NovelToon NovelToon
A Night With Mr. Ex-Husband

A Night With Mr. Ex-Husband

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / One Night Stand / Single Mom / Selingkuh / Tamat
Popularitas:724.7k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Eleanor tak pernah membayangkan akan bertemu Nicholas lagi, mantan suami yang bercerai darinya tujuh belas tahun silam. Semua berawal dari pesta rekan kerja yang ia datangi demi menemani sahabat kecilnya, William. Malam yang mestinya biasa berubah kacau saat tatapannya bertemu dengan Nicholas, lelaki yang dulu pernah ia cintai habis-habisan sekaligus orang yang paling ia hindari saat ini. Pagi hari setelah pesta, Eleanor menemukan dirinya terbangun tanpa pakaian di samping Nicholas. Pertemuan malam itu membawa hubungan baru dalam hidup keduanya. Apalagi setelah Nicholas dikejutkan dengan keberadaan remaja berusia enam belas tahun di rumah Eleanor.
Bagaimana takdir akan membawa hubungan mantan suami istri itu kembali? Atau justru Eleanor akan menemukan cinta yang baru dari seorang berondong yang sudah lama mengejar cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir saja

“Aku bahkan tidak tahu harus merasa apa sekarang.” gumam Eleanor menatap langit-langit ruangan rumah sakit.

Tubuh Elio menegang, suaranya naik setengah oktaf. “Itu bukan salah Mum, itu salah… orang itu! Siapa pun dia, dia yang salah! Aku akan cari dia, aku akan buat dia bertanggungjawab!”

“Tidak!” Eleanor berteriak, mengejutkan keduanya. Matanya memohon. “Jangan, Elio! Tolong, Jangan lakukan apa pun.”

Elio menatap ibunya, wajahnya memerah oleh marah dan sedih yang bercampur jadi satu. “Mum, tapi dia… dia sudah…” Suaranya terputus, tak sanggup mengucapkan sisanya.

Eleanor hanya menggeleng, air matanya tak henti. Tangannya menyentuh wajah putranya lembut.

“Jangan pergi… jangan cari siapa pun. Mum tidak ingin dia tahu ataupun bertanggungjawab. Biarkan semuanya berhenti di sini.”

Elio menunduk, mencium punggung tangan ibunya. “Aku tidak bisa janji itu, Mum.”

Sorot matanya memancarkan amarah. Aku akan cari tahu sendiri, apa pun risikonya.

William melangkah mendekat, meletakkan tangan di bahu Elio. “Dengarkan ibumu,” katanya pelan. Tapi suaranya sendiri terdengar getir karena dalam benaknya, ia sudah tahu siapa pria yang mungkin bertanggung jawab atas semua ini.

Nama itu berputar di kepalanya menusuk tanpa henti, Nicholas.

Ia menatap Eleanor yang kini terisak di ranjang, dan Elio yang menggenggam tangan ibunya seolah takut dunia akan merenggutnya. Dalam hati William bersumpah diam-diam. Jika benar Nicholas Armand adalah pria itu, maka ia akan memastikan dengan caranya sendiri bahwa lelaki itu menyesal pernah menyentuh Eleanor Chen.

Lampu-lampu putih redup memantulkan bayangan panjang mobil hitam yang berderet rapi. Nicholas melangkah keluar dari lift pribadi Armand Group, jasnya terbuka dan dasi sedikit longgar. Multiple proyek yang berjalan sekaligus menguras perhatiannya dua hari ini.

Ia baru menekan tombol kunci di mobilnya saat suara langkah cepat dan berat terdengar di belakang tubuhnya.

“Nicholas!”

Nicholas menoleh, William. Dahi pria itu mengerut kasar, ekspresi wajahnya tidak menatapnya seperti biasa.

“William,” ucap Nicholas datar. “Kukira direktur sepertimu tidak punya banyak waktu luang untuk bertandang ke perusahaanku.”

William tak menjawab, namun kakinya melangkah maju dan bugh! Satu bogeman melayang ke pipi Nicholas.

Napasnya tak beraturan dan menggebu. “Apa yang kau lakukan pada Eleanor malam itu, bajingan?”

Keheningan menggantung sesaat, hanya suara angin yang lewat di antara pilar beton.

“Sial… brengsek.” Nicholas meludah, darah segar samar terlihat disana. Ia meringis pelan namun bibirnya melengkung samar, senyum yang tidak sampai ke mata.

“Malam itu?” ia mengulang perlahan. “Lucu sekali… Aku tidak ingat kalau harus melapor padamu setiap kali aku berbicara dengan seorang wanita.”

“Jangan berlagak bodoh, Nicholas.” Suara William bergetar, bukan karena takut tapi karena amarah yang ditahan mati-matian. “Eleanor nyaris kehilangan nyawanya tujuh belas tahun lalu karena ulahmu. Dan sekarang… kau datang lagi, menghancurkannya sekali lagi.”

Nicholas tertawa pelan, satu nada pendek tapi penuh ejekan.

“Kau bicara seolah-olah dia milikmu, William.”

Tatapan mereka bertaut keras. William maju selangkah, jarak di antara mereka tinggal sehelai napas.

“Ya, dia milikku,” katanya, suaranya rendah namun bergetar. “Dan aku tidak akan diam ketika pria sepertimu mencoba membuatnya hancur lagi.”

Senyum ejekan di wajah Nicholas seketika menghilang. Ia menarik napas panjang lalu menatap William dengan dingin, seperti seekor singa yang menilai apakah mangsanya pantas diperhatikan.

“Berhati-hatilah,” katanya tajam. “Kau tidak tahu sejauh apa batasanku, William. Eleanor urusanku, dia milikku.”

Beberapa staf yang hendak ke mobil berhenti di kejauhan. Suasana parkiran kian menegang. William mengepalkan tangan, tapi Nicholas tetap tak bergeming. Hanya senyum sinis yang muncul di wajahnya.

William berdecih, “Kau tidak lebih dari seorang pria bajingan yang terobsesi pada wanita yang bahkan tidak pernah memandangmu.” Ia menarik napas keras, menatap Nicholas tajam lalu tanpa sepatah kata pun, ia berbalik dan pergi.

Langkahnya menggema di lantai beton. Staf yang melihat bergegas menyingkir, pura-pura sibuk. Nicholas membenarkan letak dasinya perlahan, menyentuh pipinya lalu meringis nyeri. Udara dingin malam menampar kulit wajahnya, tapi panas di dadanya belum juga padam.

Ia mendongak sedikit, memandang arah kepergian William, mata berkilat penuh tanya dan amarah. Apa sebenarnya yang membuat si brengsek itu begitu marah?

Pintu mobil tertutup dengan bunyi berat. Nicholas bersandar di jok, menahan napas yang terasa membakar dada. Pipi kirinya berdenyut hebat, panas, menegang, dan terasa nyeri setiap kali otot rahangnya bergerak. Ia meringis kecil, bukan karena sakit… melainkan karena amarah.

“Bajingan…” desisnya pelan, jari-jarinya mengetuk keras kemudi. Klaim kepemilikan dari William membuat hatinya terkoyak.

Nicholas memukul kemudi keras, sekali, dua kali, suara keras terus memantul di ruang sempit mobil itu. Ada rasa terbakar yang sulit dijelaskan, cemburu, marah, dan rasa kehilangan yang sudah lama ia kubur tapi kini menyeruak lagi tanpa izin. Ia meremas rambutnya sendiri, menahan gemuruh yang membuat dadanya sesak. Tujuh belas tahun berlalu, tapi luka dan penyesalan itu masih hidup.

“Persetan,” gumam Nicholas, suaranya rendah dan bergetar. Ia menyalakan mesin mobil, tapi tidak langsung melajukannya. Ia mengambil ponsel lalu menekan tombol call tak sabaran.

Panggilan tersambung cepat.

“Sir?” suara Pierre terdengar hati-hati di seberang.

Nicholas mengusap wajahnya, menatap bayangan sendiri di kaca spion.

“Cari tahu segalanya tentang William Duval,” katanya pelan tapi tajam. “Hubungannya dengan Eleanor, sejak kapan mereka dekat dan seberapa sering mereka bertemu.”

“Baik, Sir.”

Nicholas menatap jalanan di depan, lampu-lampu Paris berpendar samar di kaca mobil yang berembun.

“Dan Pierre,” tambahnya, kali ini suaranya menurun jadi dingin, datar tapi mengancam. “Kalau ada sesuatu yang dia sembunyikan… aku ingin tahu sebelum dunia mengetahuinya.”

“Dipahami, Tuan.”

Panggilan terputus. Nicholas memejamkan mata sejenak, menelan getir yang terasa seperti besi di lidahnya. Rasa nyeri di pipi belum hilang, tapi yang benar-benar menyakitkan adalah bayangan Eleanor menjadi milik pria lain.

Dalam hati, hanya satu hal yang terus berdengung di kepala Nicholas Armand. Jika William berpikir ia bisa memiliki Eleanor, maka ia sama tololnya seperti dirinya tujuh belas tahun lalu.

Eleanor duduk tanpa suara di tepi ranjang. Pikirannya berkecamuk, bagaimana ia akan menjalani hidupnya setelah ini? Ia mengelus perutnya lembut. Pandangannya lurus ke depan, namun sorot matanya… kosong.

Bayi ini… bayi ini akan membuatku semakin tidak bisa pergi dari Nicholas. Tangannya mengepal perlahan, lalu menekan perutnya seolah ingin menolak kenyataan yang ada di sana.

Prang!

Elio menjatuhkan nampan makan malam, berlari cepat cepat menahan tangan ibunya. Ia mencengkeram pergelangan ibunya dengan tegas namun lembut. “Jangan, Mum. No…”

Eleanor menatap mata Elio, lalu menemukan kembali kesadarannya. Kata itu terdengar seperti tembok terakhir yang meruntuhkan seluruh pertahanannya. Eleanor melihat perutnya lalu menangis, benar-benar menangis. Tangis yang dalam dan menyayat, seolah semua kesedihan tujuh belas tahun terakhir tumpah sekaligus malam itu.

Suara isakannya menggema di ruangan sepi itu, membuat dada Elio ikut berguncang. Ia tidak pernah melihat ibunya meraung sesakit ini. Ia menarik ibunya ke pelukannya, membiarkan perempuan itu menangis di dadanya tanpa kata. Tangannya mengepal kuat, ia tidak akan memaafkan orang yang membuat ibunya semenderita ini.

1
Eza Bae
test
sasip
curang neh thor, dikau bawa² nama Tuhan dlm chapter ini, bikin mata ga bisa nahan luapan air mata jadinya.. 🥺🥹😭 sumpe sedih bet neh, terlalu jago dirimu merangkai kata untuk membuat pembaca terharu.. 🥹😢🥺
Eza Bae
test
sasip
that's all water under the bridge now nick.. good job lea.. 😉🤭😅 buat yg paham² aja..
Meliana Siregar
Luar biasa karyamu author DEMAR. Kata dan kalimat tertata dgn apik, cerdas, berkualitas, alurmya jg ok. Aku pasti baca semua karyamu, teruslah berkarya, semakin baik, semakin memberi warna. SEMANGAT !!!!
Meliana Siregar
Sukses untukmu....teruslah menulis dan tetap semangat 😄😄🙏🙏
Meliana Siregar
Terimakasih thor utk tulisanmu ini, begitu memukau, cerdas dan kata demi kata sangat rapi teratur, berisi, 👍
Meliana Siregar
Rindu memang selalu datang dengan seluruh paketnya termasuk yg tidak tertulis....aduuuh kata katamu thor selalu ajaib 😄
Meliana Siregar
Selamat berbahagia 😍😍😍
Eza Bae
test
Meliana Siregar
Seruuuu
Meliana Siregar
Benar2 misteri...penasaran terus,...author keren
Eza Bae
tes
Eza Bae
test
Eza Bae
tes
Vina Fy
setahuku,kalau keguguran atau op mengambil janin bayi,setelah itu ya af ada masa nifas seperti ibu melahirkan biasa,,nah ini kenapa malah da menstruasi thor.🤭
Demar: Baca lanjutannya yaaaa
total 1 replies
Eza Bae
test
Eza Bae
tes
Ida Rina
so sad...😭
Ida Rina
wow....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!