📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.
⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.
🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.
⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.
🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.
🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[ Bab 1 ] » Akhir dari Sebuah Loyalitas
Lampu neon dari gedung-gedung pencakar langit Shanghai memantul di genangan air hujan yang membasahi aspal, menciptakan mosaik cahaya yang buram dan kacau. Di dalam kantor pusat Nebula Nexus, salah satu raksasa industri game online, suasana justru terasa lebih dingin daripada badai di luar.
Tang Siyun berdiri mematung di depan pintu ruang rapat yang sedikit terbuka. Di tangannya, ia memegang sebuah botol sampanye mahal, niat awalnya adalah untuk merayakan peluncuran Soul Watch Online, game MMORPG yang ia kembangkan selama lima tahun terakhir dengan darah, keringat, dan air mata. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara yang sangat ia kenali dari dalam ruangan.
"Kita tidak perlu mencantumkan nama Siyun di kredit utama, Lin. Dewan direksi sudah setuju bahwa posisi 'Lead Developer' akan diberikan padamu secara resmi besok pagi," suara itu milik Zhang Wei, CEO perusahaan sekaligus orang yang selama ini Siyun anggap sebagai mentor dan sahabatnya.
"Dan bagaimana dengan pembagian sahamnya?" Suara lembut namun tajam itu milik Lin Meiling, wanita yang telah menjadi kekasih Siyun selama tiga tahun terakhir.
"Semuanya sudah dialihkan ke akunmu sebagai 'bonus loyalitas'. Siyun? Dia hanyalah seorang kutu buku teknis yang tidak punya koneksi. Dia akan menerima apa pun yang kita berikan padanya karena dia terlalu mencintaimu untuk curiga," Zhang Wei tertawa kecil, suara tawa yang terdengar seperti gesekan pisau di telinga Siyun.
"Aku sudah muak berpura-pura menyukai kopi hambar dan cerita membosankannya tentang algoritma," sahut Meiling dengan nada dingin yang belum pernah Siyun dengar sebelumnya. "Setelah peluncuran besok, kita bisa menyingkirkannya dari proyek ini selamanya."
Botol sampanye di tangan Siyun jatuh dan pecah berkeping-keping. Suara dentuman itu membuat percakapan di dalam berhenti seketika. Siyun tidak menunggu mereka keluar. Ia berbalik dan berlari menuju lift dengan jantung yang serasa diremas. Luka pengkhianatan itu lebih dalam dari apa pun yang pernah ia bayangkan. Semua kerja kerasnya, semua cintanya, hanyalah alat bagi mereka untuk naik ke puncak.
Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi di bawah hujan deras, air mata mengaburkan pandangannya. Pikirannya dipenuhi dengan penyesalan yang mendalam karena telah menjadi orang yang begitu lugu dan mudah diperdaya. Mengapa ia begitu setia? Mengapa ia memberikan segalanya tanpa menyimpan apa pun untuk dirinya sendiri?
Cahaya lampu truk yang silau tiba-tiba muncul dari arah berlawanan saat ia mencoba melewati tikungan tajam. Siyun tidak sempat menginjak rem. Suara benturan logam yang mengerikan merobek kesunyian malam. Dalam detik-detik terakhir saat kesadarannya memudar, satu-satunya hal yang ia rasakan adalah rasa pahit yang luar biasa. Jika aku diberi kesempatan lagi, pikirnya di ambang kegelapan, aku tidak akan pernah menjadi pahlawan bagi orang lain. Aku akan hidup untuk diriku sendiri.
Dunia yang gelap dan sunyi tiba-tiba meledak menjadi hiruk-pikuk suara alam. Dingin yang menusuk tulang menggantikan mati rasa kematian. Siyun mencoba berteriak, tetapi yang keluar hanyalah tangisan bayi yang lemah dan serak.
Ia berada di dalam sebuah keranjang kayu kecil yang dialasi kain kasar, terombang-ambing oleh angin kencang di tengah badai yang mengamuk. Langit di atasnya berwarna ungu gelap, sesekali diterangi oleh kilatan petir yang menyambar-nyambar dengan kekuatan yang tidak alami. Ini bukan Shanghai. Ini bukan bumi.
Di tengah kekacauan itu, sebuah bayangan besar mendekat. Langkah kakinya terasa berat, seolah-olah setiap pijakannya menekan bumi dengan beban ribuan ton. Siyun melihat seorang pria tinggi dengan rambut berantakan dan pakaian yang lusuh. Pria itu memancarkan aura dingin dan kesedihan yang begitu pekat, seolah-olah dia membawa seluruh penderitaan dunia di pundaknya.
Pria itu membawa sebuah palu raksasa yang tampak sangat berat, namun ia memegangnya dengan satu tangan seolah itu hanya sebatang kayu kecil. Matanya yang tajam menatap ke dalam keranjang, menatap Siyun yang sedang menggigil kedinginan.
"Seorang yatim piatu di tengah badai seperti ini?" suara pria itu berat dan serak, tetapi ada nada kelembutan yang tersembunyi di balik kekasarannya. "Nasibmu sepertinya hampir semalang nasibku, kecil."
Pria itu adalah Tang Hao. Ia memungut bayi itu, membungkusnya lebih erat dengan jubahnya yang kasar namun hangat. Di samping Siyun, di dalam jubah yang sama, ada bayi lain yang sedang tertidur seorang bayi yang nantinya akan dikenal sebagai Tang San.
"Mulai hari ini, kau akan memiliki rumah," gumam Tang Hao sambil berjalan menembus badai menuju sebuah desa kecil yang terlihat di kejauhan. "Namamu adalah Tang Siyun. Kau akan menjadi kakak bagi anak ini."
Siyun, dalam tubuh bayinya, perlahan berhenti menangis. Ia merasakan aliran energi aneh di sekitarnya sesuatu yang disebut Spirit Power di dunia ini. Meskipun ia tidak mengerti sepenuhnya apa yang terjadi, ia tahu satu hal: ia telah diberi kesempatan kedua di dunia "Soul Land" yang sangat ia kenali dari novel-novel yang pernah ia baca untuk mengisi waktu luangnya sebagai pengembang game.
Masa lalu sebagai Tang Siyun yang setia telah mati bersama kecelakaan itu. Kini, ia akan tumbuh dengan tujuan baru. Ia tidak akan mencari kemuliaan. Ia tidak akan mencari kehormatan. Ia hanya ingin memuaskan keinginannya sendiri, membangun kekuatannya, dan memastikan bahwa kali ini, dialah yang akan mengatur jalannya waktu.
Sambil memejamkan mata di dalam dekapan hangat Tang Hao, Siyun merasakan sesuatu yang kecil dan dingin di genggaman tangan bayinya yang mungil sebuah objek yang tidak terlihat oleh mata Tang Hao. Itu adalah sebuah Jam Saku (Pocket Watch) perak misterius yang seolah-olah menyatu dengan jiwanya.
Waktu baru saja dimulai baginya.