NovelToon NovelToon
ASLAN VALERION

ASLAN VALERION

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Penyelamat / Sistem
Popularitas:99
Nilai: 5
Nama Author: HUUAALAAA

Dua puluh kavaleri elit musuh terus bergerak mendekati lokasi persembunyian Aslan tanpa menyadari maut yang menanti. Pangeran itu telah menyiapkan jebakan mematikan melalui perhitungan sistem yang menjamin kemenangan mutlak bagi dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HUUAALAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Kuda hitam yang ditunggangi Aslan meringkik pelan saat memasuki jalur sempit di antara tebing batu. Mata Aslan terus bergerak mengamati sekeliling, sementara antarmuka sistem di matanya mulai berkedip merah.

[Sistem: Terdeteksi lima belas tanda panas di balik bebatuan. Pola pengepungan aktif. Persiapan kontak senjata.]

"Keluar. Aku tidak punya waktu untuk bermain petak umpet dengan tikus jalanan," ucap Aslan dengan suara datar yang menggema di celah tebing.

Belasan pria dengan pakaian lusuh dan pedang berkarat melompat turun dari ketinggian. Mereka mengepung Aslan dengan seringai rakus di wajah masing-masing.

"Seorang bangsawan yang tersesat rupanya. Serahkan kudamu dan semua kantong emasmu, maka kami akan membiarkan kepalamu tetap di tempatnya," teriak salah satu bandit yang terlihat seperti pemimpin kelompok.

Aslan tidak turun dari kudanya. Ia hanya menatap mereka dengan tatapan dingin yang membuat beberapa bandit merasa merinding.

[Sistem: Analisis kekuatan musuh selesai. Target adalah bandit kelas rendah tanpa kemampuan sihir atau teknik tempur khusus. Estimasi waktu eliminasi: empat puluh lima detik.]

" Kalian memilih hari yang salah untuk mencari mangsa," balas Aslan singkat.

Dalam sekejap, Aslan melompat dari kudanya. Gerakannya begitu cepat hingga mata para bandit tidak bisa mengikutinya dengan jelas. Ia mencabut pedang pendeknya dan mulai bergerak di antara mereka seperti bayangan.

Setiap tebasan Aslan sangat efisien. Tidak ada gerakan yang terbuang sia-sia. Dalam hitungan detik, tiga bandit jatuh dengan luka presisi di bagian vital mereka.

"Apa yang kalian tunggu? Bunuh dia!" teriak sang pemimpin bandit dengan nada panik.

Aslan menangkis serangan pedang dari dua arah sekaligus tanpa menoleh. Ia memutar tubuhnya dan menendang dada salah satu bandit hingga terdengar bunyi tulang yang patah.

[Sistem: Sinkronisasi Saraf 25 persen. Percepatan refleks aktif.]

Dunia di mata Aslan seolah melambat. Ia bisa melihat setiap lintasan serangan musuh sebelum serangan itu benar-benar dilepaskan. Dengan satu ayunan horisontal yang kuat, ia menjatuhkan sisa bandit yang mencoba mendekat.

Hanya dalam waktu singkat, pemimpin bandit itu kini berdiri sendirian dengan tubuh gemetar. Ia menjatuhkan senjatanya dan berlutut memohon ampun.

"Jangan bunuh aku! Kami hanya melakukan ini karena terpaksa!" ratap bandit itu.

Aslan tidak menjawab. Ia hanya mengarahkan ujung pedangnya yang berlumuran darah ke leher pria itu. Namun, sebuah suara lemah dari balik tumpukan kayu di sudut tebing menghentikan gerakannya.

Seorang pria tua dengan pakaian compang-camping keluar dengan tertatih-tatih. Di belakangnya, beberapa warga desa yang tampak ketakutan ikut mengikutinya.

"Tuan, tolong jangan biarkan mereka kembali. Mereka telah menjarah semua yang kami miliki," ucap pria tua itu dengan suara bergetar.

Aslan menyarungkan pedangnya dan menatap warga desa tersebut. Ia bisa melihat penderitaan yang mendalam di mata mereka.

"Terima kasih, Tuan Kesatria. Anda telah menyelamatkan nyawa kami semua," lanjut sang pria tua sambil membungkuk dalam.

"Aku bukan kesatria. Aku hanya lewat," jawab Aslan dingin. "Siapa kalian?"

"Kami adalah warga dari Desa Oakhaven yang malang, Tuan. Desa kami dulunya sangat damai sebelum badai masalah menghantam kami bertubi-tubi," jelas pria tua itu dengan helaan napas berat.

Aslan mengerutkan kening. "Masalah apa yang kalian maksud?"

"Bukan hanya bandit-bandit ini, Tuan. Desa Oakhaven sedang menderita karena wabah misterius yang menyerang ternak kami, dan para bangsawan setempat terus memeras kami dengan pajak yang mustahil. Jika ini terus berlanjut, desa kami hanya akan menjadi kenangan dalam hitungan bulan," tutur pria tua itu dengan penuh kesedihan.

Aslan terdiam sejenak. Ia melihat ke arah peta di sistemnya. Desa Oakhaven berada tepat di jalur perjalanannya menuju arena bawah tanah.

[Sistem: Misi Sampingan Terdeteksi. Investigasi ketidakstabilan Desa Oakhaven.]

"Masuklah ke dalam kereta kalian. Aku akan memastikan jalan di depan bersih sampai kalian mencapai perbatasan desa," ucap Aslan akhirnya.

Warga desa itu menatap Aslan dengan rasa syukur yang luar biasa. Meski pria di depan mereka terlihat dingin dan kejam saat bertarung, mereka merasakan harapan yang sudah lama hilang kembali menyala di hati mereka.

Setibanya di gerbang Desa Oakhaven, Aslan segera mengaktifkan fitur pemindaian lingkungan secara menyeluruh. Ia berjalan pelan melintasi pasar yang sepi dan ladang-ladang yang mulai mengering.

[Sistem: Memulai Analisis Masalah Lingkungan. Mendeteksi residu energi di sumber air dan struktur tanah.]

"Berhenti di sana, anak muda," tegur seorang pria paruh baya dengan pakaian yang sedikit lebih layak dari warga sebelumnya, namun wajahnya tetap kusam. "Jangan meminum air dari sumur pusat jika kau tidak ingin ternakmu mati atau perutmu melilit."

"Aku sudah menyadarinya," jawab Aslan tanpa menoleh. "Air ini mengandung jejak racun alkimia dosis rendah. Ini bukan wabah alami."

[Sistem: Analisis Selesai. Masalah Utama:

Sabotase Sumber Air: Kontaminasi 'Alkaloid Nightshade' cair yang disengaja.

Eksploitasi Pajak: Kebijakan pajak 80% hasil bumi oleh Baron Krow.

Ancaman Bandit: Kelompok 'Taring Hitam' bertindak sebagai penagih pajak tidak resmi.]

Aslan menatap pria paruh baya itu dengan serius. "Siapa yang mengelola wilayah ini atas nama paman Kael?"

"Baron Krow. Dia mengatakan pajak tinggi diperlukan untuk perlindungan militer, tetapi justru bandit-bandit itu yang mendatangi kami setiap minggu," jawab pria itu dengan kepalan tangan yang gemetar.

Aslan menarik napas panjang. Pikirannya dengan cepat menyusun langkah-langkah strategis untuk membersihkan kekacauan ini.

[Sistem: Merumuskan Solusi Taktis. Langkah 1: Netralisir sumber racun menggunakan katalisator karbon aktif dari arang hutan. Langkah 2: Eliminasi kepemimpinan Kelompok Taring Hitam untuk memutus aliran informasi ke Baron Krow. Langkah 3: Pemalsuan data laporan hasil bumi untuk menurunkan ketertarikan Baron pada desa ini.]

"Aku butuh akses ke gudang gandum dan sumur utama malam ini," kata Aslan dengan suara yang tidak menerima penolakan.

"Untuk apa? Kami tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan," tanya pria itu curiga.

"Aku akan memberimu alasan untuk tetap tinggal di desa ini," balas Aslan. "Jika kau ingin desa ini selamat, kumpulkan semua pria yang masih bisa memegang cangkul di balai desa saat matahari terbenam."

Pria itu tertegun melihat aura kepemimpinan yang memancar dari Aslan. Ia merasa pangeran di depannya bukan sekadar pengembara biasa.

[Sistem: Tingkat Kepercayaan Warga Desa Oakhaven meningkat secara kolektif ke 30 persen. Proses stabilisasi dimulai.]

Aslan menatap ke arah kastil Baron yang terlihat samar di atas bukit. "Satu masalah dalam satu waktu. Jika Kael menginginkan wilayah ini, dia harus mendapatkannya dalam keadaan hancur atau tidak sama sekali."

Malam itu, Aslan berdiri di depan sumur utama desa. Ia memegang kantong besar berisi arang kayu yang telah diproses secara khusus di bawah pengawasan sistemnya.

"Sistem, berikan kalkulasi titik jenuh untuk proses purifikasi," perintah Aslan dalam hati.

[Sistem: Masukkan sepuluh kilogram karbon aktif ke dalam pipa drainase utama. Arus air akan mendistribusikan katalisator dalam waktu tiga puluh menit.]

Beberapa warga desa memperhatikan dengan ragu saat Aslan mulai menuangkan bubuk hitam tersebut ke dalam sumur.

"Apakah itu akan membunuh kami lebih cepat?" tanya seorang pemuda dengan nada khawatir.

"Ini adalah pembersih. Dalam satu jam, air ini akan jauh lebih murni daripada air di kastil Baron," jawab Aslan tanpa mengalihkan pandangannya.

Aslan kemudian berjalan menuju sumber air di hulu sungai kecil yang mengaliri desa. Di sana, ia menemukan sebuah mekanisme penyuntikan cairan otomatis yang disembunyikan di balik semak lebat.

[Sistem: Perangkat sabotase terdeteksi. Pemilik perangkat: Alkemis suruhan Baron Krow.]

Aslan menghancurkan alat itu dengan sekali tebasan pedangnya. Ia mengambil botol cairan yang tersisa sebagai bukti.

"Masalah air sudah selesai. Kalian bisa mulai memberi minum ternak kalian besok pagi tanpa rasa takut," ucap Aslan kepada para pria yang sudah berkumpul di balai desa.

Sorak sorai tertahan terdengar dari mulut warga. Mereka belum sepenuhnya percaya, tetapi melihat keyakinan Aslan, harapan mereka mulai membuncah.

[Sistem: Masalah Pertama Teratasi. Kepercayaan kolektif meningkat menjadi 45 persen. Memulai persiapan eliminasi Kelompok Taring Hitam.]

1
anggita
mampir like👍aja Thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!