Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
"Nggak mungkin ma! mama sama papa pasti salah orang! " pekik Nia tak percaya dengan ucapan orang tuanya tentang Rangga ternyata anak orang terpandang di kota J, bukan laki laki miskin yang dia pikir.
"Kau pikir mata mama sama papa buta, dan kau pikir mama sama papa hanya melihat dari jauh, mama mendatangi acara pesta pernikahannya." pekik sang mama kesal terhadap anak semata wayangnya yang bebel itu.
"B-bagaimana bisa seperti itu, selama ini dia tidak pernah bilang klau orang tuanya orang terpandang, dan dia ke kota ini merantau tanpa ada sanak saudara." ucap Nia lirih, sungguh dia tidak menyangka laki laki yang dia campakkan itu terdapat anak orang terpandang, walau bukan terkaya di kotanya, namun mempunyai nama baik yang sangat di hormati dan banyak usaha yang di rintis oleh keluarga itu.
"Kenapa dulu kamu tidak nanya sama Rangga, dia itu punya keluarga atau tidak, malah mengambil pemikiran sendiri saja." keluh nyonya Arum.
"Ihhsss... Mama jangan nyalahin Nia terus, namanya juga lupa, seharusnya mama dong yang nanyain sama dia waktu ngelamar aku, kenapa nggak bawa keluarganya." ucap Nia yang tidak mau di salahkan.
"Lalu gimana rencana mu? " ucap nyonya Arum kepada sang anak, dia merasa tidak rela Kayla mendapatkan Kayla, kenapa anak itu selalu beruntung.
"Ya gimana lagi ma, semua sudah terjadi, sekarang aku pun sudah menikah." pasrah Nia yang tidak bersemangat, rupanya Nia masih sedikit waras dan tidak terlalu serakah seperti sang ibu.
"Kenapa kamu tidak coba rebut kembali Rangga dari Kayla, kamu bisa hidup lebih enak lagi." hasut sang mama tanpa perasaan.
"Ma, nggak usah aneh aneh deh, mama pikir Rangga akan mau menerima ku kembali, suami ku juga baik, dan juga menyanyangi ku, walau dia tidak sekaya Rangga, tapi dia bisa memenuhi kebutuhan ku." ujar Nia yang mulai tidak nyaman dan tidak suka dengan ucapan sang mama.
"Huu... Andai kau tidak ceroboh dan tidak lupa mencari asal usul Rangga, semua nggak akan jadi begini, kau yang berada di pesta mewah itu, dan di manja oleh keluarga Kusuma." ucap nyonya Arum yang tetap dengan ke egois annya.
Sementara di tempat yang berbeda di kota J, Kayla sedang menikmati kumpul keluarga yang selama ini dia dambakan, benar benar merasa berada di tengah tengah keluarga yang menganggap dia ada.
"Sayang, ini hadiah untuk kalian." ucap Tante Ami memberikan sebuah amplop ke tangan Kayla.
"Apa ini tan? " tanya Kayla menerima amplop tersebut.
"Buka saja.! " ujar nyonya Arum tersenyum lembut.
Kayla yang penasaran pun membuka isi amplop tersebut.
"Tiket ke Paris! " pekik Kayla ada binar bahagia di matanya, sudah sejak lama Kayla ingin pergi ke negara itu, tapi belum ada kesempatan, bukan tidak mempunyai uang, hanya saja dia belum ada waktu untuk pergi ke sana, selain sibuk kuliah dan kerjaan yang semakin hari semakin sibuk di butiknya.
Kini Kayla dapat hadiah tiket berlibur ke paris, betapa senangnya wanita cantik itu, selain ingin mengunjungi tempat wisata di sana, Kayla bisa mencari inspirasi di sana, bukan kah di sana terkenal dengan pusat mode, markasnya desainer ternama, membayangkannya Kayla sudah sangat bahagia.
Melihat reaksi Kayla seperti itu membuat nyonya Arum dan yang lain menarik sudut bibir mereka, ternyata hadiah yang di berikan nyonya sangat di sukai oleh Kayla.
"Besok kalian sudah berangkat ke sana, kalian sudah mengambil cuti kerjakan?! " tanya nyonya Arum yang tau ke dua keponakannya itu sangat sibuk dengan pekerjaannya, di tambah nyonya Ami belum tau klau sebenarnya menantunya itu adalah seorang desainer juga mempunyai butik ternama di kota S.
"Iya tan, kami sudah mengambil libur dua minggu." ucap Kayla yang menatap sang suami tersenyum senyum tidak jelas.
"Kenapa lu dek, senyum senyum kek gitu, ketempelan jin tomang." cibir Bian menggoda sang adik.
"Ck" Rangga mendelik kesal, abangnya itu ternyata tidak berubah dari dulu selalu usil kepadanya.
"Senang lu ya, dapat tiket gratis." ledek sang abang.
Rangga makin mendelik sebal, tanpa di beri tiket pun dia sudah berencana mau mengajak sang istri untuk honeymoon ke korea, tapi saat di kasih tiket gratis ke Paris bukan kah itu sebuah keberuntungan, dan dia bisa memperpanjang masa liburnya, menghabiskan waktu berdua bersama sang istri, selama menikah mereka sama sama sibuk dengan pekerjaan, Kayla yang sibuk dengan butiknya yang sedang naik daun, banyak pesanan dari orang orang penting, dan Rangga yang sedang sibuk mengembangkan cafe dan restorannya, dan juga sedang membuka cabang travelnya.
"Gue juga udah pesan tiket ke Korea juga tau, jadi kami bisa berlibur ke dua negara sekaligus, waktu libur yang di rencanakan hanya dua minggu, mungkin akan berakhir jadi satu bulan bahkan lebih." santai Rangga, dan di sambut pelototan dari sang istri.
"Mas, bagaimana dengan kerjaan ku." keluh Kayla.
Rangga mengusap sayang rambut sang istri, "Kamu tenang saja, bukan kah ada Renata yang selalu siap sedia dan karyawan karyawan mu yang sangat terlatih, dan telaten, jadi nggak ada yang harus kamu risaukan, kami bisa pantau kerjaan dari jauh." ucap Rangga dengan penuh kelembutan.
"Tapi klau kelamaan libur, apa nggak masalah sama bosnya Kayla, apa dia nggak akan di pecat, walau pun di pecat juga, mama yakin kamu bisa menghidupi istrimu, tapi kan dia sudah biasa bekerja, akan jadi bosan klau tiba tiba di rumahkan." ucap nyonya Lastri penuh pengertian.
Rangga terkekeh mendengar ketakutan sang mama. " Siapa yang mau pecat dia ma, istri Rangga sendiri yang bosnya." kekeh Rangga membanggakan sang istri.
"Oh... Yaaa....! memang kamu usaha apa nak? " penasaran nyonya Lastri terhadap menantunya itu.
"Ahhh.... Cuma toko baju kecil kecilan kok ma, joint sama teman." ucap Kayla merendah.
Rangga yang mendengar jawaban sang istri hanya geleng geleng kepala.
"Nggak apa apa, yang penting kami tekun menjalani bisnis mu, lama lama pasti akan menjadi besar." ucap nyonya Lastri memberi semangat kepada sang menantu.
"Dia Desainer mama, dan yang membuat buruk K&R itu butik menantu mama." ujar Rangga penuh kebanggaan.
"Apa.... Jadi kamu yang punya butik K&R itu, astaga, akhirnya mama bisa ketemu sama desainer dan pemilik butik K&R itu, butik yang sangat di gilai oleh teman teman mama, yang selalu heboh setiap K&R launching produk terbaru, teman teman mama pasti berburu ke sana, bahkan butik itu tidak hanya membuat model untuk kawula muda, tapi untuk seusia kami juga di sedikan, modelnya sederhana tapi elegan, dan dengar dengar kalian juga akan mengeluarkan produk terbaru ya, sekarang juga ada pakaian laki laki juga? " nyonya Lastri terus mengoceh penuh semangat tentang butik kesukaannya itu.
Bersambung.....
nah gt dong damai itu kan indah😍
semangat💪