NovelToon NovelToon
Cinta Posesif Arlan

Cinta Posesif Arlan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dark Romance / Posesif
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Voyager

"Jangan pernah berpikir untuk melangkah keluar dari bayanganku, Mika. Karena sedetik saja kamu menghilang, aku akan pastikan dunia ini mencarimu dengan cara yang tidak akan pernah kamu lupakan."

Mikaela siswi SMA cantik dari keluarga yang biasa. Suatu malam mengubah segalanya. Menyaksikan dan bertemu dengan Arlan Gavriel—pria berkuasa di Kota Glazy, menghabisi nyawa seseorang dan membuatnya menjadi tawanan yang harus dimiliki Arlan sepenuhnya. Terjebak dalam keadaan yang tidak menguntungkan, perlahan ada rasa tumbuh di benak Mika setelah mengetahui sisi lain dari Arlan. Arlan adalah monster berdarah dingin, tapi juga penyelamat bagi Mika.

Ada apa dengan Mika dan Arlan? Kenapa Arlan membuatnya sebagai Tawanan? Apakah hanya karena melihat kejadian malam itu? Atau ada sesuatu yang harus Mika bayar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Voyager, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesona

"Tuan jangan pedulikan aku, cepat pergi sebelum pengawal lainnya datang!"

Tanpa peduli resiko, Arlan menuntun Asistennya masuk ke dalam mobil dan mereka pergi.

Sesampainya dirumah sakit Asisten mendapatkan penanganan. Operasi dilakukan. Tak lama kemudian, Mika dan Dokter Hendra datang.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Arlan cemas.

"Tuan Arlan, Pak Asisten gimana?"

Arlan langsung menatap Hendra. Hendra pun meringis ketakutan. "Tuan, Nona Mika memaksa aku untuk bicara! Bahkan dia mau ke sini!"

"Hmm—" Arlan hanya berdaham. Ia memeriksa Mika dari ujung kaki hingga kepala.

"Tuan, aku baik-baik aja. Maaf uda mengkhawatirkanmu," ujar Mika, sambil memeluk.

Saat bersamaan, ruang operasi terbuka. Asisten sudah dalam keadaan stabil dan dipindahkan ke ruang rawat inap.

"Istirahat dulu untuk beberapa hari ini! Aku akan menangani semuanya dengan yang lain!" kata Arlan tegas.

"Tapi Tuan—"

"Udah Pak Asisten, jangan khawatir Tuan Arlan jago dalam eksekusi orang!" bisiknya sambil tertawa.

Tuk!

Arlan mengetuk kepala Mika. "Hei, uda bosan hidup?!"

Mika langsung menggelengkan kepala. Ekspresinya ditekuk sedemikian rupa.

"Udah, ayo pulang!"

Ditenteng kerah baju Mika, seperti kucing yang terhimpit keadaan.

"Bye-bye Pak Asisten, besok aku ke sini lagi!"

Mereka pun sampai di apartemen. Mika terus mengintil di belakang Arlan.

"Hentikan pergerakanmu!" kata Arlan risih. "Pelayan!" teriaknya. "Urus Mika, kalau dia butuh apa pun."

"Baik, Tuan."

Ekspresi Mika begitu imut. Arlan berusaha memalingkan wajahnya. Ketika ingin menjauhi Mika. Tiba-tiba Mika memanggil namanya.

"Hei, apa lagi?!" Ia membalikkan tubuhnya. Ternyata, yang dia panggil adalah kucing yang selama ini dicarinya.

"Arlan, kamu ke mana aja, sih!" ucap Mika pada kucing tersebut.

"What? Ar—Arlan?" Arlan terkejut.

Mika langsung melirik ke kanan dan ke kiri. Ia menyeringai tipis, menunjukkan gigi putihnya.

"Ka—kamu kasih nama kucing itu ... Arlan?!" Nada Arlan semakin tinggi.

Mika perlahan menjauh. Ia langsung mengambil langkah seribu. "Maafkan aku!" teriaknya sambil ngacir.

"Mika!" teriak Arlan. Ia benar-benar kehabisan akal untuk menghadapi anak kecil seperti Mika. "Sejak kapan kucing itu ada di sini?!"

Semua pelayan saling pandang. "Maaf Tuan kami juga baru lihat kucing itu!" sahut salah satu pelayan.

"Aku mau besok kucing itu ngga ada di sini!" Ancam Arlan.

Pelayan gemetar. Mereka menunduk patuh. Tak lama Arlan pergi, beberapa pelayan bergosip.

"Aduh, Nona Mika cari gara-gara, nih!"

"Iya, Tuan pasti marah besar besok sama dia!"

"Sssttt, udah sana kembali bekerja! Bisa-bisa kita dipecat!" Mereka pun bubar.

Keesokan paginya, Mika bangun lebih pagi. Mengenakan waffle merah muda nya, sambil mengeringkan rambut dengan handuk.

"Arlan mana, ya?" Mika menyelusuri lorong. "Puss, Arlan."

Saat asyik mencari, tanpa sengaja, Mika tertabrak Arlan yang juga sedang mengenakan handuk.

Buk!

"Aduh!" Mata Mika jatuh pada tubuh kekar Arlan. "Wah, badannya semakin dilihat dekat, bikin aku pengen pegang! Eh, Mika apa yang kamu pikirkan, sih? Jangan, jangan ... tapi kalau diam-diam sentuh mungkin dia nggak sadar!"

Mika begitu lihainya berpikir merencanakan hal konyolnya. Namun, saat tangannya mulai merambat ke badan Arlan. Pria itu tidak tinggal diam.

Tangan Mika digenggam kuat. "Kamu pikir aku ini apa?" ucap Arlan tajam.

Kepala Mika mendongak ke atas. "Hehe, maaf!"

"Pergi!" bentak Arlan. Membuat Mika kelabakan. Sangking paniknya untuk pergi, Mika tergelincir karena ada bekas air dari rambutnya.

Buk!

Bukan hanya jatuh. Mika pun menarik handuk Arlan.

"Aaaaaaaaaaaaaaa!" Mika teriak sekencang mungkin.

Bagaimana tidak? Pria yang dihadapannya jelas-jelas tak memakai sehelai kain pun dan itu akibat dirinya.

Arlan cepat mengambil handuknya dan menutupi bagian sensitif itu. "Dasar!"

Mika pun berdiri dengan cepat. Meski kakinya terasa sakit. "Ampun ... ampun! Aku akan pergi sekarang!"

Mika kembali mengambil langka seribu.

"Kurasa ketemu dia bakal sial terus!" Arlan menggerutu.

Sementara Mika yang sudah menutup diri di kamarnya, sedang mengatur napas.

"Aduh, kenapa jantung ini?" tanyanya pada diri sendiri. "Eh, tapi tunggu sebentar—" Ia pun mengelus dagunya. Seolah lagi memikirkan sesuatu.

"Bukannya tubuh dia udah pernah aku lihat? Hehe, memang bagian mana yang belum kulihat?" kata nyeleneh Mika. "Ngapain aku teriak? Haha!" tawanya puas.

Mika pun mengganti pakaiannya. Ia mengenakan seragam sekolah. Lalu, turun untuk sarapan.

Mika dan Arlan kembali bertemu. Kaki yang pincang, menjadi perhatian mata Arlan.

"Ngapain sekolah?!" katanya gengsi.

Mika menghela napas panjang. "Tentu aja aku harus sekolah. Bentar lagi ujian akhir! Kalau aku lulus ... aku bisa masuk perusahaan dambaanku!" katanya sambil mengkhayal.

"Perusahaan apa?"

"Kenapa memangnya?" jawab Mika ketus. "Yang jelas Perusahaan design perhiasaan dan baju. Aku dengar yang punya perusahaan itu sangat-sangat bijaksana, tampan, baik hati!" puji kagum Mika pada pemilik perusahaan.

"Nggak kayak yang di depanku ini!" lirik mematikan Mika tertuju pada Arlan.

Pelayan yang mendengar itu menahan tawa.

"Apa maksudmu?!" tanya Arlan naik pitam. "Aku rasa akhir-akhir ini kamu mulai berani sama aku!" lanjutnya. "Sekarang bilang aku lebih buruk, kemarin aku tinggal aja nggak mau! Hm, bilang aja kamu itu udah tertarik sama aku!" Percaya diri Arlan semakin tinggi.

"A—aku nggak begitu, ya!" balas Mika membela diri. "Ah, udahlah! Aku pergi!" Mika pun tak berkutik dengan ucapan Arlan.

Namun, ketika langkahnya ingin cepat. Kaki yang sakit itu membuat Mika hampir terjatuh. Arlan menahan tubuh Mika dengan satu tangan.

"Tubuhmu terlalu ringan!" bisik Arlan.

Mika melirik sinis. Ia mendengus marah. Sedangkan Arlan cepat memutar balik tubuh Mika hingga duduk dipangkuannya.

"Ambilkan minyak zaitun!" perintahnya pada pelayan.

Arlan mengendong tubuh kecil Mika duduk di sofa yang lebih lebar. Mengangkat kakinya hingga berpangku pada paha Arlan.

Perlahan Arlan mengusap kaki Mika dengan minya tersebut. Diurutnya perlahan. Mika hanya sedikit meringis kesakitan.

"Jangan sekolah dulu!" kata Arlan.

"Nggak bisa, aku udah sering izin tidak sekolah. Kalau begini terus, aku bisa nggak lulus!" jawabnya.

Arlan melihat wajah Mika penuh empati. "Ya, udah. Aku antar dan jemput kamu!" katanya. "Eh, tapi ini bukan apa-apa ... aku mau begini karena Asistenku masih dalam perawatan!" Alasan Arlan.

Mika tersenyum dengam curiga. "Tuan ... aku rasa—" Mika berhenti berbicara.

"Kamu rasa apa?!"

Mika tak sadar bahwa dirinya seperti terpesona dengan Arlan. Senyum di wajahnya mengartikan sesuatu yang berbeda.

"Eh. Nggak-nggak!" Ia langsung berdiri cepat. Lalu, mempercepat langkahnya menjauh dan masuk ke dalam mobil.

Arlan yang merasa heran pun mengerutkan keningnya. "Konyol!" Ia pun bergegas masuk ke dalam mobil.

Saat ingin mengendarai, Arlan tidak melihat Mika duduk di sampingnya. Melainkan, di kursi belakang mobil.

"Mika ...aku ini bukan supirmu!"

1
Moon
Haha, aku memang tampan 🤣 PD nya tinggi juga si Arlan ini
Moon
baju linger siapa anjing? 😄 💪😤Kamalia? pemain memang Arlan ini.
Voyager: Eh, mulut kau ya, perlu di peteng ini anak 😤😄
total 1 replies
Moon
ish pundungan si arlan nih. 😤 tpi aku kalau jadi arlan udh di gtukan ya ga mau bantuin sih
Moon
emang sekali" setan begni harus di bentak memang
Moon
eh iya Kamalia gimna tuh? apa dia pelaku tabrak lari itu kah kah kalau di lihat dari bab sebelumnya sepertinya bgtu. Thor gimnq tuh Kamalia wanita iblis. aiiihh pembaca kecewa nih 💪
Voyager: makanya baca aja. sabar nanti juga di bahas 😄
total 1 replies
Moon
😤 Hajar habisin!
Moon
Hmm, Mati aja lah Mika dari pada banyak yang begitukan 😤
Voyager: Eh, lu ada masalah ape bro. sini yuk ngobrol empat mata. 😄
total 1 replies
Lovetu
Emm, Menurutku alurmya kayak bikin orang kesel terus greget dan apa ya??? ya bgtu lah campur aduk kaya es campur. Cerita aku rekomendasikN banget nih. cocok para wanita yang kesel ama laki" hahaha /Drool//Facepalm/
Lovetu
Kepedean tingkat dewa 🤣
Lovetu
Thor Kenapa haris ada karekter baru.🤭 tak suka
Lovetu
mampus lah kau 😤
Lovetu
Pasukan Wibu ayo serbu bab ini 🤣😄
Voyager: Heh, jangan mcam" 😄 jngn pangil mereka ke sini ribet
total 1 replies
Lovetu
Eeeeaaaaa🤭
Lovetu
Aih nasib nasib
Lovetu
Barra anj ....
Lovetu
Bener" keluarga eek. 😤
Lovetu
Kok ada keluarga begitu, ya. apa mereka benar keluarga apa samuel benar ayh nya mika? kok bgtu
Moon
ak jdi mika langsung ku tonjok itu
Voyager: sabar bro jangan emosi ah, nggak jelas kali kau. ayo serbu yang di sebelah
total 1 replies
Moon
model!????
Moon
entah kenapa Arlan ini aku bingung sama sifatnya. lanjut Thor. apa nanti si Mika ketemu lagi dg Arlan ? soalnya Arlan itu kn sangat berkuasa! eh iya Thor sepertinya belum di Spil perlkerjaab Arlan pngen tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!