NovelToon NovelToon
[TLS#2] Crazy Dare

[TLS#2] Crazy Dare

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:296.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Zakinah

Jika ada yang harus disalahkan, maka permainan Truth Or Dare-lah yang harus disalahkan.

Karena semua berawal dari sana.
Permainan yang telah dicap sialan oleh cowok gondrong anggota inti The Lion. Sebuah permainan tidak masuk akal dari teman-temannya yang mau tidak mau harus ia selesaikan dikarenakan kebodohannya memilih 'Dare'.

Alhasil, cewek ketua ekskul modern dance yang mendapat julukan Queen Shadow SMA Garuda itu pun menjadi sasaran empuk permainannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Zakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAGIAN # 22

Bagus berjalan menuju lapangan untuk menghampiri teman-temannya yang tengah duduk di tepian sembari memperhatikan anak-anak Modern Dance yang tengah berlatih. Sepertinya bukan hanya melihat-lihat, teman-temannya itu juga sedang mencari perhatian pada anak ekskul Modern Dance yang memang good looking wajahnya.

Tian duduk bersila memangku gitar dengan Adnan yang bernyanyi sok keren di sampingnya, cowok bertopi dengan posisi terbalik itu juga beberapa kali menggunakan nada tinggi, sangat terlihat caper-nya.

Di dekat Adnan juga ada Malik yang entah mendapatkan Jimbe dari mana hingga saat ini cowok yang melingkarkan dasi di dahinya itu memainkan alat musik tersebut seirama dengan alunan gitar Tian dan nyanyian Adnan hingga enak didengar.

Devan dan Arnold duduk bersisian sembari memakan kuaci yang sampahnya dibiarkan begitu saja. Ezra dan Dimas sibuk menggoda anak modern dance dengan siulan dan beberapa gombalan receh hingga beberapa cewek yang latihan itu tampak salah tingkah.

Kecuali cewek berambut kuncir yang menjabat sebagai ketua.

Wajahnya datar seperti biasa.

Bagus duduk di samping Devan lalu mengambil beberapa biji kuaci dan memakannya setelah membuang kulitnya sembarangan.

"Alka mana?" tanya Bagus.

"Kayak gak tau aja gimana bucinnya teman lo yang satu itu," jawab Devan membuat Bagus tertawa.

"Dari mana, Gus? Tumben telat gabung," celetuk Malik.

"Dar-"

"Paling habis ngapelin cewek orang." Semua mata anak The Lion menyorot heran pada Adnan yang tiba-tiba saja mendahului kalimat Bagus dengan kalimat sinisnya. Sementara cowok yang ditatap itu hanya duduk santai berselonjoran kaki dengan kedua tangan menumpuh kebelakang dan mata yang lurus memandang pada satu titik.

Krystal.

"Lo kayaknya kebanyakan ngemil micin, deh, Nan. Sensian mulu lo akhir-akhir ini," ujar Tian melanjutkan kegiatan bergitarnya yang sempat terhenti.

"PMS kali," timpal Dimas membuat Adnan mendelik padanya.

"Lo kayaknya ada masalah sama gue. Sejak di apart Alka lo udah keliatan banget gak sukanya." Bagus mulai membuka suara atas sikap Adnan yang cukup aneh padanya sejak di apartemen Alka. "Kalau gue punya salah sama lo, ngomong. Kita bukan cewek yang taunya nyinyir-nyinyiran doang."

Adnan mengangkat bahu. "Males aja ngeliat lo."

Emosi Bagus tersulut, hampir saja ia berdiri dan menghantam Adnan jika Devan tidak menahan lengannya dan menariknya untuk duduk kembali.

Tian dan Malik mengamankan Adnan yang menyorot tidak bersahabat pada Bagus.

Mereka juga heran kenapa Adnan tiba-tiba bersikap aneh seperti ini.

"Kalian mau mancing kemarahan Alka lagi?" ujar Devan dengan nada dingin. Cowok berkaos hitam dengan celana abu-abu yang terkenal hangat itu kini menunjukkan ekspresi dinginnya yang jarang muncul.

Bagus menghembuskan napas kasar lalu berdiri. Devan benar, tidak ada gunanya ribut sesama anggota karena itu sama saja membangunkan singa yang sedang tertidur. Bagus tidak mau ambil resiko lagi jika Alka marah. Begitupun dengan Adnan yang sudah merasakan bagaimana seramnya kemarahan seorang Alka.

Bagus hendak beranjak pergi, namun pekikikan cewek-cewek di lapangan membuat ia menahan langkah.

Sosok yang ia kenali jatuh ke lapangan bak slow-motion dengan mata yang terpejam.

Krystal pingsan.

Entah bagaimana kejadiannya.

Saat Bagus dan yang lain sudah ingin menghampiri untuk menolong Krystal, seseorang lebih dulu berlari mendahului mereka. Membuat Bagus dan yang lain terpaku di kaki masing-masing.

Adnan dengan wajah khawatirnya berlari lalu menggendong Krystal ala bridal.

Sudut bibir Bagus terangkat, sekarang ia tahu penyebab sikap Adnan berubah.

####

Krystal berjalan keluar gerbang sekolah dengan langkah gontai. Energinya hanya terisi sedikit setelah memakan roti saat ia bangun dari pingsannya.

Saat bangun pun, ia tidak menemukan siapa-siapa di sampingnya, hanya sebuah susu kotak dan roti serta sticky note bertuliskan 'Di Makan'. Selebihnya ia sendirian sampai pulang.

Menyadari sesuatu, Krystal tersenyum miris. Mau bagaimanapun keadaannya, ia akan tetap sendiri. Mau di manapun ia berada, ia tetap sendiri.

Tidak ada yang peduli padanya. Semua hanyalah palsu. Dibalik orang-orang yang selalu tersenyum tipis padanya, Krystal tahu ada cibiran tertahan untuknya.

Dibalik hangatnya seseorang mendekatinya, Krystal tahu ada maksud lain kenapa ia didekati.

Namun sampai sekarang, Krystal belum menemukan jawabannya. Ia belum tahu maksud di balik orang-orang yang mendekatinya.

Di dunia ini tidak ada orang yang tulus padanya. Kenapa? Papanya saja mengkhianati dirinya dan mamanya, apa kabar orang lain jika yang masih punya ikatan darah saja bisa berkhianat?

Tarikan di tangannya membuat Krystal terkejut. "Lo jalan pake mata gak, sih?! Lo hampir ketabrak!" Lebih terkejut lagi ketika mendengar ia dibentak. Dan yang menyakitkan, yang membentaknya adalah sosok yang sudah berhasil mencuri hatinya.

"Kalau lo ketabrak gimana? Lo mau nyokab lo kambuh lagi?"

Krystal mendongak, menatap tajam pada mata yang juga menatap dengan tatapan yang sama pada matanya. Anehnya, sesuatu membuat Krystal tertegun dengan detak jantung yang tiba-tiba mengeras.

Tatapan itu ... mengandung ke-khawatiran walau hanya seujung kuku.

"Lo pulang bareng gue hari ini, gak ada penolakan lagi. Gue mau ngomong penting."

Krystal tidak dibiarkan untuk menolak ataupun memberontak karena Bagus sudah menariknya ke arah motor harley cowok itu. Memasangkannya helm dengan lembut lalu melingkarkan jaketnya ke pinggang Krystal.

Krystal mengamati Bagus dalam diam. Bagaimana mungkin ia tidak terbawa perasaan jika perlakuan cowok gondrong dengan rambut dikucir itu sangat lembut untuk Krystal yang belum pernah diperlakukan demikian oleh siapapun.

Bagus yang pertama.

"Naik." Krystal tersentak dan segera menaiki jok belakang motor Bagus. Cewek itu mencengkeram tas Bagus dengan erat agar tidak terjatuh. Bagus yang melihatnya pun biasa saja.

Bagus menepikan motornya di depan sebuah warung yang di depannya terdapat gerobak bertuliskan bakso. Ia menoleh kebelakang lalu membantu Krystal membuka pengait helm.

"Kita makan dulu. Lo kayaknya belum makan."

Krystal menurut saja dan mengekori Bagus memasuki warung, sesaat, cewek itu tersenyum menatap punggung Bagus. Ia cukup senang akhirnya cowok itu kembali baik padanya. Tidak lagi menyinggung soal-soal yang membuat mereka seperti orang asing.

Krystal duduk di depan Bagus dengan meja kayu bundar sebagai batas. Cowok itu tampak berbicara pada seorang pria berkaos oblong yang tampak lusuh.

"Baksonya pake mie, gak?"

Krystal menggeleng ketika Bagus bertanya padanya.

"Gak pake mie, Bang."

Si Abang-Abang itu mengangguk dan meninggalkan mereka berdua.

Kecanggungan mulai merambat pada kedua insan itu. Bagus mengusap tengkuknya seraya mendesis pelan. Ingin mengatakan yang sebenarnya pada Krystal namun entah kenapa hatinya terasa ragu. Ia belum siap melihat respons Krystal.

Tapi bukannya lebih cepat lebih baik? Setidaknya Krystal tidak akan baper jika ia memberi tahu lebih cepat.

Bagus berdehem membersihkan tenggorokannya. Tingkah cowok itu tidak lepas dari radar Krystal yang menatapnya dalam diam. Krystal rasa, Bagus ingin menyampaikan sesuatu namun cowok itu terlihat ragu.

"Lo ada mau ngomong sesuatu sama gue?"

"H-hah? Ngomong apa?" Bagus tergagap, tidak menyangka Krystal mengetahui gerak-geriknya. Bagus tertawa canggung, "gak, kok. Gak."

Alis Krystal terangkat. "Ngomong aja kali."

Bagus menatap Krystal dengan ragu. "Tapi lo jangan marah, ya? Dengerin gue baik-baik dulu biar lo gak salah paham."

Meskipun tidak tahu apa yang ingin Bagus katakan, Krystal mengangguk saja sembari menyandarkan punggung pada kursi rotan yang ia duduki.

"Jadi gini ...." Bagus berdehem singkat. "Gue sebenarnya ... maksud gue, gue sama temen-temen gue itu ... emm ... itu ... kami seb-"

"Ini pesanannya, Mas, Mbak."

Bagus mengumpat dalam hati ketika pesanannya datang namun cowok itu tetap tersenyum tipis dan berterima kasih. Si Abang-Abang tadi segera menjauh untuk pesanan yang lain. Menyisakan Bagus yang kembali menimang untuk mengatakan yang sebenarnya pada Krystal atau tidak.

"Jadi, lo mau ngomong apa?" tanya Krystal sembari menuangkan kecap ke mangkok baksonya.

Bagus melakukan yang sama dengan melirik kecil pada Krystal. "Makan aja dulu, entar gue kasih tau."

Krystal mengangkat bahu acuh lalu mulai menikmati baksonya ketika dirasa rasanya sudah pas di lidah.

Di tengah-tengah kegiatan mereka, ponsel di saku celana abu Bagus berdering. Cowok itu meneguk beberapa tegukan air di gelasnya lalu merogoh saku. Ia sempat terdiam ketika melihat ID Caller di penelfon di ponselnya.

"Halo," sapa Bagus melirik sekilas pada Krystal yang masih asik menikmati baksonya.

"K-kak ... to-tolong. Ri-Rio ... tolongin aku ...."

Raut Bagus berubah panik. "Pelan-pelan, Ta. Tenang dulu, lo gakpa-pa, kan? Rio gak macam-macam, kan, sama lo?"

Mendegar nama 'Ta' keluar dari mulut Bagus sudah cukup untuk Krystal tahu bahwa yang menelfon Bagus adalah Dita. Krystal menunduk memainkan sendoknya pada kuah bakso dengan senyum lirih yang ia sembunyikan.

Haruskah ia ditinggalkan lagi?

Suara pergeseran kursi membuat Krystal mendongak. Benar, Bagus kembali meninggalkannya.

Sendirian.

Tanpa permintaan maaf.

Tanpa penjelasan.

Tanpa pamit.

Dan tanpa tahu ada hati yang lukanya kembali menganga.

Sekejam itu takdir menampar Krystal bahwa ia hanyalah pemeran pengganti tokoh utama.

.

.

.

YANG MAU HUJAT BAGUS, SOK ATUH. ASAL JANGAN HUJAT SAYA🤣

MAAF YAH UP-NYA NGARET, SOALNYA TUGAS + CATATAN SEKOLAH LAGI BEJIBUN. INI AJA NYURI2 WAKTU BUAT NGETIK HEHE😊

JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, LIKE DAN SHARE KE SOSMED KALIAN, YA💜

1
Teguh wira admaja
thor... ini cerita selanjutnya atau cerita awal yah
bukan kah di seniornya
alka sm meira dah nikah
Risa Aprilia
sad ending
Risa Aprilia
pohon togenya semaput duluan mah klo yg digantung cowok ganteng,😅
Kokom Mala
aq sih emang lebih setuju bagus sma dita,soal nya dari awal di senior emang udh klik nya sma dita,,knpa ada kristal,kurang dpt fil nya
Yenni Efita
😭😭😭😭
dhara chantika
pindah kemana thor? aq ingin ngikut
Yenni Efita
ksh mukjizat thorr buat Kristal, terlalu bnyk kepedihan airmata dlm unurny yg msh belia.... beri ksh syg n kebhgiaan sm org yg syg m dia dg tulus
Sisti Yanti
Galau..
Sisti Yanti
Karna aku suka yg menantang aku pilih bagus... Hahaha
octa
MO NANGIS TAPI ADA MAK GW😭
rhmbrt_s
mata gue sampe hmpir bengkak thor
🌹CleoPaTrA🌹
lanjuut
Ana Ana Bae
season 2 dong thor....krystal lahir kembali dengan karakter baru dong thor...pliss....
Partiah Yake
nangis aku....., sewajarnya ya begitu ya masa sdh tau sakit tuva tuba sembuh kan agak lucu ya thor
embun pagi
seru layaknya Thor,,,tapi lupa sama nama2 tokonya,,,🙈🙈
Khanza💟💟
Nangis tengah malam ini mah
Nyesek sumpah😭😭
رح يسف
sad bnget sih kamu gus😭😭😭
Nur Sifa
😭😭😭😭
LyLa_LyLa
thor gue nangis terharu banget 🥺😭😭😭😭
key
😭😭😭😭😭
aq banjir thorrrr... ikutan nyeri kaya bagus..
😭😭😭😭😭

sekarang tinggal kisahnya aluna ama devan ya... ya.. ya.. ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!