NovelToon NovelToon
Pewaris Kekuatan Dewa Api

Pewaris Kekuatan Dewa Api

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Harem / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Wang Qiu'er

Di benua Xuanyuan yang luas, di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, keluarga besar Lin menguasai wilayah Selatan dengan gemilang. Lin Feng, putra sulung dari garis keturunan utama, seharusnya menjadi harapan masa depan keluarga. Namun, saat upacara pembukaan dantian di usia 12 tahun, kebenaran kejam terungkap: dantiannya rusak parah sejak lahir, meridiannya tersumbat, dan qi langit & bumi tak mampu mengalir masuk.

Sejak saat itu, julukan "Tuan Muda Sampah" melekat padanya. Saudara-saudara tiri yang iri, tetua keluarga yang kecewa, serta para pelayan yang dulu merendah kini berani menghinanya secara terang-terangan. Tunangannya yang cantik dari sekte terkemuka membatalkan pertunangan dengan alasan "tak layak", dan ayahnya sendiri, Patriark Lin, hanya bisa menghela nafas sambil menatap sedih anaknya.

Namun, takdirnya mulai berubah ketika Lin Feng mewarisi kekuatan Dewa Api.
Bagaimana kisah Lin Feng? Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wang Qiu'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Pagi berikutnya, sinar matahari menyusup melalui jendela suite Menara Api Surgawi, menyentuh tubuh lepas Ye Qingyu yang masih meringkuk di dada Lin Feng. Gadis itu terbangun pelan, rambut hitam panjangnya terurai seperti sutra hitam di atas kulit pria itu. Kedua puncak kembarnya yang montok menekan dada Lin Feng, napas hangatnya menyapu leher pria itu.

“Pagi…” bisik Ye Qingyu sambil menggeser tubuhnya naik, bibirnya menyentuh bibir Lin Feng lembut. Tangannya membelai perut six-pack pria itu, turun pelan ke tombak penghancurnya yang masih setengah keras dari malam tadi. “Kau masih panas… mau lagi sebelum kita mulai investigasi?”

Lin Feng membuka mata, tangannya langsung meraih pinggul ramping Ye Qingyu, meremas tubuh bagian belakangnya yang montok itu pelan. “Kau tak pernah puas, ya?” tanyanya serak, tapi sudah menarik gadis itu lebih dekat.

Ye Qingyu tersenyum manja, menggesekkan bagian inti*nya yang masih sensitif ke batang Lin Feng. “Bukan salahku… kau yang membuatku ketagihan api mu.”

Mereka bergulat lidah dalam, lidah saling menari, tapi Lin Feng menghentikannya sebelum semakin liar. “Nanti malam. Sekarang kita harus cari tahu siapa yang mengirim Klan Api Hitam kemarin. Jika mereka tahu tentang Kristal Api Primordial, berarti ada yang bocor dari dalam kekaisaran… atau dari keluarga Lin.”

Ye Qingyu mengangguk, meski matanya masih berkabut hasrat. Ia bangkit dari ranjang, tubuh telanjangnya bergerak anggun saat mengambil jubah hitamnya. Pinggul lebar dan bokong montoknya bergoyang pelan saat ia berjalan ke balkon, membuat Lin Feng menatap lama sebelum ikut bangun.

Mereka sarapan cepat—buah roh dan pil energi, sambil membahas rencana. Lin Feng mengeluarkan kristal yang sudah redup, tapi masih menyimpan sisa energi.

“Aku bisa merasakan jejak api hitam dari abu di plaza kemarin,” kata Lin Feng. “Itu bukan api biasa. Ada kutukan kuno di dalamnya mirip dengan api terlarang yang dulu menghancurkan sekte mu.”

Ye Qingyu menegang. “Jika benar… mungkin ada hubungan dengan yang menghancurkan sekte Bayangan Bulan dulu.”

Mereka keluar penginapan, berjalan ke distrik bawah tanah kota—kawasan gelap di mana informasi dijual dengan harga darah. Di sebuah kedai minum tersembunyi bernama **Lubang Api Neraka**, mereka duduk di sudut gelap. Ye Qingyu menggunakan ilusi bayangan untuk menyamarkan wajah mereka sedikit.

Seorang informan tua, seorang pria botak dengan bekas luka api di wajah, mendekat setelah Ye Qingyu melempar kantong batu roh kecil.

“Klan Api Hitam,” kata Lin Feng dingin. “Siapa pemimpin mereka sekarang? Dan kenapa mereka incar Kristal Api Primordial?”

Informan itu menelan ludah. “Mereka bukan lagi klan biasa. Pemimpin baru mereka… disebut ‘Raja Api Terbakar’, seorang kultivator yang konon sudah mati tapi hidup kembali karena kutukan api abadi. Nama aslinya… Huo Yan Mie. Saudara kembar dari Huo Zhan Tian—Patriark Klan Huo yang kau hancurkan dantiannya.”

Lin Feng menyipitkan mata. “Saudara kembar?”

“Ya. Dulu Huo Yan Mie diusir dari klan karena bereksperimen dengan api terlarang. Ia hilang bertahun-tahun, tapi sekarang muncul lagi dengan kekuatan baru. Klan Api Hitam adalah pasukannya. Mereka ingin Kristal itu untuk menyempurnakan kutukan api mereka—bisa membakar jiwa tanpa sisa, bahkan dewa pun tak bisa selamat.”

Ye Qingyu mengepalkan tangan. “Dan hubungannya dengan Sekte Bayangan Bulan?”

Informan itu menunduk. “Mereka yang hancurkan sekte mu dulu. Huo Yan Mie butuh bayangan murni untuk melengkapi api kutukannya. Ia ambil jiwa murid-murid sekte mu… termasuk adik mu, kan?”

Ye Qingyu membeku. Matanya berkaca-kaca. “Adikku… masih hidup?”

Informan menggeleng pelan. “Tak ada yang tahu pasti. Tapi rumor bilang Huo Yan Mie menyimpan beberapa jiwa di **Guci Api Jiwa**-nya. Jika kau bisa dapatkan guci itu… mungkin adik mu masih bisa diselamatkan.”

Lin Feng memegang tangan Ye Qingyu di bawah meja, meremas lembut untuk menenangkan. “Di mana Huo Yan Mie sekarang?”

Informan itu menunduk lebih dalam. “Di **Lembah Api Terlarang**, di luar kota, tiga hari perjalanan ke utara. Tapi… tempat itu dijaga formasi api kutukan. Masuk saja sudah bisa membakar jiwa. Banyak yang coba masuk… tak ada yang kembali.”

Lin Feng berdiri, melempar kantong batu roh lagi. “Terima kasih. Kalau ada info baru, kirim burung pesan ke Menara Api Surgawi. Nama Lin Feng.”

Mereka keluar dari kedai. Di gang belakang, Ye Qingyu tiba-tiba berhenti, menarik Lin Feng ke dinding gelap. Air mata mengalir di pipinya.

“Lin Feng… adikku mungkin masih hidup… tapi di dalam guci kutukan itu…”

Lin Feng memeluknya erat, tangannya membelai punggung gadis itu. “Kita akan ambil dia kembali. Aku janji. Huo Yan Mie… akan kubakar sampai tak tersisa abu.”

Ye Qingyu mengangkat wajah, mencium Lin Feng dengan penuh emosi—ciuman yang campur antara duka dan hasrat. Bibir mereka saling menempel lama, tangan Ye Qingyu menyusup ke dada Lin Feng, merasakan detak jantung yang kuat.

“Terima kasih… karena kau ada di sisiku,” bisiknya.

Lin Feng membalas ciuman itu, tangannya turun ke pinggul Ye Qingyu, meremas lembut. “Kau bukan lagi sendirian. Kita bakar semuanya bersama… termasuk yang menghalangi kita.”

Mereka kembali ke penginapan dalam diam, tapi tangan saling genggam erat. Malam itu, di suite, Ye Qingyu memeluk Lin Feng lebih erat dari biasanya—bukan hanya hasrat, tapi juga kebutuhan akan kehangatan.

“Besok kita berangkat ke Lembah Api Terlarang,” kata Lin Feng sambil membelai rambut gadis itu.

Ye Qingyu mengangguk, wajahnya bersembunyi di dada pria itu. “Dan setelah itu… aku ingin kau buat aku lupa semua duka ini… dengan apimu.”

Lin Feng mencium keningnya. “Janji.”

Api di dada Lin Feng membara lebih ganas—bukan hanya untuk dendam, tapi untuk melindungi gadis yang kini menjadi bagian dari jiwanya.

Petualangan ke Lembah Api Terlarang… akan menjadi ujian terbesar mereka.

1
Dian Pravita Sari
gak gaya tamat Curtis ngambang srmua
Dian Pravita Sari
dlogok jarang gak teks aku pules kau smbil. links. gak tanggung jawab jgn hynkejst kontrak yo. lejat reputasi fukl th mana bagian boro konsumen mau aku protes biar do blek. list kmli
Lekat Wahyudi
😍👍👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya menarik untuk dibaca 👍
Wang Chen: semoga terhibur ya kak
total 1 replies
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
Wang Chen: terimakasih, kak.
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
mantap
Wang Chen: terimakasih kak
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
ok
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
Mulai baca
Wang Chen: selamat membaca kak
total 1 replies
Wang Chen
Jika suka dengan karya ini, jangan lupa kasih like, comment, share, subscribe, dan follow ya hehe
Wang Chen
bantu likom ya gess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!