NovelToon NovelToon
Kultivator Yang Menantang Waktu

Kultivator Yang Menantang Waktu

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Psikopat / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan kutukan yang memakan usia, Boqin Tianzun terpaksa menempuh jalan berdarah demi melawan waktu yang kian menipis. Di tengah pengkhianatan keluarga dan dunia yang memuja kekuatan, ia merajut rencana keji untuk merangkak ke puncak tertinggi.

​Bagi sang iblis berbakat, nyawa hanyalah pion catur dan cinta hanyalah teknik manipulasi, kecuali untuk satu jiwa yang tersisa. Di ambang batas kematian, ia bersumpah akan menaklukkan takdir dan menghancurkan siapa pun yang menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 7: Tamu Tak Diundang di Paviliun Dalam

​Wilayah Murid Dalam adalah dunia yang berbeda total. Jika wilayah luar adalah tanah berbatu yang gersang, maka wilayah dalam adalah lembah hijau yang dipenuhi energi Qi yang kental. Bangunan-bangunannya terbuat dari kayu giok, dan aromanya dipenuhi wangi dupa penenang jiwa.

​Boqin Tianzun berjalan melewati gerbang pembatas dengan jubah barunya. Meski sudah mengenakan seragam Murid Dalam, tubuhnya yang kurus dan wajahnya yang pucat tetap membuatnya tampak seperti domba yang tersesat di kandang serigala.

​Ia melangkah menuju Aula Penempatan, tempat di mana setiap murid baru harus mendaftarkan diri untuk mendapatkan kunci kediaman.

​"Berhenti di sana!" sebuah suara berat menghentikan langkahnya.

​Tiga orang pemuda dengan seragam murid dalam yang elegan sedang bersandar di pilar aula. Pemimpin mereka, seorang pria bernama Song Yi, memiliki peringkat 150 di jajaran Murid Dalam. Ia menatap Boqin dari atas ke bawah dengan senyum meremehkan.

​"Aku mendengar desas-desus tentang seorang sampah dari paviliun pelayan yang merangkak naik karena belas kasihan Pemimpin Sekte," Song Yi melangkah maju, menghalangi jalan Boqin. "Ternyata benar. Lihatlah dirimu... kau tampak seolah-olah akan mati hanya karena terkena embun pagi."

​Teman-temannya tertawa. "Mungkin dia masuk ke sini untuk menjadi pelayan pribadi kita, Song Yi? Hei, Nak, ambilkan aku air minum. Cepat!"

​Boqin Tianzun berhenti. Ia tidak marah. Baginya, kemarahan adalah emosi yang membuang-buang energi. Ia hanya menatap Song Yi dengan mata datar yang menusuk.

​"Aku di sini untuk mengambil kunci kediamanku. Menjauhlah dari jalanku jika kau masih ingin menggunakan kakimu untuk berjalan esok hari!" ucap Boqin, nadanya seringan angin namun setajam sembilan duri.

​Suasana mendadak membeku. Song Yi merasa harga dirinya diinjak-injak di depan murid-murid lain yang mulai berkumpul menonton.

​"Berani sekali kau!" Song Yi melepaskan aura Inti Qi Level 4 miliknya. Tekanan energinya membuat lantai kayu berderit. "Aku akan mengajarimu bahwa di sini, gelar Anak Pemimpin Sekte tidak ada gunanya jika kau tidak punya kekuatan!"

​Song Yi meluncur maju, tangannya membentuk cakar—teknik Cakar Elang Giok. Udara di sekitar tangannya bersiul tajam, mengarah langsung ke bahu Boqin, berniat meremukkan tulangnya.

​Boqin Tianzun tidak menghindar. Di matanya, gerakan Song Yi penuh dengan celah. Saat cakar itu hampir menyentuhnya, Boqin hanya menggeser kakinya sedikit ke samping—sebuah gerakan minimalis yang sempurna.

​BUKK!

​Tanpa menggunakan pedangnya, Boqin menghantamkan sikunya tepat ke ulu hati Song Yi, lalu dengan gerakan mengalir, ia memutar tubuh dan melayangkan tendangan rendah ke lutut pria itu.

​KRAK!

​"AAAGHH!" Song Yi tersungkur, memegangi lututnya yang bergeser.

​Dua teman Song Yi yang melihat pemimpin mereka jatuh dalam satu gerakan langsung naik pitam. Mereka mencabut pedang masing-masing dan menyerang secara bersamaan.

​"Hentikan!" teriak salah satu murid yang menonton, namun sudah terlambat.

​Boqin Tianzun bergerak seperti kilat di antara kedua penyerang itu. Ia menggunakan telapak tangannya untuk menepis bilah pedang mereka, lalu mengirimkan dua pukulan beruntun ke saraf leher mereka.

​Duk! Duk!

​Keduanya jatuh pingsan seketika sebelum tubuh mereka sempat menyentuh lantai. Seluruh aula menjadi sunyi senyap. Tidak ada darah yang tumpah, tidak ada nyawa yang melayang, namun efisiensi serangan Boqin jauh lebih menakutkan daripada pembantaian di hutan.

​Boqin melangkah melewati tubuh Song Yi yang masih mengerang kesakitan. Ia menginjak ujung jari Song Yi dengan pelan, memberikan tekanan yang cukup untuk membuat pria itu gemetar.

​"Aku tidak membunuhmu bukan karena aku kasihan," bisik Boqin sambil membungkuk. "Tapi karena aku tidak ingin mengotori lantai tempatku akan tinggal. Jangan biarkan aku melihat wajahmu lagi dalam jarak sepuluh meter, atau lain kali, aku tidak akan hanya menggeser tulangmu."

​Boqin melepaskan injakannya dan berjalan menuju meja pendaftaran. Petugas pendaftaran yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa menelan ludah dengan susah payah saat menyerahkan kunci kediaman kepada Boqin.

​"Terima kasih." ucap Boqin sopan, seolah-olah ia tidak baru saja menghajar tiga murid senior.

​Ia berjalan pergi meninggalkan aula, membiarkan desas-desus tentang kekuatannya mulai meracuni pikiran para murid dalam lainnya. Boqin tahu, satu bulan adalah waktu yang singkat, dan ia baru saja memberikan peringatan pertama bahwa sampah yang mereka kenal telah lama mati.

1
Aldrianto M. Lasut
ini yg bikin cerita gak menarik memanfaat kan wanita yg telah membantu dgn licik..
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
Zan Apexion
lanjut
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Epi Cendrawati
bagus alur ceritaya
Agen One: Wah, terima kasih loh🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
Agen One: /Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Nanik S
lanjutkan
Agen One: siappppp
total 1 replies
Nanik S
Cuuuuuuuuusst
Agen One: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Nanik S
Licik dan kejam
Agen One: 💀💀💀💀💀💀
total 1 replies
Nanik S
God Job
Agen One: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
y@y@
💥👍🏼🌟👍🏼💥
Agen One: Gassss
total 1 replies
Nanik S
Dendam lama
Nanik S
Kejam dan sadis
Nanik S
Sui Mei... teman satu satunya yang membuatnya bersemangat
Agen One
Manipulatif dan strategi
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Keren cekali ceritanya Tor
Nanik S
Kata yang halus tapi mematikan
Nanik S
Jangan terlena Boqin
Agen One: gak akan, justru sebaliknya💪
total 1 replies
Nanik S
Song Yi... mau bikin umpan malah termakan umpan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!