Novel ini berhubungan dengan novel takdir cinta bella season 1 dan 2.
Vira adinda vins anak dari pasangan stiven dan bella. Ia memiliki paras yang cantik dan imut. Sifat nya yang periang dan aktif membuat nya di gemari banyak orang. Memiliki kakak yang seper duper protetif pada nya membuat nya tidak bebas melakukan hal apapun, itu yang membuat nya lebih memilih tinggal di korea bersama oma dan oppa nya sejak umur 13 tahun.
Vira tumbuh menjadi gadis yang sangat pintar, saat ini ia sedang menempuh pendidik S2 di salah satu universitas ternama di korea. Kehidupan nya berubah seketika saat bertemu kevin orang yang secara tiba-tiba mengejar nya.
Kevin zhing, laki-laki tampan yang besar dan tinggal di korea walaupun ia bukan orang asli korea. Mamah nya berhasal dari indonesia dan papah nya bersal dari tingkok. Kevin mengejar-ngerjar vira bukan tanpa alasan ia mendapatkan perintah oleh seseorang untuk mendapatkan hati vira, awal nya kevin hanya bermain-main pada vira tetapi sifat vira berhasil meluluh kan hati nya.
Bagaiman kisah cinta mereka berdua..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Malam yang dingin.
"Deg." mereka berdua diam seketika.
Kevin mantap vira dan begitu juga sebalik nya. Tangan kevin berada tempat di atas buah dada vira yang membuat junior nya naik seketika.
Vira yang mulai tersadar ingin mendorong kevin dari atas tubuh nya sebelum itu terjadi kevin terlebih dahulu melum*t bibir vira dengan sangat agresif. Vira yang mendapatkan serangan secara tiba-tiba langsung menutup mulut nya rapat-rapat dan berusaha menyingkirkan kan kevin dari atas tubuh nya.
Kevin tidak menyerah begitu saja ia sedikit mengigit bibir vira agar vira membuka mulut nya. Dan benar saja karena merasa sedikit sakit vira membuka bibir nya, kevin yang menyadari itu tidak menyia-nyiakan nya ia langsung melum*t abis rongga mulut vira.
Ciuman itu turun menuju leher mulus vira kevin meninggal kan beberapa jejak kepemilikan nya. Perlahan ia naik ke atas kuping vira sambil membisikkan sesuatu pada vira
"Maaf vir." ucap kevin dan langsung melanjutkan aksi nya.
"Tidak vin." ucap vira yang tidak rela jika kesucian nya di renggut kevin yang belum menjadi suami nya.
Kevin tidak memperdulikan vira yang mulai menitihkan air mata. Bibirnya mulai turun ke atas buan dada vira yang selama ini ingin ia mainkan. Dengan rakus nya kevin melum*t abis sesuatu yang ada di depan nya itu. Kevin sudah benar-benar terbawa oleh hawa nafsu setan.
"Kevin, vira.. apa kalian sudah makan." ucap nenek yang berada di depan pintu kamar itu.
Kevin langsung menghentikan aksi nya, vira yang menyadari itu langsung mendorong kevin dan berlari masuk kedalam kamar mandi. Kevin merapikan wajah dan pakaiannya sebelum ia keluar dari kamar.
"Iya nek." ucap kevin.
Kevin pun berjalan kearah pintu untuk menemui neneknya.
"Iya nek." ucap kevin.
"Apa kalian sudah makan." tanya nenek.
"Sudah nek, tadi kami makam diluar." jawab kevin.
"Dimana vira, ingat kamu jangan tidur bersama nya kalian belum sah." ucap nenek.
"Iya nek, aku akan tidur di sofa ruang tamu, untuk sekarang aku harus masuk ada hal yang harus aku bicarakan pada vira." ujar kevin.
"Yasudah nenek tidur dulu, jika ada apa-apa jangan segan-segan membangun kan nenek." ucap nenek.
Vira menatap diri nya ke depan cermin kamar mandi, ia melihat tubuh bagian atas nya terdekat beberapa bercak merah akibat ulah kevin.
"Kenapa aku mempunyai payud*ra sebesar ini." ucap vira. kesal.
Vira membersikan diri nya lagi dengan air mengalir setelah itu ia langsung memakai pakaian nya di dalam agar tidak terulang kejadian tadi.
Kevin menunggu vira keluar dari kamar mandi dengan harap-harap cemas. sudah dapat di pastikan vira akan marah besar pada nya karena kegilaan yang ia perbuat.
Vira keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap dan tanpa memperdulikan kevin yang sedang menatap nya dengan tatapan wajah bersalah.
"Vir." ucap kevin yang mulai membuka suaranya.
"Keluar aku ingin tidur." ucap vira tanpa melihat kearah kevin.
Kevin berjalan mendekati vira dan memeluk nya dari belakang.
"Lepas vin." ucap vira.
"Maaf vir, aku minta maaf." ucap kevin.
"Kesalahan mu fatal vin, aku tidak tau bisa atau tidak memaafkan mu." ucap vira.
"Vir, aku menyesal jangan bicara seperti itu, hukum aku apa saja tapi aku mohon maafkan aku vir." ucap kevin.
"Kamu jahat vin, wanita yang jelas kamu sayang saja berani ingin kamu rusak, aku takut vin dekat dengan mu." ucap vira.
"Aku mohon vir, jangan seperti ini." ucap kevin sambil membalik tubuh vira agar berhadapan dengan nya.
"Tatap aku vir, aku benar-benar menyesal." ucap kevin sambil menatap vira.
Vira menatap mata kevin yang memantulkan gambar dirinya.
"Baiklah." ucap vira dan berjalan kearah ranjang, ia memang sangat sulit jika harus marah lama-lama dengan orang yang ia cintai.
"Kamu memaafkan ku." tanya kevin.
"Hmmmm." jawab vira.
"Terimakasih vir." ucap kevin dan langsung memeluk vira dengan erat.
"Sudah aku mau tidur, apa kamu juga akan tidur di kamar ini." tanya vira
"Tidak nenek melarang ku, aku akan tidur di sofa ruang tamu." jawab kevin.
Kevin berjalan keluar kamar dengan membawa selimut tipis karena hanya itu yang tersisa.
"Sabar vin demi buah durian." ucap kevin
Kevin merebahkan diri nya di atas sofa dengan selimut tipis menyelimuti tubuh nya. Vira mencoba untuk memejamkan mata nya agar cepat tidur tapi nihil ia sama sekali tidak bisa tidur.
"Pelukan hangat kevin." ucap vira.
Vira membawa selimut tebal keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tamu.
"Dia kedinginan." ucap vira.
Vira menyelimuti kevin dengan selimut tebal yang ia bawa, dan ikut berbaring di samping tubuh kevin sambil memeluk nya dengan erat.
"Vira." ucap kevin.
"Diam lah, aku tidak bisa tidur di dalam kamar." ucap vira.
Kevin yang mengerti maksud dari vira langsung memeluk vira dengan erat.