Ye Fan adalah seorang psikopat yang menjadikan orang-orang jahat sebagai target eksekusinya. Ia menikmati perburuan tersebut tanpa rasa bersalah.
Sebelum kematiannya, Ye Fan menghabiskan waktu dengan sebuah game kultivasi yang menurutnya sangat menarik, karena di dalamnya ia bisa memburu dan membunuh para penjahat tanpa batas.
Namun, hidupnya berakhir ketika ia tewas ditembak polisi. Saat membuka mata kembali, Ye Fan mendapati dirinya telah bereinkarnasi ke dalam dunia kultivasi—dunia yang persis seperti game yang pernah ia mainkan, tempat hasrat lamanya kini dapat terwujud sepenuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Badai di Balik Sapu Kayu
Kota bawah gempar. Matahari belum sepenuhnya naik ketika teriakan histeris dari Rumah Bordil Bunga Merah membelah kesunyian pagi. Pejabat keamanan kota, seorang pria paruh baya bernama Inspektur Lu, berdiri di tengah ruangan yang beraroma amis darah dengan kening berkerut dalam.
Di depannya, sebuah pemandangan yang tak masuk akal tersaji.
"Lapor, Tuan! Di kamar pertama, murid sekte bernama Li ditemukan tergantung. Di kamar ketiga, Zhang tewas dengan leher tergorok, dan Zhao ditemukan pingsan dengan pisau di tangannya tepat di samping jasad temannya sendiri!"
Inspektur Lu memijat pelipisnya. "Tiga murid Sekte Pedang Patah dalam satu malam? Dan kau bilang ini karena mereka berebut wanita? Tidak mungkin. Mereka adalah rekan satu faksi. Ada sesuatu yang sangat ganjil di sini... seolah-olah ada tangan hantu yang mengatur semua ini."
Ia melihat dinding kayu yang tampak utuh, namun instingnya mengatakan bahwa kematian ini terlalu 'rapi' untuk sebuah perkelahian mabuk. Kabar ini menyebar secepat api di padang rumput, mencapai telinga para petinggi Sekte Pedang Patah yang kini mulai merasa martabat mereka diinjak-injak oleh kekuatan misterius.
Sementara itu, di halaman utama Sekte Pedang Patah.
Srek... Srek... Srek...
Suara sapu lidi yang bergesekan dengan batu marmer terdengar ritmis. Ye Fan, dengan wajah datar dan bahu yang sedikit membungkuk, tampak asyik membersihkan dedaunan kering. Tidak ada yang curiga pada budak bisu ini. Bagi para murid yang lewat, dia hanyalah bagian dari furnitur sekte yang tidak bernyawa.
Di dalam benaknya, Ye Fan sedang menikmati status sistemnya yang terus meningkat.
[DING!]
[Misi "Pembersihan Kota Bawah" Sukses Besar!]
[Mengevaluasi Kekacauan yang Ditimbulkan... Poin Reputasi Gelap +50]
[Hadiah: Ekstrak Cairan Reconstituting telah dikirim ke Inventori]
“Gunakan cairannya sekarang.” perintah Ye Fan dalam hati.
Seketika, sebuah botol kecil berisi cairan perak muncul di tangannya dan langsung menghilang saat ia meminumnya dengan gerakan yang sangat cepat, seolah sedang menyeka keringat di wajah.
Rasanya seperti menelan ribuan jarum es yang kemudian mencair menjadi energi hangat. Otot-otot di pangkal tenggorokannya berkedut hebat. Sel-sel baru tumbuh, membentuk kembali lidah yang dulu dipotong dengan kasar. Rasa gatal yang menyiksa itu perlahan berganti menjadi sensasi utuh yang asing.
Ye Fan menggerakkan lidah barunya di dalam mulut. Ia merasakan giginya, langit-langit mulutnya, dan kelembapan yang sempurna.
“Satu... dua... tes...” bisiknya dalam hati. Suaranya tidak lagi kaku seperti gesekan logam, melainkan mulai terdengar jernih dan berat.
[Proses Pemulihan Lidah: 40% Selesai]
[Status: Host sekarang dapat berbicara dengan kalimat pendek namun suara masih terdengar sedikit serak]
Seorang murid luar bernama Feng, yang sering ikut merundung Ye Fan, berjalan mendekat dengan wajah kesal karena dipanggil oleh tetua untuk urusan penyelidikan pembunuhan.
"Hei, Bisu! Kau menyapu terlalu lambat! Karena sampah sepertimu, halaman ini tidak pernah terlihat bersih!" Feng menendang tumpukan daun yang sudah dikumpulkan Ye Fan hingga berhamburan kembali.
Ye Fan berhenti menyapu. Perlahan, ia menegakkan punggungnya. Untuk pertama kalinya, ia menatap langsung ke mata Feng. Tatapannya tidak lagi kosong, melainkan tajam seperti ujung belati yang baru diasah.
"Ambil... kembali... daun itu!" ucap Ye Fan pendek.
Feng tersentak. Langkahnya terhenti. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Kau... kau bicara? Bagaimana mungkin?!"
"Ambil!" ulang Ye Fan, suaranya kini lebih dingin, membuat bulu kuduk Feng meremang tanpa alasan yang jelas. Aura seorang pemburu predator mulai merembes keluar, menekan udara di sekitar mereka.
Feng menelan ludah. Ada sesuatu yang salah dengan budak di depannya ini. Ia merasa seolah-olah sedang berdiri di depan seekor harimau yang baru saja bangun dari tidur panjangnya.