––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(22) Helper Kitchen Kesayangan
"Cemberut mulu, kenapa sih istri?" ucap Haikal dengan nada menggoda saat membantu Ailena melepas kunci helm.
Ailena berdecak dengan mata merotasi. Bagaimana tidak cemberut, Haikal dengan berani dan tanpa aba-aba mencium nya di depan umum, untung saja tak ada yang melihat kecuali mereka yang di dalam cafe termasuk bos nya yang mesem-mesem di ambang pintu ruangan nya.
"Wajar aja toh kan aku suami mu, kalau aku mau berbuat lebih juga boleh" ujar Haikal langsung mendapat tatapan memicing dari Ailena.
"Nggak tau malu" cibir Ailena dengan ketus.
"Bener banget, urat malu ku ketinggalan di rumah ku Sayang.. Nggak ku bawa kesini, makanya jadi nya gini deh" sahut Haikal malah membenarkan cibiran Ailena.
Ailena kembali berdecak sebal dan berjalan menuju pintu rumah nya yang terkunci.
"Eh Yang, tadi kamu tanyain soal betah atau nggak di rumah ini ya?" tanya Haikal kembali mengalihkan pembicaraan.
Ailena menoleh sekilas diselingi deheman jengah. Topik yang sebelum terjadi nya adegan itu baru di ingat.
"Bener kok, aku betah kalau ada kamu.. Makanya aku mau kamu dirumah aja berdiam diri nunggu uang masuk ke rekening mu" ucap Haikal lalu menyusul Ailena yang sudah membuka pintu rumah.
"Uang masuk nya dari siapa kalau aku di rumah mulu" cebik Ailena sembari melepas sepatu dan kaos kaki nya.
"Loh? Aku? Jangan karna aku keliatan kayak penggangguran yang full dirumah terus bisa kamu kira kalau aku nggak kerja ya Yang" ucapan Haikal membuat Ailena mendongak.
"Terus kerja mu tu apa? Biasa nya orang kerja pada sibuk, lah kamu sebulanan disini kerjaan nya cuma antar jemput aku.. Untung nggak ada yang curiga sama kamu waktu nganterin ke kampus" balas Ailena dengan nada mencibir.
Haikal terkekeh pelan lalu berjongkok di depan Ailena. "Aku kerja lewat hp, mantau kinerja orang Sayang. Kok nggak ada yang curiga ya sama aku? Padahal aku pengen banget di notice orang-orang di kampus kamu" jelas Haikal sembari mencubit kedua pipi Ailena gemas.
Plak
Ailena menukik alis kesal sembari menepuk kedua tangan Haikal yang bertengger mencubit pipi nya.
"Jangan aneh-aneh deh.. Nanti bantuan dana buat ku di cabut kalau ada yang lapor" ketus Ailena sembari berdiri dan masuk ke dalam rumah.
"Kan emang itu tujuan ku Sayang" sahut Haikal dengan nada santai.
Deg
Ailena menoleh dengan tatapan horor. Yang di tatap hanya mengedik bahu dengan santai.
#~
#~
#~
Ailena menatap sayu ke arah Cafe yang sudah membersamainya selama 3 tahun ini, banyak yang terjadi di dalam hidup nya selama bekerja hingga kini, Lena memilih melepas pekerjaan itu atas permintaan sang suami.
Ya, Ailena menuruti permintaan Haikal untuk tidak bekerja lagi dan hanya fokus kuliah dan mengurus nya.
"Kalau ada apa-apa, jangan sungkan kemari.. Nanti gue kasih gratis sedotan nya doang" ucap Yona diselingi candaan.
Para staf yang satu shift dengan Ailena pun turut berada di dekat Ailena setelah mendengar kabar bahwa Ailena mengajukan pengunduran diri.
"Ya elah, sedotan nya mah emang gratis" balas Melati dengan menepuk pundak Yona dengan nada kesal.
"Lah di toko plastik noh sedotan beli anjay, nggak ada yang gratis di dunia ini" sahut Yona dengan pembelaan diri.
Ailena tersenyum. "Gue bakal sering nongkrong disini, entah sekedar mampir atau buat numpang wifi" balas Ailena.
"Yee kocak dia mah numpang wifi.. Yon, ganti ntar password nya biar si curut ini nggak numpang wifi doang" sahut Melati membuat Ailena tertawa.
"Ntar gue suruh Bang Indra ganti password yang susah, biar pada bingung dah tu sama password nya" ucap Yona membuat yang lain ikut tertawa.
"Kita bakal kangen sama lo Len.. Si Helper Kitchen kesayangan kita" ucap Geo membuat yang lain terdiam berhenti tertawa.
"Cari helper kitchen baru lah, yang seaktif Lena" usul Melati saat Indra baru masuk ke dalam Cafe.
Indra menoleh menatap sekerumunan orang yang nampak mengelilingi satu tempat.
"Cari aja.. Lena disuruh laki nya resign, orang ya kalau mau resign nerima duit, lah dia malah yang ngasih duit buat ngelepas helper kitchen kesayangan kalian ini" ujar Indra mulai bergabung.
"What?! Maksud lo Bang?" pekik Yona mewakili yang lain termasuk Ailena sendiri yang tak tau menahu.
Indra menghela nafas pelan. "Laki nya Lena ngeluarin duit buat bikin gue nerima surat pengunduran diri nya, dia kagak mau bini nya ini kerja sampai lupa diri" jelas Indra melirik Ailena yang nampak melongo.
"Lo nggak tau ya? Sorry ya Len.. Beberapa minggu ini gue sering ngelarang lo kerja, itu juga karna disuruh laki lo" sahut Indra lagi dan penjelasan nya sudah membuat Ailena mengerti alasan diri nya merasa tak di butuhkan lagi bekerja selama beberapa minggu terakhir.
"Ya udah lah, mau gimana lagi.. Soalnya laki lo ngeluarin duit lumayan banyak" ungkap Indra membuat Ailena mendongak.
"Berapa emang Bang?"
"Setara dengan gaji lo selama setahun deh kayaknya"
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️