NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Menyerah!

Maaf, Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hijjatul Helna

Menikah kemudian bahagia adalah impian semua orang. Begitu juga dengan Soraya. Namun dapatkah dia bahagia saat menikah dengan seorang player?
Apakah harapan Soraya bahwa Ardan akan berubah bisa menjadi kenyataan?
Ataukah pernikahan mereka akan kandas karena wanita lain?

Lalu siapa Soraya sebenarnya? Benarkah dia hanya seorang wanita sebatang kara? Bagaimana jika seandainya waktu mengungkapkan jati dirinya?


Cerita ini penuh dengan intrik, dendam, perselingkuhan, perebutan kekuasaan dan kekuatan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijjatul Helna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Adalah Palvin!

Sudah tiga hari Soraya tergolek lemah di pembaringan. Tak ada satu makanan pun yang bisa bertahan lama di perutnya. Setelah Soraya makan, tak lama kemudian dia pasti memuntahkan apa yang dimakannya.

Ardan merasa sangat khawatir. Dia telah memberitahu kabar gembira itu kepada orang tuanya.

Sayangnya, mereka belum bisa datang. Karena Papa masih ada pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan ataupun diwakilkan pada orang lain.

Ardan menatap cemas ke wajah istrinya yang pucat. Karena Soraya tidak dapat makan maka dokter menyarankan untuk menyalurkan zat makanan lewat infus. Hal ini dilakukan agar janin yang dikandungnya tidak kekurangan asupan nutrisi.

Semua saran dari dokter sudah dilakukan agar makanan dapat masuk ke perut Soraya. Namun tak ada satupun yang berhasil.

"Maafkan aku, sayang! Karena mengandung anakku kau jadi menderita begini. Maaf, karena aku selalu membuatmu menderita!" Ardan tertunduk sambil memegang jemari Soraya dan mengecupnya.

Soraya perlahan membuka kelopak matanya.

"Mas... "

Ardan gelagapan, buru-buru menyapu air mata di ujung matanya.

"Ya? Apa yang kau inginkan? Apakah ada yang sakit?"

Soraya menggeleng.

"Aku haus."

Ardan segera mengambilkan air hangat di atas nakas. Menambahkan sedotan agar Soraya dapat minum dengan mudah.

Soraya minum perlahan dari gelas yang dipegang oleh Ardan. Setelah menghabiskan satu gelas penuh, gelas yang sudah kosong Ardan letakkan kembali ke atas nakas.

"Ada yang ingin kau makan? Aku akan berusaha mencarikannya." tanya Ardan sambil memijit kaki Soraya.

Soraya menggeleng lemah. Tak ada satu makanan pun yang dia inginkan. Meski perutnya terasa sangat lapar tapi air liurnya terasa pahit. Dia juga tak berselera.

Ardan semakin khawatir. Dia berpikir untuk membawa Soraya ke rumah sakit. Agar dapat ditangani lebih baik oleh para ahli.

"Hmm ... Sayang! Apa tidak lebih baik kalau kita ke rumah sakit saja? Aku khawatir dengan keadaanmu." tanya Ardan dengan hati-hati.

"Aku tak mau berpisah denganmu. Aku takut sendirian di sana." Cicit Soraya hampir tak terdengar.

Tubuhnya lemas sekali. Hampir tak ada tenaga sama sekali.

"Aku akan menjagamu di sana. Tak akan kutinggalkan sendirian. Ya ... Kita ke rumah sakit?" bujuk Ardan.

Ponsel Ardan berbunyi.

{Ya ... }

{Maaf, Pak! Keamanan database kita kebobolan}

{Apa? Bagaimana bisa?}

{Kami masih berusaha mengagalkan aliran data penting yang berusaha diretas}

{Baik. Lakukan yang terbaik! Laporkan hasilnya padaku secepatnya}

{Baik, Pak!}

Sambungan diputus.

Ardan berpikir, ini berbahaya! Jika jatuh pada musuh yang ingin menghancurkan mereka, perusahaan akan hancur.

Dia berada dalam dilema. Antara pergi ke perusahaan untuk mengatasi masalah itu atau tetap di mansion menemani Soraya.

Tampaknya Soraya paham keadaan suaminya. Dia menoleh ke arah Ardan.

"Mas, pergilah! Aku tak apa sendiri. Masih ada pelayan yang menemaniku."

Ardan ragu. Namun melihat Soraya yang mengangguk lemah, dia akhirnya memutuskan pergi ke perusahaan untuk menuntaskan masalah yang terjadi.

Ardan bersiap dengan mengenakan setelan coklat tua dengan kemeja putih dan dasi coklat muda bergaris hitam.

Dia mengecup dahi Soraya sebelum melangkah pergi.

"Kabari aku kalau terjadi sesuatu!"

Entah kenapa firasatnya tak enak. Dia merasa akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Tapi dia tidak tahu apa itu.

Soraya mengangguk dan mengikuti kepergian suaminya dengan ekor matanya.

Tak lama setelah kepergian Ardan seorang pelayan masuk dan mengatakan bahwa Ardan mengirim seseorang untuk membawanya ke rumah sakit.

Beberapa orang berpakaian seperti perawat datang dan membawa brankar. Mulanya Soraya menolak tapi mereka tetap memaksa.

"Aku tak mau ke rumah sakit."

"Tolong, kerjasama Anda, Nyonya! Tuan Ardan mengirim kami karena khawatir dengan kesehatan Nyonya dan janin dalam kandungan. Tuan masih harus mengatasi permasalahan di perusahaan yang memerlukan perhatian penuh. Karena itulah beliau menyuruh kami menjemput Nyonya. Jika kami tidak berhasil membawa Nyonya, saya khawatir konsentrasi Tuan Ardan akan terpecah sehingga mengganggu kinerjanya di perusahaan. Kami harap Nyonya bisa mengerti." kata salah satu di antara mereka.

Soraya berpikir, ada benarnya juga perkataan orang itu. Dia tak mau menambah beban suaminya. Biarlah dia ikut para perawat ini ke rumah sakit agar suaminya dapat memusatkan perhatiannya pada masalah di perusahaan.

"Baiklah, aku ikut dengan kalian!" kata Soraya akhirnya.

Mereka segera memindahkan tubuh Soraya ke atas brankar dan memasukkannya ke mobil ambulan yang sudah terparkir di depan pintu mansion.

Mereka bekerja dengan cepat. Setelah mereka memasukkan Soraya ke dalam ambulan. Mobil itu segera melaju dan menghilang di ujung jalan.

Di dalam mobil, Soraya melihat salah satu dari perawat itu menyuntikkan sesuatu padanya.

"Apa itu?" tanya Soraya lemah tanpa bisa melawan.

Perawat itu tak menjawab apa-apa. Tapi Soraya menduga kalau itu adalah obat bius karena tak lama kemudian dia diserang kantuk yang hebat dan membuatnya terlelap.

*****Helna******

Soraya terbangun dan mendapati dirinya berada di sebuah kamar yang luas. Ingatan terakhirnya adalah dia sedang dibawa oleh para perawat ke rumah sakit.

Tapi ruangan yang dia tempati saat ini bukanlah ruangan rumah sakit. Setidaknya tidak ada aroma khas rumah sakit di sini. Atau rumah sakit ini begitu hebat sehingga tidak memiliki aroma khas rumah sakit yang dibenci kebanyakan orang.

Saat Soraya masih kebingungan seorang pelayan wanita masuk dan membawa sebuah nampan.

Dia membungkuk memberi hormat sebelum mendekat ke ranjang Soraya dan meletakkan nampan itu di atas nakas.

"Nona sudah bangun. Kami harap Nona bisa betah tinggal di sini. Saya yang akan melayani Nona. Perkenalkan nama saya Grace!" katanya sambil membungkuk lagi.

"Di mana aku? Ini bukan di rumah sakit. Mengapa aku ada di sini? Siapa kalian? Mengapa kalian membawaku kemari?"

Pelayan itu tersenyum ramah.

"Ini mansion keluarga. Hanya itu yang bisa saya sampaikan. Untuk selebihnya bisa Nona tanyakan langsung pada Nyonya Besar."

"Nyonya Besar? Siapa dia? Aku merasa tidak mengenal Nyonya Besar mu."

"Sebaiknya Nona mengisi perut dengan makanan yang saya bawa. Saya yakin sekarang Nona sangat kelaparan."

Soraya tidak menyanggah perkataan pelayan itu. Karena apa yang dikatakannya benar, dia benar-benar kelaparan setelah berhari-hari tak dapat makan.

Pelayan itu membantu Soraya bangun dan meletakkan bantal di belakangnya untuk menyangga tubuhnya. Kemudian mengambil meja kecil dan meletakkannya di depan Soraya.

Setelah meletakkan nampan di atas meja, pelayan itu berdiri tak jauh dari Soraya.

Soraya melihat makanan yang ada di depannya. Hanya segelas susu dan beberapa keping biskuit. Dia mengernyit, apakah ini bisa memuaskan rasa laparku? Pikirnya.

Tapi tak mau berpikir lama, Soraya segera menggigit sekeping biskuit. Lama dia mengunyah dan merasakan teksturnya. Lalu mengambil sekeping lagi sampai semua biskuit berpindah ke perutnya. Kemudian dia mereguk habis susu di depannya.

Pelayan yang ada di sampingnya terlihat puas. Dia segera membereskan sisa piring dan gelas kotor di depan Soraya. Kemudian membantu Soraya merebahkan diri dengan nyaman.

Soraya merasa heran karena dia tidak memuntahkan makanan yang sudah dimakannya seperti yang selama ini terjadi. Tapi dia juga merasa senang, akhirnya dia bisa mengisi perutnya walaupun hanya dengan biskuit dan segelas susu.

"Lebih baik Nona istirahat dulu untuk mengembalikan stamina Nona. Nanti Nona akan mendapatkan semua jawaban setelah Nona bangun." kata pelayan itu lagi.

Soraya mengangguk. Tak ada salahnya dia menuruti saran pelayan itu karena dia penasaran dengan dalang di balik penculikannya ini.

Apakah harus disebut penculikan jika dia diperlakukan sebaik ini? Lalu apa motif mereka menculiknya?

Karena berdasarkan pengalamannya yang pernah mengalami penculikan. Penculik tak akan memperlakukannya dengan baik dan sopan.

Tanpa Soraya sadari dia telah terlelap lagi.

*****Helna*****

Saat Soraya terbangun cahaya matahari di ruangan itu telah berganti dengan cahaya lampu, menunjukkan kalau hari telah berganti malam.

Soraya mencoba bangun karena merasakan tubuhnya telah segar seperti sediakala. Dia kembali merasa heran. Semakin banyak pertanyaan memenuhi benaknya.

Dia mengedarkan pandangan dan mendapati kalau pelayan yang tadi melayaninya masih berada di kamar itu dan menyadari kehadiran orang lain.

Wanita itu duduk di sofa membelakangi dirinya. Pelayan yang menyadari bahwa dia sudah bangun segera mendekati wanita itu dan memberitahukan padanya.

Wanita itu berpaling dan memandang dengan dingin.

"Selamat datang Soraya! Selamat pulang kembali ke rumah, CUCUKU!"

bersambung ...

Jangan lupa like dan krisan ya!

1
Ghiffari Zaka
iZhin mampir Thor🙏🙏🙏
Nelly oktavia
siapa yng bersma soraya
Nelly oktavia
banyak cerita yang belom terungkap
Nelly oktavia
ada pa ini semua rencana Soraya
Nelly oktavia
perpisahan itu membuat kamu bahgi lakukan
Siti Masitah
terlalu mudah luluh
Siti Masitah
trauma sih trauma tapi doyan ngelonte...
Siti Masitah
gitu aja....
Siti Masitah
q rasa soraya wanita yg sangaaat botol
Rehan Rehan
👍👍
Yenisia Afila
Datang2 ngaku nenek mau ambil hal selama ini gk ada konstribusi dlm hidupnya, dasar wanita edan
Wasdiah Mahfud
Kecewa
Raden Roro Natasya
aku punya temen persis dlm cerita ini, tp terbalik, papi nya asli brazil, maminya Tionghoa kelahiran Indonesia... wajah nya lbh ke Amerika latin dr pd ke Tionghoa... cakep kok dia muslim sekeluarga...
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Dewi Kesumawati
tapi kamu tetap masih terlalu baik. karena siksaan itu tidak lama dirasakan marsha. hehe, sayang sekali
NAZERA ZIAN
aku mampir ya Thor. mampir juga di karya ku. "GADIS MASA LALU" Siapa tahu suka.. 😊😊🙏🙏
cocoms
bagus alur ceritanya
Fe☕
Done 💃
mksh cerita nya kk 🤗
kerennnn 👌👍
tetap semangat berkarya ✍️✊
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor lnjjt
Sri Wahyuni
yg slah anak y yg d hancurkn perusahaan ortu y ga etis lah sm az jhat y mlah soraya kya iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!