NovelToon NovelToon
Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Status: sedang berlangsung
Genre:MLBB / Cinta pada Pandangan Pertama / Trauma masa lalu / Diam-Diam Cinta / Game
Popularitas:700
Nilai: 5
Nama Author: DUOELFA

Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA

Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH

Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.

Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.

"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Itu saja. Itu janjiku padamu."

Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?

Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Saat istirahat, Xeline menutupi wajah dengan kerudung yamg tengah dikenakan olehnya. Ia terlelap dalam tidur dibalik kerudung tersebut. Bhima melihat Xeline dari bangkunya.

"Xel, mulai saat ini aku akan lebih memperhatikan kamu. Setelah mendengar kabar tentangmu yang mengalami sesak nafas pada malam hari, membuatku semakin ingin menjagamu," batin Bhima.

Lelaki itu berjalan keluar kelas menuju ke arah kantin. Di sana ia mengambil air mineral, sebungkus roti dan sebungkus nasi ayam geprek kesukaan Xeline. Arga yang bertemu dengan Bhima di kantin sedikit heran dengan apa yang dibeli oleh sahabatnya tersebut.

"Beli buat siapa Bhim?"Selidik Arga.

"Xeline. Kelihatannya dia sedang sakit," Jelas Bhima.

"Yakin dia mau menerima pemberianmu?" tanya Arga meragukan Bhima

"Ya jelas nggak yakinlah. Kayak nggak tahu Xeline kayak gimana? Sesusah apapun, apa pernah dia yang mau dibantu. Aku saja kayak polisi patroli setiap hari lihat postingan status WA milik ibunya, apa pernah ada mereka meminta bantuan? Nggak pernah. Cuma status biasa khas seorang ibu rumah tangga. Aku hanya sekedar tanya pada Xeline. Apa kamu ada masalah dan jawabannya selalu kayak template. Aku nggak punya masalah."

Arga tersenyum menatap Bhima yang sedikit cerewet bila berurusan dengan pacarnya.

"Sekarang kamu semakin bawel ya kayak mamamu saat cerewet ke aku. Persis sekali," ujar Arga.

"Ya jelaslah aku meniru Mamaku. Masa aku meniru your Mim. Ya nggak bisa."

Anggun, ketua kelas XII IPA1, tengah menghampiri Xeline yang baru saja dari kamar mandi untuk mencuci muka setelah tidur sesaat.

"Xel," sapa Anggun.

"Iya Anggun. Ada apa?" tanya Xeline.

"Besok lusa kita ada kerja kelompok buat mading di rumahku. Jangan lupa datang ya. Sebentar juga nggak apa-apa. Sore atau malam hari terserah kamu mau pilih waktu yang mana. Pilih sore atau malam hari. Atau kalau kamu mau, sore dan malam hari juga boleh."

"Aku pilih sore saja. Aku nggak boleh keluar malam sama ibuku karena ggak ada yang nganter bila datang malam hari ke rumahmu. Aku kerja kelompok besok sore sepulang sekolah ya."

"Oke. Besok kamu pulang bareng sama aku."

"Iya."

Tak lama kemudian, Bhima menghampiri Xeline ke bangkunya.

"Ini buat kamu," kata Bhima sambil meletakkan makanan di bangku Xeline. Xeline terlihat malu karena banyak pasang mata yang melihat mereka.

"Bhim, aku nggak suka seperti ini. Aku nggak mau merepotkan kamu," tolak Xeline secara halus.

"Kamu nggak merepotkanku sama sekali. Aku ingin kamu sehat."

"Aku enggak apa-apa."

"Bagiku kamu sedang tidak baik-baik saja."

Bhima menaruh makanan itu di laci bangku milik Xeline.

"Jangan lupa dimakan," bisiknya saat berada di dekat telinga Xeline.

Tapi sebelum pulang sekolah, tanpa sepengetahuan Bhima, makanan itu ditaruh Xeline di tas ransel Bhima.

Sesampainya dirumah, Bhima berganti pakaian dan menghampiri sang mama yang tengah duduk di ruang tamu.

"Maa," ucap Bhima.

"Iya sayang."

"Aku mau tanya boleh?" izin Bhima.

"Boleh sekali sayang."

"Aku suka sama seorang perempuan dan status kami telah pacaran."

"Benarkah?" mama Bhima kaget bahagia.

Bhima mengangguk.

"Kami boleh pacaran nggak maa?"

"Boleh saja kalian pacaran. Tapi tetap pacaran yang sehat, jaga batasan. Jangan terlalu berlebihan karena kalian berdua masih dalam tahap sekolah. Kalau sekolah, jangan mikir pacaran karena sekolah itu waktu untuk belajar, untuk konsentrasi pada pelajaran. Kalau mau pacaran, ya di rumah saja. Bucinnya ditinggal di rumah. Nggak usah dibawa ke sekolah. Intinya tetap fokus sekolah," jelas mama Bhima.

"Makasih ya Maa."

"Iya sayang. Mama penasaran sama pacar kamu. Mama pengen liat sayang. Pengen kenal dengan gadis yang disukai oleh anak mama," Mama Bhima penasaran.

Bhima mengeluarkan ponsel dan membuka menu galeri. ia membuka foto yang pernah dikirim oleh Xeline.

"cantik sekali anaknya. Manis juga. Pasti dia gamer juga kayak kamu," kata mama Bhima.

"Tentu maa. Aku pilih perempuan yang tipeku banget."

"Benar sekali. Pilih perempuan sesuai tipemu sayang dan setialah."

"Iya. Makasih ya maa."

"Iya sayang."

Bhima kembali ke kamar untuk menata buku pelajaran dan belajar. Saat membuka tas, ia kaget karena melihat makanan yang ia beli untuk Xeline tengah berada di dalam tasnya. Ia mengeluarkan makanan itu dan menaruhnya di atas meja.

Ia mengambil ponsel dan mengirim pesan ke Xeline.

Bhima : Xel, mengapa kamu memasukkan makanan ke tasku

Xeline sedang membalas pesan darinya.

Xeline : Aku nggak mau merepotkan kamu

Bhima : Kamu tidak merepotkanku sama sekali Please jangan punya pemikiran seperti itu

Xeline : Aku nggak papa

Bhima : Kamu bilang nggak pa pa?Tapi Kamu kelihatan sangat capek sekali. Tolong dijaga kesehatannya. Kamu mengerjakan job editingmu boleh, tapi jangan setiap hari juga kan

Xeline : Iya

Bhima : Aku takut kamu kecapekan terus sakit. Kamu juga masih perlu untuk sekolah. Kalau ada tugas, kalau bisa harus segera dikerjakan. Kalau tidur jangan terlalu malam. Nanti kamu sesak nafas seperti semalam. Kalau ada job, jangan mengerjakannya terlalu malam. Kalau kamu sampai sakit gimana?

Xeline : Iya. Kamu nggak usah khawatir

Bhima : Dengan gampangnya kamu bilang jangan khawatir ke aku. Tapi kamu ngerti nggak? Ibumu itu khawatir sama kamu. Aku lebih cemas kamu tidur terlalu malam. Jangan tidur terlalu malam please."

Xeline : Oke

Bhima : Bisa janji nggak sama aku?

Xeline : Aku nggak bisa janji Bhim

Bhima : Harus janji. Kalau ada tugas harus segera dikerjakan. Nggak boleh terlalu malam kalau mengerjakan tugas

Xeline : Iya

Bhima : Jangan iya iya aja. Harus dilakukan. Aku juga cuma mau bilang satu lagi ke kamu. Kalau butuh bantuan ke aku, jangan sungkan bilang ke aku. Masak aku terus yang harus tanya sama kamu.

Xeline : Aku takut merepotkan

Bhima : Lagu lama. Ingat. Kita itu pacaran. Bukan temanan. Kamu nggak usah takut merepotkan aku

Bhima belum bisa memejamkan mata meski jarum jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Ia mengambil ponsel dan melihat nomer Xeline. Pikir Bhima pasti yang sedang online adalah ibu Xeline. Ia mencoba mengirim pesan padanya karena ia sangat ingin tahu keadaan Xeline saat ini. Ia begitu cemas saat mengetahui keadaan Xeline kemarin dan melihat kondisinya yang tidur saat di kelas.

Bhima mengirim pesan.

Selamat malam ibu. Maaf mengganggu malam hari.Aku hanya ingin tahu keadaan Xeline saat ini. Apa Xeline sudah bisa tidur dengan nyenyak saat ini?

Mara : Selamat malam. Mas Bhima tidak mengganggu. Xeline sudah tidur dari tadi. Ia juga sudah tidak merasakan sesak nafas seperti kemarin. Mas Bhima belum tidur?

Bhima : Saya belum bisa tidur karena memikirkan Xeline bisa tidur atau tidak malam ini. Karena sudah dapat kabar dari Ibu, aku sedikit lebih tenang sekarang. Makasih bu.

Mara : Iya. Mas Bhima juga segera tidur ya. Xeline sudah tidur. Jangan dibiasakan begadang. Kamu masih remaja. Kesehatannya dijaga.

Bhima : Iya bu. Selamat malam.

Mara : Selamat malam

Mendengar kabar dari ibu Xeline, hati Bhima terasa tenang. Akhirnya ia bisa tidur malam ini.

1
MIROI
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
keren
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
Fatur
keren
Fatur: luar biasa
total 1 replies
Fatur
lanjut
MIROI
suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!