Diculik dan hendak dijual organ tubuhnya membuat Eva salah jalan dengan meminta pertolongan kepada pria asing yang rupanya seorang Mafia Berdarah Dingin??
Tinggal bersama kumpulan orang-orang bringas yang hobi berbisnis ilegal di Mansion D'Alle. Mansion milik seorang mafia berdarah dingin bernama Damiano Shaw D'Allesandro— pria dengan ambisi yang ingin menguasai 3 wilayah terbesar milik mafia terkenal dan memperluas kekuasaannya.
Pertemuannya dengan Eva malah membuatnya menemukan arti kehidupan yang sesungguhnya. Lalu bagaimana nasib Eva? Hidup bersama lima keluarga mafia yang masing-masing memiliki kisah dan dendamnya tersendiri. dibunuh dan membunuh! menyiksa, merebut, memaksa, seks, kriminal.
°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧◝(⁰▿⁰)◜✧
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MY MR.MAFIA — BAB 22
CLUB TERSEMBUNYI UNTUK EVA
Selesai memberikan perintah kepada anak buahnya. Para pria tadi segera bergegas, bergerak cepat dan mengirimnya ke pelabuhan dengan menggunakan sebuah truk tapi itu mungkin akan selesai saat matahari terbenam, karena barang yang cukup banyak untuk dikirim.
Shaw berbalik dan berjalan ke arah keluarganya. “Kita akan melakukannya seperti biasa. Para polisi atu siapapun tidak akan bisa menghentikannya.” Ucap Shaw kepada keluarganya yang mengangguk kecil.
“Kate! Hitung pengeluaran uang dalam satu hari ini, dan jangan sampai diretas oleh siapapun.” Pinta Shaw kepada wanita tua yang baru saja membuang rokoknya.
“Alright!”
“Camila akan mengurus kendaraan dan barangnya.” Ucap pria itu sekali lagi sehingga ucapannya lansung disetujui.
Tatapan Shaw melirik ke arah Eva sekilas, lalu menunjuk ke arah Will dan wanita cantik yang nampak kebingungan melihat ketegangan dan kesibukan si Mansion D'Alle. “And you will come with me. (Dan kalian akan ikut denganku).” Ujar Shaw kepada Will dan Eva.
“What about me? (Bagaimana denganku)?” tanya Kit akhirnya angkat bicara.
Shaw dan ketiga keluarganya menatap ke arahnya bersamaan.
“Kau tetaplah di Mansion. Belajarlah yang giat, 5 menit lagi gurumu akan datang.” Ucap Shaw seperti biasa.
Mendengar itu lagi, Kit sangat muak, dia juga ingin bekerja seperti Will dan Camila, namun Shaw selalu menganggap nya lemah dan anak kecil yang perlu selalu diawasi dan dijaga.
“Kau serius? Setidaknya berikan aku istirahat untuk belajar dan kesempatan untuk ikut serta bersama kalian.” Ujar Kit sedikit bersuara tinggi.
Eva yang ada di sana hanya diam. Dia benar-benar tidak menyangka anak remaja seperti Kit malah ingin bekerja pekerjaan yang menurutnya.... sangat bahaya dan ilegal.
“Jika umurmu sudah cukup, maka aku akan mengizinkan mu.” Balas Shaw dengan suara santainya.
Will berjalan ke arah Kit, menepuk lengan laki-laki itu Sedaya tersenyum miring. “Lakukan saja Kit. Jadilah anak yang baik!" ujar Will dengan candaan kecil sehingga Camila ikut tersenyum melihatnya.
Dengan perasaan sedikit kesal, Kit melengos masuk begitu saja. Meski begitu, dia tidak akan pernah berani melawan kakaknya sendiri apalagi sampai berbuat macam-macam.
“Ayo!” ucap Shaw yang mulai berpencar.
Ya! pria itu pergi ke arah mobilnya bersama Will dan Eva yang masih bingung seketika Will menoleh ke arahnya. “C'mon!” ucapnya dengan girang.
Entahlah, Eva merasa akan ada sesuatu yang terjadi padanya. Apa yang akan pria itu lakukan.
...***...
Sementara di ruangan Adrian. Pria itu duduk di kursinya, sementara Jai dan ibunya ada berdiri di arah yang berlawanan.
“Kita harus menghentikan rencana pengiriman nya, jika tidak para polisi itu akan menangkap sebagian kapal beserta anak buahku.” Ujar Adrian terlihat sangat tegas.
Tak cuman dia saja yang membicarakan soal pelabuhan New York yang dijaga ketat oleh para polisi. Sekali terperangkap oleh polisi, maka hancur sudah bisnis semuanya.
“Bagaimana dengan Allesandro itu?” tanya Jai menatap tajam ke ayahnya yang masih terdiam sambil menghisap cerutunya.
“Dia tidak akan bergerak dengan kekuasaan kecilnya.” Ucap Adrian yang sangat berpikir positif. Namun dia tak tahu bahwa Shaw memiliki rencana lain yang lebih ampuh.
Jai dan Christine saling memandang dengan kerutan di kedua alis mereka.
...***...
Calabria — Italia
Asap rokok mengepul di seisi ruangan dengan minim cahaya. Beberapa pria berjas hitam yang duduk santai dengan meja bundar berada di tengah menunjukkan bahwa mereka bukanlah orang biasa.
“Pelabuhan di New York dijaga ketat oleh para polisi. Apa kita tetap yakin pria itu bisa mengatasinya?” tanya salah satu pria paruh baya kepada pria lainnya yang menikmati rokoknya dengan santai.
“Kita lihat saja. Aku melihat ambisi dalam matanya. Bisnisnya berkembang dengan pesat! D'Allesandro... Jika dia berhasil, maka aku akan bertemu dengannya secara langsung.” Jelas pria perokok itu tersenyum miring.
.
.
.
“Kita akan kemana? Kau akan membawaku kemana huh?” tanya Eva tanpa henti. Kini dia hanya duduk diam di kursi belakang tanpa pernah melepaskan tas hitamnya.
“Melakukan misi.” Jawab Shaw yang lagi-lagi santai. Namun ucapannya itu sungguh membuat orang seperti Eva malah geram sendiri.
Eva memutar bola matanya malas, dan menatap penuh kecemasan tersendiri.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai juga ke tujuan awal. Wanita cantik dengan rambut tergerai itu baru saja melangkah keluar, melihat sebuah gudang tua di tempat yang sepi. Bukan sepi, hanya ada beberapa anak-anak muda yang tengah asik bermain skateboard dan juga basket.
Mereka anak-anak liar, namun tak begitu mengurusi seseorang disekitarnya apalagi berurusan dengan pria seperti Shaw.
“Kau sudah mengirim pesan kepadanya?” tanya Shaw kepada Will sambil berjalan masuk ke gudang bercoretan grafiti.
Eva sendiri mengikutinya dari belakang dengan kegugupan.
“Ya, wanita itu tidak pernah menolak permintaan mu Shaw.” Balas Will.
Saat memasuki gudang tersebut, Eva dibuat terkejut dengan keberadaan yang sangat-sangat tersembunyi untuk sebuah club' berdekorasi mewah ala VIP. Eva pikir tempat itu sepi, ternyata mereka semua ada di dalamnya.
“This is crazy.” Gumam Eva masih mengamati tempat tersebut dan melangkah mengikuti dua pria tadi.
Shaw berjalan lebih lambat sehingga ia sejajar dengan Eva, lalu mendekatkan wajahnya ke arah wanita itu seolah berbisik. “Dengarkan aku. Cukup diam dan ikuti saja, jika ini berhasil aku akan melunasi hutangmu.” Bisik Shaw dengan serius.
Terkejut mendengarnya. Eva sampai tak percaya, hutang yang begitu banyaknya akan dilunasi jika dia berhasil dalam— entahlah apa yang akan ia lakukan sebagai bentuk misi nya.
Tak sempat membalasnya, seorang wanita tua dengan dandanan tebal dan pakaian seksi baru saja menyambut Will dan Shaw. Tentu saja Eva terkejut melihat penampilan wanita tua itu.
“Senang melihat Anda Tuan Damiano!” sapa wanita tua itu tersenyum lebar.
“Will sudah menjelaskannya kepadamu. Lakukan tugasmu dan Kate akan mengirim jumlah uangnya.” Ujar Shaw yang tiba-tiba meraih lengan Eva dan sedikit menyeretnya lebih maju.
“Dandani dia semenarik mungkin. Aku tidak ingin ada kesalahan kecil.” Ucap Shaw membuat Eva mendelik. -‘Oh sungguh?? Dia akan menjual ku??’ batin Eva.
“Jangan khawatir Tuan Damiano! Aku pastikan dia akan lebih menarik dari pada pelacur di sini!” jelas wanita tua itu menatap ke arah Eva seraya tersenyum manis.
Seketika tubuh Eva merinding tiba-tiba, firasatnya benar-benar tak enak. Dia berharap ada seseorang yang mungkin baik hati dan menolongnya cuma-cuma.
msh ada musuh2 shaw sprt Alfie cham, Mr. chester & ayah shaw Adrian egort.
eva & shaw sdh sepakat mau pny baby 😁😍😀😁🫢🤭
bener² pasangan ini
nyosor aja terus si shaw 🤣
akhirnya will & gina menikah..
apakah shaw akan sanggup membunuh ayah nya sendiri si adrian ..
dan shaw sll bisa menenagkan eva 🥰😘😍🫢🤭
kalo ga jodohin aja sama Kate yakan hehee 🫶