NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta & Dendam

Jeratan Cinta & Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.

Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.

Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

...****************...

Malam itu, sebuah gedung tua di pinggiran ibu kota yang tampak tak terurus dari luar,berubah menjadi tempat paling eksklusif bagi dunia gelap.

Lampu temaram,Karpet merah tua.

Dan penjagaan berlapis yang hanya mengizinkan tamu dengan undangan khusus masuk.

Di dalamnya berlangsung sebuah pelelangan ilegal tingkat tinggi.

Barang yang dilelang bukan sekadar lukisan atau perhiasan,melainkan informasi, senjata, dan rahasia manusia.

Pintu utama terbuka.

Langkah kaki terdengar mantap.

Semua mata langsung menoleh.

Revano Ace Draco masuk dengan aura dingin khasnya, mengenakan setelan hitam elegan.

Di sampingnya, Alicia berjalan dengan anggun.

Ia mengenakan gaun malam berwarna gelap dengan potongan sederhana namun memikat.

Wajahnya tertutup oleh topeng elegan berwarna hitam yang hanya memperlihatkan mata tajamnya.

" Sangat ramai ternyata dan sepertinya kehadiran kita adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh beberapa orang." ujar Alicia .

Bisikan langsung terdengar di antara para tamu.

"Revano datang.., dia sangat mengintimidasi seperti biasanya"

"Itu pasti dia.., pasangan Revano. Nyonya muda Draco."

"Tapi wanita di sampingnya.., siapa?"

Beberapa orang mencoba memperhatikan lebih dekat namun masih dalam batas yang tidak mengusik pria yang dikenal seperti iblis itu.

Namun topeng Alicia membuat identitasnya tetap tersembunyi.

Alicia sedikit memiringkan kepala sambil berbisik pelan.

"Sepertinya aku jadi pusat perhatian, mereka seperti wartawan saja."

Revano menjawab tenang.

"Kau memang begitu, cukup menjadi pusat perhatian"

Alicia tersenyum tipis di balik topengnya.

" Aku anggap itu pujian tuan Draco.."

Revano tersenyum tipis.

Beberapa pria berpakaian rapi langsung mendekat ke arah mereka.

Salah satu dari mereka tersenyum lebar.

"Tuan Revano, sudah lama tidak bertemu, saya anggota legislatif yang pernah bertemu dengan anda di acara tahun lalu."

Revano hanya mengangguk singkat.

Pria lain langsung ikut menyela.

"Kehadiran Anda selalu membawa keberuntungan bagi acara seperti ini."

Alicia hampir tertawa mendengar itu.

Ia berbisik pelan.

"Wow, mereka bahkan tidak malu untuk langsung memujimu."

Revano menjawab datar.

"Mereka butuh sesuatu dan menjilat adalah cara termudah."

Alicia menatap para pria itu sekilas.

"Lalu mereka menjilat seperti anjing yang kelaparan meminta sedikit makanan, sungguh mengejutkan beberapa dari mereka terkenal sebagai pejabat arogan."

Revano tidak menyangkal, Ia hanya berkata singkat.

"Itulah cara dunia ini berjalan, tidak mungkin orang yang tidak kompeten seperti mereka bisa maju dalam politik jika tidak memiliki dukungan dari bisnis kotor."

Beberapa menit mereka terus dikelilingi oleh orang-orang yang mencoba berbasa-basi.

Namun Revano tetap dingin dan seperlunya saja menanggapi.

Alicia mulai terlihat bosan.

Ia akhirnya sedikit menarik lengan Revano.

"Ayo duduk, mau sampai kapan kita mendengarkan bualan mereka."

Revano mengangguk.

Mereka berjalan menuju kursi VVIP yang sudah dibooking khusus.

Setelah duduk, suasana di sekitar mereka sedikit lebih tenang.

Alicia menyilangkan kaki sambil menatap ke arah para tamu lain.

Beberapa masih melirik ke arah mereka dengan penuh rasa ingin tahu.

Alicia akhirnya tertawa kecil.

Revano meliriknya.

"Apa, ada yang lucu ?"

Alicia mencondongkan tubuh sedikit ke arahnya dan berbisik dengan nada santai.

"Kau tadi dikerubungi..," Ia berhenti sejenak.

"Lalat-lalat kotor yang menganggu."

Revano langsung menghela napas kecil sambil menggeleng.

"Sarkasme yang sangat halus nona Roses."

Alicia tersenyum tipis.

"Aku bahkan belum mulai tapi kau sudah sadar."

Revano menatapnya sekilas.

"Aku tidak meragukannya, aku sudah terbiasa dengan kehadiran mereka."

Alicia bersandar santai di kursinya.

"Bagaimana kau bisa tahan dengan orang-orang seperti itu setiap hari?"

Revano menjawab datar."Aku tidak perlu tahan, Aku hanya perlu mengabaikan."

Alicia mengangguk pelan. "Pendekatan yang efisien."

Beberapa detik mereka duduk dalam diam.

Namun tiba-tiba, lampu di panggung utama mulai menyala lebih terang.

Seorang pria dengan jas putih naik ke atas panggung.

Ia mengenakan topeng perak.

"Selamat datang di malam pelelangan."

Suara pria itu bergema.

"Seperti biasa, kita akan memulai dengan barang-barang biasa"

Ia tersenyum samar.

"sebelum masuk ke sesuatu yang jauh lebih menarik."

Alicia menyipitkan matanya.

"Menarik..? Apa yang cukup menarik itu."

Revano menatap ke arah panggung.

"Fokus saja, jika kamu suka sesuatu katakan saja aku akan belikan."

Alicia mengangguk.

" baiklah Tuan Draco yang kaya raya, aku akan menguras semua uangmu ."

" Coba aja." sahut Revano .

Namun matanya tetap bergerak mengamati sekeliling ruangan.

Instingnya mengatakan, malam ini tidak akan sesederhana pelelangan biasa.

Dan di antara kerumunan tamu bertopeng itu, mungkin ada seseorang, yang juga sedang mengamati dirinya dan Revano.

...****************...

1
yula
💪💪💪💪💪thor
yula
👍🏼💪💪💪💪💪
yula
💪💪💪💪💪 thor 🥰
yula
semangat thor
yula
💪💪💪💪thor
yula
lama banget up thor
yula
💪💪💪💪💪 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!