Berawal dari menyelamatkan pria tampan yang tidak sadarkan diri di depan rumahnya, Adifa malah terjerat dalam hubungan pernikahan dengan pria nakal karena sebuah kesalahpahaman warga kampung terhadapnya.
Ia dan pria asing itu terikat dalam ikatan suci. Namun, Adifa tidak menyangka jika pria yang menjadi suaminya adalah seorang pria nakal yang suka bermain wanita.
"Dasar pria nakal!" ~Adifa Rahma
"Aku menyukai setiap lekuk tubuh wanita yang indah!" ~Raja Shaga
Bagaimana kisah selanjutnya? Mampukah Adifa menjalani pernikahannya dengan seorang pria nakal yang suka main wanita?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bentuk Amarah Raja
Adifa berdiri dengan kepala tertunduk, ia termenung memikirkan apa yang baru saja terjadi. Adifa berjalan dengan langkah gontai menuju kamar.
Begitu sampai di kamar, ia menghempaskan tubuhnya yang ringkih ke atas ranjang. Adifa dengan tubuh yang menghadap langit-langit kamar hanya bisa memejamkan mata kuat, ia mulai memikirkan apakah hubungannya dengan Raja bisa terus berlanjut. Sedangkan tidak ada cinta di antara keduanya.
Ucapan mommy Utami berputar di kepala gadis itu layaknya kaset usang. Adifa merasa hubungan yang dijalaninya akan sangat sulit jika tanpa restu ibu sang suami.
"Aku bahkan tidak tau bagaimana perasaan mas Raja kepadaku. Tidak mungkin mas Raja menaruh hatikan?" Adifa bermonolong.
Tubuh gadis itu berguling di atas tempat tidur menjadi telungkup. Ia menekan kepalanya dengan bantal, Adifa gamang akan pernikahan yang dijalaninya. Ia mengacak rambut panjangnya dengan frustasi. "Huh, bagaimana ini. Mas Raja kemana ya?"
***
Raja melajukan kendaraannya dengan kencang. Ia menatap jalanan yang sepi dengan mata setajam elang, tidak ada perasaan selain marah di hatinya saat ini.
Kendaraan beroda dua milik Raja berhenti di sebuah bengkel yang besar dan ternama. Ia memarkirkan Ducati Panigale V4 Superleggera miliknya di halaman bengkel, pria itu membuka helm yang ia kenakan dengan gaya badas. Terlihatlah wajah Raja yang datar dan dingin.
Ia melangkahkan kakinya menuju tempat yang selama ini menjadi sumber pemasukannya. Raja memang anak orang kaya, yaitu putra sematawayang dari Fadi Salim si pemilik perusahaan minyak kepala sawit terbesar di negara A. Akan tetapi, hal itu tidak menjadikannya sebagai anak manja yang memanfaatkan harta dan kedudukan daddy-nya.
"Woi, Ja. Kenapa tuh muka kayak kanebo kering?" tanya Haris. "Gak dikasih jatah sama istri ya. Hahaha."
Rian menyikut perut Haris yang masih asik tertawa padahal saat ini wajah Raja masih saja datar dan dingin.
Haris yang duduk di sofa tempat biasanya mereka berkumpul sebelum balapan di mulai langsung terdiam. "Ada masalah ya?" tanya Haris dengan serius.
Pria berwajah dingin itu tidak menyahuti pertanyaan sahabatnya. Ia lebih memilih ikut bergabung, duduk di hadapan Haris dan Rian.
"Sepagi ini udah ke bengkel? Apa tante Utami kembali menyuruhmu pulang ke rumah? Atau menyuruh meneruskan perusahaan minyak sawit milik daddy mu?" Kali ini Rian yang bertanya dengan gaya cool-nya.
Raja masih saja memilih untuk bungkam, mulutnya terkatup tanpa ada niatan menjawab pertanyaan kedua sahabatnya.
Haris dan Rian saling pandang, lalu dengan serentak mengendikkan bahu. Rian, pria berambut gondrong dengan wajah rupawan itu berdeham untuk memecahkan keheningan yang menyelimuti mereka.
"Ja, Apa gak sebaiknya turuti saja permintaan tante Utami soal perusahaan itu," kata Rian.
Kepala Haris mengangguk, menimpali apa yang dikatakan oleh Rian.
Sebelah sudut bibir Raja terangkat ke atas, ia berdecih dengan wajah yang datar. "Gue, sama lo berdua itu sama! Haris, kenapa lo gak nerusin jejak paman Bram? Pengacara kondang dengan bayaran termahal. Rian, kenapa lo gak meneruskan usaha tante Susi? Pemilik mall terbesar di negara kita, hm! Kenapa lo lebih memilih kerja di bengkel gue? Diamkan lo berdua, cih!"
Bahasa lo, gue keluar dari mulut Raja yang saat ini sedang emosi. Sahabatnya yang sudah tahu akan watak Raja hanya bisa menunjukkan smirk-nya masing-masing.
"Ya, Raja Salim selalu benar. Ha-ha-ha, muka jangan ketat begitu. Istrimu masih muda, gak lucu kalau suaminya penuaan dini." Haris tertawa nyaring, dirinya memang yang paling banyak bicara di antara mereka.
Rian tidak ikut tertawa bersama Haris, Ia turut memasang wajah datar yang memang sudah menjadi ciri khasnya. Tiba-tiba Raja berdiri dari duduknya, hal itu membuat kedua sahabat pria itu menatap ke arah Raja.
"Bagaimana dengan balapan malam ini?" tanya Raja dengan berdekap dada.
Haris dan Rian yang mendengar Pertanyaan Raja tampak mengernyitkan dahi, merasa keheranan. Seingat mereka, Raja menolak ajakan pertandingan balapan liar yang di buat oleh Huga.
"Bukannya—"
"Gue ikut! Katakan pada pria bαj!ngαπ itu jika gue terima tantangannya! Dengan pacarnya sebagai hadiah penghangat ranjang gue malam ini," ucap Raja penuh penekanan.
"Gila lo, Ja! Ingat istri lo!" Rian ikut ber-lo, gue. Pria yang biasanya sabar dan juga pendiam itu tampak tak suka akan keputusan Raja untuk mengambil tantangan dari musuh mereka.
"Jangan ikut campur!" sergah Raja dengan suara datar namun penuh penekanan.
"Oke." Rian mengangkat kedua tangannya. "Ris, lo urus sahabat kita yang lagi marah gak jelas ini." Ia menunjuk ke arah Raja. "Gue cabut!" Pria itu mengepalkan tangannya lalu melenggang pergi.
Derum kendaraan milik Rian terdengar hingga ke telinga Raja dan Haris. Tampak sekali jika pria itu melampiaskan perasaan kesalnya dengan menggeber moge miliknya.
"Ja, yakin terima tantangan dari Huga?" tanya Haris memastikan.
"Ya. Titip bengkel, gue mau ke mini market sebentar ." Raja masih dengan wajahnya yang datar meninggalkan Haris sendirian.
Pria itu memakai helm dan naik ke Ducati Panigale V4 Superleggera miliknya. Ia memutuskan untuk pergi ke suatu tempat, saat ini ia benar-benar membutuhkan ketenangan.
Cepatnya laju kendaraan dengan harga fantastis itu membawa Raja ke sebuah toko yang menjual minuman keras.
Ia mendorong pintu toko yang terbuat dari kaca itu. Saat Raja berjalan masuk, ada seorang wanita yang tidak sengaja menabrak tubuhnya.
"Raja ...."
"Kau!"
`
`
`
Siapakah wanita yang tidak sengaja menabrak babang Raja?
Aduh bang, jangan marah-marah nanti cepat tua. Othor doain babang Raja kalah balapannya biar gak bisa asemelehot sama perempuan lain😡