NovelToon NovelToon
THE DEVIL TO YOU

THE DEVIL TO YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Horror Thriller-Horror / Iblis
Popularitas:820
Nilai: 5
Nama Author: moonsky

Kasus yang menyeret namanya ini menyebabkan Raga dikeluarkan dari sekolah. Akibat dari itu hidup Raga menjadi tambah berat selain masih dalam tahap penyelidikan polisi, masa depan yang ia tata dengan rapih hancur begitu saja. Sampai dimana Raga menghilang dan tidak pernah ditemukan lagi. Ada yang mengatakan bahwa hilangnya Raga masih bersangkutan dengan kasusnya atau penculikan berencana. Namun ditengah huru hara menghilangnya seseorang Raga munculah orang yang mengakui bahwa ia adalah sahabat Raga. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah mereka percaya Raga menghilang? Dan Apakah dia benar sahabat Raga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Silahturahmi yang tidak direncanakan

Akhirnya Anwar bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri jika bapaknya sedang dirawat di rumah sakit yang sama.

"Beliau digigit ular saat judi di tempat? Aneh tempat judi yang high class kenapa bisa ada ular. Apakah ini karma untuknya? Karena Raga pernah cerita kepadaku jika bapaknya ini sering bermain judi bersama orang kalangan atas." Ucap Anwar.

Dan mereka bertiga sudah berada di ruang rawat Rahmat.

"Raga pernah bercerita kepada saya jika bapaknya ini sering bermain judi bahkan Raga pun tau tempatnya dimana. Saya pernah diajak ketempat bapaknya berjudi oleh Raga namun tidak sampai masuk hanya diluar saja. Tempatnya persis seperti apa yang di beritakan hari ini." Lanjut Anwar. Padahal dia sedang membicarakan dirinya sendiri.

"Jadi kau benar sahabatnya Raga?" Tanya Umbar mencoba memastikan bahwa Anwar ini memang benar sahabatnya Raga.

"Saya sudah bilang bukan jika saya ini sahabatnya Raga. Raga memang tidak mengakui secara sosial bahwa dia memiliki sahabat seperti saya. Raga sendiri pun memberikan alasan dan kalian berdua sudah tahu bukan alasannya Raga apa." Jawab Anwar

"Benar kami sudah mengetahui alasannya Raga apa. Maaf jika pertanyaan rekan saya ini kurang baik di dengar oleh nak Anwar." Saut Anton

"Tidak masalah pak. Kalian berdua tidak harus minta maaf. Tapi apakah saya boleh bertanya? Apakah ibunya Raga akan kesini menjenguk suaminya?"

"Kita mengobrol diluar." Perintah Umbar kepada Anton dan Anwar. Lalu setelah mendengar kalimat dari Umbar seperti tadi mereka berdua mengikuti langkah Umbar secara perlahan namun sebelum Anwar dari ruang Rahmat dia menatapnya terlebih dahulu dengan tatapan sinis yang tentunya tidak diketahui oleh Umbar dan Anton.

"Kita disini saja agar tidak jauh dari ruang pak Rahmat dan jika ada keluarga mereka, kita bisa langsung menyapa mereka disini." Ucap Umbar "Duduklah." Sambungnya

"Kau tadi bertanya apa Anwar?" Ulang Umbar

"Pertanyaan saya sudah terjawab dengan duduknya kita disini. Kita disini untuk menyambut keluarga Raga kan?"

"Bukan hanya Raga saja tetapi keluarga yang lainnya juga. Sebenarnya ini diluar tugas kita tapi hati kami berubah setelah melihat kau yang ternyata sama sama korban atas kejadian kemarin malam yang membedakannya hanya tempat Dan tentunya kami ingin mewawancarai kau disini tentang cireng isi kepala ular itu. Kau ada ditempat kan waktu kejadian itu berlangsung." Ungkap Umbar dan sebenarnya ini bukan alasan nomer satu mereka berdua untuk mengajak Anwar bertemu. Namun untuk mengulur waktu sepertinya hal ini dapat mereka lakukan.

"Saya memang ada ditempat dan sempat memakan cireng isi pedas namun ketika ibu diujung sana teriak bahwa isi cireng pedas ini isinya kepala ular saya langsung tidak sadarkan diri. Entahlah mungkin kondisi saya pada tadi malam sedang tidak baik jadi terbawa arus. Tapi untungnya saya tidak mengalami gejala aneh. Menurut dokter saya hanya terkena serangan syok yang mendadak dan hal mengakibatkan saya tidak sadarkan diri. Ditambah kondisi saya sedang tidak fit pada malam itu. Lalu suster bilang kepada saya jika saya diharuskan dirawat dalam satu malam saja yang artinya hari ini saya boleh pulang. Namun saya belum pulang karena menunggu Gadis. Dan tidak di duga ternyata kami bertemu lagi disini." Penjelasan Anwar yang begitu detail dan jelas kepada mereka berdua. Meksipun penjelasan Anwar sedetail ini mereka berdua terutama Umbar masih akan tetap menanyakan sampai dirinya sendiri merasa puas.

"Kau datang bersama saudara mu yang bernama Gadis itu?"

"Iya, saya kemarin malam datang bersama Gadis. Namun dia belum sempat memakannya." Singkat Anwar

"Lalu kemana dia sekarang?" Penasaran Umbar. Belum sempat menjawab Anton bersuara terlebih dahulu

"Reserse Umbar aku ada keperluan dulu sebentar keluar jika ada apa apa tolong hubungi aku secepatnya. Anwar saya tinggal dulu." Ucapnya Anton secara mengelus pelan bahu Anwar. Detik berikutnya Anton bener benar sudah tidak ada di sekitaran sana. Menyisakan hanya mereka berdua saja.

"Sama seperti pak Anton tadi. Gadis ada keperluan bisnis yang harus dia uruskan." Lanjut Anwar yang berkata seperti ini setelah Anton pergi.

Umbar tersenyum jail "Jawaban kau ini meledak Anton kan?"

"Tidak saya mengatakan yang sejujurnya lagi pula meledak pak Anton tidak ada manfaatnya untuk saya." Tepis Anwar. "Apakah bawa ingin bertanya lagi kepada saya?"

"Sepertinya sudah dan apa kau lapar? Jika kau lapar kau bisa ikut dengan saya ke cafetaria yang berada di rumah sakit ini. Sembari kau menunggu saudara mu itu dan saya traktir kau."

Anwar tersenyum merekah bukan karena gara gara traktiran nya akan tetapi karena ia mendapatkan ajakan yang menurutnya ini akan menjadi hal bagus untuk dirinya menjadi lebih dekat dengan Umbar. Entahlah apa yang akan direncanakan oleh Anwar kedepannya namun yang pasti berhubungan baik dengan Umbar tentunya akan menguntungkan dia.

"Saya mau saja namun jika ikut apakah bapak keberatan?"

"Tentu saja tidak." Jawab Umbar

Kemudian mereka berdua pun berdiri dari duduk nya yang menandakan bahwa mereka sebentar lagi tujuannya akan menuju cafetaria di rumah sakit ini.

***

Cafetaria atau bisa disebut juga kantin di rumah sakit ini terbagi menjadi tiga golongan. Golongan pertama di dominasi dengan makanan sehat semua usia yang mana setiap kemasan nya sudah tertulis kalori. Golongan kedua di dominasi makanan balita dan ibu melahirkan dan golongan yang terakhir ialah makanan yang serupa dengan supermarket pada umumnya.

Umbar sendiri mengajak Anwar untuk menikmati makanan di cafetaria golongan terakhir. Selain makanannya seperti supermarket pada umumnya tentunya disini di sediakan tempat bagi orang yang menyukai rokok.

"Bapak suka rokok?" Tanya Anwar ketika mereka duduk diarea terbuka yang diperuntukkan untuk orang yang ingin merokok

"Suka tapi saya sedang tidak nafsu untuk merokok. Saya ingin makan sesuatu disini namun jika tempatnya kurang cocok untuk mu Anwar kita bisa pindah ke area dalam."

"Tidak masalah disini saja lagi pula hanya ada kita berdua ditempat ini dan kalau bapak ingin merokok silahkan tidak masalah. Jangan hiraukan udara rokok yang saya hirup."

"Kau ini." Jawab umbar sambil tersenyum heran "Jangan kemana mana aku akan memesankan sesuatu untuk mu." Sambungnya

Lalu Umbar beranjak dari tempat duduknya kemudian langkahnya menuju rak makanan cepat saji. Tentunya Anwar bisa melihat Umbar dari arah luar sini yang kebetulan hanya di pisahkan oleh dinding kaca yang transparan. Anwar pun melihat jika Umbar sudah melakukan pembayaran kepada kasir dan detik selanjutnya Umbar menghampiri Anwar kembali sembari membawa beberapa makanan dan minuman cepat saji yang akan di santap oleh mereka berdua.

"Terimakasih dan sebelumnya maaf jika saya merepotkan bapak dan sempat menuduh yang aneh aneh kepada kalian terutama bapak." Ucap Anwar setelah menerima makanan dari Umbar

"Tidak masalah Anwar. Apa yang kau tadi katakan itu tidak salah. Justru saya dan rekan saya minta maaf jika terus menganggu mu. Tapi satu hal yang harus saya katakan padamu jika kau ini mirip Raga."

Mendengar kalimat akhir dari Umbar, Anwar hanya bisa tersenyum pasrah.

"Mirip Raga yah."

"Apa ucapan saya membuat kau tersinggung?" Tanya Umbar yang sekarang menyadari bahwa ekspresi muka Anwar sedikit mengerut

"Kalau tersinggung tentunya tidak hanya saja sekarang saya merasa muak dan sedikit aneh kepada orang orang yang selalu bilang jika saya ini mirip Raga padahal jelas beda."

"Memangnya siapa saja yang mengatakan jika kau ini mirip Raga?" Penasaran Umbar

"Yang pastinya bukan hanya bapak saja."

"Yasudah jika begitu makanlah terlebih dahulu selamat makan." Ucap Umbar

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak maaf bru mampir lagi🤗
novi
uang gasii
moonsky: kak makasih udah mampir, doa terbaik untukmu kak💖🍓
novi: seru bgt thor ceritanya, mangangkat berita yg lagi Hot nih, Hot selalu sih kalau di konoha
total 3 replies
novi
kan mesti wes. ayo umbar kamu harus usut tuntas
moonsky: mmm gimana yah
novi: BJIR PLS JANGAN ATUH THOR DIA ORG BAEK². PLS YG MATI MENDING ITU TUH YG BEJAT² GUE RELA SUMPAH
total 3 replies
novi
emg masih ada ya polisi yg kya gini?
moonsky: kak😭😭
total 1 replies
novi
halo kak! aku udah mampir ya... semangat terus kak! ceritanya keren, bahasanya terstruktur. mudah di mengerti
novi: iyaa kak sama sama, aamiin
moonsky: terimakasih kak💖✨ semoga kita bisa terus berkembang dan semangat berkarya ✨💖💖
total 2 replies
novi
apakah raga akan berubah menjadi siluman ular?
moonsky: hmmm 🐋
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
hai kak, maaf bru mampir lagi🤗
moonsky: hallo kak, its okay semangat kak!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!