NovelToon NovelToon
DAO YIN: KEABADIAN YIN–YANG ABSOLUT

DAO YIN: KEABADIAN YIN–YANG ABSOLUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Dao Yin, Kekaisaran Yin berdiri di tengah empat kekuatan besar yang menyimpan ambisi pengkhianatan.
Saat perang pecah dan kekaisaran runtuh, Chen Long—pangeran Utara berdarah naga dan keturunan kesatria kuno—kehilangan segalanya.
Diburu manusia, iblis, dan akhirnya langit itu sendiri, Chen Long menapaki jalur kultivasi terlarang Yin–Yang, sebuah kekuatan yang tak diakui surga. Bersama Putri Yin Sunxin, pewaris darah murni Dewi Bulan, ia membangun kembali tatanan dunia dari reruntuhan, menantang iblis, menghancurkan para pengkhianat, dan menghadapi hukuman alam dewa.
Ketika Yin dan Yang bertabrakan dalam satu tubuh, lahirlah seorang anomali—
penguasa baru yang akan menentukan apakah dunia layak diselamatkan,
atau harus dihancurkan demi keseimbangan sejati.

(Update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 KUNCI YANG MENOLAK DIBUKA

Chen Long tidak memberitahu siapa pun tentang jaringan getaran di bawah istana.

Bukan karena ia tidak percaya pada Xiao Feng, atau pada nenek anak itu yang misterius. Melainkan karena ia sendiri belum mengerti apa artinya. Mengetahui sesuatu yang lebih besar dari pemahamanmu adalah cara cepat untuk menjadi alat bagi mereka yang mengerti lebih banyak.

Jadi ia terus berlatih.

Namun latihannya kini berbeda.

Setiap pagi, setelah berdiri di atas batu-batu yang tidak stabil, ia akan menempatkan satu tangan di tanah. Bukan untuk menopang. Melainkan untuk… merasakan. Menjaga hubungan dengan jaringan getaran yang ia temukan, memastikan bahwa koneksi itu tidak putus, meski ia belum tahu ke mana koneksi itu mengarah.

Pagi keempat belas, sesuatu berubah.

Chen Long sedang berdiri di atas lima batu—kaki kanan di satu, kaki kiri di satu, tangan kanan menopang di batu ketiga, tangan kiri di udara, tubuh membentuk garis miring yang seharusnya tidak mungkin ketika getaran dari tanah berubah.

Bukan lagi denyut lambat yang tua.

Melainkan… gangguan.

Seolah seseorang, di tempat lain di istana, juga sedang menyentuh jaringan yang sama. Dengan cara yang berbeda. Dengan niat yang… tidak bersahabat.

Chen Long turun dari batu dengan gerakan yang terlihat jatuh namun mendarat lembut. Ia menutup mata, fokus pada dua arus di tubuhnya, membiarkan mereka berputar lebih kencang, lebih peka…

Di sana.

Di utara. Jauh. Di bawah aula utama.

Seseorang sedang… menarik. Menggunakan teknik yang tidak ia kenal, namun bisa rasakan seolah mencoba menyedot sesuatu dari jaringan getaran itu. Bukan untuk merusak. Melainkan untuk… mengambil.

Chen Long membuka mata.

Xiao Feng berdiri di ambang gerbang, membawa nampan dengan dua cangkir teh. "Pangeran, ada..."

"Kembalikan ke dapur," kata Chen Long, suaranya lebih tajam dari biasa. "Dan jangan keluar penginapan hari ini."

Xiao Feng membeku. Ia belum pernah melihat ekspresi ini bukan marah, bukan takut. Melainkan… waspada yang terlalu tenang. Ia mengangguk, berbalik, langkahnya terburu-buru.

Chen Long melompat ke atap penginapan. Dari sana, ia bisa melihat lebih jelas bukan dengan mata, melainkan dengan… getaran. Jaringan di bawah tanah seperti sungai yang terlihat dari udara, dan di utara, ada pusaran air. Seseorang sedang membuat pusaran, mencoba menyedot aliran.

Ia harus bergerak.

Bukan untuk menghentikan ia tidak tahu caranya, tidak tahu siapa yang melakukan, tidak tahu apa risikonya.

Tapi untuk… mengamati. Untuk mengerti.

Ia bergerak di antara atap-atap istana dengan cara yang kini menjadi kebiasaan bukan berlari, melainkan… meluncur. Dua arus di tubuhnya berputar, Yin menurun ke kaki untuk menyentuh atap sebentar-sebentar, Yang naik ke tangan untuk menyeimbangkan. Ia bergerak seperti bayangan yang tidak punya berat, seolah gravitasi adalah pilihan, bukan hukum.

Sampai di atas aula utama, ia berhenti.

Di bawah sana, di ruang bawah tanah yang tidak tertera di peta manapun, sesuatu sedang terjadi.

Chen Long tidak bisa melihat atap terlalu tebal, terlalu banyak formasi pelindung. Namun ia bisa merasakan. Seseorang sedang berdiri di pusat jaringan getaran. Seseorang dengan… satu arus. Yang murni. Kuat. Terlatih.

Dan orang itu sedang mencoba membuka sesuatu.

Bukan dengan kunci.

Bukan dengan paksaan.

Melainkan dengan… resonansi. Seolah ia memiliki frekuensi yang tepat, dan sedang mencoba "menyetel" jaringan getaran itu untuk membuka.

Namun tidak berhasil.

Jaringan itu menolak.

Bukan karena terlalu kuat.

Melainkan karena… tidak lengkap. Seolah kunci yang dimiliki orang itu hanya setengah, dan setengah lainnya…

Chen Long menarik napas.

Ia mengerti sekarang.

Jaringan getaran di bawah istana ini adalah kunci. Kunci untuk sesuatu yang lebih besar. Dan kunci itu membutuhkan dua hal Yang, yang dimiliki orang di bawah sana. Dan Yin, yang…

Ia menatap tangan kanannya. Batu giok hitam di saku berdenyut sangat kencang, sangat panas, seolah ingin keluar, ingin menyatu, ingin… melengkapi.

Chen Long mundur satu langkah.

Bukan karena takut.

Melainkan karena… belum siap.

Ia belum mengerti apa yang akan dibuka. Ia belum tahu siapa yang di bawah sana—teman atau musuh. Ia belum tahu apa risikonya, apa konsekuensinya, apa yang akan terjadi pada jaringan getaran yang kini telah menjadi bagian dari latihannya.

Jadi ia memilih untuk… mengamati lebih jauh.

Ia duduk di atap, tersembunyi di balik patung batu, dan menunggu.

Tiga jam berlalu.

Di bawah, orang itu terus mencoba. Berbagai frekuensi, berbagai intensitas, berbagai teknik. Semuanya gagal. Jaringan getaran menolak dengan cara yang sama—bukan dengan melawan, melainkan dengan… menunggu. Seolah ia tahu bahwa setengah kunci tidak cukup, dan setengah lainnya… belum ingin datang.

Akhirnya, orang itu menyerah.

Chen Long merasakannya aura Yang murni itu mundur, menghilang ke arah barat, meninggalkan pusaran yang perlahan mereda.

Ia tidak mengikutinya.

Ia tetap di atap, menatap langit yang mulai gelap, memikirkan apa yang baru saja ia lihat.

Seseorang di istana ini mencoba membuka sesuatu yang membutuhkan Yin dan Yang. Seseorang yang hanya memiliki Yang. Dan seseorang itu… gagal.

Namun akan mencoba lagi.

Dan lagi.

Sampai menemukan setengah lainnya.

Atau sampai setengah lainnya… menemukan dia.

Malam itu, Chen Long kembali ke penginapan dengan langkah yang lebih berat dari biasanya.

Bukan karena lelah fisik.

Melainkan karena… beban pengetahuan.

Ia menemukan Xiao Feng duduk di halaman, di antara batu-batu yang tersebar, dengan batu giok hitam di tangan. Anak itu tidak bermain. Ia sedang… merasakan. Seperti yang Chen Long ajarkan.

"Kau bilang jangan keluar," kata Xiao Feng, tidak menatap Chen Long. "Tapi aku merasakan sesuatu. Dari batu ini. Seolah… ia ingin pergi ke suatu tempat."

Chen Long berlutut di sampingnya. "Ke mana?"

Xiao Feng menunjuk ke utara. "Ke sana. Ke tempat yang… hangat."

Chen Long menutup mata.

Jadi batu giok ini Yin murni yang Sunxin berikan adalah bagian dari kunci. Bagian yang selama ini ia gunakan untuk menyeimbangkan Yang di dalam tubuhnya. Bagian yang kini… dipanggil.

"Xiao Feng," katanya pelan. "Mulai besok, latihanmu berubah."

Anak itu menatapnya, mata berbinar.

"Bukan lagi berdiri di batu," lanjut Chen Long. "Tapi… berjalan. Dari batu satu ke batu lainnya, dengan mata tertutup. Merasakan getaran. Mencari… yang cocok."

"Yang cocok dengan apa?"

Chen Long tersenyum tipis senyum yang tidak sampai ke mata. "Dengan sesuatu yang belum kau kenal. Tapi akan kau kenali… ketika kau menemukannya."

Ia berdiri, berjalan ke kamarnya, meninggalkan Xiao Feng yang bingung namun bersemangat.

Di dalam kamar, Chen Long duduk di tempat tidur, batu giok hitam di tangan. Dua arus di tubuhnya berputar namun kali ini, ada ketegangan yang baru. Seolah mereka tahu bahwa pilihan akan segera datang.

Pilihan untuk… melengkapi kunci.

Atau untuk… menghancurkannya.

Di kejauhan, di balik dinding istana, lonceng tidak berbunyi.

Namun Chen Long merasakan getarannya—sangat halus, sangat jauh seolah dunia sedang menahan napas, menunggu keputusannya.

...BERSAMBUNG...

...****************...

1
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
Ada kumpul-kumpul iblis dan anomali🤭
さくらゆい
keep up the good work
花より
I like kingdom-themed stories
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
Kayu besi Utara dengan kayu Eboni beda kah? 🤔
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: kayu besi atau di kenal dengan temusi atau temusu

berasal dari Eropa Selatan,asia barat daya dan timur, Amerika Tengah dan Utara
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
jejak
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
silakan dibaca😄
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
Semangat berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!