NovelToon NovelToon
Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:10
Nilai: 5
Nama Author: Nevera

Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.

Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.

Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.

Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"CUT!"

"Semuanya, kita break terlebih dahulu," Ujar sang sutradara kepada seluruh crew dan juga para pemain.

Suasana di lokasi syuting video klip lagu terbaru milik Keyvandi itu begitu ramai. Lagu dengan tema patah hati itu nantinya akan didedikasikan untuk kaum patah hati yang baru saja putus cinta ataupun bagi yang galau karena udah ditinggalin duluan meski belum sempat jadian.

"Orion Key."

Keyvandi menoleh pada sumber suara, seorang gadis dengan rambut panjang kecoklatan itu tersenyum menghampirinya.

"Renata?"

Ya, itu adalah Renata, gadis yang sempat melakukan syuting bersama sebuah mini drama yang Keyvandi mainkan.

Renata tersenyum kemudian duduk di samping Keyvandi. "Rion, kebetulan kau ada di sini dan aku sedang melakukan syuying film di sekitar sini, jadi karena aku merasa kesepian, akhirnya aku memilih untuk menghampirimu."

Helaan napas pelan terdengar jelas, Keyvandi kemudian tersenyum tipis. "Emb, kau seharusnya tidak perlu kemari, lagipula kau pasti sibuk. Aku juga sebentar lagi akan pulang."

Lirikan Renata tertuju pada tangan Keyvandi yang ada di depan tubuh lelaki itu. Renata mengelus lembut tangan Keyvandi yang membuat sang empunya terkejut.

"Eh, apa yang kau lakukan?"

"Oh maaf Rion, aku hanya ingin menenangkanmu, maksudnya tidak apa-apa jika aku kemari, aku tidak terlalu sibuk. Berapa Scene lagi yang akan kau lakukan nanti?"

"Mungkin 2 Scene lagi."

Renata menganggukkan kepalanya, "Tidak banyak, nanti aku akan mengajakmu untuk makan siang bersama, apa kau mau?" Tanya Renata.

Keyvandi tampak berpikir, lelaki itu sebenarnya sama sekali tidak nyaman dengan kehadiran Renata. Ditambah lagi sekarang Despina beluk juga ditemukan. Pikiranmya benar-benar sangat kalut.

"Rion ada jadwal bertemu dengan klien setelah syuting."

Itu bukan Keyvandi yang berbicara, tapi Lia, assisten sekaligus manajer dari Keyvandi itu tiba-tiba saja sudah berdiri di dekat tempat Keyvandi dan Renata duduk.

"Oh benarkah? Tapi kan hanya makan siang bersama saja, seharusnya tidak masalah bukan?"

Lia menggelengkan kepalanya, gadis berambut pendek itu memasang wajah datarnya, "Klien Rion mengajaknya untuk makan siang bersama di kantornya, jadi tetap tidak bisa."

Wajah kecewa tampak tergambar jelas dan wajah Renata, gadis itu memasang wajah sedihnya. "Kalau begitu aku kembali ke lokasi syuting saja, mungkin lain kali kita bisa makan bersama, maafkan aku Orion karena menggangumu."

"Tida...."

"Iya, lain kali mungkin kau jangan mengganggu Orion lagi, karena ia sangat sibuk."

Akhirnya Renata berpamitan pada Keyvandi dan beranjak dari lokasi syuting lelaki itu.

Setelah kepergian Renata, Lia tertawa terbahak-bahak, gadis itu rasanya puas sekali karena telah berhadi membuat Renata tidak dapat berkutik.

"Kau ini jahat sekali."

Lea terkekeh, "Biarkan saja, aku tau itu hanyalah modusnya saja, aku tau bagaimana seorang wanita tertarik pada seorang pria."

"Haish, terserah kau saja, sepertinya kau memang cocok jadi pengamat dunia percintaan," Uajr Keyvandi, kemudian lelaki itu beranjak dari sana.

"Huh, dia saja yang tidak peka."

***

Despina hanya termenung di kamar dalam rumah Reza. Gadis itu seperti mayat hidup sekarang, kulit putihnya itu terlihat sangat pucat. Selain itu, tidak ada senyuman yang terukir di bibirnya.

Ceklek

Pintu kamar terbuka, namun suara itu tidak membuat tensi Despina teralihkan sedikitpun, wanita itu justru hanya diam memandang keluar jendela.

"Baby, kau benar-benar sangat cantik." Reza duduk dipinggiran kasur yang Despina tempati. Lelaki itu mengelus pipi mulus Despina perlahan, ia begitu bergairah setiap kali dekat dengan gadis itu.

Despina yang merasa risih itupun menepis tangan Reza, ia memandang Reza dengan jijik. "Kau ini, menjijikkan sekali."

Mendengar ucapan Despina itu membuat Reza memandang gadis itu marah. Reza mencengkram dagu Despina, kemudian lelaki itu mencium kasar gadis itu sehingga membuat Despina memberontak.

"Mulutmu ini memang harus diberikan banyak pelajaran agar tidak bersikap kurang ajar."

Despina hanya bisa menangia ketika Reza menyakitinya ataupun menyentuhnya. Perih itu sama sekali tidak ia rasakan.

"Lepaskan aku, aku mohon."

"Cih, siapa yang akan melepaskanmu? Kau harus menjadi milikku seutuhnya Despina, camkan itu baik-baik."

Airmata gadis itu semakin mengalir deras. Ia menggelengkan kepalanya, "Aku tidak mau, aku tidak akan sudi."

Reza tertawa kencang, tawa lelaki itu pasti bisa membuat siapa saja bergidik mendengarnya. "Terserah kau mau atau tidak, kau sudi atau tidak yang pasti aku akan tetap menjadikanmu milikku entah itu dengan atau tanpa persetujuanmu."

Reza mengecup bibir Despina, kemudian ia melumatnya sedikit, sebelum akhirnya lelaki itu keluar dari kamar Despina.

Despina masih bertahan dengan tangisannya, "Aku benar-benar menjijikkan, aku tidak ingin hidup, aku tidak ingin berada di sini, aku tidak ingin bersama lelaki sepertinya, aku tidak ingin."

Pikiran Despina benar-benar kacau, gadis itu terdiam, ia menatap ke arah meja rias, ia berjalan kesana, mengambil gunting yang ada di atas meja itu.

"Sepertinya jika aku pergi selamanya, penderitaanku juga akan berakhir," Gunam gadis itu.

Entah keberanian darimana, Despina melakukan hal yang sangat Tuhan benci itu, sesuatu mengalir dari luka yang diciptakan oleh gunting tadi. Perlahan namun pasti, pandangan Despina mulai mengabur, gadis itu jatuh terduduk sampai akhirnya terbaring di lantai kamar. "Selamat tinggal," Ucapnya lirih bersamaan dengan kesadarannya yang mulai menghilang.

***

Disisi lain, Keyvandi seperti merasakan sakit di dadanya, entahlah, lelaki itu merasa jika ada sesuatu yang menusuk di dadanya, lelajinitu merasakan sesak, ia dari tadi memegang dadanya terus menerus. Kebetulan saat ini Keyvandi sedang berada di kantor sebuah brand produk yang akan ia bintangi iklannya nanti. Keyvandi memang mendapat tawaran menjadi bintang iklan sekaligus brand ambassador dari produk itu.

"Orion Key, akhirnya kami dapat bertemu denganmu."

Keyvandi tersenyum, lelaki itu berdiri dan menjabat tangan sang klien.

"Silahkan duduk Orion, dan Nona...." Lelaki itu tampak ragu menyebutkan nama Lia yang saat itu berada di samping Keyvandi.

"Lia."

"Oh ya, Nona Lia, maaf saya lupa, padahal saat itu saya yang menghubungi anda."

Lia tersenyum menanggapi ucapan lelaki itu, "Tidak masalah Tuan, lagipula saya hanya orang biasa, bukan seorang bintang," Ujar Lia diakhiri dengan kekehan gadis itu.

"Anda bisa saja Nona."

"Oh ya, perkenalkan dulu ini adalah Tuan Roy, dia adalah pemilik saham terbesar di perusahaan ini, dan dia juga yang akan membiayai seluruh biaya syuting produk dan juga Fee untuk Orion dan artis lainnya."

Keyvandi menganggukkan kepalanya, kemudian ia tersenyum, "Perkenalkan saya Orion Key, senang bisa bertemu dengan anda Tuan Roy."

"Ya Orion Key, senang juga bertemu dengan anda."

Kemudian mereka semua langsung membicarakan mengenai projek yang akan mereka lakukan, pembicaraan itu tampak sangat serius.

"Okay, berarti kita akan mempersiapkan semuanya mulai dari sekarang, dan syuting akan di mulai sebulan lagi."

Keyvandi menganggukkan kepalanya mengerti, "Tapi siapa nanti yang akan menjadi bintang iklan wanitanya?"

"Nanti kau juga akan gau sendiri."

.

.

.

TBC

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!