga itu saling bertukar cerita satu sama lain, tetapi berbeda dengan velycia kini dia disibukkan dengan makanannya.
Ditempat lain lebih tepat diparkiran kini kevin baru saja sampai langsung masuk ke dalam restoran menuju ke ruangan VVIP.
" maaf semua nya kevin terlambat "ucapnya.
" tidak apa apa sini nak "titah sania memanggilnya anaknya untuk duduk didepan velycia
kevin pun duduk di depan velycia, tanpa disadari oleh velycia yang masih asik mengunyah makanannya. entahlah jika velycia di hidangkan oleh makanan maka dia lupa dunia.
"Nah kevin, ni velycia anak dari om alan sahabat papa yang akan dijodohkan dengan kamu"ucap Jonathan yang memperkenalkan velycia.
uhuk
Uhuk
Velycia yang mendengar itu tersedak dan langsung meminum airnya sampai tandas tidak tersisa.
"Pelan pelan dek tidak ada yang minta juga makanan kamu" ucap Winda kepada putrinya.
"Bentar mah, bentar kasih adek napas dulu huuu haaa huuu haaa"ucap velycia sambil mengatur pernapasannya. Kevin hanya melihat dengan tatapan tajamnya.
" ni ngapa si orang, kayak mau ngajak gelut aja "batin velycia yang merasa kesal.
" emm... Ma, pa, boleh kevin berbicara berdua saya dengan velycia"
"Tentu saja silahkan" ucap winda dan diangguki semua orang, kevin pun beranjak dari tempat duduknya dan di ikuti velycia dari belakang .
"Ni orang mau ngapain sih bikin rese aja awas kalau di apa apain. "Lagi lagi velycia menggeruntu di dalam hati.
Velycia dan kevin berjalan sedikit menjauh dari tempat mereka berkumpul bersama dengan keluarga mereka, mereka duduk di salah satu meja yang kosong.
Tidak ada yang mulai pembicaraan mereka sama sama diam. Masih berlarut dengan pikiran mereka masing masing.
"Gue tidak mau perjodohan ini di lanjutkan"kevin membuka pembicaraan terlebih dahulu