DON'T PLAGIAT 😡😡
BUAT OKNUM YANG SUKA NGE-COPY KARYA ORANG LAIN AUTHOR CUMA MAU BILANG "INSAFLAH SEBELUM KARMA MENGHAMPIRI". GAK MAU KAN DIKENAKAN PASAL MENJIPLAK HAK CIPTA DAN HAK MILIK ORANG LAIN?
PUNYA OTAK DIPAKE DONG UNTUK BUAT ALUR NOVEL YANG BEDA DARI YANG LAIN. BUKAN MALAH DI PAKE BUAT MIKIRIN CARA NGE-JIPLAK PUNYA ORANG. SENENG BANGET NYOLONG 🙂 .
Author mewakili isi hati teman-teman Author yang karyanya kena jiplak 😒😴🤪😂
--------------------------------------------------------------------
Tujuan utama menikah bukan hanya memiliki keturunan, namun menyempurnakan keinginan kecil seorang wanita dalam hubungan pernikahan.
---------------------------------------------------------------------
“Semuanya terasa baik-baik saja, sampai pada akhirnya dia berubah....”
Kisah ini hanya cerita fiksi belaka dan imajinasi author sendiri :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Safika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SCA 22
Hari ini adalah hari pernikahan antara Aisyah dan juga Bram. Begitu banyak para tamu undangan yang hadir pada acara pernikahan tersebut. Mulai dari para kolega bisnis Bram, sahabat-sahabat Aisyah, dan juga sanak saudara dari pihak Bram.
Akhir-akhir ini sikap Bram agak berubah terhadap Aisyah. Entah apa yang membuat Bram seperti itu. Aisyah hanya bisa berprasangka bahwa mungkin Bram tengah pusing mengurus segala persiapan pernikahan yang sangat menguras tenaga itu.
Seluruh para tamu undangan telah duduk dengan menerapkan protokol keamanan sesuai anjuran pemerintah.
Pernikahan antara Bram dan juga Aisyah diselenggarakan di sebuah hotel bintang 5 yang berada di kota Jakarta dengan kapasitas 100 orang karena masa pandemi virus corona.
Tak lupa pula para pengawal yang stand by di pintu masuk dan disetiap sudut ruangan untuk memantau kegiatan acara tersebut agar berjalan dengan lancar.
Bram saat ini memakai kemeja putih yang di padupadankan dengan jas berwarna abu-abu lengkap dengan dasi motif kotak-kotak. Sedangkan keluarga Bram menggunakan dress code berwarna biru muda.
(Pakaian Yang Digunakan Bram)
"Apa pernikahannya sudah bisa dimulai? " Tanya seorang pria paruh baya yang diperkirakan berusia 51 tahun yang tak lain adalah pak penghulu pihak KUA.
"Tunggu sebentar Pak, saya akan memanggil mempelai wanita nya. " Kata Bu Sarah kemudian berjalan menuju ke ruangan Aisyah di rias.
Sedangkan disisi lain Aisyah tengah berada di salah satu ruangan bersama Nindy dan beberapa perias MUA.
"Aisyah, diam aja dari tadi. Kenapa? " Tanya Nindy kepada Aisyah karena sedari tadi Aisyah hanya diam dan tak berkomentar apapun.
"Enn... Gak apa-apa kok, aku cuma nervous aja. " Elak Aisyah.
Mas Bram kok akhir-akhir ini sikapnya berubah ya? Pertanyaan itu selalu terngiang di kepala Aisyah namun ia hanya menyimpannya sendiri.
Mengetahui alasan keterdiaman Aisyah membuat Nindy tertawa geli.
"Hehehe... Kalau itu mah udah biasa kali Syah. Kan biasanya mempelai wanita kadang nervous pas udah hari H. " Aisyah hanya membalasnya dengan senyum kecil.
"Udah selesai belum Mbak make-up nya? " Tanya Aisyah kepada pelayan MUA.
"Hampir selesai Nona."
"Wahh!!! Nona sangatlah cantik. Bahkan saya sampai pangling melihat kecantikan Nona. " Puji penata rias.
Merasa dipuji sedemikian rupa membuat Aisyah tersenyum malu.
"Mbak bisa aja, kan setiap perempuan kalau di make-up In Syaa Allah pasti cantik hehe... " Kata Aisyah.
Saat tengah asik berbincang tiba-tiba kegiatan mereka terhenti karena terdengar sebuah ketukan pintu.
Tokk.. Tok... Tok...
"Ehh... Tunggu bentar aku bukain pintu dulu. " Pamit Nindy dan melangkah mendekat untuk membuka pintu.
Ceklekk.....
"Tante Sarah!!! Ayo masuk dulu Tan... " Kata Nindy mempersilahkan.
Bu Sarah pun masuk melangkah kedalam ruangan tersebut dan tatapannya fokus kepada seorang wanita berpakaian kebaya berwarna putih lengkap dengan riasan mahkota di kepalanya.
(Pakaian Yang Digunakan Aisyah)
"Maa Syaa Allah... Kamu cantik sekali Nak. " Puji Bu Sarah kepada Aisyah.
Aisyah pun lantas berdiri setelah mengetahui bahwa yang mengetuk pintu tadi adalah calon mertuanya.
"Ayo kita segera turun. Acara ijab qobul nya akan segera dimulai. " Kata Bu Sarah kemudian menuntun Aisyah ketempat penyelenggaraan akad nikah dengan Nindy disisi kanan Aisyah dan Bu Sarah disisi kirinya.
Aisyah POV On
Sungguh ini adalah momen yang sangat mendebarkan untukku. Hari ini adalah hari dimana perjalanan hidupku dalam menempuh bahterah rumah tangga akan dimulai.
Namun sayang dihari pernikahanku yang seharusnya ada Ayahku yang menjadi wali nikahku, ada Bunda yang menjadi pengiringku saat melangkah sebelum ijab qobul, itu semua hanyalah angan semata.
Sudahlah, aku seharusnya tak mengeluh seperti ini. Ini semua adalah takdir dan ketetepan Allah yang tak dapat aku pungkiri. Setidaknya masih ada Nindy dan Mbok Iyem sebagai pengganti keluargaku.
Sebelum hari pernikahan, entah mengapa aku merasa Mas Bram menjaga jarak denganku. Tatapannya tak seteduh biasanya, melainkan tatapan tajam yang terarah kepadaku.
Tapi aku tak ingin berburuk sangka kepada Mas Bram. Mungkin ia ada masalah di kantor atau ada hal lain.
Perlahan aku mendekat ke pelaminan ditemani oleh Nindy dan juga calon Ibu mertuaku. Dapat kulihat seorang pria tampan dengan balutan jas berwarna abu-abu menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan. Tiba-tiba muncul perasaan tak enak di hatiku ini.
Sesampainya disana, aku didudukkan di samping Mas Bram dan terdapat meja yang membatasi antara kami berdua dengan seorang pria paruh baya yang ku rasa Bapak penghulu.
"Apakah pernikahan ini sudah bisa kita mulai? " Kata Pak penghulu yang bernama Bapak Sugim sambil menatap ke Mas Bram dan dibalas anggukan darinya.
Pak Sugim pun lantas mulai melantunkan ayat-ayat suci sebelum pernikahan dimulai yang memakan waktu kurang lebih 10 menit.
Setelahnya, kulihat Mas Bram mulai menjabat tangan Pak penghulu dilapisi sarung tangan karena peraturan pemerintah lalu Pak penghulu pun mulai mengucapkan ijab qobulnya.
"Saudara Bram Dirgantara, Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri Alm. Abdul Rahman yaitu Aisyah Humairah dengan mahar berupa seperangkat alat sholat, uang 500 juta dan satu set perhiasan dibayar TUNAI!!! " Kata Pak Sugim dengan nada rentanya namun masih bisa ku dengar.
Mas Bram tak lantas menjawab, tetapi ia menatap sejenak ke arahku. Mengapa ada tatapan ragu di mata Mas Bram? Ada apa sebenarnya?
Kemudian Pak Sugim mengulangi kembali perkatannya tadi.
"Saya ulangi sekali lagi. Saudara Bram Dirgantara, Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri Alm. Abdul Rahman yaitu Aisyah Humairah dengan mahar berupa seperangkat alat sholat, uang 500 juta dan satu set perhiasan dibayar TUNAI!!!"
Mungkin karena Mas Bram tak tega dengan tatapan sendu ku sehingga Mas Bram mulai menarik nafas dan mengucapkannya dengan suara lantang.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah Humairah , putri Alm. Abdul Rahman dengan mahar tersebut dibayar TUNAI!!!! "
"Bagaimana para saksi? SAH? " Tanya Pak Sugim sambil menoleh.
Terdengar orang-orang serempak mengucapkan kalimat SAH dan air mataku pun jatuh berlinang. Ada perasaan sedih, bahagia, kecewa, dan huhff entahlah. Semuanya bercampur menjadi satu. Ku harap ini adalah awal kebahagiaanku dimulai.
Aisyah POV Off
Bram pun menoleh ke arah Aisyah dan kemudian memasangkan cincin kawin di jari manis kirinya begitupun sebaliknya.
Setelahnya, Bram pun mencium dahi Aisyah dan Aisyah pun menyalim takzim punggung tangan suaminya kini.
"Selamat yah Nak. Semoga kalian menjadi keluarga yang Sakinnah, Mawaddah, dan Warrahmah kelak. " Kata Bu Sarah kepada anak dan menantunya.
.
.
.
.
.
.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh para Readers. Sorry yah untuk Part ini Author buatnya agak pendek dikit. Maklumlah lagi ga mood ngetik.
Readers : Kok langsung part 22 sih Thor? Part 21 nya mana?
Author : Nah buat part 21 entar belakangan. Hmm kayak misteri part yang hilang gitu. Haha... biar kalian semua pada penasaran peristiwa apa yang terjadi pada part 21.
Readers : Okrlah Thor. Tapi jangan lama-lama UP nya.
Author : Bisa diatur itu mah, yang penting kalian semua like, dan vote.
Jangan lupa like, komen, vote, dan favorit agar kalian ga ketinggalan info berikutnya.
Nah jangan lupa juga buat baca Novel Author lainnya yang dijamin kalian pasti suka.
미안해
#Queenbe