Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama
Acara berlangsung dengan begitu meriah. Semua ikut hadir memeriahkan acara pernikahan keduanya.
Seperti malam ini, acara pernikahan sudah selesai. Semua sudah kembali pada kesibukan mereka masing-masing dan ada sepasang anak manusia yang baru saja sah menjadi pasangan suami istri.
"Cil, gue mau mandi. Mandi dimana?" tanya Arkana pada istrinya.
"Mandi? Ya di kamar mandi." jawab Rania.
Mendengar jawaban Rania membuat Arkana hanya bisa menghela nafasnya saja. Bagaimana cara menjelaskan pada istrinya ini.
"Nenek gayung juga tau kalau mandi di kamar mandi cil. Kalau mandi di sungai entar gue di kira bidadari. Mana gue ganteng, entar di intip cewek-cewek terus selendang gue di curi gimana? Terus gue gak bisa balik ke khayangan dong?" jelas Arkana panjang lebar yang membuat Rania menatap polos pada suaminya.
"Cil, seriusan gue mah mandi nih. Gerah banget gue anjir!" ulang Arkana lagi membuat Rania melotot karena Arkana berkata kasar begitu.
"Cil!"
"Yaudah, ayo!" jawab Rania yang membawa Arkana keluar dari kamar mereka dan pergi ke kamar mandi.
Sungguh, rasanya Arkana malu sekali di lihat banyak orang begini. Tapi dia tetap percaya diri seperti biasanya. Lagi pula dirinya tampan, jadi untuk apa malu pikirnya.
"Ini," ucap Rania menunjukkan pada suaminya kamar mandi tempat dimana mereka mandi.
"Hah, seriusan ini cil? Ini kamar mandi? Emang bisa buat mandi? Gak ada shower, nanti mandinya gimana?" tanya Arkana yang masih menatap tidak percaya dengan kamar mandi itu.
"Terus gimana? Aku bukan orang kaya dan inilah kamar mandi di rumah kami. Lagian selama ini kami juga masih bisa hidup kok karena mandi di kamar mandi ini. Bisa bersih juga!" jawab Rania yang seolah-olah tersinggung dengan ucapan suaminya itu.
"Loh, kok ngegas gitu cil? Gue kan cuma tanya doang, ih!" Arkana seperti merasa bersalah dengan hal itu.
Mendengar keributan di belakang membuat ibu dan bapaknya Rania datang. Bahkan kakak dan abangnya juga ikut membuat keduanya merasa malu.
"Ada apa Rania?" tanya ibunya melihat anak dan menantunya terlibat cekcok di malam pertama mereka pasca menikah.
"Tau nih menantu ibuk. Gak biasa mandi di kamar mandi kecil, yang gak ada shower nya."
"Eh, Lo kok Cepu gitu, cil?" Arkana benar-benar menatap tidak percaya dengan semua ini.
Dirinya seperti terjebak di keluarga istrinya. Sungguh, bagaimana dia harus menjelaskan. Arkana takut keluarga istrinya tersinggung karena sikapnya. Lagian memang dirinya tidak pernah mandi dengan gayung.
"Maafin Rania, ya nak Arkana. Di rumah ini cuma ada satu kamar mandi, dan inilah kamar mandinya. Maaf kalah buat nak Arkana ngerasa gak nyaman." sungguh, Arkana benar-benar merasa tidak enak hati dengan mertuanya ini. Bagaimana mereka sampai melihat maaf karena kamar mandi ini.
"Harusnya saya yang minta maaf, pak. Udah deh, saya mandi di sini aja. Ayo cil, temenin gue ya!"
"Hah?" semua orang semakin terkejut di buatnya. Bagaimana tidak terkejut jika Arkana meminta Rania untuk menemani dirinya mandi.
"Oke, oke fine! Gue mandi sendiri!" akhirnya Arkana masuk ke dalam kamar mandi yang untuk pertama kalinya dia masuki dalam hidupnya nya. Bahkan saat di sekolah saja pun semua di fasilitasi dengan lengkap.
"Kamu tunggu disini aja Rania. Mana tau suami kamu manggil, nanti kasihin handuknya juga." ucap ibunya yang membuat Rania hanya bisa nengangukkan kepalanya saja.
Sementara Raisa, dia masih seperti biasanya. Menatap tidak suka pada adiknya, karena merasa iri hati.
***
next my