NovelToon NovelToon
Moving On

Moving On

Status: tamat
Genre:Patahhati / Mafia / Cintapertama / Pihak Ketiga / Gangster / Healing / Tamat
Popularitas:10.1M
Nilai: 5
Nama Author: Sisca Nasty

Zeroun Zein. Pria yang pernah memimpin sebuah geng mafia itu harus merelakan cinta sejatinya berbahagia dengan pria lain. Ia tidak pernah menyangka kalau rasa cinta yang selama ini ia miliki harus terganti dengan rasa Sayang untuk seorang sahabat.

Mencari pengganti mantan tunangannya, memang bukan hal yang kini ia harapkan. Namun, apa yang terjadi jika ia dipertemukan dengan wanita yang bisa memporak porandakan hidupnya? Apakah Zeroun mau membuka hatinya untuk mencintai lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke Inggris

Bandar Udara Internasional Hongkong.

Emelie baru saja turun dari mobil. Memandang sekeliling bandara dengan seksama. Tidak jauh dari posisinya berdiri, ada Lukas yang ingin mengantar kepergiannya. Lukas dan beberapa pasukan Gold Dragon berjalan mendekati Emelie. Membungkuk untuk memberi hormat kepada Emelie.

“Selamat pagi, Putri Emelie.” Lukas menekuk kepalanya.

Emelie terlihat mencari-cari keberadaan Zeroun. Hatinya masih menyimpan harapan, bertemu dengan Zeroun untuk yang terakhir kalinya. Lukas menyadari tatapan Emelie yang terlihat mencari-cari.

“Maaf, Putri. Bos Zeroun tidak bisa mengantar anda. Ada pekerjaan penting yang tidak bisa Bos Zeroun tinggal,” ucap Lukas pelan.

Wajah Emelie berubah kecewa dan sedih. Emelie memandang gulungan uang dan setangkai mawar merah yang ada di genggaman tangannya. Wanita itu memberikan gulungan uang pemberian Zeroun di hadapan Lukas.

“Berikan ini padanya. Katakan padanya, Saya sangat berterima kasih atas pertolongannya selama ini.”

Lukas menerima uang itu. Ada senyum kecil yang terukir di bibirnya.

“Saya akan menyampaikan pesan Putri kepada Bos Zeroun.”

Emelie berjalan masuk ke dalam bandara. Walau terasa berat, tapi ia harus kembali. Emelie tidak bisa tinggal lebih lama lagi di kota Hongkong. Ia tidak ingin membuat Zeroun Zein berada di dalam masalah karena dirinya. Bagaimanapun juga, mereka diciptakan dengan tujuan hidup yang berbeda.

Baru beberapa langkah Emelie melangkah masuk. Lagkahnya lagi-lagi terhenti. Emelie memandang Lukas yang berada di belakangnya. Ingin sekali detik itu ia meminta Lukas untuk menghubungi Zeroun agar bisa mendengar suaranya. Namun, perkataannya tertahan di dalam hati. Bibir Emelie terasa berat untuk meminta permohonan itu kepada Lukas. Dengan wajah sedih, Emelie melanjutkan langkah kakinya.

Dari kejauhan. Beberapa orang yang dikirim dari Kerajaan Inggris sudah menyambut Emelie. Menunduk hormat saat Emelie sudah semakin dekat.

“Selamat Pagi, Putri ....” ucap beberapa orang secara bersamaan.

“Pagi,” jawab Emelie dengan wajah datar ciri khasnya. Tidak ada lagi senyuman di bibirnya. Sejak dulu, begitulah karakternya. Ia ingin dipandang semua orang sebagai wanita yang kuat. Emelie tidak ingin orang lain tahu kesedihan yang ada di hatinya.

“Putri, sekarang saatnya kita berangkat.” Pria berseragam resmi khas Inggris mendekati posisi Emelie.

Emelie mengangguk tanpa menjawab, memutar tubuhnya untuk memandang wajah Lukas dan pasukan Gold Dragon lainnya.

“Terima kasih, Bos Lukas. Senang bertemu dengan kalian.”

Lukas hanya membungkukan tubuhnya saat mendengar perkataan Emelie. Sebelum memandang kepergian Emelie. Tatapan matanya tidak terbaca. Tidak tahu, pria itu sedih atau senang melihat Emelie pergi meninggalkan Hongkong.

“Hati-hati di jalan, Putri. Jaga diri anda baik-baik,” ucap Lukas dengan sangat pelan. Hanya dirinya sendiri yang mendengarkannya.

Setelah melihat rombongan Emelie menghilang. Lukas dan pasukan Gold Dragon juga pergi meninggalkan tempat itu.

Beberapa orang berbaris di depan tangga masuk pesawat. Menyambut kedatangan Emelie pagi itu. Emelie naik ke atas tangga dengan wajah datar dan tubuh yang tegab. Tatapan matanya tidak lagi ia alihkan ke arah lain. Tatapan matanya hanya ia fokuskan ke jalan depan.

Satu wanita menunduk hormat menyambut Emelie di dalam pesawat. Wanita itu memakaikan Emelie jaket bulu yang sangat indah. Mengikuti langkah Emelie dari belakang.

Emelie duduk di kursi tunggal berukuran besar. Kursi itu menghubungkannya ke arah kaca. Emelie memandang keluar dengan mata berkaca-kaca.

“Selamat tinggal Hongkong. Selamat tinggal Zeroun Zein.” Emelie menyentuh kaca pesawat itu.

***

11 Jam kemudian.

Pesawat Emelie mendarat dengan begitu sempurna. Emelie sudah mengganti pakaiannya dengan baju negara yang biasa ia kenakan. Satu topi sudah melekat indah di atas rambutnya yang tersanggul. Sekuntu mawar mewar masih ada di genggaman tangannya. Emelie berjalan di atas karpet merah yang terbentang panjang. Beberapa pengawal kerajaan membungkuk hormat menyambut kedatangan Emelie sore itu.

Dari kejahuan, terlihat Adrian yang berlari untuk menyambut Emelie. Adriana menghentikan langkah kakinya di depan Emelie. Membungkuk hormat di hadapan Emelie dengan senyuman ramah.

“Selamat datang Putri Emelie.”

“Adriana ....” Emelie mengangkat tubuh Adriana. Memeluk wanita itu dengan mata berkaca-kaca.

“Putri ... Apa Putri baik-baik saja?” Adriana membalas pelukan Emelie dengan mata berkaca-kaca.

“Kakak baik-baik saja. Kakak sangat merindukanmu, Adriana.” Emelie meneteskan air mata sambil memeluk erat tubuh Emelie.

“Putri, Adriana juga sangat merindukan Putri. Adriana senang melihat Putri kembali dengan selamat.” Adriana memasang wajah sedih untuk melengkapi aktingnya sore itu.

“Bagaimana dengan keadaan Yang Mulia?”

“Yang Mulia sudah menunggu Putri di Istana.” Adriana mengukir senyuman manis.

“Ayo kita pergi.” Emelie menggandeng tangan Adriana layaknya adik yang sangat ia sayangi.

Selama ini, Adriana adalah satu-satunya adik yang sangat dekat dengan dirinya. Hanya Adriana yang selalu mendukung semua tindakannya. Emelie percaya dengan Adriana seratus persen. Wanita itu tidak pernah menyangka kalau Adik yang sangat ia sayangi menyimpan seribu rencana jahat untuk dirinya.

Emelie dan Adriana berjalan ke arah mobil BMW hitam berukuran panjang. Beberapa pengawal membukakan pintu mobil untuk Adriana dan Emelie. Kedua wanita masuk dengan wajah bahagia. Melupakan semua masalah yang telah terjadi. Mobil itu melaju dengan diiringi beberapa mobil lainnya menuju ke gedung Istana.

Emelie memandang keluar jendela dengan wajah datar. Menikmati pemandangan kota yang sejak dulu selalu ia lewati.

Adriana memandang setangkai bunga mawar yang ada di tangan Emelie. Wanita itu sedikit tertarik untuk mencari tahu, sosok yang memberikan bunga mawar kepada Emelie.

“Putri, bunga mawar itu sangat indah. Namun, sudah sedikit layu. Apa Putri membawanya dari Hongkong?”tanya Adriana dengan lembut.

“Ya, seseorang memberikan bunga ini kepada saya.” Emelie memperhatikan bunga itu dengan senyuman manis.

“Putri terlihat sangat bahagia. Apa orang yang memberikan bunga itu adalah orang yang spesial di hati Putri?” Adriana berusaha keras untuk mengetahui sosok yang memberikan bunga mawar itu.

Emelie hanya tersenyum saja. Tidak lagi ingin menjawab pertanyaan Adriana. Tatapannya ia alihkan keluar jendela.

Tentu saja spesial. Pria yang memberikan bunga ini adalah sosok pria yang sangat menyayangiku layaknya seorang anak.

Emelie memejamkan matanya sambil bersandar dengan tenang. Meletakkan bunga mawar itu di meja kecil yang ada di hadapannya. Kedua tangannya ia letakkan di atas pangkuan. Emelie tidur dengan posisi yang sangat anggun.

Adriana memperhatikan wajah Emelie dengan umpatan-umpatan kesal di dalam hati. Pertanyaan terakhirnya tidak di jawab oleh Emelie. Membuat hatinya dipenuhi amarah dan rasa kesal. Tangannya terkepal kuat dengan gigi yang beradu.

Kita lihat saja nanti. Berapa lama kau bisa bersikap menjadi seorang Putri Raja seperti ini.

Umpat Adriana dalam hati. Satu tangannya mengotak-atik ponsel miliknya. Matanya berubah licik dengan senyum kecil. Handphone itu ia genggam dengan begitu kuat dengan kedua bola mata yang dipenuh rencana jahat.

Kalau mau sering2 up banyak. Vote yang banyak juga... like jgn lupa.😊

1
Sunny Kwok
Luar biasa
Debbie Teguh
/Facepalm/
Debbie Teguh
pinter taktiknya zeroun, seolah2 jd morgan bantu nyerang white tiger
Debbie Teguh
baru kali ini sy mau baca yg episode mya diatas 200 thor, semua krn zeroun /Drool/
Debbie Teguh
parfum thor
Debbie Teguh
kayaknya teman pernah cerita di hkg pas tahun baru gak rame, mereka hebohnya pas imlek, bener gak ya?
Icema
Luar biasa
Hartatik
itu pasti putri emille
Hartatik
dulu kayak pernah baca.tapi agak lupa.
Lailatul Fadjariyah
thor aku gk bosen membaca karyamu ini. dlu sdh dibaca skrg kubaca lgi. sukses slalu utk karya2x mi thor.semangaaaat utk buat karya cerita yg lebih greget lgi
Νeͷg Aͷja🐰
asemm baca surat dari Morgan nyesek ehh /Sob//Sob//Sob/ terharu sama pengorbanan dia tapi GPP lah masih ada jantung Morgan dihidup lana
Νeͷg Aͷja🐰
Mau ngeces dulu bayangin Lukas sama Morgan pada pamer perut kotak2 nya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Prima Ringkat
halo thor aku kembali lagi setelah sekian lama. kangen sama babang ze😁🥰
Sisca Nasty: terima kasih kak🥰
total 1 replies
Lutfa
alur cerita yang menarik.
sisi
Sangat bagus 😍🥰😘😍😍
Izty Ciuz
sangat bagus
Yokebeth Ida R.
Input aja thor... klo nulis jangan kebanyakan kata " cukup" jadi boring aja bacanya
Yokebeth Ida R.
Ini baru seru thor... wonder woman datang, lanjoooot 😂😂😂😂
Yokebeth Ida R.
Heran juga dengan pengawal kerajaan yang tulalit, secara Emelie calon Ratu koq ya dibiarin nyebrang sendiri, ga masuk akal lalai nya para pengawal ini, kalah ma paspampres 😂
Rahma Hayati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!