Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MANIS (2) (REVISI)
"Mau beli apa lagi?" tanya Kai pada ibu hamil yang tengah duduk untuk mengistirahatkan kaki itu, Krystal hanya menggeleng, karena memang tak ada yang ingin di belinya lagi.
Krystal menatap kedua bocah yang tengah memegang es krim di tangan mereka, tanpa sadar dia meneguk ludahnya karena juga menging krim itu dan semua itu tak luput dari perhatian Kai.
"Kau mau es krim?" tanya Kai. "Tuan melihatnya?" tanya Krystal sambil tertawa "Tentu saja kau menatap mereka tanpa berkedip, mau rasa apa? Akan ku beli kan" kata Kai "Aku ikut kesana saja," kata Krystal.
"Ayo.." jawab Kai sambil mengrahkan tangan kanannya pada Krystal untuk digandeng, sedangkan tangan kirinya membawa banyak belanjaan.
"Mau rasa apa?" tanya Kai "Vanila dengan toping coklat," jawab Krystal "Satu atau dua?" tanya Kai "Satu saja" jawab Krystal.
"Beri kami satu es krim vanila dengan toping coklat dan satu es krim coklat," kata Kai memesan.
Hanya butuh waktu beberapa menit hingga akhirnya kedua orang itu mendapatkan pesanan mereka.
Mereka memilih untuk duduk di pojok ruangan itu. Kai tersenyum senang melihat Krystal terus tersenyum dan tertawa dari tadi pagi.
"Kenapa menatap ku begitu?" tanya Krystal.
Kai hanya menggeleng lalu mengelus rambut panjang itu dengan lembut, Kai memajukan wajahnya lalu mengecup bibir istrinya itu.
"Kau harus makan dengan pelan.. Kau seperti anak kecil" kata Kai "Semua orang melihat kita! Kenapa melakukan itu," kata Krystal dengan muka merah karena malu.
"Kenapa.. Siapa yang peduli, aku mencium istriku kan," desis Kai membela diri.
"Booleh cicip punya Tuan?" tanya Krystal "Tentu," kata Kai menyodorkan sendok berisi es krim itu "Enak?" tanya kai "Eemm," kata Krystal sambil mengangguk.
Setelah puas berjalan-jalan keduanya memutuskan untuk makan malam, setelah itu pulang.
***
"Malam Ibu," sapa Krystal pada mertuanya itu "Malam nak" sahutnya sambil tersenyum lebar.
"Waahh kalian berbelanja?" tanya Ibu Kim "Iya Ibu tapi lebih banyak belanjaanku, menantumu tak pandai menghabiskan uang," kata Kai sambil tertawa.
"Baik lah Ibu yang akan mengajarinya nanti," kata Ibu Kim dan mengundang gelak tawa semua orang.
Kai dan Krystal pun pamit minta izin untuk pergi ke kamar mereka dan beristirahat.
Kai masuk kamar mandi terlebih dahulu, tak butuh waktu lama keluar dari kamar mandi dengan celana panjang tanpa baju serta handuk yang di kalungkan di lehernya, setelah Kai selesai Krystal begegas masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Saat Krystal keluar dari kamar mandi dia melihat Kai yang tengah sibuk membongkar belanjaan mereka.
Kai terlihat begitu suka dengan sepasang sepatu bayi yang di belinya tadi, pria itu terus menatap sepatu itu dengan tatapan senang, Krystal berjalan mendekati pria itu lalu memegang bahunya.
"Hei," kata Kai sambil tersenyum.
"Aku membayangkan betapa lucunya saat kaki mungil itu memakai sepatu ini nanti," kata Kai sambil tersenyum penuh bahagiam
"Aku tak sabar menunggunya..," sambung Kai lalu memeluk pinggang Krystal yang berdiri di depannya itu, mengecup perut itu berkali-kali hingga Krystal merasa lucu sendiri pada pria itu.
"Aku akan pajang disini," kata Kai meletakan sepasang sepatu itu di atas meja kerjanya yang berada sudut ruangan itu.
Krystal naik keatas ranjang memposisikan tubuhnya senyaman mungkin untuk beristirahat, Kai pun ikut membaringkan tubuh nya di samping istrinya itu.
Menatap wajah cantik itu, tatapan Kai terpaku pada bibir seksi itu, hanya membayangkan bagimana lembutnya bibir itu mampu membuat nafasnya tersengal.
Kai memeluk ibu hamil itu meletakan wajahnya di tengkuk Krystal sambil sesekali mengendus aroma tubuh itu.
Tangannya mengelus perut Krystal lembut, hingga akhirnya tangan itu berlahan masuk kedalam baju yang di pakainya dan berhenti di titik sensitif itu.
Krystal hanya diam menikmati tiap sentuhan itu, sedangkan bibir pria itu juga tak tingga diam, terus memberikan kecupan-kecupan mesra di tengkuk dan lehernya menggigit kecil disana hingga minggalkan bekas kemerahan.
Tangan Kai terus beraksi dengan remasan-remasan pelan di buah dada istrinya itu hingga melepas pengait branya membebaskan kedua benda itu.
"Aduhh..," desis ibu hamil itu, dia sungguh sensitif hanya dengan sentuhan kecil sudah berhasil membuatnya mendesah nikmat.
Kecupan Kai mulai berpindah ke bibir seksi itu, mengakses tiap sudut dalam mulut istrinya, lidah keduanya bergelut didalam sana hingga menghasilkan sensasi yang luar biasa.
Kai menyudahi ciuman nya sambil membuka satu persatu kancing piama istrinya sambil menatap mata sayu itu.
Tatapan sayu istrinya itu terus berhasil menggoda Kai, hanya dengan menatap mata itu sudah membuat Kai ingin memasuki wanita yang tengah mengandung anaknya itu.
"Mau melakukannya?" tanya Kai, Krystal hanya diam sambil menatap pria itu.
"Boleh aku di atas?" tanya Krystal, dan pertanyaan itu membuat sekujur tubuh kai kaku, gairahnya kian meningkat.
"As you wish baby..," bisik Lai sambil menjilat daun telinga istrinya itu.
"Emmm," desah Krystal lalu medudukan dirinya setelah itu melepas semua pakaiannya dengan tatapan seksi itu.
Krystal tak pernah seperti ini, tapi malam ini dia benar-benar menginginkannya, dia benar-benar ingin melakukannya!
Krystal mendorong tubuh suaminya itu hingga tertelentang sempurnah di atas ranjang, berlahan menaiki tubuh kekar itu.
"Eeeemmmm..," desis Krystal sambil menggigit bibir bawah nya saat Kai mulai memasukinya dari bawah sana.
Tatapan sayu itu, tubuh polos dengan kulit putih dan rambut panjang yang terlihat sedikit berantakan itu benar-benar membuat Kai mabuk kepayang.
"Aaahh" kata krystal mendesah karena pergerakannya sendiri, Krystal menaik turunkan tubuhnya dengan tempo yang begitu lambat tapi dalam.
"Kryss.." panggil Kai sambil meremas bahu istrinya itu, tangan kai berpindah ke pinggang wanita itu dan menbantu pergerakannya.
"Sayang.. Emmm.." desah Krystal merasakan sensasi luar biasa itu.
Merasa sudah akan mencapai puncak permainan itu Kai memdudukan dirinya dan membuat Krystal duduk di pangkuannya sekarang, menggerakan tubuh mereka dengan cepat namun berusaha selembut mungkin sambil mengecup gemas dua benda yang terus terhayun menggoda dari tadi itu.
Krystal memeluk erat tubuh Kai dengan begitu erat. Hanya terdengar rintihan nikmat dari keduanya.
Sampai terdengar lenguhan panjang namun tertahan dari keduanya, Kai dan Krystal mencapai puncak bersama, Krystal memjamkan matanya erat tubuhnya kejang seketika dan merasakan sesuatu yang hangat masuk kedalam tubuhnya dan seketika tubuhnya lemas seperti tak bertulang.
Kai membantu membaringkan tubuh lemas Krystal dengan nafas yang menggebuh itu.
Mengecup kening Krystal dengan kehangatan.
"Aku sangat hebatkan?" goda kai, sedangkan Krystal hanya mampu tersenyum malu lalu menyembunyikan wajahnya ke dada bidang suaminya itu.
Kai mengeratkan pelukannya pada tubuh Krystal.
"Aku menyakitimu? Apa aku berlebihan?" tanya Kai khawatir melihat krystal yang terlihat begitu kelelahan.
Krystal hanya menggeleng karena memang tak merasa di sakiti.
"Aku ingin muntah.." kata Krystal tiba-tiba menutup mulutnya bergegas menggulung tubuh telanjangnya dengan selimut lalu berlari kemar mandi.
Melihat itu Kai juga segera melilitkan handuk di pinggangnya dan menyusul Krystal kekamar mandi.
"Hoeekk.."
"Hooekkk.."
Krystal terus memuntahkan isi perutnya, mulutnya terasa masam, perutnya terasa di aduk, merasa begitu mual.
Kai membantu merapikan rambut panjang itu memijat leher istrinya itu penuh perhatian, menatap iba pada ibu hamil yang terlihat sangat menderita itu.
"Kau baik-baik saja?" tanya Kai dan di sahut dengan anggukan kepala oleh istrinya itu.
"Kepala ku pusing," kata krystal tiba-tiba memeluk Kai, Kai mengelus tengah belakangnya memberikan kehangatan dan kenyamanan pada ibu hamil itu.
Berlahan mengangkat tubuh lesu itu kedalam gendongannya, membaringkan nya pelan keatas ranjang, lalu membantu Krystal untuk minum.
Krystal memejamkan matanya, Kai masih setia duduk di tepi ranjang itu mengelus rambut hitam itu sampai ibu hamil itu kembali tenang dan kembali tertidur.
reader wajib baca ini.