NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.

pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?

cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

“Hahaha....“Ranti tertawa kencang dengan satu tangan memegangi perutnya dan tentu saja Aruna kebingungan melihat rekan kerjanya yang tiba-tiba tertawa kencang begitu.

Beberapa saat kemudian, tawa Ranti pun reda dan kini wanita itu mulai mengangkat wajahnya dan menatap Aruna dalam. Yang di tatap menaikan sebelah alisnya.

“Run..“

“Hm..“Karena malas Aruna pun hanya berdehm saja.

“Lo, gak ngerasa aneh, apa?.“Ujar Ranti yang langsung di jawab cepat dengan gelengan kepala oleh wanita itu.

Lalu tangan Ranti pun menunjuk ke bawah dan Aruna mengikuti arah tatapan itu. Lalu wanita itu hanya bisa menahan nafas seraya memejamkan mata tatkala kedua pupil matanya berhadapan dengan sendal yang beda sebelah di kakinya. Satu berwarna pink, sandal rumahan milik Aruna dan satu sandal dengan ukuran jumbo berwarna hitam milik Arka.

Astaga.. kenapa bisa terjadi, sih? Dan kenapa Aruna tidak sadar?

Ya Tuhan, rasanya Aruna ingin menenggelamkan wajahnya ke bak mandi deh. MALU BANGET, TOLONGGG!!!!

Demgan wajah yang memerah karena malu, Aruna pun menarik lepas sebelah sandal Arka dari kakinya.

“Sandal siapa sih, Run? Kok bisa lo gak sadar sih.“Tukas Ranti di sisa-sisa tawanya. Aruna mendengus kasar, rasanya tak sudi sekali memaki sandal milik pria menyebalkan itu. Cih

“Milik tetangga nyebelin nih, Ran.“

“Kok bisa?.“

“Tadi pagi dia nyamperin gue dan ngajak ribut dan ya gitu. Gue gak sengaja pake sandal dia.“

“Ciye-ciye, ngajak ribut gak, tuh?? Hati-hati lho..“Ranti cengengesan dan menatap Aruna penuh arti, yang di tatap berdecih kecil. Iuw.. tentu saja Aruna tidak terima dirinya di ciye-ciye kan begini, apakagi dengan Arka. Tak sudi sekali.

“Enggaklah, gue gak akan ya suka sama tetangga rese itu.“

“Terus Rio gimana? Dia itu cowok ijo neon lho.“Ujar Ranti dan tiba-tiba menyelipkan nama Rio di obrolan pagi mereka__tiba-tiba Aruna merasakan perasaan bersalah karena beberapa kali melibatkan Rio di hidupnya. Yang padahal Aruna pun sama sekali tidak ada niatan membalas perasaan pria itu.

“Lo masih belum bisa ya, Run?.“Ujar Rani yang seolah paham, meski Runa tidak mengatakan apapun, Runa mengangguk lemah dan membuat Ranti menghela nafas berat.

“Kasihan lho dia.“

“Tapi mau gimana, gue gak bisa Ran.“

“Hm..“

“Maaf.“Tukas Aruna meminta maaf dan membuat kening Ranti mengeryit samar.

“Sama dia minta maaf nya. Bukan sama gue.“Kelakarnya yang membuat Aruna pun menyenggol lengannya sambil melotot.

“Jangan gila ya, Ran..“

“Hahaha. Iya-iya, gue bercanda. Yaelah sensitif amat bu..“Tukasnya santai, Aruna menggulir kedua matanya ke atas, lalu wanita itu pun memilih duduk di kursinya dengan sebelah sandal yang sudah ia lepas dari kakinya.

“Masih ada beberapa menit nih, beli sandal aja di depan gimana?.“Tukas Ranti memberi ide dan di jawab dengan anggukan cepat oleh Aruna.

Lalu kedua wanita itu pun gegas keluar dari ruangan dan menuju ke mini market yang ada tepat di depan dealer tempat mereka bekerja.

****

“Jadi bini lo pake sandal lo sebelah?.“Tanya Ari pada sahabatnya. Saat ini mereka tengah duduk santai tepat di depan bengkel dengan beberapa gorengan yang di pesan serta dua cangkir kopi hitam yang masih memgepulkan asap.

“Iya. Ck! Padahal gue udah ingetin, ehh dia masih aja pergi sambil pake sandal gue.“Ujarnya dengan tatapan menerawang, kepalanya geleng-geleng dan sudut-sudut bibirnya terangkat pula menbentuk sebuah garis samar di sana. Ari memperhatikan sang sahabat cukup dalam sekali.

“Lo udah suka sama dia, ya?.“Tukasnya yang langsung membuat Arka terbatuk hebat.

“Gila!.“Pekiknya heboh, sampai-sampai kopi yang sudah di minum pun di batukan dan alhasil membasahi baju yang di pakainya. Sialan Ari!!

“Lo sih, baju gue jadi basah..“

“Hahaha.. sorry, habisnya lho.“

“Apa?.“Tanyanya dengan melotot garang sampai Ari pun mengangkat kedua tangannya dan seolah memberikan gerakan tanda menyerah padanya.

“Udah ah, gue malas cerita sama lo kalau gini ujungnya.“Sahutnya seraya berdecak kesal, Tangan Ari merangkul bahu Arka dan segera di lepas oleh pria itu.

“Jangan ngambek dong.“

“Lo sih, niat banget kayaknya buat gue move on dari Elia.“

Ari mengangguk cepat seraya tersenyum tipis”Yaiyalah, lagian masih banyak wanita yang jauh lebih baik dari Elia. Contohnya bini lo, ya. Meski kata lo semakin menyebalkan, tapi gue lihat lo juga mulai tanda-tanda tertarik sama dia.“

“Ngarang, enggak ada, ya! Lagian dia sama gue kayak gak ada chemistry apa-apa.“Sangkalnya, padahal terbersit sedikit di hatinya, kalau Aruna cukup menarik. Terlebih dengan tingkahnya yang menbantah akhir-akhir ini. Ckck menarik wanita itu, sialan sekali. Arka mengakuinya.

“Iya deh percaya gue.“

“Harus, kalau enggak gue pecat, ya!!.“

“Ampun Ka, jangan pecat gue lah. Udah seneng lho kerja sama lo.“

“Makanya lo dukung gue.“Tukas Arka sambil tersenyum penuh kemenangan dan di balas dengusan oleh sang sahabat Ari.

“Iya-iya, gue dukung apapun mau lo.“Ujarnya seraya memberikan dua jempolnya untuk Arka. Lalu sepasang sahabat itu pun mulai membahas masalah lain, mulai dari beberapa kasus konsumen dan motornya sampai keduanya memilih bangkit dan kembali bekerja.

****

Beberapa menit setelah waktu istirahat selesai. Seperti biasa, Aruna pun me retouch ulang make-upnya, di tengah gerakan tangannya itu, tiba-tiba ponsel miliknya bergetar, dengan satu tangan Aruna pun mengangkatnya dan melihat gerangan siapa yang mengiriminya chat.

Nomor tak di kenal. Kening Aruna semakin mengeryit dalam dan wanita itu semakin merasa penasaran tentang siapa manusia yang mulai mengganggunya itu.

Jangan bilang orang-orang gabut? Kalau iya, maka tidak akan selamat dari cengkraman Aruna. Aruna bukan tipikal wanita yang suka basa basi nambah teman di kontak. Buat apa? Baginya kalau penting ya di save, kalau tidak di blokir. Hidupnya terlalu berharga untuk tidak mementingkan orang-orang gabut..hehehe

Run, ini kakak. Kabar kamu sama mama giman? Baik kan? Gimana sama Mas Arka, Run? Dia baik juga, kan? Tolong dong kirim foto mas Arka, Run. Kakak kangen banget sama dia.

Aruna menghela nafas berat, mendadak moodnya terjun bebas setelah mendapatkan chat dari nomor asing yang di sinyalir sebagai nomor telepon kakaknya Elia.

Jika memang itu Elia. Kenapa dia tidak langsung mengirim cjat pada Arka dan bukan pada Aruna? Dan kenapa pula wanita itu sama sekali seolah tak merasa bersalah sedikit, pun? Setelah semua kekacauan yang telah ia lakukan, sampaiembuat hidup Aruna pun ikut hancur.

Maaf kak, Runa lagi sibuk. Minta sendiri aja sama kak Arka.

Ujar Aruna lalu setelahnya menon aktifkan ponselnya. Aruna masib marah, kesal dan bt. Terlebih karena ulah Arka tadi pagi dan di tambah dengan ulah Elia yang menurutnga sudah cukup keterlaluan.

“Lo kenapa, Run?.“Tiba-tiba Aruna mendenbar pertanyaan dari suara yang sangat-sangat ia kenali, Rio. Entah sejak kapan pria itu berada di sekitarnya. Aruna buru-buru merileks kan wajahnya dan memasang senyum tipis di bibirnya.

“Eh, enggak kok. Cuman tadi ada konsumen rese aja, Ri.“Bohongnya. Sampai detik ini tidak ada satu pun dari rekan kerjanya tahu soal kemelut rumah tangganya__Aruna benar-benar mematuhi setiap perjanjian yang tertulis dan di setujui oleh ya dan Arka.

“Oalah, nih ambil..“Lalu Rioeng-angsurkan coklat silverqueen yang entah sejak kapan di belinya. Aruna tak langsung mengambil, namun menatap coklat itu agak lama.

Rio terkekeuh pelan”Enggak gue pelet kok, kalau lo takut “Sahutnya enteng, tatapannya terlihat tulus dan penuh cinta, Rio juga sangat baik sekalo. C'mon Aruna, tidak ada salahnya kalau lo coba sama Rio. Batin Aruna berteriak, sedang Aruna masih tidak tahu harus bagaimana.

“Udah ambil. Lo bisa bagi ke Ranti juga kok. Ini ke etulan tadi gue di kasih sama kasirnya, lo tahu sendiri kalau kasirnya naksir gue kan?.“Ujarnya sambil tersenyum lebar, matanya masih terlihat begitu fokus pada Aruna saja dan Aruna memilih diam, ia tak tahu harus apa selain balas tersenyum kecil saja.

“Makasih ya, Ri.“

“Sama-sama.“

1
Ariany Sudjana
ini lagi Elia kangen sama arka, kalau kangen, kenapa kamu kabur pas mau menikah sama arka? dasar murahan kamu Elia
Ariany Sudjana
dua-duanya keras kepala
Ariany Sudjana
kenapa kamu bilang aruna murahan? murahan mana sama Elia yang kabur pas hari pernikahan, dan Aruna yang harus menggantikan?
Sam A13
terus dong ceritanya bags ceritanya👍
Dewi Sri Astuti: di tunggu lanjutannya ya kak, terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!