Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.
Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.
Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.
Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.
Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?
Terus ikuti jalan ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
BRAAAAKKKK!
Hampir saja Zayyan menjatuhkan semua piring, mangkuk, gelas yang ada di atas meja. Zayyan lekat memandangi Devi.
"Devi, jawab dengan jujur. Mengapa hp Dhona ada di tangan kamu?"
"Kak Zayyan, aku Dhona."
"Jangan menguji kesabaranku! Di mana Dhona!" Zayyan sedikit memaksa.
Dhona bingung bagaimana menjelaskannya. Dhona mengambil ponselnya dan berdiri meninggalkan Zayyan sendiri di restoran. Dhona kembali ke parkiran mobil depan rumah sakit.
Setelah beberapa menit kemudian, Zayyan mengejar Dhona ke parkiran mobil. Zayyan tetap bertanya di mana Dhona. Zayyan akan memberikan apa saja yang diminta Devi asalkan Zayyan bisa bertemu dengan Dhona.
Dhona masuk ke dalam mobilnya. Zayyan juga masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi depan sebelah Dhona. Zayyan terus memaksa minta bertemu dengan Dhona.
"Kak Zayyan, aku Dhona. Sudah berapa kali aku bilang aku Dhona!" Dhona mulai berteriak.
"Apa kamu operasi plastik?" Zayyan memperhatikan setiap detil wajah Devi.
"Tidak, aku tidak bisa jelasin. Tapi, aku ini Dhona," Dhona menghela napas. Dhona tidak tahu harus berbuat apa.
"Jika kamu Dhona, buktikan!" Tantang Zayyan.
"Bagaimana aku harus buktikan?"
Zayyan diam, Dhona juga diam. Zayyan memandangi Devi. Zayyan bertanya-tanya dalam hati, mengapa Devi bersikeras mengatakan dia adalah Dhona. Apa yang terjadi.
Zayyan tidak akan melepaskan Devi. Sudah lama Zayyan tidak menemukan Dhona. Devi bisa jadi petunjuk di mana Dhona.
"Katakan, alasan Dhona menikah denganku?" Zayyan tiba-tiba bertanya.
"Untuk balas dendam kepada keluargaku. Kak Zayyan bilang, hanya Kaka yang bisa melakukannya," jawab Dhona.
"Apakah balas dendammu berhasil?"
"Untuk sementara iya. Aku sudah terbebas dari fitnahan kejam keluarga. Semua orang tau, aku tidak gila. Aku juga sudah membereskan musuhku di Zero Point."
Zayyan semakin menatap Devi. Zayyan masih tidak percaya, Devi yang ada di sampingnya ini adalah Dhona. Wajahnya sungguh jauh berbeda. Mereka berdua kembali diam dan saling pandang.
Dhona mendengar suara kaca mobilnya diketuk. Belum sempat Dhona melihat siapa orang yang di luar, pintu mobil Dhona sudah dibuka dari luar. Tangan Dhona ditarik. Zayyan ikut keluar dari mobil, melihat apa yang terjadi.
Ternyata yang menarik Dhona keluar adalah Elvano. Elvano tidak lagi meminta Dhona untuk kembali bekerja. Tetapi Elvano meminta Dhona agar tidak lagi menghindarinya. Elvano bahkan melamar Dhona dengan memasangkan cincin ke jemari Dhona.
Zayyan memperhatikan jemari Dhona. Dhona melepas cincin yang diberikan Elvano. Elvano meminta Dhona menyimpannya. Cincin itu hanya simbol bahwa Elvano serius menjalin hubungan dengan Dhona.
Dhona berusaha mengembalikan cincin itu kepada Elvano. Dhona memberitahu Elvano, saat ini Alia sedang mengandung anaknya. Lebih baik cincin itu diberikan kepada Alia. Elvano harus bertanggung jawab kepada Alia.
Elvano terus saja memaksa Dhona agar bisa menjadi kekasihnya.. Zayyan berdiri di samping Dhona. Zayyan meminta Elvano agar menghormati keputusan Dhona.
"Anda siapa?" Elvano memandangi Zayyan.
"Coba kamu lihat cincin yang ada di jari manis Devi sebelah kanannya. Saya pasangannya," Zayyan mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan cincin di jari manisnya.
Mata Elvano terbelalak. Elvano melihat cincin yang dipakai Devi sama persis dengan cincin yang ada di tangan pria di samping Devi. Elvano meminta penjelasan kepada Devi.
Tidak hanya Elvano, Dhona juga sama kagetnya. Zayyan melihat cincin yang dia pakai. Cincin itu sengaja Dhona pakai agar Elvano tidak lagi mengejarnya.
"Oh, jadi Anda orangnya. Suami yang tidur dengan wanita lain," ejek Elvano.
Saat itu juga, darah Zayyan mendidih. Zayyan tidak suka disalahkan atas perbuatan yang tidak dia lakukan. Apa lagi sampai memfitnah tidur dengan wanita lain.
Zayyan memukul wajah Elvano. Elvano membalas, mereka saling pukul, hajar. Dhona berusaha menghentikan mereka. Dhona menarik lengan Zayyan dan mendorong dada Elvano.
Zayyan memasukkan Dhona ke dalam mobilnya. Zayyan juga masuk ke dalam mobil Dhona. Elvano berdiri di depan mobil berusaha menghalang-halangi mereka.
Zayyan tidak perduli. Zayyan menyalakan mesin mobil langsung tancap gas. Elvano melihat kemarahan di wajah Zayyan. Elvano segera menghindar saat Zayyan melintas cepat ke arahnya. Elvano jatuh berguling di aspal.
"Kurang ajar! AAAAAAAAAAAAA!" Elvano memegangi kakinya yang berdarah.
Zayyan terus saja menekan gas mobil. Dhona berpegangan pada hand grip mobilnya. Dhona memejamkan mata, Zayyan melarikan mobilnya seperti orang gila. Dhona pasrah jika saat ini Zayyan membawanya ke alam baka.
Zayyan masuk ke dalam sebuah halaman rumah tanpa pagar. Zayyan membuka sabuk pengamannya. Zayyan menoleh ke arah Dhona yang masih berpegangan pada hand grip sambil memejamkan mata.
Dhona merasakan hembusan napas di depan wajahnya. Dhona membuka mata. Zayyan menyeka keringat yang ada di wajahnya lembut dengan tisu.
"Hmmm, a ... aku bisa sendiri," Dhona mengambil tisu dari tangan Zayyan.
"Jelaskan, bagaimana bisa, cincin Dhona ada di jari manismu?" tunjuk Zayyan ke jari manis Dhona.
"Berapa kali sudah aku katakan. Aku ini Dhona. Wajahku saja yang berbeda."
"Benarkah?" Zayyan memandangi wajah Devi yang sama sekali bukan wajah Dhona.
"Sudah lah. Aku bukan Dhona. Aku De ...."
Zayyan langsung menutup bibir Dhona dengan bibirnya. Zayyan mulai menyesap bibir Dhona. Dhona memukul dada Zayyan agar Zayyan segera melepaskannya. Dhona hampir tidak bisa bernapas. Zayyan menahan kedua tangan Dhona dan melepaskan ciumannya.
Mereka berdua saling pandang. Mereka menstabilkan napas. Zayyan tersenyum sambil mengelus ujung bibir Dhona.
"Baru pertama kali?"
Dhona menganggukkan kepalanya. Zayyan kembali mendekatkan bibirnya. Zayyan sedikit memiringkan kepalanya. Zayyan membuka mulut Dhona dengan ujung telunjuknya.
Bibir Zayyan dengan sangat lembut bergerak di atas bibir Dhona. Zayyan perlahan memainkan lidahnya dan menjelajahi ruang di dalam mulut Dhona. Zayyan mulai candu menikmati bibir ranum milik istrinya.
Zayyan mulai tersadar. Zayyan melepaskan pagutan bibirnya. Zayyan kembali bertanya, apakah benar di balik wajah yang berbeda itu pemiliknya adalah Dhona yang dia nikahi setahun yang lalu. Dhona lagi-lagi mengangguk.
Zayyan melepaskan sabuk pengaman Dhona. Zayyan keluar dari mobil dengan sedikit berlari Zayyan membukakan pintu mobil untuk Dhona.
Zayyan menggendong Dhona ala bridal style. Zayyan membuka pintu rumahnya dengan memasukkan PIN. Zayyan langsung membawa Dhona masuk ke dalam kamarnya.
"Ka, mau ngapain?" Dhona merasa gugup.
"Sayang, aku kangen."
Zayyan perlahan merebahkan Dhona di atas tempat tidur. Zayyan membuka satu persatu kancing kemejanya. Dhona menutup mata dengan kedua tangannya.
"Kak, mau ngapain sih?" Dhona sedikit mengintip dari sela jarinya.
Zayyan membuang asal kemejanya. Zayyan memandangi wajah Dhona. Zayyan perlahan memejamkan mata. Zayyan berdoa dalam hati, semoga saja wanita yang ada di bawahnya ini adalah benar-benar istrinya.
Entah doa apa yang dibaca Zayyan, yang pasti, Devi saat itu juga keluar dari dalam tubuh Dhona. Devi yang berusaha masuk ke tubuh Dhona selalu saja terpental. Devi juga berusaha mempengaruhi Dhona agar menjauh dari Zayyan. Dhona tidak lagi mendengar suara Devi. Devi perlahan menghilang.
Zayyan kembali membuka mata. Wajah Dhona yang semula memakai wajah Devi, kini berubah kembali menjadi wajah Dhona asli. Benar-benar cantik.
"Dhona Thafana, sayang."
"Kak Zayyan sekarang percaya sama aku?" Dhona menatap Zayyan penuh kehangatan.
"Iya, ini benaran kamu, Dhona, istriku."
Zayyan tidak bisa lagi menahan kerinduan. Begitu juga dengan Dhona. Dhona tidak bisa menahan buaian dan cumbuan suaminya. Dhona terhanyut dalam suasana. Dhona mengizinkan Zayyan melakukan lebih dari sekedar ciuman.
Zayyan dan Dhona untuk pertama kalinya melakukan hubungan suami istri setelah satu tahun Dhona menghilang. Mereka tidak sadar, di luar kamar, respon vokal mereka terdengar oleh Mavisha, Haikal dan Athar.
"Bund, Pa, Kak Zayyan selingkuh," kata Athar.
"Kita tunggu sampai mereka keluar dari kamar. Papa mau minta kejelasan!" Haikal mengepalkan tangannya.
Apa yang akan terjadi?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...