Sebuah peristiwa yang membuat aku harus terikat pernikahan kontrak dengan seorang CEO yang kaya raya, dingin dan kejam.
Zahra terpaksa menikah dengan Zein, karena dia tidak mampu membayar ganti rugi setelah tidak sengaja menabrak mobil Zen.
Zein memaksa Zahra menikah dengannya karena dia harus menikah dalam waktu 1 bulan, jika tidak seluruh kekayaan dan perusahaan ayahnya akan diwariskan pada sepupunya.
Selama menikah dengan Zein, Zahra sangat menderita bukan saja Zein yang memperlakukannya kurang baik, tetapi ibu mertuanya juga sangat tidak menyukai nya. Dan berusaha memisahkan Zein dengan Zahra.
Ibu mertuanya ingin menikahkan Zein dengan Bella sapira seorang model terkenal. Hanya ayah mertuanya yang baik padanya.
Akankah Zahra memenangkan hati Zein??
Dan dapat mempertahankan rumah tangganya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan jalan
Pagi ini Zahra sedang mencuci mobilnya di halaman rumah. Berhubung hari ini akhir pekan dan Zahra tidak pergi kemana mana.
Zein baru masuk ke gerbang, dia baru pulang dari berolahraga.
Zein melihat Zahra yang asyik mencuci mobilnya.
Zein tak berkedip memandang Zahra, Karena bajunya basah, menampakkan lekuk tubuhnya walau tertutup baju panjang dan jilbab. Apalagi saat ini Zahra hanya mengenakan celana panjang.
Zein terus memandang Zahra,
"rajin sekali dia, sudah cantik, sabar rajin pula", pikir Zein.
Karena merasa d perhatikan Zahra menoleh kebelakang, dan melihat Zein yang sedang memandanginya.
"hei... apa yang kau lihat? "tanya Zahra menyilangkan tangannya.
"tidak ada," jawab Zein datar
"aku hanya memandang istriku, Apa itu salah." ucapnya lagi
"Salah kalau memandangnya seperti itu," ucap Zahra cemberutnya.
Zein maju dan mengurung Zahra ke arah mobil. Kini Zahra tak bisa bergerak kemanapun. Zahra terdiam,,,
"apa ini juga salah!" ucapnya memajukan wajahnya.
Zahra gugup dan menutup matanya.
Zein sengaja mendekatkan wajahnya pada Zahra dan dia berbisik tepat ditelinga ya.
" tolong cuci mobil aku sekalian,"
Zahra membuka matanya, dia tersadar. wajahnya memerah dia pikir tadi....
Setelah dapat menguasai dirinya, Zahra
berkata
"kau kan bisa sendiri, kenapa harus menyuruh aku!" sambil memalingkan wajahnya. Dia malu takut Zein melihat wajahnya.
" aku tak pernah cuci mobil sendiri!
"jadi mau nggak?" tanya Zein dengan suara meninggi.
"Kalau kau tidak mau....."
*Zein menggantung kalimatnya, dan memajukan wajahnya mendekat ke arah Zahra.
Zahra gugup dan panik, melihat Zein semakin mendekat padanya.
Munculide, dia mengangkat kain lapnya dan menaruhnya di wajah Zein, kemudian dia berlari sambil tertawa....
Zein yang merasa kesal, mengejar Zahra kembali dan ingin membalasnya. terjadilah kejar kejaran dan siram siraman air dan sabun. Mereka berlari dan tertawa bersama.
akhirnya mereka mencuci mobil bersama sama. sekitar satu jam kemudian mereka selesai mencuci mobilnya. Dengan bekerjasama, mobil mereka berdua sudah terlihat bersih.
abaaaang..." panggil Zahra
"apa?"
"mobilkan sudah bersih, boleh minta hadiah nggak?" tanya Zahra
Zein maju, menarik tengkuk Zahra dan akan menciumnya.
Zahra langsung mendorong Zein,
"aku nggak minta hadiah itu", ucapnya
"terus kau mau apa?" tanya Zein
"boleh saya keluar rumah?" ucap Zahra hati hati
"mau pergi kemana?"
"keluar jalan jalan, boleh ya...."
"boleh......
belum selesai Zein bicara Zahra sudah memutar tubuhnya dan akan masuk kedalam rumah.zein menarik baju belakang zahra
"mau kemana?" tanya Zein
"telpon Tia,
"mau ngapain?" tanya Zein lagi
"mau ajak dialah...
"boleh ..kalau perginya denganku. ucap Zein berjalan masuk kedalam rumah.
Zein membawa Zahra ke pusat perbelanjaan termahal di Indonesia.
mereka turun dari dalam mobil.
Tapi zahra hanya diam dan terpaku melihat tempat tersebut. Zein menarik tangannya.
Zahra menggeleng.
"Ada apa?" Bukan kah kau mau berbelanja!" tanya Zein heran .
Ayo..."
Zahra masih enggan melangkah. Dia masih menggeleng.
"pa lagi ayo .." ucap Zein
"aku tak pernah masuk kesini, kita ketempat lain aja ya. tempat biasa aku berbelanja dengan Tia, ya ...ya .... " ucap Zahra
"Nggak usah takut, aku bisa membelikan apapun, sudah ayo masuk," ucap Zein lagi.
" Aku nggak mau. Aku nggak biasa belanja disini.kita pindah pasar aja.. ya.... ya..... ucap Zahra ( dengan pupy eyes nya)
Zein masih berdiri.
"Ayo...." Zahra menarik nya untuk masuk kedalam mobil.
Akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju Zahra.
Zahra membawa Zein ke pasar tempat biasa dia belanja.
Mereka masuk kedalam, tempatnya sempit dan panas. Zein merasa kesal. diliriknya Zahra asyiik memilih dan menawar hijab.
"Sudah beli saja, kenapa di tawar lagi." Ucap Zein.
"Ini kemamahalan," jawab Zahra berbisik.
"Tapi disini panas, padat dan beeisik.!" Protes zein." Tungu saja si.mobil, Ok!" jawab Zahra.
Zein pergi meninggalkan Zahra dan menunggunya di parkiran.
" Dia terlihat senang dan santai berbelanja ditempat seperti ini, kalau Bella mana mau dia dibawa ke tempat ini, ucap Zein dalam hati."
Zahra datang menghampiri Zein. Dan masuk ke dalam mobil.
"sudah..ayo kita pulang," ucapnya.
"Apa yang kau beli tadi?" tanya Zein penasaran. Karena Zahra tidak nampak membawa kantong belanjaan.
"Jilbab"
"Hanya itu."
"Ya, kenapa? tanya Zahra heran dengan pertanyaan yang diajukan Zein.
"Jauh jauh hanya beli satu barang saja. guman Zein yang masih bisa di dengar Zahra.
"Aku hanya membutuhkan ini. Bukan yang lain. Jadi aku ya hanya beli ini saja." jawab Zahra.
Kau kan bisa membeli baju baru?"
"Baju ku masih banyak dan masih layak di pakai. Buat apa beli yang baru." jawab Zahra.
"Setelah ini mau kemana?" tanya Zein.
"Pulang lah, mmemangnya mau kemana lagi?" tanya Zahra.
"aku tak mau, Aku lapar. Kau harus mentraktir aku makan dulu," ucap Zein
'baiklah, ayo...." jawab Zahra.
Zein menepikan mobilnya di sebuah kafe.
Mereka masuk ke dalam.
Mereka duduk dan menunggu makanan mereka.
"maaf, aku cuma bisa mentraktir mu makan disini, ucap Zahra
" Tak masalah, tapi aku masih tak habis pikir. Kau menolak ajakan ku belanja barang ber merek dan mahal, dan kau malah mengajak aku belanja di tempat seperti itu!" ucap Zein
"aku tak mengajakmu, kau sendiri yang mau ikut denganku, kupikir kau malu pergi denganku, mengingat kau selalu saja meninggalkan aku." uca Zahra.
" kau... berani nya! maki Zein geram dan melotot ke arah Zahra.
dia masih mengotrol suaranya, karena disini banyak orang
"apa, kan benar yang aku katakan!"
" kau berani melawan aku ya, tunggu nanti aku akan balas dirumah" ucap Zein.
"siapa takut," jawab Zahra.
"kau......"
belum selesai Zein bicara pelayan datang dan membawa makanan, mereka pun menghentikan pertengkaran mereka. mereka makan dalam diam.
Zahra tersenyum dan tertawa kecil.melihat wajah zein yang kesal.
Zein yang tau ditertawakan Zahra, merasa semakin dongkol. dia mengunyah makanannya dengan kuat dan menggigitnya menunjukkan kekesalannya.
Setelah selesai makan mereka bergegas menuju parkiran, dan masuk kedalam mobil dan pulang.
Di sepanjang perjalanan pulang Zein tetap diam saja. Dia masih dongkol dengan Zahra.
lupa ya klo dia baiknya baru 2 hari