Sudah TAMAT
Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.
Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.
Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.
Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh sembilan
Lunar menatap Jackson tak percaya. Jangankan mengucap syukur karena berbahagia, hati Lunar teriris melihat Jackson kecewa. Wajar saja dirinya hamil, toh Jackson menggaulinya siang dan malam tanpa pengaman.
Pria itu mengacak rambutnya frustasi. Jackson sudah mengadakan pertemuan dengan sutradara serta produser ternama untuk projek barunya dan sudah sepakat. Menurut Jackson, kehamilan Lunar bisa mengancam daya tarik Lunar karena perubahan hormon.
Lunar tak mampu berkata-kata. Dia merasa di hadapannya tidak seperti Jackson yang dulu. Gara-gara Silvanwood, Jackson tak bisa melihat apapun selain keuntungan. Daripada berdebat lebih baik Lunar mengabaikan Jackson meski dadanya bergemuruh menahan tangis.
Jackson tersinggung merasa tak dihargai. Pria itu mematung melihat Lunar menepuk-nepuk bantal kemudian merebahkan diri memunggungi Jackson. Pria itu memejamkan mata sesaat, meski marah Jackson menahan diri. Jackon tak sadar sikapnya barusan sudah menyakiti Lunar.
Setelah membersihkan badan dan mengganti pakaian, Jackson ikut merebahkan diri bersama Lunar. Berkali-kali Jackson menatap punggung Lunar, dia tahu istrinya belumlah tidur.
"Sayang, apa aku sudah berlebihan? Sorry," Jackson mengesampingkan egonya.
Pria itu merapatkan tubuhnya pada Lunar seraya memeluk hangat. Jackson mengusap lembut kepala Lunar, karena tak ada reaksi dia membalikan tubuh mungil Lunar dengan mudah.
"Marahi aku saja," ucap Jackson pelan meraih dagu Lunar.
Lunar menatap Jackson membuat pria itu tersenyum. Bola mata hijau dan biru milik Lunar nampak berkaca-kaca.
"Tuan lebih mencintai pekerjaan daripada aku dan calon anak kita," suara Lunar bergetar. Tangan wanita itu mengusap perutnya yang masih rata.
Jackson mendengkus. Bukan itu maksudnya, hanya saja dia terkejut dengan kehamilan Lunar. Jackson mengatakan maaf berulang kali bersedia dihukum.
Sebagai suami, pria itu membujuk Lunar dengan berbagai cara. Jackson membantah dikatakan tak memperdulikan Lunar, pria itu bekerja keras untuk masa depan Lunar.
"Meski tuan tak lagi bekerja, harta tuan takkan habis tujuh turunan. Tuan memberikan segalanya padaku, tapi bagaimana dengan kasih sayang?" Lunar memberanikan diri mengatakan uneg-unegnya pada Jackson.
Wanita itu menangis sesenggukan. Hidup memang aneh, dia bisa menyaksikan sendiri bagaimana wanita di luar sana mendapatkan kasih sayang yang puas dari suaminya tapi uang hanya cukup untuk makan. Adapula dirinya yang bergelimang harta tapi tak mendapatkan kasih sayang suami. Jika jujur, Lunar ingin keduanya saja.
Jackson mengusap air mata Lunar. Pria itu hanya mengatakan sabar. Lunar lelah hanya menunggu Jackson yang tak pulang berhari-hari. Bermalam di manakah Jackson? Lunar menepis pikiran buruk.
"Aku bekerja sayang, jangan berpikiran negatif." Sanggah Jackson lembut.
Lunar ingin percaya, tapi profesi pria itu selalu dikelilingi para wanita. Lunar cemburu melihat Jackson wara-wiri di layar kaca dengan para model dan aktris AHP rekrutannya.
Mungkin di hati Jackson, Lunar percaya hanya ada dirinya. Tapi Lunar tak tahu dengan niat para gadis di luar sana.
Selain Alice, Irene tergila-gila pada Jackson bahkan mengatakan pada media bahwa Jackson tipe idealnya. Lunar tak menyukai Irene, model blasteran itu acapkali kontak fisik dengan Jackson. Terlalu vulgar padahal bukan pemotretan formal.
Jackson mendengarkan uneg-uneg Lunar. Dia tak menyangka, Lunar banyak tekanan selama ini. Setelah dipikir-pikir ada benarnya juga, sekarang Jackson akan menjadi seorang ayah. Jackson hanya bisa diam ketika Lunar menolak dirinya dengan alasan kesehatan calon anaknya. Atau mungkin, Lunar marah padanya sehingga menolak berhubungan.
"Bagaimana kalo aku mengganti pemeran utama wanita dengan aktris lain tapi dia meniru penampilanmu? Dia akan menjadi lawan mainku." Ujar Jackson enteng.
......................
Banyak yang kecewa karena Lunar tidak jadi menjadi pemeran utama wanita. Padahal, Silvanwood identik dengan Lunar. Berita kehamilan Lunar pun diumumkan ke publik, bahkan dengan gilanya netizen meminta Lunar menggugurkan kehamilannya demi projek film.
Aling dibuat murka mendengar itu. Dia tak habis pikir, manusia di zaman Lunar miskin empati bahkan pada bayi yang belum lahir. Aling ingin menegur Jackson untuk bersikap bijaksana tapi Aling mengurungkannya setelah melihat betapa frustasinya pria itu.
Lagi-lagi AHP dikecam dan diberi rating rendah jika pemeran utama wanita diganti. Publik mengatakan akan menggelikan jika wanita lain meniru Lunar menggunakan lensa hijau dan biru.
"Oh, tuan tak bisakah dihentikan sementara sampai aku melahirkan?" Lunar dengan wajah memucat berusaha negoisasi.
Lunar keberatan jika Jackson menjadi pemeran utama pria apalagi pengganti pemeran utama wanita diberikan pada Irene. Lunar memberi saran, kenapa AHP tidak memberi kesempatan pada aktris pendatang baru untuk memerankan Jackson dan Lunar.
Jackson setuju saja tapi pihak lain tidak. Lunar bisa syuting sementara waktu sebelum trimester dua padahal dokter sudah mewanti-wanti Lunar agar tidak lelah. Lunar tak bisa membantah. Jackson menjadi buta bila dihadapkan pada peluang dan uang.
Untuk menghibur diri, wanita itu menarik diri sementara waktu bersama Naomi. Dia tidak ingin berbelanja karena sudah mempunyai semuanya. Apalagi setelah melihat berita Aaron di televisi membuat kepala Lunar terasa akan pecah.
"Wajahmu sangat pucat, Lunar. Jadwal makan dan tidurmu tidak beraturan," Naomi ikut prihatin.
Lunar tersenyum tipis. Dia hanya mengatakan bahwa kondisinya lumrah dialami ibu hamil apalagi Lunar baru pertama kali, jadi perlu adaptasi. Naomi ikut kesal pada Jackson karena mementingkan pekerjaan daripada Lunar.
Gadis tomboy itu inisiatif melabrak kakaknya di perusahaan AHP tanpa memberi tahu Lunar. Bergegas Naomi menerobos ruangan kerja Jackson padahal Tom sudah mencegahnya.
"Brengsek! Kakak, beri waktu untuk Lunar! Apa pekerjaan lebih berharga daripada istrimu?!" Naomi melotot pada Jackson.
Pria itu menghela napas lelah. Jackson pusing karena semua orang mengeluh padanya. Selain menjadi suami, Jackson pun pimpinan perusahaan dan harus memikirkannya.
Jackson pun membujuk Lunar untuk syuting sampai trimester dua. Apalagi menyangkut calon anaknya, Jackson takkan gegabah. Dia persiapkan dokter terbaik untuk Lunar.
Tak ada pilihan lain, Lunar pun menyanggupi. Lunar dipakaikan riasan wajah agar tidak terlihat pucat. Sebelum rilis, wanita itu gembar-gembor pemotretan untuk promosi. Karena kelelahan, Lunar ditemukan tak sadarkan diri di toilet. Awalnya pengunjung toilet merasa aneh dengan jejak merah di lantai.
Menangislah Aling melihat Lunar seperti itu. Lunar harus kehilangan tiga janin kembarnya. Hal itu membuat Lunar tak bisa pura-pura ramah pada orang lain termasuk Jackson.
Film garapan Jackson kali ini sampai mendapatkan penghargaan bergengsi. Selain keuntungan, AHP semakin di puncak kejayaan.
"Setelah kejayaan ini, apa yang Anda inginkan tuan Jackson?"
Jackson menatap Lunar lembut.
"Aku ingin menjadi ayah. Karena kandungan Lunar menjadi lemah, aku akan melakukan proses bayi tabung dan menyewa lima ibu sorogasi," ucap Jackson.
"Tuan tidak bisa melakukan itu! Kenapa, harus pakai ibu sorogasi dan sampai LIMA?!" Lunar melotot.
"Aku ingin punya anak banyak!" jawab Jackson.