NovelToon NovelToon
CINTA PEWARIS DAN GADIS YATIM PIATU

CINTA PEWARIS DAN GADIS YATIM PIATU

Status: sedang berlangsung
Genre:Rumahhantu / Sistem / Cintapertama / Romansa
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia risti

Elara Wynther, seorang gadis yatim dari pinggiran kota Firenze, tak pernah membayangkan hidupnya akan bersinggungan dengan dunia gemerlap kaum bangsawan. Hidupnya sederhana, penuh luka kehilangan, tapi hatinya tetap bersih.
Di sisi lain, Lucien Kaelmont, pewaris tunggal keluarga Kaelmont yang kaya raya, tumbuh dengan beban besar. Kehidupan mewahnya hanya terlihat indah dari luar, sementara di dalam dia merasa hampa dengan kehidupan yang sudah ditentukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia risti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Ambang Bahaya

Perjodohan antara Lucien dan Seraphina akhirnya berjalan sesuai rencana. Kini kedua keluarga hanya menunggu tanggal yang akan ditetapkan—sebuah pernikahan yang akan menyatukan generasi berikutnya dan dua wilayah besar.

Seraphina duduk di hadapan cermin. Gaun bangsawan berwarna putih membalut tubuhnya dengan anggun, menegaskan kecantikan yang sudah melekat sejak lahir.

Tak jauh darinya, seorang wanita paruh baya—ibunya—duduk dengan sikap tenang. Meski usianya tak lagi muda, pesonanya masih terpancar jelas. Pandangannya tertuju ke luar jendela, mengamati seorang gadis berambut panjang yang tampak sibuk membantu para pelayan.

“Kau tahu gadis pelayan itu, Seraphina?” tanya sang ibu tanpa mengalihkan pandangan.

“Tentu. Aku pernah mengajaknya minum bersama Lucien,” jawab Seraphina ringan.

“Benarkah?” Ibu itu akhirnya menoleh. “Kau tidak takut pada kecantikannya?”

Seraphina tersenyum tipis. Sejak awal ia menyadari daya tarik Elara adalah kecantikannya yang alami, sulit diabaikan.

“Maksud Ibu… ini tentang Lucien?” Seraphina bertanya, langsung menangkap arah pembicaraan itu.

“Apa lagi?Jika Lucien sampai terpikat padanya, bagaimana denganmu? Bagaimana dengan nasib keluarga kita?” suara ibunya terdengar khawatir

Sebagai satu-satunya putri keluarga Aldenor, tanggung jawab itu sepenuhnya berada di pundak Seraphina—menyatukan dua wilayah demi kejayaan keluarga.

Namun Elara bukan ancaman baginya.

“Tenang saja, Ibu. Lucien tidak akan menyia-nyiakan kesempatan sebesar ini. Bukankah kedua keluarga sama-sama membutuhkan penyatuan ini?” Ucap Seraphina tenang menatap pantulan dirinya dicermin.

***

Di tempat lain, Elara berjalan pulang menuju pondok kecilnya. Sepanjang jalan, senyum tak lepas dari wajahnya, menikmati kicauan burung yang bersahutan.

Namun langkahnya terhenti ketika melihat seekor burung kecil tergeletak tak berdaya di tanah.

Elara berjongkok, mengangkat burung itu dengan hati-hati. Sayapnya terluka. Dengan pengetahuan seadanya, Elara membersihkan luka tersebut, lalu memanjat pohon untuk meletakkannya kembali di dahan.

Tiba-tiba—

Krek!

Dahan itu patah.

“Eh—Astaga!” Elara hampir terjatuh. Tangannya dengan refleks meraih dahan lain. Tubuhnya kini menggantung di udara.

“Bagaimana aku turun…” gumamnya panik.

Dari kejauhan, Lucien berjalan santai melewati area itu. Langkahnya terhenti saat mendongak dan melihat Elara tergantung di atas pohon.

“Tuan Marquis?” lirih Elara ketika menyadari keberadaannya.

“Kenapa harus sekarang… apa tidak ada orang lain saja?”

“Apa yang kau lakukan di atas sana?” tanya Lucien datar.

Dengan napas tersengal, Elara menjawab, “Menurut Anda?”

Sudut bibir Lucien terangkat tipis. “Perlu bantuan?”

Elara menghela napas. Menolak hanya akan membuatnya jatuh. Terpaksa Elara meminta tolong.

“Iya… tolong saya, Tuan.”

“Kalau begitu, panggil.”

“Hah?” Elara bingung. Tangannya mulai gemetar. “Panggil…?”

“Panggil aku.”

“Tuan Marquis—tolong!”

Dalam sekejap—

Syut!

Drap!

Lucien bergerak cepat, menangkap tubuh Elara sebelum jatuh. Tubuh mereka bertubrukan, dan tanpa sadar Lucien memeluknya terlalu erat.

Ada sesuatu yang mengalir di dalam dirinya—sesuatu yang sulit ia kendalikan.

“El—lepaskan!” Elara meronta.

Namun pelukan itu justru mengencang.

“TUAN! LEPASKAN!”

Lucien tersentak. Dia segera melepaskan Elara.

“Apa yang Anda lakukan?!” Elara marah.

Lucien menatapnya tajam, wajahnya kembali datar.

“Menurutmu?”

“Kau barusan hampir—” Elara menghentikan ucapannya. Dia tidak bisa bicara sembarang, apalagi dia adalah Marquis. Pemilik wilayah ini.

“Apa kau tidak tahu cara berterima kasih?” Lucien berkata dingin.

“Apa maksud Anda?”

“Aku menyelamatkanmu. Tapi kau malah membentakku.”

Elara tertawa pahit. “Sudahlah. Lupakan.”

Gadis itu berbalik hendak pergi, namun pergelangan tangannya tiba-tiba ditarik.

Lucien menatapnya. Perasaan dalam dadanya bercampur aduk.

Sial. Tatapan mata itu… aku bisa gila.

“Apa lagi yang Anda inginkan?”

Lucien menarik napas pelan. “Tanganku terluka. Kau harus bertanggung jawab.”

Lucien menunjukkan lengan bajunya yang berlumuran darah.

Elara terdiam. Benturan tadi pasti penyebabnya.

“Apa Anda ingin aku menggantinya dengan nyawaku?”

“Aku tidak sekejam itu. Ikut denganku.” Ucapan yang langsung berjalan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!