NovelToon NovelToon
Vallheart

Vallheart

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Romansa / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:530
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Di dunia sihir yang dipenuhi kutukan dan warisan kekuatan kuno, nama Raksha Lozarthat dikenal sebagai salah satu penyihir terhebat hingga ia dijatuhkan oleh kutukan terlarang milik seorang penyihir kuno. Kutukan itu tidak membunuhnya, namun jauh lebih kejam: jiwa Raksha dipaksa keluar dari tubuh aslinya dan terperangkap dalam tubuh seorang gadis lemah bernama Roselein Tescarossa.
Tubuh asli Raksha kini telah menjadi mayat, terbaring membusuk oleh waktu, sementara jiwanya terikat pada wadah yang tidak mampu menampung kekuatan sihir besarnya. Setiap kali ia mencoba menggunakan sihir tingkat tinggi, tubuh Roselein berada di ambang kehancuran. Ia bukan lagi penyihir agung, seorang gadis rapuh yang setiap langkahnya dibayangi rasa sakit dan keterbatasan.
Satu-satunya cara untuk mengakhiri kutukan ini adalah mengalahkan penyihir kuno yang telah menghancurkan hidupnya.
Akankah ambisi dendamnya berhasil atau justru terlena didalam tubuh baru, tempat dimana Raksha berada didunia barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Angin yang Ditahan

Aula kristal dipenuhi cahaya pucat.

Lingkaran pemeriksaan mana terbentang di lantai; rumit, berlapis, dan jujur secara kejam. Satu per satu murid melangkah masuk, menyalurkan mana mereka ke pusat kristal penguji.

Lein berdiri di barisan tengah.

Napasnya teratur. Wajahnya tenang.

Namun Raksha di dalam dirinya terjaga sepenuhnya.

Kontrol, bisiknya. Jangan melawan. Jangan menutupi.

Saat gilirannya tiba, Lein melangkah masuk ke lingkaran.

Kristal pusat menyala lembut. Stabil.

Beberapa dosen mengangguk kecil.

“Mananya rendah,” gumam salah satu penyihir senior. “Tapi sangat rapi.”

Lein hampir menghela napas lega.

Hampir.

“Sebentar”

Suara itu memotong udara.

Karza melangkah maju dari sisi aula. Tatapannya tidak tajam, justru sangat tenang. Tangannya terangkat, membawa kristal kecil berwarna abu-kehitaman.

“Ulangi pemeriksaannya,” katanya. “Dengan resonansi pembanding.”

Gram menoleh. “Karza, ini hanya pemeriksaan rutin.”

“Aku tahu itu,” jawab Karza ringan. “Itulah mengapa aku ingin memastikannya.”

Kristal abu-abu itu diletakkan di tepi lingkaran.

Begitu aktif, udara berubah.

Lein merasakan tarikan halus... seperti benang tipis yang menyentuh jiwanya secara langsung.

Kristal pusat bergetar.

Cahaya stabil itu berkedip.

Beberapa dosen saling berpandangan.

“Menarik,” gumam Karza. “Ada bekas mana lain. Tua. Sangat tua.”

Aula bergemuruh pelan.

Lein tetap diam. Jika ia bereaksi, semuanya akan berakhir.

Karza menatap langsung ke arahnya. “Bekas ini, selaras dengan manuskrip yang baru saja hancur di ruang kerjaku.”

Sunyi!

“Apa maksudmu?” suara Gram mengeras.

“Aku menuduh gadis ini,” Karza menunjuk Lein tanpa emosi, “dia pernah bersentuhan langsung dengan teks terlarang. Bukan sekadar membacanya, melainkan menyelaraskan diri dengannya.”

Bisikan meledak.

Lein hendak membuka mulutnya, namun seseorang melangkah maju lebih dulu.

“Cukup”

Reyd berdiri di antara Lein dan Karza.

Wajah pangeran itu tampak dingin.

“Tuduhan tanpa bukti konkret di hadapan umum?” katanya tajam. “Apakah itu sebuah etika Academy Magica?”

Karza mengangkat alis. “Aku hanya menyampaikan hasil pengamatan.”

“Pengamatan yang mengarah pada pencemaran nama murid,” balas Reyd. “Jika Anda yakin, ajukan prosedur resmi.”

Gram menghela napas berat. “Reyd, tenanglah”

“Aku sudah tenang,” potong Reyd. “Sebagai murid Academy dan putra mahkota Risvela. Aku menuntut kejelasan.”

Hening menekan aula.

Karza menatap Reyd lama, lalu tersenyum sinis.

“Baik,” katanya. “Kalau begitu, kita lakukan dengan cara Academy.”

Ia berbalik ke Gram. “Aku menantang murid ini: Roselein Tescarossa, dalam duel verifikasi mana.”

Lein tersentak kaget.

Reyd melangkah maju satu langkah didepan gadisnya. “Tidak.”

Karza menoleh. “Atau kau menggantikannya, Pangeran pengecut?”

Reyd tidak ragu sedetik pun.

“Aku terima tantanganmu, Dosen jelek.”

Aula bergemuruh keras.

Gram mengangkat tongkatnya. “Reyd! Karza Jetrats adalah dosen senior.”

“Duel verifikasi,” Reyd mengunci pandangan dengan Karza. “Bukan duel kehancuran. Aturan Academy jelas.”

Keheningan kembali turun.

Akhirnya, Gram mengangguk pelan. “Duel akan dilaksanakan di arena bawah. Dengan pembatas penuh.”

Karza tersenyum tipis. “Baiklah.”

Lein menatap punggung Reyd... dadanya terasa sesak.

“Reyd… jangan,” bisiknya.

Reyd menoleh sedikit. “Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu, apalagi melukaimu.”

Di dalam Lein, Raksha merasakan sesuatu yang asing dan berat.

Bukan ketakutan.

Melainkan kesadaran bahwa sejak awal, hidup sebagai Roselein Tescarossa tidak pernah memberinya hak untuk bersembunyi selamanya.

***

Arena bawah Academy Magica diselimuti cahaya pembatas.

Lingkaran sihir berlapis terbentang di lantai batu, memantulkan cahaya kebiruan yang menandakan duel verifikasi; bukan pertarungan untuk melukai, melainkan untuk membuktikan kendali dan kebenaran.

Reyd berdiri di satu sisi.

Karza di sisi lain.

Tidak ada sorakan.

Tidak ada teriakan.

Hanya keheningan berat yang menekan.

Lein berdiri di tepi arena, jari-jarinya saling menggenggam erat. Dadanya naik turun perlahan.

“Reyd,” panggilnya pelan.

Reyd menoleh.

“Jangan… jangan gunakan sihir angin kuatmu, ya.” ucap Lein cepat namun lembut. “Ini duel verifikasi. Jika terlalu besar, mereka akan menyimpulkan hal lain.”

Reyd mengangguk. “Aku tahu itu.”

Namun matanya berkata lebih dari itu:

Aku akan berhati-hati. Demi kamu.

Gram mengangkat tongkatnya. “Duel dimulai.”

Karza bergerak lebih dulu.

Bukan serangan.

Ia mengangkat tangan, memanggil bidang resonansi mana; udara di sekitarnya bergetar tipis, seperti permukaan air.

Reyd merasakan tekanan itu.

“Pengujian stabilitas,” gumam Reyd. “Menarik.”

Reyd menjejakkan kaki, memanggil angin paling ringan. Bukan potongan, bukan hantaman... hanya aliran yang cukup untuk menyeimbangkan tekanan.

Kristal pengamat di atas arena berkilau stabil.

Karza mengangguk kecil.

“Kau menahan diri, rupanya.”

“Karena ini bukan duel kekuatan,” jawab Reyd tenang. “Ini adalah duel kendali.”

Karza tetap tenang.

Ia mengubah pola: memanggil mana pantul, teknik untuk membaca gema sihir lawan.

Angin Reyd bergetar.

Sedikit saja.

Lein menahan napasnya, dari tepi arena.

Namun Reyd tidak meningkatkan tekanan. Ia justru mengurai sihirnya, membiarkannya pecah menjadi arus kecil yang jinak.

Arena tetap stabil.

“Menarik,” Karza berkata pelan. “Kebanyakan murid akan bereaksi dengan memperkuat sihirnya.”

“Aku bukan kebanyakan murid lemah,” jawab Reyd.

Karza mengangkat tangan lagi. Kali ini memanggil bayangan mana, bentuk ilusi tipis yang menekan fokus lawan.

Reyd memejamkan mata sesaat.

Angin berhenti.

Benar-benar berhenti.

Lalu muncul kembali; lebih lambat, lebih halus, hampir seperti napas makhluk hidup.

Kristal pengamat bersinar terang.

Gram melangkah maju. “Cukup.”

Karza menurunkan tangannya.

Keheningan jatuh!

“Hasilnya sudah jelas,” lanjut Gram. “Tidak ada ledakan mana, tidak ada resonansi berbahaya. Duel terkendali penuh.”

Karza menatap Reyd lama, lalu mengalihkan pandangan ke Lein.

“Menarik,” katanya lagi, kali ini pada Lein. “Sihirmu tidak liar. Tapi bekasnya dalam.”

Lein menunduk. “Aku tidak berniat menyembunyikan apa pun.”

Karza tidak membalasnya.

Ia hanya berbalik.

Gram mengetukkan tongkatnya ke lantai. “Duel selesai. Tuduhan ditangguhkan.”

Arena perlahan meredup.

Reyd berjalan menghampiri Lein.

“Kamu baik-baik saja yang, eh Lein?” tanyanya.

Lein mengangguk pelan, lalu tanpa sadar tersenyum kecil. “Terima kasih, karena menahan dirimu.”

Reyd membalas senyum itu. “Untukmu, aku bisa menahan badai sekalipun.”

Di kejauhan, Karza berhenti melangkah sejenak.

Ia tidak marah.

Tidak kecewa.

Justru, dia semakin penasaran.

1
Namida Leda
wow
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!