Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Pengakuan di Bawah Rembulan dan Jejak Musuh Lama
Malam itu, perpustakaan sayap barat terasa sangat sunyi. Bau kertas tua dan kayu cendana memenuhi ruangan. Shen Long baru saja hendak menyentuh segel energi pada buku misterius itu ketika ia mendengar langkah kaki terburu-buru di belakangnya.
"Long..."
Shen Long berbalik. Di sana berdiri Mu Rong. Napasnya tidak teratur, dan matanya berkaca-kaca di bawah sinar bulan yang masuk melalui jendela tinggi. Tidak ada pedang di tangannya, hanya sebuah keberanian yang rapuh.
"Nona? Mengapa Anda di sini?" tanya Shen Long, kembali ke mode pelayannya yang sopan.
Mu Rong melangkah maju, tangannya gemetar saat ia menggenggam tangan Shen Long. "Cukup, Long. Jangan panggil aku Nona lagi. Aku tahu kau menyembunyikan kekuatanmu, aku tahu kau bukan orang biasa. Tapi aku tidak peduli... hatiku tidak bisa berbohong lagi."
Mu Rong menatap langsung ke mata merah kecokelatan milik Shen Long. "Aku mencintaimu, Long. Sejak kau menyelamatkanku di hutan, sejak kau membantuku memahami pedang... aku tidak ingin kau hanya menjadi bayanganku. Tetaplah di sisiku, bukan sebagai pelayan, tapi sebagai pasanganku."
Shen Long terpaku. Di kepalanya, jutaan skenario manipulasi yang sudah ia rancang tiba-tiba macet. Sebagai Kaisar Iblis yang telah hidup jutaan tahun, cinta adalah alat, bukan beban. Namun, ingatan tentang Lin Er yang tewas demi melindunginya melintas sejenak. Mu Rong, meski awalnya adalah alat baginya, telah memberikan bantuan tulus yang memuluskan jalannya di Alam Kedua ini.
Aku tidak bisa membunuhnya, tapi aku tidak bisa mencintainya, batin Shen Long bergejolak. Rasa bersalah yang asing menusuk dadanya. "Mu Rong... aku..."
Sebelum Shen Long bisa menjawab dengan kebohongan lain, sebuah getaran energi yang sangat dingin meledak dari lantai atas perpustakaan.
DEG!
Jantung Shen Long berdegup kencang. Ia mengenali aura ini. Aura yang menusuk, penuh dengan kesombongan "suci" yang memuakkan. Ini adalah energi dari Ras Dewa, tepatnya salah satu dari tiga jenderal yang membantu Yuan menyegelnya dulu—Jenderal Lei Zu.
"Aura ini..." gumam Shen Long, suaranya berubah menjadi dingin dan berat, membuat Mu Rong tersentak mundur karena ketakutan.
"Ada apa, Long? Wajahmu..." Mu Rong merasa pria di depannya tiba-tiba berubah menjadi sosok yang sangat asing dan mengerikan.
Shen Long melepaskan tangan Mu Rong dengan lembut namun tegas. "Mu Rong, kau harus pergi dari sini sekarang. Ada sesuatu yang sangat berbahaya di dalam sekte ini. Sesuatu yang bahkan kau pun tidak bisa bayangkan."
"Apa maksudmu? Aku tidak akan meninggalkanmu!" seru Mu Rong.
Shen Long menatap buku tua yang tadi hendak ia buka. Segel pada buku itu kini berpendar terang, bereaksi terhadap kehadiran energi Lei Zu di atas sana. Shen Long menyadari satu kenyataan pahit: Sekte Pedang Langit bukanlah sekte biasa. Ini adalah tempat persembunyian atau mungkin markas pemulihan bagi para Dewa yang terluka setelah perang besar di Alam Pertama.
"Dengarkan aku," Shen Long memegang bahu Mu Rong, menatapnya dengan intensitas yang tak terbantahkan. "Jika kau benar-benar mencintaiku, pergilah ke paviliunmu dan jangan keluar sampai pagi. Aku memiliki urusan yang harus diselesaikan. Jika aku tidak kembali... lupakan aku."
Tanpa menunggu jawaban, Shen Long menjentikkan jarinya, melepaskan sedikit energi Jiwa Sejati yang tersisa untuk membuat Mu Rong jatuh tertidur seketika. Ia menangkap tubuh gadis itu dan meletakkannya dengan lembut di kursi perpustakaan.
"Maafkan aku, Mu Rong. Hatiku sudah mati bersama Lin Er. Namun, aku berjanji akan menghancurkan siapa pun yang mengancam tempat ini... karena kau ada di sini." bisik Shen Long.
Wajah naif pelayan itu menghilang sepenuhnya. Aura hitam yang tipis mulai menyelimuti tubuhnya. Shen Long menatap ke arah langit-langit, menembus dinding-dinding kayu menuju ruangan rahasia di puncak perpustakaan.
"Lei Zu... kau bersembunyi di alam rendah ini seperti tikus?"
Shen Long melesat ke atas, tidak lagi melalui tangga, melainkan menembus ruang dengan teknik Langkah Bayangan. Di ruangan tersembunyi itu, ia melihat seorang pria paruh baya berjubah emas sedang duduk bermeditasi di atas kolam esensi Qi. Pria itu membuka matanya, dan petir kecil menyambar di sekitar pupilnya.
"Aura iblis ini... tidak mungkin," geram Lei Zu sambil berdiri. "Kau seharusnya sudah hancur bersama planet itu, Shen Long!"
Shen Long menyeringai, mengeluarkan pedang Pembantai Surga yang masih berukuran kecil karena menyesuaikan raga fananya. "Sayangnya, neraka pun menolakku karena mereka takut aku akan menggulingkan takhtanya."
Lei Zu tertawa keras, memanggil tombak petirnya. "Kau hanyalah sisa jiwa dalam raga sampah! Di Alam Kedua ini, kaulah yang akan benar-benar tamat!"
Di saat yang sama, di luar perpustakaan, lonceng peringatan sekte berbunyi keras. Seluruh murid dan tetua terbangun karena merasakan tekanan energi dewa dan iblis yang bertabrakan.