NovelToon NovelToon
Gus, I'Am In Love

Gus, I'Am In Love

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Cerita ini adalah tentang Regenerasi Hidayah. Dari Zain yang Bertaubat Karna pergaulan yang Salah saat masa remaja, Dan dikaruniai Anak yang bernama Zavier yang Pintar dan Tegas, Hingga Putri Kemnarnya Zavier Bernama Ziana dan Ayana yang menyempurnakan warisan tersebut. Dan Ditutup Dengan Kisah Anak Ayana, Gus Abidzar.
Ini adalah bukti bahwa meski darah berandalan mengalir dalam tubuh, cahaya agama mampu mengubahnya menjadi kekuatan untuk melindungi dan mengayomi sesama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembuktian

Setelah mengakui masa lalunya dengan ksatria, Zayn tidak lantas berdiam diri. Sisi bad boy yang cerdas dan taktis kini bangkit sepenuhnya. Ia tahu bahwa pertahanan terbaik adalah menyerang balik.

Zayn menghubungi beberapa kawan lamanya di Jakarta, mantan anggota geng motor yang kini sudah sukses, untuk mencari tahu siapa dalang di balik semua ini.

Hanya butuh waktu dua hari bagi Zayn untuk mengumpulkan "senjata" yang akan menghancurkan kebohongan Anis berkeping-keping.

Pagi itu, Zayn berdiri dengan setelan jas hitam yang sangat gagah, didampingi oleh tim pengacara hukum terbaik yang dikirim oleh ayah Abigail dari New York. Abigail berdiri tepat di sampingnya, menggenggam erat tangan suaminya sebagai simbol dukungan penuh.

Di depan puluhan kamera media, Zayn mengeluarkan sebuah map besar.

"Kemarin kalian sibuk menyebarkan foto masa lalu saya. Sekarang, giliran saya yang menunjukkan masa lalu saudari Anis yang sebenarnya," ujar Zayn dengan nada dingin namun tenang.

Zayn mengeluarkan beberapa lembar dokumen dan foto-foto yang jauh lebih mengejutkan:

Hasil Penyelidikan Digital: Zayn membuktikan bahwa foto-fotonya di klub malam disebarkan oleh akun palsu yang jejak digitalnya mengarah langsung ke rekening bank Anis yang baru saja menerima transferan besar dari musuh bisnis keluarga Abigail di Amerika.

Saksi Kunci: Zayn menghadirkan seorang pria bernama Doni, teman lama Zayn dan Anis. Di depan kamera, Doni mengaku, "Anis sudah lama merencanakan ini. Anak itu adalah anak dari pacar aslinya yang sekarang di penjara karena kasus narkoba. Dia hanya ingin memeras Gus Zayn karena tahu keluarga istrinya sangat kaya."

Surat Pernyataan Rumah Sakit: Zayn menunjukkan bahwa sepuluh tahun lalu, saat Anis mengaku hamil anak Zayn, Zayn sebenarnya sedang berada di pesantren untuk menjalani masa "rehabilitasi" spiritual di bawah pengawasan ketat ayahnya, tanpa akses keluar sedikit pun.

Zayn menatap tajam ke arah kamera, seolah sedang menatap Anis yang bersembunyi di suatu tempat.

"Saudari Anis, saya sudah mengajukan laporan pencemaran nama baik dan percobaan pemerasan ke pihak kepolisian. Dan untuk tes DNA yang kamu hindari berkali-kali... pihak berwajib sudah mengantongi surat perintah hari ini," ujar Zayn dengan senyum miring yang penuh kemenangan.

Anis, yang ternyata menonton siaran itu dari sebuah hotel murah, langsung gemetar. Ia tidak menyangka Zayn yang sekarang menjadi "Gus" masih memiliki taring dan kecerdasan sehebat ini.

Setelah badai mereda dan media berbalik menghujat Anis, suasana di ndalem kembali tenang. Malam itu, di dalam kamar mereka, Zayn melepaskan jasnya dengan helaan napas lega.

Abigail mendekat, memeluk suaminya dari belakang. "Kamu hebat sekali tadi. Aku sampai takut melihat tatapan matamu yang begitu tajam."

Zayn berbalik, merangkul pinggang Abigail dan mengangkatnya sedikit hingga wajah mereka sejajar. "Maafkan aku jika sisi liarku harus keluar lagi. Aku hanya tidak suka jika ada yang mencoba menyentuh atau menyakiti duniaku... yaitu kamu."

Gairah yang sempat tertahan karena masalah ini kini meledak kembali. Zayn mencium Abigail dengan penuh kelaparan, seolah ingin membuang semua stres yang melandanya selama beberapa hari terakhir.

"Malam ini, aku akan menunjukkan padamu bahwa meskipun masa laluku buruk, masa depanku hanya ingin kuhabiskan untuk mencintaimu berkali-kali lipat lebih hebat," bisik Zayn.

Setelah badai fitnah mereda, kedamaian kembali menyelimuti ndalem. Namun, ketenangan itu terusik saat fajar menyingsing. Zayn yang baru saja pulang dari mengimami shalat Subuh di masjid terkejut mendengar suara dari arah kamar mandi.

Zayn bergegas masuk dan menemukan Abigail sedang bersimpuh di depan wastafel, wajahnya pucat pasi, dan ia terus-menerus mual namun hanya cairan bening yang keluar. Tubuh istrinya itu tampak sangat lemas, bahkan untuk berdiri pun ia harus berpegangan pada pinggiran meja.

"Abby... Sayang," Zayn langsung merangkul bahu Abigail, memijat tengkuk istrinya dengan lembut. "Kamu kenapa? Masuk angin?"

Abigail hanya menggeleng lemah, matanya sayu dan berkaca-kaca. "Nggak tahu, Zayn... kepalaku pusing sekali, baunya... bau minyak wangimu tiba-tiba bikin aku mual."

Zayn tertegun. Minyak wangi gaharu yang biasanya Abigail puji sebagai aroma favoritnya, kini justru ditolak. Sisi "Gus" Zayn yang cerdas mulai menghubungkan titik-titik kejadian. Ia teringat bulan madu intens mereka di New York dan bagaimana stamina mereka terkuras habis selama beberapa minggu terakhir.

Zayn membopong Abigail kembali ke ranjang, lalu memanggil Umi Khadizah. Umi masuk dengan wajah cemas, namun begitu melihat Abigail yang terus menutupi hidungnya saat Zayn mendekat, senyum penuh arti mulai muncul di wajah sang Umi.

"Zayn, kamu menjauh dulu sana. Sepertinya istrimu sedang Sensitif sama bau badanmu," goda Umi sambil memeriksa dahi Abigail.

"Loh, kenapa Mi? Zayn sudah mandi dua kali," jawab Zayn bingung.

Umi tertawa kecil. "Ini bukan soal bersih atau tidak, Le. Abigail, coba ingat... kapan terakhir kamu datang bulan?"

Abigail terdiam sejenak, mencoba menghitung hari di dalam kepalanya. Matanya tiba-tiba membelalak. "Harusnya... harusnya dua minggu yang lalu, Mi. Aku lupa karena terlalu sibuk sama urusan fitnah itu."

Zayn yang mendengar itu langsung merasa jantungnya berdegup kencang. Ia segera keluar kamar dan kembali dengan sebuah kotak kecil yang ia beli secara kilat dari apotek pesantren.

Sepuluh menit kemudian, Abigail keluar dari kamar mandi dengan tangan bergetar, menyodorkan sebuah benda kecil kepada Zayn. Di sana, terlihat dua garis merah yang sangat jelas.

Zayn terpaku. Ia menatap benda itu, lalu menatap Abigail, dan kembali ke benda itu lagi. Air mata haru yang jarang terlihat kini menggenang di mata sang Gus. Ia langsung bersujud syukur di lantai kamar, lama sekali, hingga Abigail ikut bersimpuh di sampingnya.

"Terima kasih, Ya Allah... Terima kasih," bisik Zayn penuh syukur.

Zayn bangkit dan langsung memeluk Abigail dengan sangat hati-hati, seolah-olah istrinya itu adalah porselen yang sangat rapuh. Ia menciumi seluruh wajah Abigail dengan penuh kasih.

"Terima kasih, Abigail. Kamu memberikan kado terindah setelah semua cobaan yang kita lalui," ucap Zayn dengan suara serak.

Kabar itu menyebar ke seluruh ndalem. Abi Rahman sujud syukur, sementara Ustadzah Aisyah tidak henti-hentinya menggoda adiknya saat mereka berkumpul untuk sarapan, meskipun Abigail hanya bisa makan biskuit karena masih mual.

"Nah, sekarang ketahuan kan kenapa Abigail waktu itu sampai tidak bisa jalan?" ledek Aisyah sambil melirik Zayn. "Ternyata Gus Zayn memang benar-benar manjur ya. Satu minggu di New York langsung jadi."

Abi dan Umi tertawa renyah, sementara Zayn hanya bisa tersenyum malu-malu sambil terus menyuapi Abigail madu. "Itu namanya barakah doa orang tua, Mbak," jawab Zayn membela diri.

Abigail menyandarkan kepalanya di bahu Zayn, merasa sangat bahagia. Di rahimnya kini tumbuh buah cinta mereka—sebuah awal baru setelah masa lalu Zayn yang kelam berhasil mereka lewati bersama.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

happy reading😍😍😍

1
ros 🍂
😍😍
kalea rizuky
suka deh endingnya
kalea rizuky
hot ya gus/Curse/
kalea rizuky
bagus deh q baru baca novel mu yg andrian ke anak cucunya skg nemu ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!