Dokter playboy Vs gadis preman kampung.
Karena sering berbuat ulah Susi di jodohkan oleh ayahnya dengan anak sahabat yang terkenal playboy dan pecinta wanita dewasa.
Bagaimana nasib rumah tangga star Susi yang setiap harinya selalu bertengkar dan bertengkar?
Akankah mereka bercerai atau mereka berdamai dengan takdir yang mengikat mereka dalam sebuah pernikahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana kiezia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang Ke Kota
★★★
Akhirnya perdebatan tadi mendapatkan mufakat yaitu Susi dan Star akan melanjutkan pernikahan mereka minimal setahun.
Mobil roda empat itu meninggalkan desa tempat Susi di besarkan, perasaan Susi tidak seperti waktu pergi tempo hari yang berat meninggalkan desa karena di desa ini keluarganya sudah tiada, para kambingnya pun sudah juga di boyong menggunakan mobil truk.
Didalam mobil begitu sunyi. Pasangan Star Susi duduk di kursi paling belakang, kali ini papa Dion menggunakan supir sebab takut kelelahan di jalan, mama Divya di kursi tengah tertidur di pangkuan papa Dion.
Mobil itu seperti kuburan tak berpenghuni, di tengah Star dan Susi di berikan dua buah ransel sebagai sekat agar mereka tak bersentuhan. (Awas nantik nempel macem prengko loh ya🤣)
‘Apakah aku sanggup Tuhan? Sanggup hidup dengan pria yang tak mencintai aku selama satu tahun ini?’ Batin Susi, wanita itu melihat ke pinggiran jalan.
‘Ayo Sus pasti kamu semangat, nanti kuliah aja yang rajin!’ tambah Susi membatin.
Sedangkan si Star menutup wajahnya dengan Hoodie miliknya, Susi mengira pria itu tidur akan tetapi mata pria tak kunjung terpejam di balik Hoodie.
‘Astaga, apa benar ini si Dino karatan bener? Aku jadi galau mikirin ini terus, mana mimpi itu sangat menakutkan bagiku. Aku harus cepat-cepat mencek keadaannya!” batin Star.
Pria itu melepaskan Hoodie dari wajahnya, lalu mengambil ponselnya, Tante Nadine sayang persiapkan dirimu, entar malam kita ketemuan di apartemen milikku, Send Tante Nadine Cuantekk....
Susi melirik kelakuan suaminya yang aneh, biasanya Star akan membulinya atau mencari gara-gara dengannya. Kali ini tidak.
‘Mungkin dia itu takut sama papa mama!’ gumam Susi dalam hati.Ia memilih memejamkan matanya memunggungi Star. Ia tidak peduli si Star mau gapain bukan utusannya.
“Anggapan mu itu salah Sus, laki elu itu galau, Mak otor pengen teriak tapi posisi Mak otor tak sakat mata di mari,” kata nyai otor.
“Suttt! Nyai, jangan ganggu orang lagi galau napa! Kau kejam padaku,” Star membungkam mulut si Nyai.
“Kau macem-macem Star. Gue aduin elu pada si Susi, jika elu galau memikirkan si Dino yang akan hilang kesaktiannya, gue doain meleyot-meleyot tuh si Dino.”
“Teganya elu Mak, kau itu bikin kisahku nyeleneh, masak judulnya Di paksa menikahi playboy karatan, aneh-aneh!" protes si Star.
“Elu gak sadar itu elu udah Karatan, elu itu playboy pertama Martoyo di dunia novel gue, siap siap gue basmi,” guru nyai.
Susi enggak nyaman karena suaminya gak bisa diam, ia mengintip suaminya yang komat-kamit sendirinya.
“Heh, elu bicara sama demit dari mana? Ganggu tau!” tegur Susi.
“Demit rumah elo,” kata Star memalingkan wajahnya, ia tidak mau pembahasan batinnya dengan si Nyai Gendeng Permanen Mak otor Gendeng berserikat SNI tanpa di ganggu gugat di dengar si Susi, sebab ia belum tau keadaan si done saat ini.
Emangnya siapa yang berani lengserin sertifikat kegantengan otor, maju kita panco dulu.
★★★
Sesampainya di kotak...
“Pak saya mau turun di club!" teriak Star hingga membangunkan semua isi di dalam mobil yang tertidur.
“Ngagetin aja kamu Star!” omel papa Dion menepuk-nepuk bo.kong mama Divya agar tertidur lagi.
“Ya sory pa, Star kan duduk paling belakang, lagian ini udah dekat club, Star cuma menghemat waktu, sudah di tungguin sama Fren dan Alexis juga!” kelakar Star.
“Ok,” jawab papa Dion.
Brummm... Brumm cekit... mobil terparkir di depan club malam milik keluarga WUQI.
Ceklek... Brakkk... Star keluar.
“Bagiamana pa?” tanya mama Divya duduk.
“Aman! Dia harus testing jika kagak ampuh kita sunat aja dua kali, mungkin dengan cara itu anak kita sadar!” kata papa Dion.
Susi tidak tau suaminya sudah turun karena ia tidur nyenyak di alam mimpi.
★★★
Star berdiri melihat mobil kedua orang tuanya meninggalkannya. Ketika memastikan mobil itu jauh, Star melambaikan tangan ke taksi yang terparkir di depan club.
Ceklek... ia membuka pintu mobil.
“Ke apartemen Hura-hura pak!” kata Star.
“Siap tuan!" Jawab supir, Star mengendarai taksi sekitar 10 menit.
Ceklek... Star keluar dari taksi lalu cepat-cepat masuk ke dalam apartemen miliknya.
Ting... pintu lift terbuka, Star dengan tergesa-gesa mencari unit miliknya...
BIP... BIP... bunyi kunci pintu terbuka.
“Selamat datang sayang!” sapa Tante Nadine menyambut Star di pintu.
“Ahhh Tante!” Star langsung memeluk wanita paruh baya yang masih glowing dan kencang karena pengawet dan lem pengencang yang ia pakai selama ini.
Star tak mau menyia-nyiakan waktu, ia langsung mencium bahu wanita itu yang sudah siap dengan baju plastik kiloannya.
“Ah sayang kau itu nakal sekali!” kata Tante Nadine geli.
“Kau cantik banget Tante, apalagi menggunakan baju Dinas warna merah menyala macem cabe rawit ini,” Rayu Start, ia langsung manarik baju plastik kiloan yang tembus pandang itu hingga putus sak tali-talinya.
Ketika sudah macem tuyul tapi berambut, wanita itu menjerit, “Ohhh, Start!" sebab ia tengah melayang di gendongan Star lalu Brukkk... Star menjatuhkan dirinya hingga duduk di atas kursi dengan memangku Tante Nadine.
“Tante Star rindu belaian Tante! Pimpin ya!” pinta Star dengan segala rayuan-rayuan maut miliknya, playboy gitu loh.
“Ok, apapun hanya untuk mu honey!” kata Tante Nadine.
Kira-kira Berhasil nyatu gak ya si Star...
TBC...