" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 30
" kenapa kesini?" tanya daiky dingin.
" aku mau bicara" jawab Haruka tak kalah dingin.
Daiky melirik Hansen yang sedang duduk tidak jauh darinya. Hansen tidak merespon apapun dia hanya berpura pura tidak lihat.
" pergi" ujar daiky
" siapa? Aku?" tanya Hansen menunjukkan dirinya sendiri. Hansen sebenarnya dia tahu siapa yang di suruh pergi, tapi dia tidak ingin pergi karena penasaran dengan hal apa yang akan mereka bicarakan.
daiky tidak berkata apapun. Namun tatapan nya tajam dan dingin membuat Hansen segera pergi tanpa basa basi lagi " oke oke" ujarnya lalu segera masuk ke tenda.
" bicara apa?" tanyanya dengan kedua tangan di masukkan ke saku celana dan matanya yang menatap ke arah lain karena tak ingin menatap Haruka.
" kamu sudah tahu hubungan ku dan Naoki?" tanya Haruka
" yaa" jawab nya singkat.
" kamu marah dan memukul nya? " tanya Haruka lagi.
" suami mana yang tidak marah ketika tahu istrinya selingkuh dan sudah tidur dengan adiknya sendiri?" tanya daiky menatap Haruka .
Alis Haruka naik ke atas lalu senyuman kecil muncul di bibirnya kala mendengar ucapan daiky yang bertingkat seperti suami beneran.
" kamu cemburu?" tanyanya
" nggak!" jawab daiky cepat dan kembali menatap ke arah lain " jangan harap aku cemburu pada mu" lanjutnya.
sakit hati? Sedih? Kecewa? Tentu saja tidak. Entah kenapa Haruka tidak lagi merasakan hal itu ketika bersama daiky.
" aku pun tidak mengharapkan nya lagi" jawab Haruka santai.
daiky sontak menoleh ke arah Haruka. Dia tidak suka mendengar jawaban Haruka yang seolah olah tidak lagi peduli padanya.
" aku sudah capek berharap pada mu dai, jadi aku sudah berhenti" lanjut Haruka.
Haruka menatap tenda mereka yang berada di jarak beberapa meter. Dari sini dia dapat melihat Naoki dan yang lain sedang mengelilingi api unggun.
" sekarang yang aku harap satu satunya dari mu adalah kata cerai" lanjut Haruka.
" aku tidak akan pernah menceraikan mu" ujar daiky.
Haruka mengangguk paham karena kata kata itu sudah di ucapkan oleh daiky berkali kali. " tidak papa jika kamu tidak ingin menceraikan ku. Tapi aku minta satu hal " ujar Haruka menatap daiky " jangan ikut campur dalam hubungan ku dan Naoki. apa lagi sampai memukul nya. Dia tidak salah apapun, aku yang menawarkan hubungan ini padanya "
What?! daiky terkejut mendengar fakta yang satu ini. Haruka yang mengajak Naoki selingkuh? Dia pikir Naoki yang memulai karena memang dari dulu mereka tidak terlalu akur. lebih tepatnya akur di depan dan membenci di belakang.
" kenapa kamu melakukan itu?" tanya daiky penasaran.
" menurut mu?" tanya Haruka balik.
" karena aku tahu aku selingkuh?" tebak daiky.
" yaa, tapi bukan itu alasan utamanya " jawab Haruka.
yaa itu memang alasan Haruka memilih untuk selingkuh. Tapi itu bukan alasan utamanya. Ada alasan lain yang membuat nya memilih jalan ini.
" apa?"
" karena aku kesepian" jawab Haruka " dan Naoki berhasil membuat ku merasa nyaman dan bahagia"
" coba kamu pikirkan? Istri mana yang tidak akan merasa kesepian dan bosan di saat suaminya asuh dan tidak pernah ada untuk nya. Bahkan selama 2 tahun pernikahan kita kamu tidak pernah menyentuh ku sebagai istri" ujarnya" aku wanita normal dai, aku juga ingin di sentuh, aku ingin di perhatikan, aku ingin memiliki keluarga yang bahagia, memiliki anak, dan dicintai. Dan itu semua tidak bisa aku dapatkan dari mu"
" lalu Naoki hadir, dia memiliki segalanya yang tidak kamu miliki. dia orangnya baik, perhatian, lembut dan ceria. dia memberikan aku semua hal yang tak bisa kamu berikan " ujar Haruka sambil tersenyum menatap Naoki dari kejauhan " terkadang aku berfikir, kenapa dulu mama tidak menjodohkan ku dengan dia? Kenapa malah dengan?" ujarnya menatap daiky.
daiky terus menatap Haruka sambil mendengar semua ucapan yang keluar dari bibir haruka. Dia tahu, dia memang tidak bisa memberikan itu semua. tapi entah kenapa dia tidak suka mendengar Haruka membandingkan dia dan Naoki, aka lagi Haruka memuji Naoki sampai segitunya.
" menurut mu, salahkah aku selingkuh?" tanya Haruka.
Set!
"mphhh!"
Bukanya menjawab pertanyaan haruka. Daiky malah menarik Haruka ke sisinya lalu mencium bibir Haruka secara paksa.
Haruka memberontak, dia berusaha mendorong daiky tapi tenaga daiky tentu saja lebih darinya.
" aaah!" rintihannya Kala daiky mengigit bibirnya hingga terluka dan mengeluarkan darah.
" kenapa kamu menolak? Bukankah ini yang kamu inginkan?" tanya daiky melepaskan ciuman mereka tapi tidak dengan pelukan nya.
" lepas daiky! kamu terlambat! Aku sudah tidak lagi menginginkan nya dari mu!" ujar haruka marah.
Tatapan daiky berubah tajam kala mendengar ucapan Haruka yang tidak lagi menginginkan nya. " karna kau sudah mendapatkan nya dari Naoki?" tanya daiky yang juga marah.
" yaa! Dan kamu harus tahu! aku tidak suka si sentuh oleh pria yang sudah menyentuh banyak wanita!!"
" HANSEN!! KELUAR!" teriak daiky.
Hansen yang berada di dalam tenda segera keluar. dia takut di amuk oleh bos nya ini. begitu Hansen keluar, daiky segera membawa paksa Haruka masuk ke dalam tenda.
" daiky apa yang kamu lakukan! Lepaskan aku!!" bentak Haruka memberontak ingin di lepaskan.
namun daiky tidak mendengarkan nya. begitu mereka tiba di dalam tenda daiky segera menindih Haruka dan menahan kedua tangan Haruka di atas kepala. Bahkan daiky tidak menutup tenda terlebih dahulu.
" aku akan membuat mu merasakan bagaimana wanita wanita itu merasa candu dengan ku" ujar daiky " dan kamu harus ingat, kita ini suami istri aku berhak atas dirimu. jadi diamlah dan nikmati saja" ujar daiky lalu kembali mencium Haruka dengan ganas.
Haruka kewalahan memberontak, air matanya terjatuh membasahi pipinya. Padahal daiky adalah suaminya tapi entah kenapa dia malah merasa seperti sedang di perkosa.
Dia ingin kabur, ingin pergi jauh dari sini. Dia ingin berlari kepada Naoki dan meminta tolong padanya. Dia menyesal karena telah nekad menemui daiky.
prakk!
baju yang Haruka pakai di robek di bagian depan oleh daiky hingga menampilkan dadanya yang masih terdapat bra.
Plak!
Sebuah tamparan Haruka layangkan pada daiky begitu tangan nya di lepaskan. Daiky menatap Haruka dengan tatapan murka.
" kau menampar ku?!" bentak daiky mencekik Haruka tanpa kasihan.
wajah Haruka memerah, dia kesusahan bernafas, tenggorokan nya terasa sakit. Kedua tangan nya berusaha melepaskan tangan daiky yang sedang mencekik nya tanpa memikirkan akibatnya.
" le-le-pas" ujar Haruka terbata bata.
Tenaga Haruka perlahan melemah, wajahnya semakin memerah. Dia merasakan sebentar lagi dia akan mati, mulutnya terbuka berusaha meraup oksigen namun dia kesusahan.
Uhuk!
Haruka terbatuk-batuk. namun daiky tidak kunjung melepaskan cekikan nya. Tatapan Haruka melemahkan, pandangan nya terasa kabur.
" kau masih ingin bermain-main dengan ku? Kau pikir Naoki orang baik? Dia lebih jahat dariku Haruka! Dia pembunuh!!" ujar daiky .
Haruka tidak fokus mendengar ucapan daiky. Dia sedang sibuk bertahan di Antara hidup dan mati. Hingga matanya perlahan tertutup dan dia kehilangan kesadaran nya. Barulah daiky menghentikannya.
wajah daiky yang tadinya terlihat begitu murka dan berambisi kini berubah panik dan cemas.
" Haruka! Hey! Haruka bangun!" ujarnya panik berusaha membangunkan Haruka sambil menepuk-nepuk pipi nya.
" HANSEN!!" teriak daiky memanggil asistennya.