NovelToon NovelToon
Affair In Berlin

Affair In Berlin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Selingkuh / Cinta Terlarang / Beda Usia / Careerlit
Popularitas:35.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.

Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.

"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.

"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 - Di Penginapan

Salju di luar cafe kini turun semakin rapat, berubah dari butiran lembut menjadi kepingan tebal yang jatuh tanpa jeda. Jalanan yang tadinya masih terlihat kini mulai memutih sepenuhnya. Beberapa mobil melambat, lampu-lampunya redup tertelan tirai salju.

Nabila menatap keluar jendela dengan dahi berkerut. “Sepertinya… makin parah.”

Nathan ikut menoleh. Ekspresinya berubah lebih serius. Ia meraih ponselnya, mengecek pembaruan cuaca sekali lagi. “Mereka menaikkan peringatan. Badai salju bisa mencapai puncaknya dalam satu jam.”

“Apa kita aman di sini?” tanya Nabila pelan. Untuk pertama kalinya malam itu, ada nada cemas di suaranya.

Nathan segera berdiri. “Cafe ini bisa tutup kapan saja. Penginapan kecil ada dua blok dari sini. Lebih baik kita ke sana sekarang, sebelum jalan makin sulit.”

Nabila mengangguk, mempercayai keputusan Nathan tanpa banyak tanya. Ia mengenakan mantelnya, sementara Nathan membantu menutupkan kancing yang terlewat, gerakan kecil, hati-hati, seolah ia takut Nabila kedinginan sedikit saja.

Begitu pintu kafe terbuka, udara dingin langsung menyergap. Angin membawa salju berputar liar. Nathan refleks berdiri di sisi depan, melindungi Nabila dengan tubuhnya.

“Pegang lenganku,” katanya tegas namun lembut.

Nabila menuruti. Tangannya menggenggam lengan Nathan erat. Mereka melangkah perlahan, sepatu meninggalkan jejak yang segera tertutup kembali oleh salju. Beberapa kali Nabila terpeleset ringan, dan setiap itu pula Nathan segera menahan, memastikan pijakannya aman.

“Pelan-pelan,” ujar Nathan. “Aku di sini.”

Kalimat sederhana itu entah kenapa membuat dada Nabila menghangat, bahkan di tengah dingin yang menusuk.

Penginapan itu akhirnya terlihat, bangunan tua dengan lampu kuning temaram di depan. Begitu masuk, kehangatan langsung menyelimuti.

Nathan mendekat ke resepsionis, mengurus kamar dengan cepat. Sementara itu, Nabila duduk di kursi kayu, menggosok-gosok tangannya yang mulai memerah.

Nathan kembali dengan dua cangkir air hangat. “Minum ini dulu,” katanya sambil menyerahkan satu pada Nabila.

“Terima kasih,” ucap Nabila tulus. Ia menyesap pelan, lalu menghela napas lega. “Aku nggak menyangka malam ini bisa berubah seperti ini.”

Nathan duduk di sampingnya. “Kadang hal yang tak direncanakan justru yang paling diingat.”

Mereka naik ke kamar sederhana di lantai dua. Nathan memastikan pemanas menyala dengan baik, lalu mengambil selimut tambahan dan menyelubungkannya ke bahu Nabila.

“Kau dingin?” tanyanya.

“Sedikit,” jawab Nabila jujur.

Nathan ragu sesaat, lalu berkata, “Kalau kau tidak keberatan… kau bisa duduk dekat pemanas. Aku ambilkan teh lagi.”

Perhatian itu membuat Nabila tersenyum kecil. “Apa kau biasanya memang seperhatian ini? Atau kalau ada maunya?"

“Kau akan tahu kalau sudah lama mengenalku,” balas Nathan pelan. “Aku hanya… ingin kau baik-baik saja.”

Dari jendela kamar, badai salju kini benar-benar menggila. Angin menderu, salju menghantam kaca seperti hujan putih yang tak henti. Nabila berdiri di dekat jendela, memeluk selimut.

“Menakutkan,” katanya lirih.

Nathan berdiri di sampingnya, menjaga jarak yang sopan namun terasa protektif. “Tapi kita aman di sini.”

Nabila menoleh. “Entah kenapa… aku merasa aman karena ada kau.”

Nathan menatapnya, ada emosi yang jelas di matanya, tapi ia menahannya. “Aku akan menjaga malam ini tetap sederhana,” katanya. “Seperti yang kita inginkan."

Mereka duduk berhadapan, saling menatap lekat. Hening menyelimuti suasana dalam sesaat.

"Nath, apa boleh aku meminta sesuatu hal yang gila?" celetuk Nabila.

"Apa?" Nathan penasaran.

"Bisakah kau memberikanku hal yang spesial dari bercinta? Karena selama ini, bercinta selalu membuatku tersiksa," ujar Nabila.

Nathan terkesiap. Jantungnya berdetak sangat kencang.

1
Tiara Bella
apakah semua itu kerjaan Lukman....kejam bngt semuanya bs dia setir sesuai kemauan dia
Rommy Wasini Khumaidi
tidak bisa dari cara depan,ganti haluan kita tusuk dari belakang ya Bil,kalau dri belakang gk bisa dri samping,dari bawah,dari atas opsi terakhir kita serahkan padaNya saja
Tiara Bella
bagus Nabila main cantik aja....biar Lukman lengah km bs bergerak....
Cindy
lanjut
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 Erti🌻͜͡ᴀs♉
kalau lukman bicara rekam saja bil setelah dapat bukti tembak sampai mati.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti
Kostum Unik
Jgn goyahhh.. Emg mau hidup selamanya sama orang tengik modelan begitu..
Rommy Wasini Khumaidi
👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
ide apa itu Bil,sini reader dibisikin biar gk penasaran
Tiara Bella
apa yg akan dilakukan Nabila ya....semoga berhasil ya....
Cindy
lanjut
Tiara Bella
semoga ada jalan keluarnya untuk Nabila sm Nathan ya....
Rommy Wasini Khumaidi
ayok semangat Nathan,Nabila.percayakan pada Tuhan Maha penentu segalanya,bukan pada manusia.aku percayakan takdir mereka sama Author yang budiman
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
labih baik katakan sekarang daripada tidak sama sekali dan akan timbul rasa penyesalan
Tiara Bella
Nabila sm Nathan cintanya lg diuji....pasangannya sm² bermasalah.....
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nath,ikuti saja alurnya Nath
Rommy Wasini Khumaidi
udah lah,sama² tak berdaya seperti Nabika,rejeki bukan cuma jadi artis saja,harta bisa dicari Nath,yang penting kamu bahagia dulu.mulai dari 0 dengan Nabila,pergi yang jauh sampai Herman & Lukman tak menemukanmu
D_wiwied
nah gini nih, cowok yg tegas n punya prinsip ga plin plan 👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nabila,tenang ada Tuhan dan pastinya Author yang baik hati,tidak seombong,suka menolong...wkwkwk
Eka Kaban
maju tak gentar membela yang bayar🤣🤣
Eka Kaban
no komentar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!