" Aku akan memberikanmu uang Rp. 250.000.000,00 asalkan kau bersedia tidur denganku ".
- Jason Gilbert -
" Baiklah aku menyetujuinya "
- Ayu Puspita -
Ayu Puspita gadis muda (18 Tahun ) yang baru saja lulus dari bangku SMK dengan mengambil jurusan SK (Sekertaris).Berbekal ilmu yang diperolehnya selama sekolah. Ayu mencoba peruntungan dengan ikut Bibinya yang sudah lama bekerja pada salah satu keluarga paling kaya di Kota Jakarta. Yang akhirnya mempertemukannya dengan CEO ganteng ( Jason Gilbert, 28 Tahun ) dengan paras yang sangat rupawan dan memiliki tubuh atletis, kaya raya, playboy, pintar dan sangat arogan. Tapi cinta bisa menemukan jalannya.
Ini karya saya yang ke dua, mohon dukungannya. dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Berbeda dengan Ayu yang masih mencari keberadaan Jason dan Lyra. karena lantai tiga sudah didatanginya namun belum menemukan keberadaan mereka.
Akhirnya Ayu turun ke lantai dua, berusaha mencarinya disana, di semua ruang dan sudut. tapi belum berhasil. hanya tersisa satu tempat yang belum dikunjungi Ayu, yaitu kamar tidur Tuannya.
Dengan berat hati Ayu harus mengetuk pintu kamar yang tertutup rapat itu.
Tok
" Tuan Jason "
Deg
Jason menghentikan gerakkan sensualnya karena mendengar suara Ayu yang memanggil namanya. padahal mereka sudah sama-sama polos.
Ayu menunggu beberapa menit tapi tidak ada jawaban apa pun.
Tok
" Tuan Jason "
" Iya "
Lyra begitu kesal saat penyatuan mereka gagal karena terganggu dengan suara ketukan pintu yang berulang kali. Senjata Jason yang sudah on pun menjadi off. kemudian Jason memakai boxer nya lagi. dan Jason pun memiliki ide untuk bertemu dengan Ayu. karena sekarang itu merupakan momen langka. karena Jason menyadari jika Mommy dan Oma Grace selalu mengawasi gerak geriknya.
" Sayang biarkan saja, kita sudah nanggung banget sayang. Aku sudah tidak bisa menahan lagi"Rengek Lyra manja dengan meraih perut Jason dan mencium perut kotaknya.
" Sebentar sayang, tunggulah disitu. siapa tau ada hal penting"Jason melepaskan tangan Lyra dari perutnya.
Jason turun dari tempat tidur langsung berjalan mendekati pintu. Jason menarik pintu dengan lebar sehingga Ayu melihat dengan jelas apa yang ada dihadapan dan dalam kamar Jason.
Deg
Ayu menelan saliva nya dengan kasar saat mau tidak mau Ayu menangkap penampilan Jason yang hanya memakai boxer nya saja dan Lyra yang menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut.
Ayu menyadari pasti Lyra dalam kondisi tidak mengenakan apa pun di balik selimutnya.
Bukan cuma kecewa, sakit hati saja melainkan mulai ada perasaan cemburu yang menguasai hatinya kini saat melihat pemandangan di depannya.
Ayu mengingat bagaimana ciuman dan sentuhan pertama yang dilakukan Jason pada tubuhnya. Desiran gairah itu datang kembali, sampai tanpa sadar Ayu membuka sedikit bibirnya sampai menatap kedua mata Jason tanpa berkedip untuk beberapa detik.
Jason dibuat terpana dengan bibir yang diperlihatkan Ayu sehingga sangat menggoda untuk di lu mat dan di pa gut nya yang mampu membangunkan senjata Jason yang sudah tidur lagi dari tadi.
" Ay... " Ucap Jason membuyarkan lamunan Ayu dengan pikirannya. begitu juga dengan Jason menahan dirinya supaya tidak menerkam Ayu di situ juga.
" I-iya Tuan "
" Kamu menganggu ku saja, ada apa? "
" Maaf Tuan, saya hanya mau bilang.. "
" Sayang ayo kita lanjutkan lagi"Teriak Lyra dari tempat tidur memotong ucapan Ayu.
Jason hanya melirik Lyra tanpa mengatakan apa pun.
" Cepat katakan mau bilang apa Ay, kamu tidak dengar calon istri ku bilang apa? ada yang tertunda karena kedatangan mu Ay".
" Iya Tuan, Anda di minta Nyonya Irena untuk makan siang bersama Nona Lyra dibawah. Nyonya Irena dan Nyonya besar makan siang bersama di kantor Tuan Leo".
" Hanya itu saja? "
" Iya Tuan, saya permisi "
Ayu balik badan hendak meninggalkan Jason yang masih berdiri.
" Kamu tidak ingin melihat kelanjutan ku bersama calon istri ku? "
Ayu menggeleng lemah tanpa membalik kan lagi tubuhnya. karena rasa terbakar panas di hatinya.
Brak
Jason menutup pintu dengan kasar saat Ayu menggelengkan kepalanya.
" Ambil pakaian mu sayang, kita turun ke bawah. Mommy dan Oma Grace akan ke kantor Daddy untuk makan siang bersama.
" Tapi sayang sekali saja, aku masih ingin melanjutkannya. tidak akan lama sayang".
" Lain kali lagi sayang, masih banyak waktu ".
Jason sudah rapi dengan pakaiannya dan bersiap untuk kebawah.
" Aku tunggu dibawah sayang "Jason meninggalkan Lyra didalam kamarnya.
Jason dengan langkah cepatnya menuruni anak tangga, bermaksud mengejar Ayu. tapi sayang Ayu sudah tidak terlihat lagi dari tempat yang dilewatinya.
" Mommy sudah berangkat Bi? "Tanya Jason saat sudah di ruang makan dan bertemu Bibi Yuni yang sedang membereskan piring kotor.
" Iya Tuan Jason, baru saja jalan dengan Pak Anton ".
" Tuan Jason mau makan sekarang? ".
" Iya Bi sebentar lagi".
" Iya Tuan, Bibi permisi. mau melanjutkan lagi pekerjaan yang lain".
Jason tersenyum dengan menganggukkan kepalanya.
Bibi Yuni membawa semua piring dan membawanya kedapur kotor untuk di cuci.
Jason melihat Ayu yang masuk kedalam kamarnya, dengan cepat melesatkan dirinya mengikuti Ayu. berharap pintunya tidak dikunci. dan benar saja, Ayu belum sempat mengunci pintunya karena Jason sudah mendorongnya terlebih dahulu.
" Tu-tuan Jason... "
Ayu begitu terkejut melihat Jason sudah berada didalam kamarnya.
Kini keduanya saling berhadapan dengan jarak yang tidak terlalu jauh dan tidak dekat juga.
" Saya mohon jangan lakukan hal ini lagi. saya masih ingin bekerja di rumah ini Tuan. keluar lah sebelum ada yang mengetahui jika Tuan ada disini bersama saya".
Jason tidak peduli dengan perkataan Ayu. yang ada Jason menatap intens wajah cantik Ayu yang belakangan ini tidak terlihat dekat oleh kedua matanya. ada rasa rindu yang terbelenggu dalam relung hatinya.
" Keluarlah Tuan, saya mohon. saya tidak ingin Nyonya Irena dan Nonya besar tahu jika kita berdekatan. saya masih membutuhkan kan uang untuk Abah saya berobat. Tuan Jason tahu sendiri bukan kondisi Abah saya. jadi saya mohon keluarlah Tuan Jason".
" Berapa yang kamu butuhkan Ay? aku akan memberikannya untuk mu. tapi jangan menyuruh ku menjauhi mu Ay".
Deg
" Jadi benar apa yang di katakan mereka, jika Tuan membayar ciuman saya seharga ponsel yang Tuan berikan untuk saya? "Dengan linangan air mata Ayu mengatakannya.
" Apa maksudnya Ay? "
" Saya sungguh tidak tahu harga ponsel itu Tuan, begitu sangat mahal untuk ukuran orang seperti saya, tapi ternyata saya dapat memiliki nya hanya dengan memberikan ciuman pertama saya pada Tuan dan Tuan pernah menyentuh bagian tubuh saya. Ini saya kembalikan Tuan ponselnya"Ayu mengambil ponselnya dan meletakkannya di telapak tangan kanan Jason.
Jason mengerutkan dahinya karena, kenapa Ayu bisa berpikir jelek tentang dirinya sejauh itu? padahal Jason benar-benar tulus memberikannya. kalau soal Jason yang mencium Ayu, karena Jason memamg tertarik pada sosok Ayu yang menurutnya sangat cantik dan Ayu sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertamanya.
" Mereka, siapa yang dibilang mereka oleh Ayu? apa Mommy dan Oma Grace? Apa yang sudah mereka lakukan pada Ayu?".
" Tuan hanya mencari kepuasan saja, bahkan ciuman pertama saya saja ada harganya buat Tuan".
" Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan Ay, bicara lah yang jelas".
" Apa yang saya katakan sudah jelas Tuan".
" Keluarlah!!"
" Tidak Ay, aku ingin selalu melihat mu, berbicara dengan mu, dekat dengan mu Ay".
" Ingatlah ada Nona Lyra calon istri Tuan".
" Itu tidak akan terjadi waktu itu jika kamu katakan Iya. Aku sudah bilang aku sanggup memberikan mu apa saja, asalkan kamu mengatakan Iya Ay ".
Ayu teringat dengan nominal angka yang dikatakan Bibi Yuni ketika akan meminjam uang pada Bibi Sinta dan Ayu mendengar langsung dari mulut Bibi Yuni untuk mengoperasi kedua kaki Abahnya.
Lantas dengan lancang dan lantang Ayu menyebut kan sejumlah nominal yang menurutnya sangat besar dan akan dapat membantu Abahnya. atau bisa membayar rumah sakit tempat Abahnya melakukan operasi.
" Baiklah, Aku akan memberikan uang Rp. 250.000.000,00 asalkan kamu bersedia tidur dengan ku!!".
Ya, Jason menyebut kan nominal yang diminta Ayu. namun Jason tidak ingin membuang kesempatan untuk bisa mengikat Ayu dengan dirinya.
Sementara Lyra yang masih merasa kesal, masih setia dengan tubuh polosnya. berharap Jason akan kembali cepat ke kamarnya karena ia tidak sengaja turun makan siang.
salut deh ama jason